Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Isyarat Sufistik Dalam Penafsiran Surat Al-Ankabut : 41 Kajian Tafsir Ruh Al – Ma’ani Annisa Eka; Septiawadi; Ahmad Muttaqin
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1991

Abstract

This study is motivated by the need to explore the spiritual dimension in Qur’anic interpretation, which is often overlooked in purely rational or textual approaches. Surah Al-‘Ankabut verse 41 contains the parable of the spider’s house, which many commentators, including Al-Alusi in Ruh al-Ma‘ani, interpret as a symbol of human weakness when relying on anything other than Allah. The purpose of this research is to reveal the Sufistic indications contained in Al-Alusi’s interpretation of this verse and to understand how spiritual values are articulated through his Sufi exegetical approach. This research employs a qualitative method with a library research design and content analysis of the Ruh al-Ma‘ani text. The findings show that Al-Alusi interprets the parable of the spider’s house not only as a rational symbol of fragile faith but also as a Sufistic sign of the transience of the world and the necessity of tawhid as the foundation of human spirituality. Through his Sufi approach, Al-Alusi emphasizes the inner meaning of the verse, guiding humans to detach from worldly dependencies and to surrender fully to Allah. These findings are relevant to modern contexts, particularly in understanding contemporary practices of tawassul, where Al-Alusi’s sufistic insights provide boundaries that define tawassul as merely a means to approach Allah and warn against deviations that occur when intermediaries become objects of spiritual dependence beyond the principles of tawhid. Thus, Al-Alusi’s sufistic exegesis not only enriches the interpretation of the verse but also offers an ethical perspective for preserving the purity of tawhid and addressing modern issues of materialism and spiritual crisis.Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menggali dimensi spiritual dalam penafsiran Al-Qur’an yang sering sekali terabaikan dalam pendekatan rasional dan tekstual semata. Surat Al-‘Ankabut ayat 41 memuat perumpamaan tentang rumah laba-laba yang oleh para mufasir, termasuk Al-Alusi dalam Ruh al-Ma‘ani, dimaknai sebagai simbol kelemahan ketergantungan manusia kepada selain Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap isyarat sufistik yang terkandung dalam penafsiran ayat tersebut serta memahami bagaimana nilai-nilai spiritual diartikulasikan melalui pendekatan tafsir sufistik Al-Alusi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis isi terhadap teks tafsir Ruh al-Ma‘ani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Alusi menafsirkan perumpamaan rumah laba-laba tidak hanya sebagai simbol rasional tentang kerapuhan iman, tetapi juga sebagai isyarat sufistik tentang kefanaan dunia dan pentingnya tauhid sebagai fondasi spiritual manusia. Melalui pendekatan sufistiknya, Al-Alusi menekankan makna batiniah dari ayat yang mengarahkan manusia untuk melepaskan ketergantungan pada selain Allah dan berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. Temuan ini relevan dengan konteks modern, terutama dalam melihat praktik tawasul masa kini, di mana nilai sufistik Al-Alusi memberikan batasan bahwa tawasul hanya berfungsi sebagai wasilah menuju Allah dan dapat menyimpang ketika perantara dijadikan objek ketergantungan spiritual yang melampaui prinsip tauhid. Dengan demikian, tafsir sufistik Al-Alusi tidak hanya memperkaya pemahaman terhadap ayat, tetapi juga menawarkan perspektif etis dalam menjaga kemurnian tauhid serta menghadirkan solusi atas problem materialisme dan krisis spiritual dalam kehidupan kontemporer.
Evolving Dynamics of Moderate Islamic Discourse on Indonesian Social Media Ghufron Hamzah; Ahmad Muttaqin; Muhammad Irsad; Fouad Larhzizer
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v9i2.5149

Abstract

Social media not only creates a new public sphere for the expression of religious activities but also serves as a contested arena for religious discourse. In Indonesia, one of the key discourses under contention is moderate Islamic discourse. This article addresses two primary questions: First, what forms does contested moderate Islamic discourse take on social media, and what strategies are employed in these contests?.  Second, what factors contribute to the emergence of these contestations surrounding moderate Islamic discourse on social media?. Using Fairclough’s critical discourse analysis as a theoretical framework, this research explores qualitative data gathered through the observation of YouTube videos. The findings indicate that the contestation of moderate Islamic discourse on YouTube occurs not only between traditional and new religious authorities, as is often assumed, but also among traditional religious authorities themselves. These groups compete to articulate the true and ideal meaning of moderate Islam. The contestation is driven by a combination of ideological, economic, political, and socio-cultural factors that influence the digital sphere in Indonesia.
Etika Sosial terhadap Difabel Netra: Analisis Semantik Alquran Ahmad Muttaqin
INKLUSI Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.23 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060104

