Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFFORTS TO IMPROVE CUSTOMER LOYALTY IN BEAUTY CARE SERVICES AMID ECONOMIC UNCERTAINTY: A CASE STUDY OF ERGLOSSY, BLITAR CITY Erlina Yuni Arista; Mokhamad Natsir; Harianto Respati
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 6 No. 5 (2026): October
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze efforts to increase customer loyalty of beauty care services at Erglossy, Blitar City in the face of economic uncertainty for the period 2024–2026. The background of the study is based on a significant decline in turnover, from Rp409,411,440 in 2024 to Rp260,146,720 in 2025, and Rp69,210,100 in January–May 2026, due to weakening purchasing power, deflation, shrinking middle class, and a wave of national layoffs. This qualitative research with a case study design collected data through in-depth interviews, participant observation, and documentation of 14 informants selected through purposive and snowball sampling techniques. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed that the decline in visit trends was triggered by limited customer time, economic pressures, accessibility constraints, and intensified competition. The loyalty formation process confirms Oliver's (1999) four-stage model, but with the distinctive finding that the affective dimension is the starting point for loyalty formation, preceding the cognitive dimension. This study also found the phenomenon of community advocacy, namely the behavior of loyal customers who actively invite those closest to them to participate in joint care as the highest level of loyalty. Erglossy's strategy includes 3S service standards, active promotions, proactive follow-up via WhatsApp, service personalization, customer appreciation programs, and responsive complaint handling. The main obstacles lie in human resource capacity and physical infrastructure, while strategic opportunities lie in the potential for word-of-mouth. This study recommends strengthening human resources, a more formal loyalty program, and facilitating community advocacy as low-cost new customer acquisition strategies.
The Influence of Stress Level and Working Conditions on Employee Performance at a Hospital Ami Widyastutik; Sunaryati Hardiani; Kamaluddin; Mokhamad Natsir; Ryan Gerry Patalo
Business Management Research Vol. 4 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/bismar.v4i1.15740

Abstract

This quantitative study investigates the influence of occupational stress and working conditions on employee performance within a hospital setting. Utilizing a sample of 60 employees selected through simple random sampling, data were collected via Likert scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The findings reveal that both occupational stress and working conditions simultaneously and significantly affect employee performance. Specifically, occupational stress (X1) demonstrates a significant negative effect on performance (p-value = 0.000 < 0.05), indicating that increased stress levels are associated with diminished employee output. Conversely, working conditions (X2) exhibit a significant positive effect on performance (p-value = 0.000 < 0.05), suggesting that a supportive work environment—characterized by adequate facilities, harmonious relationships, and a comfortable atmosphere—enhances productivity and work quality. These results underscore the critical need for healthcare management to implement policies that effectively mitigate stress and enhance working conditions to foster optimal and sustainable employee performance. This study reinforces existing literature highlighting that unmanaged work stress impairs concentration and motivation, while a conducive work environment promotes comfort and efficiency.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z dengan Mediasi Kepuasan Kerja pada Start-Up Aggregator PT MKB di Malang Robiatul Adawiyah; Tanto G Sumarsono; Mokhamad Natsir
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/rq6vcx68

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Generasi Z, baik secara langsung maupun melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Start-Up Aggregator PT. MKB di Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan teknik sensus terhadap 163 karyawan Generasi Z. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,146; p = 0,044) dan kepuasan kerja (β = 0,537; p < 0,001). Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,525; p < 0,001) dan kepuasan kerja (β = 0,223; p = 0,001), sedangkan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,473; p < 0,001). Selain itu, kepuasan kerja secara signifikan memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja (β = 0,254; p < 0,001) serta pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja (β = 0,106; p = 0,007). Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi kerja merupakan pendorong langsung utama kinerja, sedangkan kepemimpinan transformasional terutama berkontribusi melalui pembentukan kepuasan kerja. Dengan demikian, peningkatan kinerja karyawan Generasi Z pada lingkungan start-up perlu dilakukan melalui penguatan praktik kepemimpinan yang inspiratif, pengelolaan motivasi yang sesuai dengan karakter tenaga kerja muda, serta penciptaan pengalaman kerja yang mampu meningkatkan kepuasan karyawan.
Pengaruh Motivasi dan Kompetensi terhadap Kinerja Akademik Mahasiswa Penerima Bantuan Pendidikan dengan Moderasi Dukungan Keluarga Sem Kandai; Umu Khouroh; Mokhamad Natsir; Harianto Respati; Sunardi
Jurnal Ilmiah METANSI ”Manajemen dan Akuntansi” Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Metansi (Manajemen dan Akuntansi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/metansi.v9i2.586

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi, kompetensi, dan dukungan keluarga terhadap kinerja akademik mahasiswa penerima Bantuan Pendidikan Tinggi Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni serta menguji peran dukungan keluarga dalam memoderasi pengaruh motivasi dan kompetensi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Sampel sebanyak 358 mahasiswa penerima bantuan yang tersebar pada 68 kota tujuan ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5 persen dan dipilih menggunakan cluster random sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert. Analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja akademik dengan koefisien jalur 0,315 dan p-value 0,000. Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,325 dan p-value 0,000. Dukungan keluarga juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,219 dan p-value 0,000. Dukungan keluarga memperkuat pengaruh motivasi terhadap kinerja akademik dengan koefisien moderasi 0,295 dan p-value 0,000. Sebaliknya, dukungan keluarga memperlemah pengaruh kompetensi terhadap kinerja akademik dengan koefisien -0,467 dan p-value 0,000. Nilai Adjusted R² sebesar 0,830 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 83 persen variasi kinerja akademik mahasiswa. Temuan menegaskan pentingnya integrasi bantuan finansial, penguatan motivasi, pengembangan kompetensi, dukungan keluarga, dan pembentukan kemandirian akademik dalam pengelolaan program bantuan pendidikan tinggi daerah.