Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perbandingan Daktilitas Dengan Analisa Pushover Pada Struktur Rangka Baja Model Eccentrically Braced Frame tipe K (EBF) dan Eccentrically Braced Frame tipe Y (EBF) Melalui Program SAP2000 Ardila Mulyani Larasati; Sumaidi Sumaidi; Anna Rumintang
KERN Vol 7 No 2 (2021): Jurnal KERN : Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.8 KB) | DOI: 10.33005/kern.v7i2.46

Abstract

Eccentrically Braced Frames merupakan sebuah sistem struktur baja penahan gempa untuk bangunan gedung, dimana sistem ini pada salah satu dari ujung pengaku terhubung pada balok terdapat segmen terpisah yang disebut dengan link. Kinerja link yang efektif dapat menyerap beban lateral, sehingga penyerapan ini diharapkan terjadi pada saat struktur mulai mengalami deformasi akibat dari gempa, dengan mempertahankan komponen-komponen struktur lain seperti balok, kolom, dan bracing berada dalam kondisi elastik. Dengan sering terjadinya gempa bumi, maka pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia memang harus memperhitungkan kekuatan bangunan terhadap gempa. Berdasarkan konsep dengan desain bangunan tahan gempa yang berlaku sekarang, struktur bangunan tahan gempa harus terbuat dari sistem struktur yang berperilaku daktail. Di antara beberapa material utama konstruksi, baja adalah material yang paling daktail. Baja mempunyai keunggulan dalam perancangan bangunan tahan gempa seperti tegangan lelehnya yang tinggi, regangan maksimumnya besar dan modulus elastisitas tinggi. Dalam analisa ini membandingkan dua sistem rangka Eccentrically Braced Frame (EBF) interved K dan Eccentrically Braced Frame (EBF) interved Y. Dari hasil analisa pushover menunjukan bahwa model EBF pada kedua system tersebut didapat Daktilitas struktur yang tidak beda jauh. Namun dalam segi kekakuan, system EBF K dinilai lebih kaku dan lebih daktil daripada EBF Y.
Modifikasi Struktur Rangka Gedung Kuliah Fakultas Ekonomi Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur dengan Penambahan Tinggi Tingkat dan Balok Prategang Rizka Abdillah Arisandi; Sumaidi Sumaidi; Cintantya Budi Casita
KERN Vol 8 No 1 (2022): Jurnal KERN: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.506 KB) | DOI: 10.33005/kern.v8i1.61

Abstract

Indonesia is a country that is frequently hit by earthquakes, so a method for planning and implementing earthquake-resistant development is needed. In this final project, modifications will be made to the building of the Faculty of Business Economics, UPN "Veteran" East Java, with a complete library on the 5th floor and increasing the level by 0.5 m and eliminating long-span columns. Buildings that have different levels of height with other levels can result in a soft story. Soft stories have an influence on the level of lateral stiffness that occurs on certain floors. Vertical irregularities result in differences in stiffness which have the potential for failure of the column which can cause the building to collapse. This design requires prestressed beams due to modifications to the 5th floor due to loss of columns in the span to support 21 m of free span. In its implementation, the prestressed beam method used is post-tension (post-tension). Performance Based Design (PBD) is an earthquake load design method for new buildings and for upgrading existing buildings. This study uses the Capacity Spectrum Method (CSM) to determine the performance of the structure by using pushover analysis. From the results of this study, the building ductility values ​​obtained were 4.53 for the X direction and 3.08 for the Y direction which were categorized as partial ductility. The resulting performance level is Damage Control (DC) for the X direction and the Immediate Occupancy (IO) performance level for the Y direction. These results describe the building structure in a stable and safe condition when receiving earthquake loads..
ANALISIS PERBANDINGAN GAYA DALAM AKSIAL PADA TOWER BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) KAKI 4 ANTARA BRACING TIPE V DENGAN BRACING TIPE X anna rumintang nauli; Sumaidi Sumaidi; Fithri Estikhamah
KERN Vol 8 No 1 (2022): Jurnal KERN: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.149 KB) | DOI: 10.33005/kern.v8i1.69