Abstract

The Qur'an is always positioned as the main source of social ethics in Islam. The problem is, there are several verses of the Quran that describe non-believers (infidels) as blind people. Such a way makes it as if the Quran marginalizes people with disabilities. Therefore, it is important to understand how the actual existence of the blind in a full context of the Quranic view. This paper uses a semantic approach in analyzing the word al-a‘mā and its various derivatives in the Quran. This study concludes: First, the Quran uses al-a‘mā more in a metaphoric meaning; not the blind of the eye, but the blind of the heart. Second, the Quran gives more appreciation to the people with disabilities and at the same time, it criticizes unbelievers during the Prophet's time.[Alquran selalu diposisikan sebagai sumber utama etika sosial dalam Islam. Masalahnya, ada beberapa ayat Alquran yang menggambarkan orang yang tidak beriman (kafir) sebagai orang buta (difabel netra). Cara demikian membuat seolah-olah Alquran memarginalkan mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana sebenarnya eksistensi difabel netra dalam bingkai kesatuan wawasan Alquran. Tulisan ini menggunakan pendekatan semantik dalam menganalisis kata al-a‘mā dan berbagai derivasinya dalam Alquran. Penelitian ini menyimpulkan: Pertama, Alquran lebih banyak menggunakan al-a‘mā bukan secara fisik, tetapi tertutupnya hati. Kedua, Alquran memberikan penghargaan lebih kepada difabel netra dan pada saat yang sama Alquran melakukan kritik sosial terhadap orang-orang tidak beriman pada masa Nabi.]
Nilai Ketauhidan dalam Lirik Lagu Sandaran Hati Karya Letto Fikry Maulana Yusuf; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 207-216
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24832

Abstract

Abstract. This study examines the representation of tawhid (monotheism) values in the lyrics of the song “Sandaran Hati” by Letto through the perspective of dakwah bil hikmah (preaching with wisdom). The background of this research is the growing role of popular music as a medium of meaning production for young digital-native audiences, whose engagement with religious values increasingly occurs through cultural texts rather than formal religious instruction. Using a qualitative approach and Roland Barthes’s semiotic analysis, this study dissects the lyrics through a two-order system of signification (denotation and connotation) up to the level of myth or theological ideology. Data were collected through documentation of the song lyrics and literature study of relevant theoretical sources, then analyzed by identifying signs, interpreting their connotative meaning, and abstracting the underlying myth. The results show that at the denotative level, the lyrics depict human limitation, fragility, and existential alienation within the material world. At the connotative level, the metaphor “sandaran hati” (heart’s resting place) is deconstructed from its conventional romantic meaning into a symbol of an absolute and eternal source of dependence, namely Allah SWT. At the mythical level, the song represents the value of tawhid integratively, covering the dimensions of aqidah (awareness of God’s constant presence), syariat (commitment to primordial obedience), and akhlak (tawakal, khauf, and raja’). This study concludes that popular music can function as an effective medium of soft, contemporary dakwah that reaches broad audiences without provoking psychological resistance. Abstrak. Penelitian ini mengkaji representasi nilai ketauhidan dalam lirik lagu “Sandaran Hati” karya Letto melalui perspektif komunikasi dakwah bil hikmah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin besarnya peran musik populer sebagai ruang produksi makna bagi generasi muda digital, yang internalisasi nilai keagamaannya kini banyak berlangsung melalui teks budaya dan bukan semata melalui pengajaran agama yang formal. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini membedah lirik lagu melalui sistem signifikasi dua tahap, yaitu denotasi dan konotasi, hingga menyentuh tataran mitos atau ideologi teologis. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap teks lirik lagu dan studi kepustakaan terhadap sumber-sumber teoretis yang relevan, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi tanda, menafsirkan makna konotatifnya, lalu mengabstraksi mitos yang melatarinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotatif, lirik lagu ini menggambarkan keterbatasan, kerapuhan, dan alienasi eksistensial manusia di dunia materi. Pada tataran konotatif, metafora “sandaran hati” didekonstruksi dari makna romantis konvensional menjadi simbol tempat bergantung yang absolut dan abadi, yaitu Allah Swt. Pada tataran mitos, lagu ini merepresentasikan nilai ketauhidan secara integratif yang mencakup aspek akidah (kesadaran akan kemahahadiran Ilahi), syariat (komitmen ketaatan primordial), dan akhlak (tawakal, khauf, dan raja’). Penelitian ini menyimpulkan bahwa musik populer dapat menjadi medium dakwah kontemporer yang halus (soft-selling) dan mampu menjangkau khalayak luas tanpa memunculkan resistensi psikologis.
Dakwah Kreatif dalam Program IRAMA (Inspirasi Ramadan) oleh P3RI Salman ITB Latifa Khadma Nursyah Bania; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 217-224
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24892

