Khoiron Khoiron
Departemen Administrasi Negara/Publik Universitas Islam Malang

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MAKSIMALISASI PEMBERIAN PELAYANAN MASYARAKAT MELALUI KARTU KELUARGA SEJAHTERA (KKS) DALAM PROGRAM SEMBAKO BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK COVID-19 DI KOTA BATU (Studi Kasus di Dinas Sosial Kota Batu) Uyyun Regia Fatva; Yaqub Cikusin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 16, No 7 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.474 KB)

Abstract

Pemberian pelayanan dan penyaluran dana bantuan sosial melaui Program Sembako dalam Kartu Kelauraga Sejahtera (KKS)  merupakan program dari pemerintah yang diperuntukkam kepada masyarakat yang kurang mampu atau dikatakan sulit dalam memcukupi kebutuhan hidup. Problematika yang terjdi disebut dengan Saldo Nol, hal ini disebabkan karena kendala dari sistem yang langsung dari pusat. Yang nnatinya berdampak pada masyarakat sevara langsung. Dari permasalahan tersebut penulis merumusakan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana bentuk pelayanan di masyarakat melalui melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui Program Sembako di masyarakat? 2) Bagaimana tanggapan masyarakat dan dampak dari permasalahan Saldo Nol dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah ke masyarakat selama pandemi Covid-19?. Tujuan dari penelitaian ini adalah Untuk mengetahui Bagaimana bentuk pelayanan di masyarakat melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam Program Sembako di masyarakat. Dan Untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat dan dampak dari permasalahan Saldo Nol dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah ke masyarakat selama pandemi Covid-19. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskripif. Dalam pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta analisis data pada penelitian ini mengggunakan tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitia ini menunjukkan bahwa 1) pemberian dan dan penyaluran dana bantuan sosial melalui program ini telah dilaksanaka sesuai uandang-undang dan juga telah sesuai dengan buku pedoman penyaluran dana bantuan Program Sembako. 2) Tanggapan masyarakat mengenai problematika Saldo Nol sangat berdampak pada masyarakat itu sendiri diantara nya kekurangan dalam mencukupi kebutuhan hidup, pengalihan kebutuhan ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat.  Kata Kunci : Maksimalisasi, Pelayanan, Program Sembako
LEADERSHIP KEPALA DESA DI DESA REJOAGUNG KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG (Studi Kepemimpinan Kepala Desa Ahmad Hasani) Redra Indah Hana Gunawan; M. Mas'ud Said; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 16, No 5 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar  penggunaan atau pengimplementasian sistem atau strategi yang dilakukan kepala desa sehingga mampu memimpin Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang pada periode tahun 2014 - 2020 menjadi ada kemajuan dari beberapa aspek pembangunan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui dan menentukan strategi yang digunakan Kepala Desa dalam pembangunan Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang berdasarkan pada tipe kepemimpinan serta gaya kepemimpinannya, dan untuk mengetahui alasan kepala desa menggunakan strategi tersebut dalam pembangunan Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Peneliti memilih jenis kualitatif dengan metode deskriptif bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata apa yang terjadi di lapangan secara menyeluruh, kemudian mengungkapkan secara deskriptif tentang kondisi Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang dengan adanya strategi yang digunakan Kepala Desa Ahmad Hasani. Pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu antara lain : reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Sedangkan dalam teknik pemeriksaan peneliti menggunakan teknik keabsahan data. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam pelaksanaan pembangunan kepala desa menggunakan beberapa gaya kepemimpinan, serta dalam pembangunannya Kepala Desa selalu berpedoman pada rpjmdes yang dirumuskan semenjak awwal Beliau menjabat, dalam pembangmbilan keputusan menggunakan tekhnik musyawarah. Kata Kunci : Implementasi, Strategi, Leadership
KEBIJAKAN DALAM TARIF PAJAK SURAT KETERANGAN ASAL BARANG (SKAB) (Studi kasus penyelewengan tarif pajak Di Desa Pandan Arum Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang) Bahrul Ulum; Yaqub Cikusin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 15, No 5 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.535 KB)

