Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Empowering Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) to Improve Global Economic Welfare Bambang Irawan; Chusnul Rofiah; Asfahani Asfahani; Sufyati HS; Wahyudin Hasan
International Assulta of Research and Engagement (IARE) Vol. 1 No. 2 (2023): International Assulta of Research and Engagement (IARE)
Publisher : Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/iare.v1i2.66

Abstract

In recent years, there has been a paradigm shift in understanding the role of MSMEs in the global economy. MSMEs are no longer considered local business entities but agents of change that can stimulate sustainable economic growth. This service research aims to make a real contribution to designing MSME empowerment strategies that have a broad impact, open up new opportunities, and positively affect global economic welfare. The method applied in this community service activity is community-based Research (CBR) using the forum group discussion (FGD) approach in the training and mentoring process. So, it is concluded that the empowerment of MSMEs proves its effectiveness in identifying, overcoming, and providing concrete solutions to their challenges. Involving business actors in decision-making and empowerment processes provides a solid foundation for sustainable growth. Training, mentoring, and support from the government and local communities form a supportive ecosystem in improving global economic welfare through developing MSMEs. Second, findings related to product innovation from natural resources, such as coconut and fish, show great potential in diversifying MSME businesses and opening up new opportunities in the global market.
PENCIPTAAN WIRAUSAHA BARU MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN MERACIK MINUMAN, KUE SERBA BOBA DI DESA KAROBELAH MOJOAGUNG JOMBANG Chusnul Rofiah; Erminati Pancaningrum
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk Penciptaan Wirausaha Baru Melalui Pelatihan Kewirausahaan Meracik Minuman, Kue Serba Boba memberikan para calon wirausaha baru keterampilan yang diperlukan untuk menjadi seorang wirausaha baru melalui olahan serba boba yang kreatif dan inovatif. Serta mengajarkan Masyarakat desa karobelah tentang pembuatan olahan serba boba yang efektif dan cara menghasilkan olahan boba yang menarik untuk menarik perhatian dan memasarkan produk mereka. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan tahap persiapan yaitu melakukan koordinasi dengan Tim Pengabdi untuk menentukan kegiatan awal ataupun jadwal yang harus disusun, pada tahap ini juga diadakan pembagian tugas masing-masing tim dan anggotanya sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Penting untuk memberikan pemahaman pada peserta tentang tujuan inovasi olahan makanan dan minuman serba boba; Penelitian Pasar; Pengembangan Ide Olahan boba; Praktek Olahan boba; Pemasaran Olahan boba Melalui Media Sosial; Praktik dan Umpan Balik. Kesimpulan dari hasil pelatihan pembuatan minuman dan kue serba boba bagi peserta : Meningkatkan Konversi dan Penjualan; Penghematan Biaya Pemasaran; Peserta terampil dalam membuat dan mengemas aneka produk; Peserta mendapatkan pengetahuan tentang usaha boga yaitu meliputi perhitungan harga jual, strategi pemasaran; Peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk bisa mengembangkan home industry yaitu membuat produksi boba home dan olahan serba boba; Program kegiatan PPM memberikan informasi terutama bagi peserta tentang pusat studi kewirausahaan dewantara; Program kegiatan PPM membangun sinergitas positif antara masyarakat di kabupaten Jombang, pemerintahan dan civitas akademika
Paradigma Baru dalam Penelitian Kualitatif: Pergeseran dari Pengalaman Verbal menuju Cyberfenomenologi dalam Dunia Kehidupan Digital Chusnul Rofiah; Teodora Winda Mulia
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11618

Abstract

Perkembangan pesat lingkungan yang dimediasi secara digital mendorong peninjauan kritis terhadap fondasi epistemik inkuiri kualitatif. Ketika pengalaman manusia semakin bersifat hibrid, terdistribusi, dan terstruktur oleh teknologi, kerangka interpretatif yang dibangun di atas asumsi kehadiran langsung dan ko-presensi menghadapi keterbatasan analitis yang semakin nyata. Artikel konseptual ini berupaya menjawab tiga pertanyaan utama: (1) bagaimana inkuiri kualitatif berevolusi sebagai respons terhadap perubahan kondisi realitas sosial; (2) ketegangan metodologis apa yang muncul ketika pengalaman hidup semakin dimediasi secara digital; dan (3) bagaimana tradisi fenomenologis dapat diperluas untuk mempertahankan kedalaman interpretatif dalam konteks pascadigital. Dengan bertumpu pada perdebatan kontemporer mengenai ketelitian kualitatif, pluralitas metodologis, visual turn, serta penelitian yang terbenam dalam lingkungan digital, artikel ini mengembangkan analisis konseptual integratif untuk menelusuri lintasan epistemik metode kualitatif. Analisis menunjukkan bahwa transformasi metodologis bukanlah inovasi yang terpisah, melainkan mencerminkan rekonfigurasi yang lebih luas dalam cara subjektivitas dibentuk dan ditafsirkan. Pendekatan yang ada semakin menghadapi tantangan dalam menangkap dunia-kehidupan yang dimediasi teknologi, di mana kehadiran bersifat hibrid dan makna muncul melalui lingkungan yang terhubung secara jejaring. Untuk menjembatani kesenjangan interpretatif tersebut, cyberfenomenologi diajukan sebagai perluasan fenomenologis yang mampu berinteraksi dengan pengalaman yang dimediasi secara digital sekaligus mempertahankan komitmen teoretis yang selama ini mendefinisikan keilmuan kualitatif. Alih-alih diposisikan sebagai disrupsi metodologis, cyberfenomenologi ditempatkan dalam gerakan yang lebih luas menuju paradigma interpretatif pascadigital. Artikel ini memberikan tiga kontribusi utama: mengonseptualisasikan evolusi inkuiri kualitatif sebagai transisi epistemik, memperluas analisis fenomenologis ke dalam realitas yang terstruktur teknologi, serta merumuskan implikasi bagi penelitian masa depan terkait kerja lapangan yang terdistribusi, refleksivitas yang diperluas, dan interpretasi multimodal. Secara keseluruhan, temuan konseptual ini menawarkan kerangka untuk memahami mengapa metode kualitatif perlu terus berevolusi seiring dengan transformasi cara manusia mengalami dunia sosial