Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN STRES KERJA DOSEN K3 DI JAWA TENGAH DIY Nur Ani; Wartini Wartini; Nine Elissa Maharani; Fiqi Nurbaya; Iik Sartika
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v5i1.3851

Abstract

Beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus dipikul oleh suatu jabatan/unit organisasi dan merupakan hasil kali antara volume kerja dan norma waktu. Stres kerja merupakan kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang. Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan kegiatan yang menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman, terhindari atas gangguan fisik dan mental. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh dosen K3 se-Jawa-DIY sebanyak 32 responden. Teknik sampling dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel yang digunakan meliputi variabel bebas, beban kerja, sedangkan variabel terikat adalah stres kerja. Uji analisis bivariat menggunakan uji person product moment, dimana sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk. Hasil penelitian ini diketahui menunjukkan bahwa tingkat beban kerja sedang sebesar 94%, dan tingkat stres kerja sebesar 72%. Sementara itu, hasil analisis nilai hubungan uji person product-moment diperoleh p-value 0,000 dengan nilai korelasi person 0,617 yang berarti terdapat hubungan yang kuat antara beban kerja dengan stres kerja.Kata Kunci : Beban Kerja, Stres Kerja, Dosen
PENINGKATAN MANAJEMEN BAHAYA K3 PADA CALON AHLI K3 MELALUI KEGIATAN PELATIHAN MANAJEMEN RISIKO Nur Ani; Wartini; Sulistiyani Prabu Aji
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 03 (2023): JUNI 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen risiko K3 merupakan usaha yang dilakukan secara sistematis, terencana, terstruktur dan komperhensif dimaksudkan untuk meminimalisir adanya faktor penyebab kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil pembinaan yang dilakukan terhadap mahasiswa calon ahli K3 yang membutuhkan kompetensi bidang K3 diperlukan kegiatan pendidikan pelatihan untuk memenuhi/ menambah pengetahuan mereka dan menjadikan syarat pekerjaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk untuk memenuhi/ menambah pengetahuan mereka dan menjadikan syarat pekerjaan. K3 potensi peluang besar dalam pekerjaan sehingga perlu memberikan wawasan lebih kepada lulusan mahasiswa K3 untuk bisa mendapatkan kompetensi salah satunya dibutuhkan dalam ilmu terapan di K3. Untuk memberikan pemahaman kepada para calon ahli K3 di perusahaan agar dapat memahami tentang manajemen risiko bahaya K3. Metode kegiatan pengabdian yaitu penyampaian materi dengan metode ceramah, diskusi kelompok, dan presentasi kelompok dari hasil diskusi. Sasaran kegiatan ini adalah calon ahli K3. Tempat kegiatan di Fave Hotel Semarang. Mitra kerja dalam kegiatan ini yaitu PT. Mutiara Mutu Sertifikasi. Sebelum dilakukan penyampain materi diberikan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan pengabdian adalah terdapat peningkatan rata-rata pemahaman para calon ahli K3 sebesar 21,96 dari rata-rata nilai pretest sebesar 65,6 dan setelah dilakukan pembinaan menjadi 87,56.
Analysis of Accident Investigation Techniques at The Location of The Ore Hauling Road Location (ICAM Analysis Method) Hermei wahyu Cahyadi; Wartini Wartini; Nur Ani
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.20627