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang perbandingan menara Base Transceiver Station (BTS) kaki 4 antara bracing tipe v dengan bracing tipe x ditinjau dari segi kekuatan dan segi ekonomis dengan menggunakan aplikasi SAP 2000. Seiring dengan berkembangnya teknologi, keinginan masyarakat terhadap teknologi telekomunikasiyang bagus semakin meningkat. Penulis melakukan analisis pada menara dengan bracing tipe v danbracing tipe x dengan menggunakan aplikasi SAP 2000. Digunakan menara BTS dengan ketinggian 25 meter, lebar 6 meter, panjang 6 meter, tinggi tiap segmen 2,5 meter.Kemudian menganalisis kekuatan menggunakan aplikasi SAP 2000 berdasarkan standar TIA/EIA 1991 dengan displacement tidak melebihi H/200. Setelah aplikasi SAP 2000 selesai dijalankan, kemudian didapatkan hasil output berat sendiri bangunan yang digunakan untuk perbandingan dari segi ekonomis. Hasil analisis bracing tipe v didapatkan displacement sebesar 0,4 milimeter dengan berat sendiri bangunan 123,686 KN. Hasil analisis bracing tipe x didapatkan displacement sebesar 0,6 milimeter dengan berat sendiri bangunan 143,440 KN. Hasil analisis ini merekomendasikan menara BTS menggunakan bracing tipe v daripada menggunakan bracing tipe x.
ANALISA PERBANDINGAN GELAGAR MEMANJANG PADA JEMBATAN PADI – WIYU DI KABUPATEN MOJOKERTO Sumaidi Wijaya
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 1 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.719 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.45

Abstract

Jembatan Padi - Wiyu di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto ini adalah untuk penyediaan sarana trasportasi. Analisa pembebanan yang dipakai berdasarkan pada peraturan Standar Pembebanan untuk Jembatan RSNI T-02-2005. Dari hasil analisa perhitungan perencanaan jembatan Padi – Wiyu dengan struktur baja, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Data struktur gelagar jembatan memanjang adalah gelagar baja dengan panjang total jembatan 40,00 m, lebar total jembatan 4,90 m, lebar kerb 2 x 0,3 m, lebar lantai kendaraan 4,00 m, jarak gelagar memanjang 0,75 m, tebal plat lantai 20 cm. Adapun pemilihan rangka baja pada jembatan ini yakni pada gelagar memanjang menggunakan profil WF.300.150.6,5.9 sedangkan untuk gelagar melintang menggunakan WF.500.200.10.16, untuk rangka utama dan rangka atas menggunakan profil WF.300.300.12.12, untuk ikatan angin menggunakan profil WF.200.100.4,5.7. Sebagai pembanding gelagar memanjang di lapangan dengan gelagar memanjang yang direncanakan menggunakan profil WF.300.150.5,5.8.
ANALISA PERBANDINGAN STRUKTUR BAJA 3 LANTAI MENGGUNAKAN SYSTEM CBF DAN EBF DENGAN METODE PUSH OVER ANALYSIS Sumaidi Sumaidi; Wahyu Kartini; Anna Rumintang
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 2 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.497 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i2.79

Abstract

Indonesia is a country that is in the ring of fire and on several tectonic plate boundaries. so the risk level of an earthquake is very high. The structural analysis used is a comparison of concentrically braced frames (CBF) and eccentrically braced frames (EBF) systems based on earthquake resistant structure regulations. The analysis result shows that the structure ductility with CBF system is smaller than the EBF system. The structure with the CBF system is more rigid and sturdier than the EBF system. Good ductility is more than 1, so the structure does not collapse easily. In linear conditions, CBF systems have better behavior or performance as indicated by the use of materials, maximum displacement and smaller drift ratios. In nonlinear conditions, this system (EBF) has better behavior and performance as evidenced by better energy absorption and ductility.
PERBANDINGAN RANGKA JEMBATAN TIPE WARREN DAN TIPE PRATT PADA JEMBATAN BRANTAS Adi Nugroho Santoso; Sumaidi Sumaidi
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 13 No 2 (2021): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.194 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.143

Abstract

A bridge is a connecting facility for an area that functions as a supporting facility for the economy of the region. Bridges have a crucial function in an area to carry out activities and daily work such as trade, social, political and so on. In East Java, the type of truss used mostly uses Warren type trusses, so a comparison analysis with other types of bridges is needed to determine the most efficient type of bridge. In this analysis the Pratt type bridge is used. This analysis aims to compare the ratio of strength to total structure weight. From the output analysis, it is that the Warren type bridge the ratio of the structure is 3,417, while the Pratt type bridge has a ratio of strength to weight of the structure is 3,358. The deflection that occurs in the Warren truss structure is -0.0528 smaller than the Pratt type bridge which is -0.0571. The weight of the Warren type bridge structure weighs 18042.4 kg, while the Pratt type bridge is 19023 kg. Based on the analysis results obtained, it is shown that the ratio of the strength and weight of the Warren type bridge structure is 3,417 and the Pratt type is 3,358.
KEBIJAKAN SANKSI PIDANA TERHADAP ORANG TUA YANG TIDAK MELAKSANAKAN PENETAPAN UANG NAFKAH ANAK OLEH PENGADILAN PASCA PERCERAIAN Sumaidi Sumaidi
Legalitas: Jurnal Hukum Vol 7, No 2 (2015): DESEMBER
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.023 KB) | DOI: 10.33087/legalitas.v7i2.86

