Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL STATIK

PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN LAHENDONG KECAMATAN TOMOHON SELATAN KOTA TOMOHON Wuisan, Kelvin Bryan Chrystino; Wuisan, Eveline M.; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penyediaan air bersih di kelurahan Lahendong belum tertata dengan baik. Pada musim hujan air sumur di wilayah kelurahan Lahendong menjadi keruh dan pada musim kemarau mengalami kekeringan. sehingga kegiatan sehari-hari masyarakat untuk mencuci baju, mck, dan lain-lain lebih memanfaatkan mata air karimenga.Perencanaan sistem penyediaan air bersih di kelurahan tersebut untuk 20 tahun kedepan. Proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linier, dengan jumlah penduduk sebanyak 3128 jiwa dan kebutuhan air 1,311 l/detik. Sistem penyediaan air bersih pada zona 1 dilakukan dengan cara menangkap air dari mata air Toulangkow kemudian dialirkan dengan sistem gravitasi (gravity system) menuju reservoir distribusi dengan ukuran (4 3 2,5)m dan diteruskan ke 11 hidran umum yang direncanakan. Pada zona 2 mata air Karimenga menggunakan bangunan penangkap mata air (broncaptering) air yang langsung dialirkan ke 5 hidran umum yang tersedia. Dalam perencanaan sistem air bersih di kelurahan Lahendong digunakan jenis pipa HDPE. Untuk menganalisis sistem perpipaan distribusi, menggunakan perhitungan Hazen-William. Perencanaan ini sesuai dengan tujuan yaitu dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan air bersih di kelurahan Lahendong Kata kunci : Kelurahan Lahendong, Hidran Umum, Sistem Penyediaan Air  Bersih, Hazen-William.
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA KOLONGAN DAN KOLONGAN SATU KECAMATAN KOMBI KABUPATEN MINAHASA Tambalean, Tirza Gabriela; Binilang, Alex; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kolongan dan Kolongan Satu terletak di Kecamatan Kombi yang pertumbuhan penduduknya mengalami perkembangan sehingga membutuhkan sarana dan prasarana penunjang pemenuhan kebutuhan akan air bersih. Masyarakat sekitar menggunakan mata air untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih, namum pada kenyataannya tidak semua warga mendapatkan air bersih dari sumber air tersebut. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sistem penyediaan air bersih guna menunjang kebutuhan penduduk pada masa mendatang.Sistem penyediaan air bersih di Desa Kolongan dan Kolongan Satu direncanakan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih selama 20 tahun hingga tahun 2037. Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode analisis regresi logaritma karena memiliki koefisien korelasi terbesar dan nilai standart error terkecil. Hasil analisis menunjukan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk hingga tahun rencana adalah 1838 jiwa, dengan kebutuhan total air bersih sebesar 0,7696 liter/detik atau 66493,44 liter/hari masih dapat dipenuhi oleh potensi mata air yang ada. Sumber mata air yang digunakan memiliki debit sebesar 6,4 liter/detik, lebih besar dari kebutuhan air. Untuk penyaluran air bersih dilakukan dengan sistem gravitasi. Mata air akan ditampung di reservoir berkapasitas 60m3 dengan dimensi 6m x 4m x 2,5m, selanjutnya air didistribusikan ke daerah pelayanan melalui 19 hidran umum. Desain sistem penyediaan air bersih dianalisa menggunakan software EPANET 2.0 dan didapat ukuran pipa berdiameter 3 inch untuk pipa transmisi dan pipa 2 inch untuk pipa distribusi. Kata Kunci: Desa Kolongan, Kebutuhan Air, Penyaluran Air Bersih
TINJAUAN SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN KARAME KECAMATAN SINGKIL Runtuwarow, Tigri Cicilia; Binilang, Alex; Halim, Fuad; Wuisan, Eveline M.