Abstract

Abstract. This study examines creative da’wah in the IRAMA (Ramadan Inspiration) program organized by P3RI at the Salman Mosque, ITB, as an effort to provide contextual da’wah to students and the younger generation through inspirational discussions and talk shows featuring speakers from various professions. The study aims to examine the implementation of the IRAMA program, analyze the dimensions of creative da’wah applied, and describe the opportunities and challenges in its implementation. The study utilizes qualitative data using a descriptive method through interviews, participatory observation, and document analysis. The data were analyzed using the theory of creative da’wah. The results of the study indicate that the IRAMA program is implemented in a way that reflects the five dimensions of creative da’wah in an integrated manner through five aspects: adaptive-contextual, communicative-dialogic, empathetic-humanistic, persuasive-reflective, and affective-rational. The program’s opportunities are based on the reputation and network of the Salman Mosque at ITB, while the challenges include coordinating cross-campus committees and limited technical resources. This study implies that creative da’wah can enhance the relevance, participation, and appeal of da’wah for the younger generation, while also establishing IRAMA as an inclusive and transformative model of contextual da’wah. Abstrak. Penelitian ini mengkaji dakwah kreatif dalam program IRAMA (Inspirasi Ramadan) yang diselenggarakan oleh P3RI Masjid Salman ITB sebagai upaya menghadirkan dakwah kontekstual bagi mahasiswa dan generasi muda melalui kajian inspiratif serta talkshow dengan narasumber lintas profesi. Penelitian bertujuan mengetahui pelaksanaan program IRAMA, menganalisis dimensi dakwah kreatif yang diterapkan, serta mendeskripsikan peluang dan kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan data kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan teori dakwah kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program IRAMA mencerminkan kelima dimensi dakwah kreatif secara terintegrasi, yaitu adaptif-kontekstual, komunikatif-dialogis, empatik-humanis, persuasif-reflektif, dan afektif-rasional. Peluang program bertumpu pada reputasi dan jejaring Masjid Salman ITB, sedangkan tantangan meliputi koordinasi kepanitiaan lintas kampus dan keterbatasan sumber daya teknis. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa dakwah kreatif mampu meningkatkan relevansi, partisipasi, dan daya tarik dakwah bagi generasi muda, sekaligus menjadikan IRAMA sebagai model dakwah kontekstual yang inklusif dan transformatif.
Komunikasi Persuasif Pengurus Program Jumat Berkah di Masjid Al-Asy’ari Unisba untuk Meningkatkan Partisipasi Donatur Rendi Renaldi; Nia Kurniati Syam; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 233-240
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24958

Abstract

Abstract. This study was motivated by the fluctuating participation of donors in the Friday Blessing (Jumat Berkah) Program at Al-Asy'ari Mosque, Bandung Islamic University (UNISBA). It aims to examine the program's implementation, the application of persuasive communication, and efforts to improve its effectiveness in increasing donor participation. This study employed a qualitative field research approach using observation, interviews, and documentation, with data analyzed through reduction, display, and conclusion drawing based on the Elaboration Likelihood Model (ELM). The findings show that persuasive communication was implemented through direct interaction and digital media using central and peripheral routes. However, donor participation remained inconsistent due to economic conditions, individual awareness, and community involvement. Improving transparency, information dissemination, activity documentation, and religious messages may enhance communication effectiveness and encourage more stable donor participation. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh partisipasi donatur Program Jumat Berkah di Masjid Al-Asy'ari Universitas Islam Bandung (UNISBA) yang masih berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan program, penerapan komunikasi persuasif, serta upaya meningkatkan efektivitas komunikasi persuasif dalam meningkatkan partisipasi donatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan Elaboration Likelihood Model (ELM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif diterapkan melalui komunikasi langsung dan media digital dengan memanfaatkan jalur sentral dan jalur periferal. Namun, partisipasi donatur masih belum stabil karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kesadaran individu, dan keterlibatan masyarakat. Peningkatan transparansi, penyebaran informasi, dokumentasi kegiatan, serta penguatan pesan keagamaan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi dan mendorong partisipasi donatur yang lebih stabil.
Peran Pesan Dakwah tentang Akhlak terhadap Perilaku Keagamaan Orang Tua Santriwati melalui Pengajian Bulanan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta Minati Nurhidayah; Parihat Kamil; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 331-338
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25805