Abstract

Negara Indonesia mengatur secara khusus segala sesuatu yang menyangkut penyelenggaraan perkawinan di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga keutuhan sebuah perkawinan dan menghindarkan terjadinya perceraian. Namun dilain sisi dalam perkawinan yang telah dibina masih ditemui perceraian. Salah satu akibat perceraian adalah anak hasil perkawinan yang masih sangat membutuhkan orang tua dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Sehubungan dengan tetap terpeliharanya dan terjaminnya pendidikan anak pasca perceraian ditetapkan oleh Negara melalui pengadilan menentukan uang nafkah untuk pemeliharaan dan penjaminan pendidikan anak walaupun tanpa permohonan dari istri selama dalam proses persidangan perceraian. Penetapan uang nafkah anak yang masuk dalam putusan pengadilan perkara perceraian dalam prakteknya  ditemukan adanya mantan suami (ayah) yang tidak memenuhi uang nafkah anak sesuai ketetapan pengadilan maka diperlukan sanksi pidana yang memiliki daya memaksa ada pada domain hukum pidana.
KAJIAN TERHADAP PENYITAAN SEBAGAI PEMAKSAAN YANG DIHALALKAN OLEH HUKUM Sumaidi Sumaidi
Legalitas: Jurnal Hukum Vol 8, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.16 KB) | DOI: 10.33087/legalitas.v8i1.93

Abstract

Penyitaan merupakan tindakan paksa yang dilegitimasi (dibenarkan) oleh undang-undang atau dihalalkan oleh hukum, namun dalam melakukan penyitaan penyidik tidak sembarangan menyita barang tanpa aturan main yang telah digariskan oleh peraturan perundang-undangan, penyidik harus patuh terhadap ketentuan KUHAP.Pasal 38 ayat (1) KUHAP menjelaskan penyitaan hanya dapat dilakukan oleh penyidik dengan surat izin ketua pengadilan negeri setempat. Pasal 38 ayat (2) KUHAP yang berbunyi : “dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak bilamana penyidik harus segera bertindak dan tidak mungkin untuk mendapatkan surat izin terlebih dahulu, tanpa mengurangi ketentuan ayat (1) penyidik dapat melakukan penyitaan hanya atas benda bergerak dan untuk itu wajib segera melaporkan kepada ketua pengadilan negeri setempat guna memperoleh persetujuannya”. Pemberian izin penyitaan oleh ketua pengadilan negeri artinya memberikan pengesahan atau atas tindakan penyidik dalam mengumpulkan barang bukti terkait dengan suatu tindak pidana. 
Upaya Penanggulangan Oleh Masyarakat dalam Membantu Pencegahan Tindak Pidana Pencurian Kelapa Sawit di Desa Markanding Mhd Badri; Sumaidi Sumaidi; Reza Iswanto
Wajah Hukum Vol 6, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v6i2.1055

Abstract

The crime of palm oil theft now often occurs, especially in Markanding Village, so that efforts are needed to overcome it from the local community so that the crime of palm oil theft does not continue to increase. Therefore, the type of research in this study is empirical juridical which is carried out directly in the field with the research specification being descriptive with the data sources being research and literature. Therefore, the research approach is a conceptual approach in which data collection techniques using interviews and data analysis are carried out qualitatively. Thus, the results of the study, namely the prevention efforts by the community in helping to prevent the crime of palm oil theft in the Markanding Village are to provide appeals and advice to the perpetrators so as not to repeat the crime of palm oil theft and the people of Markanding Village also remind the security guards at the coconut harvesting place. to be more vigilant because there has been a criminal act of palm oil theft at the collection point of oil palm harvests and the obstacles in carrying out countermeasures by the community in helping to prevent the crime of palm oil theft in Markanding Village are the lack of legal awareness of the perpetrators themselves so that the perpetrators are still committed a crime of palm oil theft, the people of Markanding village still do not want to report and become witnesses related to the criminal act of palm oil theft.
Efektivitas Sanksi Pidana terhadap Orang Tua Pecandu Narkotika yang Tidak Melapor Anaknya Ke Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur Mhd. Badri; Sumaidi Sumaidi; Reza Iswanto
Wajah Hukum Vol 7, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v7i1.1206

Abstract

Currently, many children are addicted to narcotics, so the role of parents is needed in reporting their children if they use narcotics to the authorities, including the Tanjung Jabung Timur Resort Police. This research is of the juridical empirical type which is carried out directly to the field using a socio-legal research approach. For data sources, it was carried out directly in the field by direct interviews with informants and library research was also carried out by means of document studies so that the data analysis used was qualitative analysis. The results of this discussion are related to the effectiveness of criminal sanctions against parents of narcotics addicts who do not report their children to the East Tanjung Jabung Resort Police, namely that the criminal sanctions have not been effective and efforts to make these criminal sanctions effective, the East Tanjung Jabung Police continue to socialize related parents with the criminal sanction.