Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBANGUNAN PEDESAAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (Studi pada Gerakan Desa Membangun) Muhammad Badri
Jurnal Dakwah Risalah Vol 27, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jdr.v27i2.2514

Abstract

Pembangunan pedesaan mengalami perubahan signifikan sejak digitalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Teknologi media hibrida terbukti mempermudah desa-desa inovatif membangun  jejaring dan memberdayakan komunitasnya guna mempersempit kesenjangan TIK, salah satunya adalah melalui Gerakan Desa Membangun (GDM). Penulisan artikel ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui profil dan program Gerakan Desa Membangun (GDM); (2) Mengetahui paradigma pembangunan pedesaan berbasis TIK yang dijalankan GDM; (3) Mengetahui masalah dan strategi pengembangan TIK di pedesaan; (4) Mengetahui pengembangan media komunikasi pedesaan berbasis TIK. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, dengan menganalisis konten website GDM (http://desamembangun.or.id/) dan konten website desa berbasis desa.id yang berafiliasi dan dikembangkan oleh GDM.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) GDM lahir sebagai kritik atas praktik pembangunan perdesaan yang cenderung top down dengan program pelayanan publik, pengelolaan sumber daya, penerapan teknologi tepat guna serta perlindungan warga desa; (2) Paradigma pembangunan pedesaan yang dijalankan GDM berbasis TIK dengan mengoptimalkan aplikasi sistem informasi desa dan internet pedesaan; (3) Permasalahan pengembangan TIK berkaitan dengan rendahnya infrastruktur TIK di pedesaan dan kapasitas masyarakat dalam pembangunan yang diselesaikan dengan strategi pelatihan dan pendampingan; (4) Media komunikasi pedesaan yang dikembangkan adalah website desa dengan domain desa.id, pengembangan aplikasi open source, dan interkoneksi desa.
PERAN PEMERINTAH DESA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA KARYA TANI KECAMATAN KEMPAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR TAHUN 2014-2016 Muhammad Badri; Khairul Anwar
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 6: Edisi II Juli - Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Village Government has a significant role in managing social processes in the community. The main task that must be carried out by village government is how to create democratic life, provide good social services so that it can bring its citizens to a prosperous, peaceful and just life. But in reality there is a mismatch between the development plans in Desa Karya Tani.               This study aims to determine the role of village government in the development of Karya Tani Village, Kempas District, Indragiri Hilir Regency. The study uses the theory of the role of the Village Government in the Implementation of Development (Taliziduhu Ndraha). Primary information sources (informants) were determined by purposive sampling and the necessary data were collected by interview techniques and literature study.               From the results of this study it can be seen that the role of the village government in the implementation of development in the village of peasants' work in the Kempas sub-district of Indragiri Downstream has not run optimally. As for the role of the village head in the implementation of development, namely the ability to make development planning, from the results of research in this Desa Tani Village, the Village Government is quite capable in making village development planning but it's not yet maximal. Ability to provide guidance to subordinates or the community in the implementation of development in Karya Tani Village, Kempas District. The ability to make decisions in the process of organizing development in Karya Tani Village, as well as the ability to coordinate the implementation of development in Karya Tani Village, the ability to oversee activities in the process of carrying out development in Karya Tani Village Keywords: Role, Village Government, Development
Adoption of Innovation Online Transportation Application in Post-Millennial Generation in Pekanbaru City Muhammad Badri
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 23, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Desember 2019
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.23.2.2320