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Karame Kecamatan Singkil merupakan salah satu lokasi rawan banjir dan genangan di kota Manado Sulawesi Utara, sehingga perlu adanya penanganan terhadap masalah-masalah pada sistem drainase yang ada.Melalui penelitian ini dilakukan observasi lapangan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir dan genangan serta penanganannya, kemudian dilakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan debit rencana (Qrcn) serta analisis hidrolika untuk mendapatkan debit kapasitas, jika hasil analisis Qrcn≥Qkaps untuk suatu ruas saluran maka diterapkan alternatif penanganan yakni perubahan jalur sistem drainase, serta penyesuaian dimensi saluran untuk ruas saluran tersebut.Berdasarkan hasil analisis dari 167 ruas saluran dan 50 gorong-gorong, terdapat 101 ruas saluran dan 32 gorong-gorong yang dipertahankan dan 66 ruas saluran 18 gorong-gorong harus disesuaikan untuk memenuhi kondisi syarat Qrcn≤Qkaps, penanganan ini berimplikasi pada perubahan arah pengaliran, pengadaan inceptor drain, penutupan 2 outlet lama, penambahan 1outlet baru dan 1outlet rekomendasi. Untuk mempertahankan kondisi rencana tersebut perlu adanya pemeliharaan sistem drainase secara berkelanjutan.Kata kunci : Masalah Genangan, Qkapasitas, Qrencana, Sistem Drainase
ANALISIS KAPASITAS SUNGAI MAKALU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA TERHADAP DEBIT BANJIR KALA ULANG TERTENTU Siwi, Atika Chatrina; Halim, Fuad; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan banjir yang terjadi pada suatu daerah aliran sungai pada umumnya menyebabkan kerusakan ekosistem dan bisa merugikan penduduk yang tinggal didekat sungai. Di desa Makalu pernah terjadi banjir pada tahun 2011 karena meluapnya air di sungai Makalu. Dengan terjadinya peristiwa tersebut, dirasakan perlu adanya analisa debit banjir dan tinggi muka air yang merupakan informasi penting, yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk pencegahan atau penanggulangan banjir di daerah aliran sungai Makalu.  Dalam menganalisis debit banjir dan tinggi muka air digunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik : Snyder dan Gamma I, dengan kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun, 75 tahun dan 100 tahun. Untuk pengambilan data fisik dilakukan pengukuran di 10 titik tinjauan sepanjang 200 m dengan jarak tiap titik 20 m. Untuk data curah hujan harian maksimum diperoleh dari 2 stasiun, yaitu stasiun Noongan dan stasiun Ratahan dengan durasi pengamatan 10 tahun dan menggunakan peta 1:50.000.Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode HSS Snyder dan Gamma I, diperoleh debit dan tinggi muka air terbesar pada HSS Gamma I yaitu dengan Q100 = 204,131 m3/det, dan y100 = 1,853 m, yang apabila dibandingkan dengan kapasitas daya tampung sungai Makalu Y = 2,75 m, dapat disimpulkan bahwa hingga kala ulang 100 tahun, sungai tersebut belum terjadi banjir atau luapan air. Penampang sungai disepanjang titik tinjauan dengan tinggi rata-rata 2,75 mampu menampung debit maksimum Q = 529,263 m3/det. Kata kunci : Debit banjir, tinggi muka air, Hidrograf Satuan Sintetik, kapasitas sungai
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI PERUMNAS KELURAHAN PANIKI DUA KECAMATAN MAPANGET Damayanti, Debi; Wuisan, Eveline M.; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumnas Kelurahan Paniki Dua belum memiliki sistem jaringan air limbah dan Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL). Air limbah domestik di perumahan ini langsung dibuang ke saluran drainase, sungai, bahkan mengalir di pekarangan dan jalan. Kondisi ini sangat merusak estetika, gangguan terhadap kehidupan biotik, dan media penyebaran penyakit yang berakibat pada menurunnya tingkat kesehatan penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dibuat perencanaan sistem pengolahan air limbah domestik agar dapat mengatasi permasalahan lingkungan.Perencanaan ini dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Dari peta topografi dan layout eksisting didapatkan arah-arah aliran sesuai dengan kontur. Selanjutnya, data jumlah rumah dan sektor lainnya digunakan untuk menghitung pemakaian air dan debit air limbah yang akan melewati setiap saluran untuk mendapatkan diameter saluran dan kemiringan. Perhitungan debit puncak dilakukan untuk menentukan dimensi bak pengolahan air limbah.Dari hasil perencanaan didapatkan metode yang dipakai dalam SPAL ini adalah sistem terpusat (Off Site System) yang dialirkan secara gravitasi. Sistem ini melayani 5.684 orang atau 1046 bangunan. Jenis saluran yang digunakan adalah saluran bulat lingkaran dengan berbagai variasi ukuran penampang yang mengalirkan air limbah sebesar 724.556,1 liter/hari. Proses pengolahan air limbah menggunakan proses Biofilter Anaerob-Aerob. Ukuran bak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 18 m x 5,4 m. Kata kunci: Kelurahan Paniki Dua, air limbah domestik, dan SPAL