Abstract

ICAM (Incident Cause Analysis method) is one of the investigation techniques used to analyze accidents and PT XYZ uses ICAM (Incident Cause Analysis method). Based on accident data for the last 3 years at PT XYZ, there has been a significant increase in the number of accidents caused by work activities, namely in 2022-2023 an increase of 5 cases (2.7%) and 2023-2024 an increase of 4 cases (2.08%). The purpose of this study is to analyze the effectiveness of the Incident Cause Analysis Method (ICAM) method in investigating accidents at the location of the ore haul road at PT XYZ in 2023.This research uses qualitative descriptive with a case study approach. The research population was 8 cases. Subject research cases of accidents on ore hauling roads. The object of the research is the occurrence of accidents in the period of 2023. Secondary data sources from investigation reports. The results of the findings of this study highlight that there is an absence or failed defence 22% (DF04-Awareness-Supervision 37.5%), individual/team factors 20% (IT12-Errors or violations of work methods 37.5%), Human-Environmental Factors 17% (HF05-situational awareness 37.5%), Workplace environment 19% (TE05-Normal operating situations and TE12-routine/non-routine tasks 25%), Organizational Factors 22% (OR-Organization 62.5%). Research conclusions from 8 cases of accidents caused by factors Absent or failed defence (22%) and organizational factors (22%). company suggestions are required to fulfil field supervision competencies, companies make, implement and review work operational standards (SOPs), companies are required to repair roads or reduce road grades to make them safer, selective in labour selection, install signs in dangerous areas, evaluate SOPs, JSA and HIRA regularly and conduct training to all workers, supervisors are required to conduct coaching to workers who are their responsibility. Keywords: Accident Investigation, ICAM Data Collection, ICAM Analysis, Occupational Health and Safety
Edukasi Perilaku Orang Tua dalam Pemberian MP-ASI pada Balita di Dusun Kodokan Nur Ani; Nur Ani; Farid Setyo Nugroho; Wartini Wartini
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 1 No. 2 (2020): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v1i2.801

Abstract

Periode tumbuh kembang emas pada bayi dan anak dapat diwujudkan apabila memperoleh asupan gizi yang sesuai. Guna mencapai tumbuh kembang yang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu; pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan keempat meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (WHO, 2000). Berdasarkan  observasi data di Posyandu Dusun Kodokan bahwa sebagian besar ibu balita atau anggota keluarga dekat telah memberikan MP-ASI dini sebesar (70%) dari jumlah balita yang ada yaitu 55 balita dan dari 55 orang ibu balita. Balita yang ada di Posyandu Dusun Kodokan ini terdiri dari usia 0 – 6 bulan (7,3%), usia 7 – 12 bulan (10,9%), usia 1-3 tahun (47,3%), usia 4-5 tahun (34,5%). Sebagian besar pendidikan terakhir ibu balita di Dusun Kodokan rata-rata Sekolah Menengah Atas (SMA/Sederajat) yang bekerja sebagai buruh di pabrik dan Diploma/Sarjana yang bekerja di instansi pemerintah/swasta. Sehingga diperlukan adanya sosialisasi edukasi perilaku orang tua dalam pemberian MP-ASI pada balita di Dusun Kodokan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan memberikan pretes dan postes kepada peserta dan hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut diperoleh peningkatan nilai postes sebesar 34%. Maka dapat dikatakan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta, sehingga kegiatan ini dapat dikatan berhasil sesuai indikator keberhasilan (peningkatan nilai postes 25%).Kata Kunci: MP-ASI, ASI Eksklusif, Penyuluhan
Peningkatan Pengetahuan Risk Assesment melalui Pelatihan HIRA di Museum Purbakala Klaster Sangiran, Karanganyar Nur Ani; Wartini Wartini; Syefira Ayudia Johar; Marlia Yulianti Rosyidah
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 4 No. 2 (2023): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v4i2.3732