Abstract

ABSTRAKPajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah (misal: Propinsi, kabupaten, kota) yang di atur berdasarkan peraturan daerah masing-masing dan hasil pungutan digunakan untuk pembiayaan rumah tangga daerah.Dan pendapatan asli daerah merupakan semua penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sektor pendapatan daerah memegang peranan yang sangat penting,karena melalui sektor ini dapat di lihat sejauh mana suatu daerah dapat membiayai kegiatan pemerintah dan pembangunan daerah. Berdasarkan pasal 1 UU Nomer 33 tahun 2004 pendapatan asli daerah yang selanjutnya di sebut PAD yaitu penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Penelitian ini untuk bertujuan (1) penerapan tarif pajak SKAB di Desa Pandan Arum Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang (2) menfokuskan pada pajak daerah dan pendapatan asli daerah.(1) respon pemerintah desa mengenai tarif pajak yang tidak sesuai di Desa Pandan Arum Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.(2)Respon pemerintah Desa Pandan Arum Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Kata Kunci:Kebiajakan dalam tarif pajak surat keterangan asal barang
GERAKAN PURITANISME DAN PELUANG PARIWISATA ISLAM DI KEPULAUAN SAPEKEN (Studi Pada Organisasi Persatuan Islam Di Sapeken Sumenep-Madura) Mohammad Rifyal Adam; Yaqub Cikusin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 15, No 3 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung gerakan Islam puritan Persis dalam mengembangkan wisata Islam di Kepulauan Sapeken, (2) untuk mengetahui apa peran pemerintah daerah dalam mengembangkan wisata di kepulauan Sapeken, (3) untuk mengetahui Peran masyarakat desa dalam mengembangkan wisata Islam di kepulauan Sapeken. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa (1) faktor penghambat dan pendukung Islam puritan Persis dalam mengembangkan wisata Islam di kepualauan Sapeken adalah Persis menginginkan wisata berkonsep Islam bukan Sekuler, dibutuhkannya investor dalam mengembangkan wisata bernuansa Islam, tidak adanya dukungan pemerintah daerah; (2) masih kurangnya keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan wisata pulau Saur-Saibus, masih minimnya anggaran dan kurang lengkapnya fasilitas wisata, program visit sumenep 2020 yang tidak ada kontribusi pada pengembangan wisata di kepulauan Sapeken; (3) partisipasi masyarakat yang cukup baik namun butuh keseriusan berbagai pihak untuk mengembangkan wisata bernuansa Islam di Kepulauan Sapeken. Kata Kunci : Islam Puritan, Wisata Islam, PERSIS, Pemerintah Daerah
Democracy in Zuhud Concept: Politics of Articulation of Truth of Gus Mus’ Intelligence Practice in the 2015 NU Congress Khoiron Khoiron; Purwo Santoso; Budi Irawanto
Jurnal Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Vol 8, No 1 (2023): Politics and Policy
Publisher : Political Science Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ipsr.v8i1.38823

Abstract

This study describes intellectuality as a practice of contesting truth in offering alternative truths aside from the existing truth. This paper aimed to describe how the truth regime is articulated by the subject of knowledge and a political agent, namely Ahmad Mustofa Bisri, in the 2015 NU Congress. At that moment, Gus Mus’ practice of articulating truth by refusing the position of ‘rais aam’ was political. This study questioned how the regime of truth was articulated amid the power contest at the 2015 NU Congress. This study argued that, amid the practice of contesting truth, at the same time, there is a politics of value and idea articulation carried out by an individual who occupies a position as part of the intellectual. It is at the political level of the articulation of truth that novelty is described in this study. This study produced truths using text and context-based discourse analysis methods, including: 1). dismissing ‘hubbud dunya’, 2). fostering ‘mind’ and ‘morality’, and 3). it is strengthening ‘legawing ati’ in dedication. In contrast, the above markers are marker moments that reinforcer the primary marker, namely the regime of zuhud, articulated by Gus Mus by self-regulation (subject position) as ‘ a student’ related to elements of discourse antagonism—the term of ‘kiai’ related to the position of rais aam.