Arief Hidayat
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Chronologia

Ondel-Ondel sebagai Ikon Seni Tradisi Betawi syaekhu rakhman; Yeni Handayani; Arief Hidayat
CHRONOLOGIA Vol 5 No 1 (2023): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v5i1.11563

Abstract

Indonesia is a country with many different tribes and cultures. Each region has its own characteristics that will be imprinted in the memory of each individual, which will eventually become an icon of a particular area. One of the city's icons is Ondel-Ondel from Betawi. Ondel-Ondel are giant dolls that are understood by the Betawi people as sacred culture and are used in ritual sacrifices to ancestral spirits. At first Ondel-Ondel was created as a way to repel reinforcements from the Betawi tribe. However, now everything is different. Ondel-Ondel is no longer considered sacred. The existence of Ondel-Ondel art is no longer used for cultural activities but is misused in street activities. This means that there has been a change in this Betawi Ondel-Ondel art. These changes are caused by social conditions. This is why efforts to increase awareness of local culture need to be increased. Changing times have formed new patterns of thinking about things that are traditional and not all people know the meaning behind the Betawi Ondel-Ondel art. The research method used is a qualitative method, data collection is done through literature studies, observations and interviews.
Eksplorasi Makna Simbolik Candi Pari dan Candi Sumur: Perspektif Interaksionisme Simbolik dalam Konteks Pendidikan Sejarah di Sidoarjo Ponco Setiyonugroho; Hendi Irawan; Arief Hidayat; Khairul Tri Anjani; Nabila Prameswari Ma’Arif
CHRONOLOGIA Vol 7 No 1 (2025): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v7i1.20362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna simbolik Candi Pari dan Candi Sumur di Kabupaten Sidoarjo melalui perspektif interaksionisme simbolik serta implikasinya dalam konteks pendidikan sejarah. Kedua situs tersebut merupakan tinggalan penting masa Majapahit yang tidak hanya memiliki nilai arkeologis, tetapi juga dimensi simbolik yang hidup dalam keseharian masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan warga lokal dan guru sejarah, serta studi pustaka. Analisis dilakukan dengan menafsirkan konstruksi makna sosial yang dibentuk melalui interaksi masyarakat terhadap situs sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Pari dimaknai sebagai simbol ketangguhan, kemakmuran agraris, dan kekokohan budaya lokal. Sementara itu, Candi Sumur dipandang sebagai lambang kesuburan dan spiritualitas, yang secara kultural terhubung dengan tradisi lokal seperti ziarah dan ritual air suci. Kedua candi tersebut menjadi bagian dari praktik simbolik yang terus berkembang, mencerminkan hubungan dialektis antara masyarakat, sejarah, dan ruang budaya. Dalam konteks pendidikan sejarah, makna simbolik ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, reflektif, dan berakar pada budaya lokal. Pemanfaatan situs sejarah sebagai media belajar mampu menumbuhkan kesadaran historis peserta didik serta memperkuat identitas kultural mereka. Studi ini merekomendasikan integrasi pendekatan simbolik dan pembelajaran berbasis lingkungan sebagai strategi inovatif dalam pengembangan kurikulum sejarah yang partisipatif dan relevan dengan kehidupan peserta didik