Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL STATIK

ANALISIS POTENSI SUNGAI ATEP OKI SERTA DESAIN DASAR BANGUNAN SIPIL UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR Abdulsalam, Rafika; Binilang, Alex; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Atep Oki merupakan desa pesisir pantai di Kecamatan Lembean Timur Sulawesi Utara yang masih kekurangan energi listrik. Sungai Atep Oki di desa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air untuk memenuhi kekurangan energi yang ada. Analisis potensi sumber daya air sebagai pembangkit listrik dilakukan untuk mendapatkan debit andalan sungai, dengan menggunakan metode F. J. Mock dan Nreca. Data yang digunakan adalah data curah hujan, data klimatologi tahun 2002-2011, dan peta DAS Atep Oki. Analisis debit untuk perencanaan PLTA di ambil sebesar 80% berdasarkan perhitungan probabilitas dan disajikan dalam bentuk grafik. Perhitungan dilanjutkan dengan menghitung daya terbangkit sampai merencanakan dimensi bangunan-bangunan PLTA, termasuk intake dan pipa pesat. Dari hasil penelitian didapat daya terbangkit sebesar 21,07 kW dan hanya mampu memenuhi kebutuhan penduduk Desa Atep Oki sebanyak 46 KK. Berdasarkan hasil perhitungan daya tersebut maka dapat dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Kata kunci : debit andalan, daya, dan desain, PLTMH
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RINONDORAN KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA Sibula, Brainer; Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Rinondoran yang terdiri dari 6 lingkungan belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM Kabupaten Minahasa Utara dan selama ini mengandalkan sumur dalam yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Dari sumur tersebut, air dipompa ke 6 tangki di atas tower setinggi 4 meter kemudian dialirkan secara gravitasi ke 12 kran umum di desa Rinondoran namun hanya melayani sebagian wilayah desa, sehingga ada masyarakat yang tidak mendapatkan air.Di desa Rinondoran akan direncanakan jaringan distribusi air bersih yang baru agar sebagian wilayah desa Rinondoran yang belum terlayani air bersih dari sumur dalam eksisting dapat terlayani dengan baik.Air yang dipompa selama 10 jam dengan debit 1,1104 l/d pada sumur dalam eksisting menghasilkan 39.973 liter dalam satu hari. Dalam perencanaan ini, direncanakan pemakaian air selama 12 jam/hari, sehingga kapasitas air dari sumur dalam eksisting masih mampu melayani kebutuhan air total di desa Rinondoran sampai tahun 2022. Pompa beroperasi dari jam 5.00 sampai 15.00 wita untuk melayani kebutuhan air warga Rinondoran dari jam 5.00 sampai 17.00 wita (selama 12 jam). Air dipompa ke reservoir yang direncanakan terletak di desa Rinondoran pada elevasi 64,484 m. Ukuran reservoir yang direncanakan adalah (1,5 x 1,5 x 1,0 m). Pipa distribusi dari reservoir ke hidran-hidran umum yang disebarkan di desa, menggunakan pipa HDPE SDR-11, S-5 dengan diameter bervariasi dari 12,7 mm sampai 63,5 mm (1/2” – 2 ½”).Kata kunci : Desa Rinondoran, sumur, reservoir, debit, kebutuhan air.
