Claim Missing Document
Check
Articles

The Function of Leadership and Work Motivation on the Performance of Literature Evangelists within the Organizational Scope of the Seventh-day Adventist Church Zwarsa Silalahi; Rudolf Weindra Sagala; Alvyn C. Hendriks
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i3.2482

Abstract

Literature is a word that refers to print media or online media whose purpose is as a medium of communication to convey news or general knowledge information to mankind. This ministry is engaged in the dissemination or distribution of spiritual print media in the form of tracts, magazines, health books and spiritual books with the sole aim of spreading the everlasting gospel throughout the world. To distribute such books need evangelist literature. Literature Evangelists are the ones who are at the forefront of this evangelistic ministry because they are the ones directly involved in interacting with the community, so they need to have a spirit of good performance and full of submission to God. However, the reality is that the Literature Evangelist Service has not been running effectively and efficiently. This research uses qualitative methods by analyzing and concluding the data obtained related to research. The purpose of this study was to determine the influence of leaders in improving the performance of literature evangelists and literature evangelists who have the right motivation to be involved in literature evangelism services. In doing a job a person needs one or more motivations that can be the spirit or basis for doing a job. Strong motivation will encourage someone to be able to do his job well. In this case the leader has the responsibility to provide motivation in improving the performance of literature evangelists.
Karakteristik Kepemimpinan Kristen Melalui Keteladanan Yesus Dalam Melayani Berdasarkan Markus 10: 43-45 Misdon Silalahi; Rudolf Weindra Sagala; Alvyn C. Hendriks; Janes Sinaga
Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso Vol 8 No 1: Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso - Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33856/kerusso.v8i1.272

Abstract

Every human being is a leader, at least leading themselves. Leadership is a responsibility entrusted to them by a community or an organization. In addition to having the ability and skill, a leader is also expected to have good characteristics. This research uses qualitative methods through literature study. The purpose of this research is to encourage every leader to emulate the leadership of Jesus, which is servant leadership as described in the book of Mark 10:43-45. In Christian leadership, it is expected to have the characteristic of servant leadership, which can be exemplified through the leadership of Jesus Christ. Serving is part of the existence and purpose of human life, and since humans are created to serve God, it can be done in a life of mutual service with the aim of bringing glory to Him. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Setiap manusia adalah seorang pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya melalui komunitas maupun sebuah organisasi. Selain seorang pemimpin harus memiliki kemampuan maupun kemahiran, seorang pemimpin juga diharapkan memiliki karakteristik yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah agar setiap pemimpin meneladani kepemimpinan Yesus, yaitu kepemimpinan yang melayani seperti yang terdapat dalam kitab Markus 10:43-45. Dalam kepemimpinan Kristen diharapkan memiliki karakteristik kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan melayani dapat dicontoh melalui keteladanan kepemimpinan Yesus Kristus. Melayani adalah bagian dari keberadaan dan tujuan hidup manusia, dan karena manusia diciptakan untuk melayani Tuhan, hal ini dapat dilakukan dalam kehidupan yang saling melayani dengan tujuan membawa kemuliaan bagi-Nya.
Analisis Filosofis Tentang, Metode Yesus dan Keterlibatan Jemaat Dalam Penginjilan Sanherib Boling; B.D. Nainggolan; A Hendrik
MAGENANG : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): MAGENANG: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pascasarjana IAKN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjtpk.v4i1.1306

Abstract

The purpose of this research is to obtain data about the Yesu method and the involvement of the Congregation in Evangelism. Research in this journal uses literature and observation. Research results show that evangelism is a way to tell people that you care about them, and God cares about them too. As a form of concern for people's safety, evangelism is a must for every follower of Christ, and a sign of your loyalty to Him. That spiritual growth takes place in the company of the redeemed and, on the other hand, as a witness for the group that needs to be redeemed.
Sabbath Observance: Social Analysis in the Context of Community Welfare Antonius Dwiky Mulyono; Alvyn C. Hendriks
Syntax Idea 1785-1794
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i4.3178