Abstract

Abstract. This study examines the role of da'wah messages concerning morality (akhlak) in shaping the religious behavior of parents of female students (santriwati) through monthly religious gatherings at Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. The monthly gathering serves as a medium for communicating Islamic values and strengthening parents' understanding of their role in family religious education. This study aims to identify the moral messages delivered during the gathering and analyze their role in the religious behavior of parents. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving five parents as the main informants, five students as triangulation informants, one ustaz, and one boarding school administrator. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the da'wah messages contain four categories of morality, namely morality toward Allah, oneself, family, and fellow human beings. These messages contribute to strengthening religious belief, religious practice, religious experience, religious knowledge, and the application of moral values in daily life. Viewed through the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) theory, the da'wah messages function as stimuli that are received and processed by parents, resulting in positive changes in their religious behavior. The study concludes that monthly religious gatherings play an important role as a medium of da'wah communication in strengthening the religious behavior of parents within the family. Abstrak. Penelitian ini mengkaji peran pesan dakwah tentang akhlak terhadap perilaku keagamaan orang tua santriwati melalui pengajian bulanan di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. Pengajian bulanan menjadi media komunikasi dakwah yang menyampaikan nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat pemahaman orang tua mengenai tanggung jawab dalam pendidikan keagamaan di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pesan dakwah tentang akhlak yang disampaikan dalam pengajian bulanan serta menganalisis perannya terhadap perilaku keagamaan orang tua santriwati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima orang tua santriwati sebagai informan utama, lima santriwati sebagai informan triangulasi, seorang ustaz, dan seorang pengurus pesantren. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pengajian memuat pesan dakwah mengenai akhlak kepada Allah Swt., diri sendiri, keluarga, dan sesama manusia. Pesan dakwah tersebut berperan dalam memperkuat dimensi keyakinan, praktik keagamaan, penghayatan, pengetahuan keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R), pesan dakwah berfungsi sebagai stimulus yang diterima dan diproses oleh orang tua sehingga menghasilkan respons berupa penguatan perilaku keagamaan. Dengan demikian, pengajian bulanan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media komunikasi dakwah yang berperan dalam memperkuat perilaku keagamaan orang tua santriwati.
Strategi Dakwah Karang Taruna Buniaga dalam Penanggulangan Kecanduan GIM Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Muhammad Adjie Iskandar; Asep Ahmad Siddiq; Ahmad Muttaqin
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 357-364
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25952

Abstract

Abstract. The rapid advancement of information technology has increased the intensity of online gaming among adolescents, leading to negative impacts on academic performance, social interaction, and religious practices.This phenomenon is also evident among adolescents in Buniaga Village, Ciherang, Pacet District, Cianjur Regency. This study aims to analyze the dakwah strategy implemented by the Buniaga Youth Organization (Karang Taruna) in addressing online game addiction among adolescents and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving Karang Taruna administrators, adolescents, parents, and community leaders. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that online game addiction is characterized by excessive gaming duration, poor time management, and decreased participation in social and religious activities. The dakwah strategies implemented include religious guidance, personal approaches, counseling, youth involvement in community activities, and collaboration with parents. The effectiveness of these strategies is supported by the commitment of Karang Tarunamembers, community support, and a strong culture of mutual cooperation. However, easy access to the internet and low participation of some adolescents in community activities remain significant challenges. Overall, the dakwah strategy implemented by Karang Taruna plays an important role in reducing the negative impacts of online game addiction among adolescents. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan intensitas penggunaan gim online di kalangan remaja, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas belajar, interaksi sosial, dan pelaksanaan ibadah. Fenomena tersebut juga terjadi pada remaja di Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dakwah Karang Taruna Buniaga dalam menanggulangi kecanduan gim online pada remaja, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus Karang Taruna, remaja, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gim online ditandai dengan tingginya intensitas bermain, rendahnya pengendalian waktu, serta menurunnya partisipasi remaja dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Strategi dakwah yang diterapkan meliputi pembinaan keagamaan, pendekatan personal, pemberian nasihat, pelibatan remaja dalam kegiatan sosial, serta kerja sama dengan orang tua. Keberhasilan strategi didukung oleh komitmen pengurus, dukungan masyarakat, dan budaya gotong royong, sedangkan kemudahan akses internet dan rendahnya minat sebagian remaja terhadap kegiatan organisasi menjadi faktor penghambat. Strategi dakwah Karang Taruna terbukti berperan dalam mengurangi dampak negatif kecanduan gim online pada remaja.