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA UUWAN KECAMATAN DUMOGA BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Tumanan, Yermia Kumaat; Binilang, Alex; Mangangka, Isri R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan air bersih semakin meningkat. Desa Uuwan, kecamatan Domuga Barat, kabupaten Bolaang Mongondow sudah memiliki sistem penyediaan air yang dibuat oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Saat ini sistem pelayanan yang diberikan sudah tidak bisa digunakan lagi. Hal ini dikarenakan mata air yang ada sudah mulai mengering. Akan tetapi, pada sistem ini masih terdapat beberapa pipa yang masih bisa digunakan.Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sistem penyediaan air bersih dengan mencari sumber baru. Dalam melakukan pengembangan ini digunakan data proyeksi pertumbuhan penduduk dengan metode regresi logaritma. Setelah itu perlu dilakukan perhitungan akan kebutuhan air bersih hingga tahun 2035 yang di dapat dari hasil proyeksi pertumbuhan penduduk yang memiliki nilai r² terbesar dan Se terkecil. untuk perencanaan sistem penyediaan air bersih ini digunakan software EPANET 2.0.Berdasarkan analisis pengembangan sistem penyediaan air, maka diperoleh jumlah penduduk desa Uuwan pada tahun 2035 adalah 2623 orang. Kebutuhan air total 64,270 l/orang/hari, dengan debit yang dimiliki sebesar 1,992 l/dtk atau sebesar 172108,8 l/hari. Dengan kata lain mata air yang baru dapat memenuhi kebutuhan penduduk di desa Uuwan. Pengembangan sistem penyediaan air bersih ini terdiri atas broncaptering, reservoir, pipa transmisi, pipa distribusi, hidran umum, dan juga beberapa pipa distribusi yang layak digunakan dari sistem yang lama. Kata kunci : Pertumbuhan Penduduk, Pengembangan Sistem Penyediaan, Air Bersih
PERENCANAAN HIDROLIS EMBUNG DESA ONGKAW KECAMATAN SINONSAYANG MINAHASA SELATAN SULAWESI UTARA Mongilala, Bella Gloria; Halim, Fuad; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kekurangan air diwilayah kabupaten Minahasa Selatan Kecamatan Sinonsayang khususnya di Desa Ongkaw terjadi pada musim kemarau ainya sangat berkurang. Kondisi ini membuat masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan suatu upaya penanggulan antara lain dengan cara pembuatan embung. Analisis perencanaan embung tersebut didasari pada perhitungan hidrologi. Untuk debit aliran masuk dihitung dengan menggunakan metode mock. Volume tampungan didapat dengan membandingkan volume tampungan yang diperlukan (Va), volume yang tersedia selama musim hujan (Vh), daya tampung topografi (Vp) dan debit banjir. Untuk debit banjir diambil debit maksimum dari hasil perhitungan dengan metode mock. Dari hasil perhitungan diperoleh debit aliran masuk embung rata-rata berdasarkan metode mock probabilitas 80% yaitu 166320 m³/bulan dan besarnya volume tampungan yang dibutuhkan adalah 3610833 m³. Debit banjir diambil dari perhitungan metode mock dengan nilai maksimum yaitu 1166400 m³/bulan. Berdasarkan hasil perhitungan secara teknis maka diperoleh dimensi embung (184 x131 x 7,5)m dan volume 361560 m³. Kata kunci: Desa Ongkaw, Hidrologi, Embung, Metode Mock
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA WUWUK BARAT, KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Rumengan, Edwin; Mangangka, Isri R.; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penyediaan air bersih di desa Wuwuk Barat belum bisa terlayani dengan baik, karena debit ketersediaan air tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu perlu di lakukan perencanaan sistem penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Desa Wuwuk Barat terletak di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 950 Ha dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 mencapai 1039 jiwa. Penduduk desa Wuwuk Barat hanya memanfaatkan sumber mata air yang ada, namun belum bisa terpenuhi untuk kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, peneliti mencari sumber air dari sungai Wuwuk dengan menghitung debit andalan 90%, yang dianalisis dengan menggunakan metode NRECA yang diperoleh sebesar 1 l/det yang merupakan debit terendah sepanjang tahun. Sedangkan debit air untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2035 adalah sebesar 0,913 l/det.Desain distribusi air bersih digunakan software EPANET 2.0 untuk dapat merencakan dimensi pipa. Diameter