ANALISIS SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI SALUWANGKO DI DESA TOUNELET KECAMATAN KAKAS KABUPATEN MINAHASA Mokonio, Olviana; Mananoma, Tiny; Tanudjaja, Lambertus; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendangkalan akibat sedimentasi menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di danau Tondano. Hal ini tidak lepas dari pengaruh kondisi sungai-sungai yang masuk ke danau (inlet). Sungai Saluwangko merupakan salah satu sungai yang bermuara di danau Tondano. Sedimentasi yang terjadi di muara sungai Saluwangko akan berpengaruh terhadap kondisi sedimen di danau Tondano. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis debit sedimen dasar (bed load) di muara sungai Saluwangko.Pada penelitian ini dilakukan pengukuran langsung di muara sungai untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai. Sampel sedimen kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran (D35, D50, D90) dan berat jenis sedimen. Dalam analisis juga digunakan nilai debit hasil pengukuran di lapangan (Qukur) dan debit hasil perhitungan (Qdominan). Data-data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rumus empiris yaitu Meyer-Peter, Einstein dan Van Rjin.Dari analisis debit sedimen dasar di muara sungai Saluwangko diperoleh hasil: untuk metode Meyer-Peter dengan Qukur = 3,287 m3/det diperoleh debit sedimen dasar Qb = 829,32 m3/tahun, Qhitung = 1,262 m3/det; debit sedimen dasar Qb = 540,85 m3/tahun. Untuk metode Einstein dengan Qukur = 3,287 m3/det diperoleh debit sedimen dasar Qb = 1788,76 m3/tahun, Qhitung = 1,262 m3/det; debit sedimen dasar Qb = 1513,86 m3/tahun. Sedangkan untuk metode Van Rjin didapatkan nilai negatif dan disimpulkan metode ini tidak cocok untuk kondisi sungai Saluwangko. Hasil analisis menunjukan debit sedimen dasar mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya debit aliran sungai.Kata kunci : Sedimen Dasar , Sedimentasi , Sungai Saluwangko
PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KELURAHAN ISTIQLAL KOTA MANADO Mubin, Fathul; Binilang, Alex; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membuang limbah cair ke sungai masih merupakan kebiasaan bagi masyarakat yang tinggal di tepi sungai, sebagaimana terjadi juga di kelurahan Istiqlal kota Manado. Kecenderungan membuang limbah ke sungai oleh masyarakat karena cara tersebut sangat mudah dilakukan. Sesungguhnya kondisi ini dapat mengakibatkan menurunya kualitas  lingkungan khususnya air sungai yang berakibat pada berkurangnya tingkat kesehatan masyarakat disekitar sungai. Untuk mengatasi hal ini perlu dibuat sebuah sistem pengolahan air limbah domestik yang memadai. Pengolahan air limbah domestik dengan sistem pengolahan terpusat (Off Site System) yang dialirkan secara gravitasi adalah salah satu metode yang dipilih untuk dapat melayani 1927 orang atau 555 bangunan dengan debit air limbah sebesar 213.240 liter/hari. Ukuran  bak istalasi pengolahan air limbah (IPAL) 25 m x 4,5 m. Saluran pembawa terdiri dari sambungan rumah menggunakan pipa PVC dengan diameter 10 cm dan kemiringan 3,078%, saluran tersier menggunakan pipa PVC dengan diameter 15 cm dan kemiringan 1,79%, saluran sekunder menggunakan pipa beton dengan diameter 46 cm dan kemiringan 0,68% serta saluran primer menggunakan pipa beton dengan diameter 76 cm dan kemiringan 0,226%. Kata kunci : kelurahan Istiqlal, air limbah domestik, dan sistem pengolahan.
ANALISIS DEBIT BANJIR SUNGAI TONDANO MENGGUNAKAN METODE HSS GAMA I DAN HSS LIMANTARA Rapar, Sharon Marthina Esther; Mananoma, Tiny; Wuisan, Eveline M.; Binilang, Alex
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tondano adalah salah satu sungai di propinsi Sulawesi Utara, bermuara di teluk Manado, memiliki panjang 39.9 Km dan luas DAS sebesar 544.13 Km2. Sungai ini tidak luput dari masalah banjir yang pada akhirnya dapat menyebabkan banyak kerusakan. Untuk perencanaan pengendalian banjir, pengamanan sungai, dan berbagai bangunan air di sungai perlu dilakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan besaran banjir rencana. Dalam penelitian ini digunakan metode HSS dan analisis frekuensi.Untuk menghitung debit banjir di Sungai Tondano digunakan data curah hujan di stasiun Kayuwatu, Papakelan, dan Wasian Kakas dengan periode pencatatan tahun 1992 s/d 2011 dan menggunakan peta topografi skala 1:200.000.Hasil analisis debit banjir rencana untuk masing-masing metode dengan berbagai periode ulang diperoleh analisis dari HSS Gama I memberikan nilai terbesar, yang kemudian diikuti oleh HSS Limantara. Analisis Frekuensi memberikan nilai terkecil. Besaran debit banjir rencana metode HSS Limantara lebih mendekati hasil analisis menggunakan metode Analisis Frekuensi.Kata kunci: Sungai Tondano, HSS Gama I, HSS Limantara, DAS, debit banjir