Abstract

Discusses the importance of Sabbath observance in both social and spiritual contexts. Sabbath, the day of rest ordained by the Law of God, provides time for humans to rest, worship, and connect with others. The practice of Sabbath observance not only holds spiritual implications but also economic and social ones. Sabbath observance restricts economic activities, thus aiding in reducing social disparities temporarily. Furthermore, Sabbath strengthens brotherhood and unity within communities. The concepts of the Sabbatical Year and the Year of Jubilee also bring forth positive social implications, including debt release and emancipation of slaves, providing opportunities for the less fortunate. Hence, Sabbath observance has a positive impact on societal well-being
Menyelami Allah Melalui Pengalaman:: Pemikiran Teologi Divinitas Karl Rahner Royke Maringka; Milton T Pardosi; Alvyn Hendriks
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4797

Abstract

Eksistensi Allah dapat dikenali dan diselami dengan berbagai cara. Teologi divinitas meramu metodologi yang dapat menolong manusia untuk mengetahui eksistensi Allah yang ilahi. Gagasan Karl Rahner sehubungan dengan teologi divinitas memberikan alternatif kontribusi bagi percakapan mengenai Allah. Artikel ini berpendapat bahwa gagasan Rahner mengenai pengalaman manusia, Kristologis-Pneumatologis dan teori teologi simbol merupakan cara yang ditawarkan yang bisa menjadi opsi bagi para pencari Allah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis kritis, penelitian ini mengumpulkan data dari buku dan artikel jurnal yang menjadi tulang punggung utama membangun ide-idea teologis. Sebagai kesimpulan, pemikiran Rahner memberikan peluang baru bagi diskusi teologi divinitas namun berpeluang menghilangkan partikularitas Kekristenan.
Pendidikan Agama Dalam Perjanjian Baru Tinjauan Periode: Romawi-Yunani, Yudaisme dan Kekristenan Pasuhuk, Chris; Pardosi, Milton Thorman; Hendriks, Alvyn Cesarianto
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 22 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10284967

Abstract

Education is one of the most important things in every human's life. Because through education, everyone can know many things, have a lot of knowledge and have a lot of experience. However, if education only emphasizes knowledge, then education will only produce people who are smart but have bad morals. Religious Education based on the Bible. The Bible reveals that humans are God's creation who must glorify God, so that education does not only talk about science, but also morality and integrity of life in accordance with the call and demands of God's morality. As developments in Biblical civilization, especially in the Roman-Greek era, Judah, and early Christianity showed the importance of religious life. Religious education as in Matthew 28:19-20 can be understood to have the aim of making disciples, and religious education means to correct errors and lead to truth, and religious education is part of the Great Commission. Because it is the Great Commission, religious education is also very important and must be done as important as preaching the Gospel. Or perhaps more clearly, evangelism and teaching about religion must go together.
Analisis Pengaruh Pendidikan Keluarga dan Lingkungan Sosial Terbentuknya Identitas LGBT Barutu, Parsaoran; Hendriks, Alvyn Cesarianto; Hutagalung, Stimson; Ferinia, Rolyana
SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2021): SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/sophia.v2i2.48

Abstract

Fenomena jumlah LGBT di kota Batam sangat mencengangkan. LGBT adalah sebuah penyimpangan sexual yang dapat merusak generasi remaja dan merusak Gereja sebagai tubuh Kristus. Perlu pencegahan yang serius secara terpadu sehingga fenomena ini dapat ditekan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan ialah menemukan dan mengkaji pendidikan keluarga dan lingkungan sosial yang berperan untuk mencegah maraknya orientasi seks LGBT ditengah masyarakat sosial serta menghubungkannya dengan dasar Alkitab dari 1 Korintus 15:33: Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualiatif yang sifatnya deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dari ahli yang ditentukan sebagai informan dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan Alkitab. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa orientasi seks LGBT disebabkan kurangnya dijalankannya fungsi pendidikan keluarga dan pengaruh lingkungan sosial yang tidak baik. Pendidikan Keluarga, Lingkungan sosial, LGBT, 1 Korintus 15:33
Estafet Kepemimpinan dan Kontestasi Ibadah: Menelisik Partisipasi Orang Muda dalam Aktivitas Eklesiastik Josua, Abethnego; Hendriks, Alvyn C; Hutagalung, Stimson
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.136