pipa bervariasi agar dapat menyalurkan air ke keran umum di daerah pelayanan. Untuk pelayanan bagi masyarakat Desa Wuwuk Barat dipasang sebanyak 13 buah kran umum.Sistem jaringan air bersih dimulai dengan menangkap air dari sungai Wuwuk sebagai sumber air bersih menggunakan bendung, kemudian di alirkan ke bak pengolahan sedimentasi, dan sistem pasir lambat lalu dialirkan ke reservoir sebelum air dialirkan ke hidran-hidran umum melalui jaringan pipa distribusi.Peneliti merencanakan unit pengolahan air bersih supaya bisa memenuhi standart kualiatas air bersih. Dari hasil perhitungan unit pengolahan didapat dimensi  tiap unit, yaitu : 1 unit pengolahan berupa bak sedimentasi dengan dimensi bak ( 2,615 x 0,768 x 1,196 ) m, 1 unit bak sistem pasir lambat dengan dimensi bak ( 6,116 x 3,058 x 2,4) m, 1 unit reservoir yang memiliki dimensi ( 4 x 3 x 5 ) m dengan kapasitas berguna sebesar 24,365 m3.  Kata kunci : Ketersediaan air, kebutuhan air bersih, sistem penyediaan air bersih
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAWASAN PERUMAHAN GRIYA PEMULA (WELONG ABADI) KECAMATAN PALDUA MANADO Hamid, Ismail Abdul; Kawet, Lingkan; Binilang, Alex; Jasin, M. I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Perumahan Griya Pemula (Welong Abadi) terletak di Kecamatan Paldua Kelurahan Malendeng. Saat ini sebagian wilayah di perumahan tersebut telah mendapat pelayanan air bersih dari PT. Air Manado namun pelayanan yang diberikan masih tergolong rendah, suplai air tidak berjalan lancar bahkan sering mati air yang disebabkan rendahnya tekanan air yang dikarenakan elevasi dan kehilangan air akibat kebocoran maupun pemasangan illegal. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sistem penyediaan air bersih yang memanfaatkan sumber air dari PT. Air Manado. Pertama-tama dihitung pertumbuhan penduduk dengan regresi linier, logaritma dan eksponensial. Kemudian menghitung kebutuhan air bersih hingga tahun 2027. Setelah itu direncanakan sistem penyediaan air bersih perpipaan dengan menggunakan rumus Hazen Williams. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisa menggunakan regresi linier. Untuk tahun 2027 dengan jumlah penduduk 2613 jiwa kebutuhan air bersih mencapai 6,234 liter/detik. Pengembangan sistem penyediaan air bersih terdiri dari pipa transmisi Ø100 mm, Bak Penampung berukuran 13,5m x 13,5m x 2,7m, Reservoar Distribusi tipe ground reservoir berukuran 12m x 12m x 2,7m dan pipa distribusi Ø75 mm s/d Ø100 mm. Kata Kunci : Perumahan Griya Pemula, Sistem Penyediaan, Kebutuhan air
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE KOMPLEKS PERKANTORAN BUPATI BOLAANG MONGONDOW Taawoeda, Leonardo; Binilang, Alex; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul pada musim penghujan adalah terjadinya genangan air pada beberapa lokasi seperti pada lokasi tinjauan yaitu, kawasan perkantoran bupati Kabupaten Bolaang Mongondow. Hal ini bisa berlangsung diakibatkan belum adanya saluran drainase yang memadai (masih berupa saluran alami). Tujuan Penelitian ini adalah 1) Merencanakan sistem drainase dalam rangka mengatasi genangan air hujan, 2) Mendapatkan dimensi saluran sebagai alternatif mengatasi genangan air di kawasan tersebut. Metodologi yang digunakan adalah; 1) Pengumpulan data baik primer maupun sekunder, 2) Perencanaan teknis sistem drainase berdasarkan hasil analisa hidrologi, 3) Penyusunan laporan. Pengumpulan data primer seperti mencari lokasi stasiun curah hujan, pengumpulan data sekunder seperti mencari data spasial yang sudah tersedia seperti Peta Rupa Bumi Indonesia, Peta Tanah, dan lain sebagainya. Perencanaan teknis dilakukan setelah daerah fokus penelitian diperoleh, dengan terlebih dahulu mencari persamaan intensitas hujan untuk pertimbangan desain. Perencanaan desain direncanakan mulai dari perhitungan debit limpasan, perhitungan saluran drainase, perhitungan bangunan dimensi pelengkap, dan gambar. Penyusunan laporan dibuat sesuai hasil yang diperoleh, baik perhitungan, analisa, sampai masukan dan saran Dari hasil analisis diperoleh saluran sebanyak 165 ruas dan gorong-gorong sebanyak 41 buah dengan nilai debit saluran terbesar (Q) yaitu 5,9307 m3/det, dimensi penampang berbentuk trapesium dengan nilai lebar bawah (b) 1,45 m, tinggi 1,5 m pada saluran (162-165). Kata Kunci : Air Hujan, Genangan, Drainase