Abstract

Revolusi industri 4.0 mendorong berkembangnya industri transportasi berbasis aplikasi. Difusi inovasi aplikasi transportasi daring terjadi hampir di seluruh kota di Indonesia dan mulai dikenalkan di Kota Pekanbaru sejak 2017. Salah satu pengguna potensial aplikasi ini adalah generasi pasca-milenial. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui adopsi inovasi aplikasi transportasi daring pada generasi pasca-milenial di Kota Pekanbaru. Model penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan format deskriptif untuk menganalisis tahapan proses keputusan inovasi: (1) pengetahuan, (2) persuasi, (3) keputusan dan implementasi, dan (4) konfirmasi. Jumlah sampel penelitian 100 orang pengguna aplikasi transportasi daring berusia 17 sampai 23 tahun. Hasil penelitian menemukan bahwa skor tahap pengetahuan kuat (77,8%) terutama pada indikator pengguna gawai sangat aktif. Skor persuasi sangat kuat (80,6%) terutama indikator kemudahan instalasi aplikasi tansportasi daring. Tahap keputusan dan implementasi sebagian besar responden merupakan kelompok inovator (36%) dengan skor implementasi cukup (43,4%) paling banyak untuk layanan pengantaran makanan dan ojek. Pada tahap konfirmasi skor meningkat menjadi 59,8% dengan indikator tertinggi tetap menginstal aplikasi dan meningkatkan penggunaan transportasi ojek dan taksi.
Pribumi Digital Moderat: Profil Kecakapan Komunikasi Digital Generasi Z Muhammad Badri
Jurnal Riset Komunikasi Vol 5 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v5i2.653

Abstract

The development of digital media encourages the growth of creativity as well as raises various ethical issues. To encourage a positive impact, users must have digital communication skills. This study aims to determine the digital communication skills of Generation Z, and the study was conducted in Riau Province. This study uses a quantitative approach with a survey method on 150 generation Z representing urban and rural areas. The research instrument uses four dimensions of digital skills: information, communication, problem-solving, and content development. This study found that a high percentage of all information skills indicators showed that Generation Z's digital literacy was relatively good because they could choose credible websites and social media. Communication skills show a high percentage on all indicators, even very high indicators of the ability to communicate in a digital environment and respect differences, such as religion, culture, gender, and social status. Digital problem-solving skills show a high percentage on all indicators, especially the ability to decide on the use of digital platforms according to their goals and needs. Meanwhile, content development skills tend to be low in producing creative content and managing rights and licenses. This finding concludes that Generation Z is a digital native who is moderate to digital cultural differences and responsive to the development of digital media. This study recommends strengthening digital literacy, especially the development of creative content and intellectual property.
Peningkatan Pengetahuan Bahaya Seks Bebas pada Kalangan Remaja di SMP Islam Cimande Rismayanti; Berry Sastrawan; Wahyu Agung; Dian Wijaya; Dwi Ayu Anggraini; Firanti Silvia; Annisa Zahra Sholehah; Muhammad Badri; Muhammad Ripjan; Aldi Afriansyah; Rialna Amirusna
Karimah Tauhid Vol. 2 No. 6 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i6.11027

Abstract

Pada era modern ini masyarakat telah menggap jalinan asmara yang terjadi pada kalangan remaja sebagai hal yang wajar. Namun kondisi tersebut menimbulkan dampak yang berujung pada pergaulan bebas salah satunya seks bebas bahkan sampai mengakibatkan banyaknya remaja yang hamil di luar nikah. Kemajuan teknologi yang mendukung keterbukaan informasi dan kebebasan akses internet juga tak jarang disalahgunakan sehingga dampak buruk sulit untuk dihindari. Berdasarkan hasil observasi di SMP Islam Cimande saat ini banyak siswa/siswinya yang sudah saling menyukasi dengan lawan jenis hingga menjalin asmara. Bahkan beberapa siswa memutuskan untuk putus sekolah disebabkan karena ingin menikah. Atas kondisi tersebut perlu adanya penanaman kesadaran serta pemahaman kepada siswa terkait kontrol diri dan bahaya yang ditimbulkan akibat seks bebas pada diri setiap siswa. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan persiapan, observasi, sosialisasi, pre test dan post test. Hasil dari pre test dan post test menunjukan adanya perubahan tingkat pengetahuan tentang bahaya seks bebas di kalangan remaja, dengan peningkatan dimana pengetahuan tentang seks bebas meningkat dari awalnya sebesar 50% menjadi 85%,  resiko dari seks bebas yang awalnya 45% menjadi 95%, pentingnya pengetahuan tentang seks bebas 50% menjadi 60%, pengetahuan terkait dampak seks bebas 45% menjadi 100%, pengetahuan terkait PMS ( penyakit seksual menular 35% menjadi 80%, pengetahuan tentang tindakan untuk melindungi diri dari resiko seks bebas 45% menjadi 85%, serta pengetahuan terkait konsekuesnsi dari seks bebas yang awalnya 20% menjadi 55%.