Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEKNO

ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PANTAI KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Binilang, Alex
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Belang adalah pantai yang dihuni oleh masyarakat mayoritas berprofesi sebagai nelayan dengan pemukiman relatif berada pada garis  pantai.  Permasalahan adanya limpasan gelombang yang melampaui bangunan Seawall dan menerpa pemukiman  membutuhkan suatu analisis secara teoritis secara lebih tepat dengan suatu tujuan untuk mendapatkan gambaran besaran karakteristik gelombang meliputi antara lain tinggi dan periode gelombang di  perairan laut dalam dan pengaruh refraksidan shoaling. Hasil yang diperoleh selanjutnya dapat dijadikan  sebagai masukan dalam menganalisa efektifitas bangunanyang ada, pembuatan fasilitas bangunan yang baru. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan survey dan analisa Hidro-oseanografi sebagai acuan penentuan karakteristik gelombang laut berdasarkan data angin selama 11 tahun dari tahun 1999 sampai 2009. Hasil yang di peroleh bahwa tinggi  gelombang laut dalam maksimum bulanan terjadi pada bulan Agustus(52,2%) yakni sebesar  1,642 m dengan periode 5,275 detik,. dengan arah dominan Selatan dan tinggi gelombang terbesar di pantai belang akibat refraksi dan shoaling pada periode ulang 5 tahun terjadi pada titik potong-11, yakni sebesar 3.5320 meter. Kata Kunci : Tinggi Gelombang periode ulang, arah dominan.
KARAKTERISTIK PARAMETER HIDROLIS ALIRAN MELALUI AMBANG PADA SALURAN TERBUKA Binilang, Alex
TEKNO Vol 8, No 53 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan air seperti bendungan, saluran irigasi, dan bangunan air lainnya memerlukan gambaran tentang suatu fenomena hidrolis aliran yang melewati bangunan-bangunan tersebut. Setiap kondisi aliran baik sebelum, sedang, dan sesuadah melewati bangunan masing-masing memiliki karakteristik/kecenderungan tersendiri. Ketidak jelasan pemahaman profil aliran dan hubungan antara masing-masing karakteristik, merupakan permasalahan yang dapat menimbulkan kesalahan dalam perencanaan.Dari hasil percobaan telah diperoleh suatu gambaran tentang karakteristik perubahan energi akibat adanya suatu gangguan pada aliran, dalam hal ini adanya pembendungan. Fenomena hubungan antara kedalaman aliran udik di atas ambang (He1) dengan debit aliran (Q) menyatakan bahwa semakin besar debit aliran maka akan semakin besar kedalaman He1Sedangkan untuk kepentingan perencanaan diketahui bahwa pada nilai He1 +/- 4 cm akan dapat diperoleh suatu nilai koefisien debit C sebesar +/- 1,1 sesuai tinggi muka air yang dikehendaki.Perubahan kondisi aliran dari loncat I ke II, maka kedalaman air sebelah hilir ambang Y2 tidak memberikan perubahan kepada kedalaman air sebelah udik Y1. Perubahan kedalaman sebelah udik yang relatif kecil terjadi pada kondisi peralihan untuk ambang lebar dan ambang tajam. Sedangkan pada kondisi Tenggelam I dan II perubahan kedalaman Y1 relatif besar dibandingkan dengan kondisi peralihan.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Taratara Kecamatan Tomohon Barat Hajia, Muhammad Chaiddir; Binilang, Alex; Wuisan, Eveline M.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Taratara terletak di Kecamatan Tomohon Barat. Di desa ini terdapat mata air sebagai sumber air bersih yang dinamakan mata air Ranowatu. Akibat perkembangan penduduk maka terjadi perkembangan kebutuhan air yang tidak lagi dapat dipenuhi oleh ketersediaan sumber air yang ada terutama kondisi pada saat musim panas terjadi penurunan debit yang besar,sehingga dibutuhkan alternatif sumber mata air lain yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa Taratara. Perencanaan sistem air bersih dilakukan dengan cara menangkap air dari mata air Ranowatudan mata air Meras dengan menggunakan bangunan penangkap mata air (broncaptering) kemudian disalurkan dengan sistem gravitasi (gravity system) ke reservoir distribusi, selanjutnya air didistribusikan ke penduduk melalui hidran umum dengan sistem gravitasi. Kebutuhan air bersih sebesar 1,353 l/detik dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang pertumbuhannya dianalisis dengan menggunakan regresi linier, untuk tahun 2034 dengan jumlah penduduk sebanyak 3227 jiwa.Ukuran bak penangkap mata air (2 1,5 1,5)m dan ukuran reservoir distribusi (4 2 4)m.Dalam perencanaan sistem air bersih di desa Taratara digunakan jenis pipa HDPE. Untuk menganalisis sistem perpipaan distribusi, menggunakan program Epanet 2.0. Perencanaan ini sesuai dengan tujuan yaitu dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan air bersih di desa Taratara. Kata kunci : desa Taratara, hidran umum, perencanaan sistem air bersih