Abstract

HIRA adalah singkatan dari Hazard Identification and Risk Assessment, yang merupakan proses yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai risiko yang terkait dengannya. Pelatihan HIRA biasanya diberikan kepada karyawan di industri seperti manufaktur, konstruksi, dan perawatan kesehatan untuk membantu mereka mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan mengambil langkah-langkah untuk memitigasi risiko tersebut. Pelatihan dapat mencakup topik seperti mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, menerapkan kontrol, dan memantau keefektifan kontrol tersebut. Pelatihan HIRA dapat diberikan di ruang kelas, online, atau melalui pelatihan di tempat kerja. Penting bagi pengusaha untuk memberikan pelatih Hazard Identification Risk Assesment (HIRA) adalah salah satu metode identifikasi resiko bahaya yang dapat diterapkan dalam ruang lingkung pekerjaan. Tools ini digunakan untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja guna meningkatkan budaya keselamatan di suatu perusahaan. Tujuan kegiatan pelatihan ini agar para karyawan peduli dan mengerti dalam menganalisa potensi bahaya ditempat kerja.Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual online via zoom meeting dengan diikuti oleh 28 oranHasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan karyawan tentang potensi bahaya dan dapat mengklasifikasikan potensi bahaya berdasarkan sumbernya.
Certification of Internal Auditors of OHS Management Systems for Supervisors In PT X Nur Ani; Maria Paskanita; Wartini Wartini; Farid Setyo Nugroho
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 1 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i1.6467

Abstract

ABSTRAK The internal auditor certification of the K3L management system should not be underestimated, considering the vital role played by supervisors in the direct supervision of company operations. Based on a preliminary survey, PT X is a company that assembles solar panels to be marketed domestically and abroad. In 2023, PT X carried out ISO 9001, ISO 14001, and ISO 45001 certification audits, but in the audit process, it was found that there had been no certification activities and appointment of an internal auditor team. The purpose of this internal auditor certification activity is to enhance the company's image and the quality of internal auditors through internal audit certification activities aimed at supervisors, thereby improving the effectiveness of supervision in the workplace. Methodology: Internal audit certification training activities for ISO 9001, ISO 14001, and ISO 45001. Targets for all Supervisors at PT X, Scientific Publications with IKU 2 and IKU 3. PkM activities include 6 stages of activities, starting with 1) Licensing and Coordination with partners, 2) Preparation of Timeline, 3) Making materials, 4) Implementation of certification, 5) Evaluation and preparation of RTL, and 6) Preparation of PkM outputs and reports. The activity was carried out on January 8, 2025,  with 15 participants in the PT meeting room. X. The results of the ISO auditor training and certification activities showed that 100% of participants could conduct observations and interviews. Participants also can find deviations and prepare NCRs according to PLOR standards by 80%. Meanwhile, the ability to make reports and NCRs still needs to be improved, which is only 67%. This community service activity concludes that a prospective internal auditor must be able to observe, interview, detect non-conformities, and be able to make audit reports, and be able to fill in the internal audit log register.
Community Empowerment of the Pokdarwis Group through Training on the Utilization of Water Hyacinth as EGO-PURL Compost Nur Ani; Djatmiko Hidajat; Wartini
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v6i2.7269

Abstract

ABSTRACT Introduction : Ngargorejo Village, Ngemplak District, Boyolali Regency, the place where the Cengklik Reservoir is located. These reservoirs are the main source of livelihood (fishermen, karamba farmers, tour boat captains, and traders). Based on the SWOT analysis, the condition of Pokdarwis partners has environmental issues related to the very rapid growth of water hyacinths that disrupt the natural ecosystem. The work program appointed is EGO-PURL (Environmental Friendly Fertilizer Water Hyacinth) Fertilizer Manufacturing Training. Objective : Increase the empowerment and knowledge of water hyacinth utilization training participants into, EGO-PURL Compost. Method: This activity involved the Target Partner of Pokdarwis "Kartika" and the Ngargorejo Village Government Partner with, a total of 22 members involved. The activity will be held in July 2025. The activity method uses metacognitive methods which are outlined in the form of lectures, collaborative discussions, and practice. Evaluation was carried out using pretest and pos-tes assessments.  Results: EGO-PALL Fertilizer Making Training, obtained pretest scores to pos-tes which increased by 18 org (81.8%). Where the Mean Pre-test value = 74.6 and the Mean Pos-tes = 95. Conclusion: The results of the evaluation assessment show that there is an increase in knowledge from pre-test scores to pos-tes.  Suggestion: this activity can be developed into an MSME business for the women of the pokdarwis group.       Keywords: Advocacy; EGO-PALL Fertilizer Training; Metacognitive