Abstract

Liturgical contestation and estaphet leadership, where youth participation in ecclesias-tic experience is in the warm discussion. Existance leaders could continue their leadership by extending to the youth. This article employs a qualitative analysis approach by accommodating articles, books, and other academic references. In conclusion, Paul and Titus applied the grand picture of leadership relay, portraying harmony in continuous leadership. As practiced by Titus, which belonged to current youth, character formulation could potentially be valuable to new church worship service. Youth participation in worship experience is strongly related to previous leadership estaphet that contributes legacy to the next generation.  AbstrakEstafet kepemimpinan dan kontestasi ibadah dimana partisipasi orang muda dalam aktivitas eklesiatik sedang dalam percakapan hangat. Para pemimpin yang eksis dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan memberikan amanah terhadap orang muda. Namun estafet kepemimpinan tidak berlangsung secara berkala, bahkan seperti berhenti pada generasi tertentu. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah legasi kepemimpinan transformasional kepada orang mudah sehubungan dengan ibadah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-analisis dengan memanfaatkan artikel, buku dan referensi akademik lainnya. Sebagai kesimpulan, Paulus dan Titus mempraktikkan estafet kepemimpinan, menampilkan keharmonisan dalam kepemimpinan yang berkelanjutan. Karakter orang muda seperti Titus yang di miliki orang orang muda masa kini dapat di jadikan amunisi untuk memberikan penyegaran terhadap peribadatan di gereja. Partisipasi orang muda terhadap kegiatan ibadah sangat di pengaruhi oleh estafet kepemimpinan sebelumnya yang memberikan legasi bagi penerusnya.  
TEORI KONSEP PENELITIAN INTERAKSI SOSIAL KELUARGA PENDETA DAN KEHADIRAN ANGGOTA JEMAAT DALAM PERBAKTIAN GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT WAENA-JAYAPURA BERDASARKAN AMSAL 17:17 Viktor Husen; Alvyn Hendriks
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1.96

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kaitan antara interaksi sosial dalam keluarga pendeta dan kehadiran anggota jemaat dalam konteks gereja. Fokus utama adalah memahami bagaimana interaksi sosial di dalam keluarga pendeta dapat mempengaruhi tingkat kehadiran anggota jemaat dalam ibadah dan kegiatan gereja. Penelitian yang direncanakan oleh penulis ini menggunakan penelitian kuantitatif berupa survei metode kuantitatif yaitu metode yang didasarkan pada informasi numerik atau kuantitas, dan biasanya diasosiasikan dengan analisis-analisis. Data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan ini berasal dari berbagai sumber yang secara langsung berkaitan dengan topik penelitian. Penulis mengambil dari literatur-literatur, berbagai buku yang relevan dengan penelitian, artikel-artikel, serta jurnal-jurnal yang penulis dapatkan dari berbagai sumber yang beragam, baik di perpustakaan Universitas Advent Indonesia, perpustakaan pribadi, internet, dan sumber-sumber ilmiah lainnya yang berbentuk kamus, komentar-komentar Alkitab dan sumber-sumber lain yang relevan. Kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika interaksi sosial dalam konteks keluarga pendeta dan kontribusinya terhadap kehadiran anggota jemaat. Implikasi praktis dan saran untuk pengembangan lebih lanjut dibahas sebagai langkah-langkah menuju pemahaman yang lebih baik tentang dinamika ini dalam meningkatkan kehidupan rohani dan keberlanjutan komunitas gereja.
EVANGELISM STRATEGY THROUGH MEDICAL MISSIONARY WORK IN SPREADING THE GOSPEL BASED ON LUKE 10:9 Landu, Serilius Ariyanto Kota; Alvyn C. Hendriks
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1A (2024): SPECIAL ISSUE - Philosophy Science
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1A.100

Abstract

Evangelism through medical missionary work has become an integral strategy in spreading the teachings of the Gospel, in line with the great mandate given by Jesus to His disciples. This paper aims to explore in depth the relationship between health and the Gospel, by critically reviewing the history, goals and methods of medical missionary work, as well as analyzing evangelism strategies that can be applied in this context. By using a qualitative approach to various relevant literary sources, this research provides a comprehensive picture of Peter Parker's contribution as one of the pioneer medical missionaries and his impact on the development of evangelism in various regions. In addition, this research also highlights the importance of thorough preparation and appropriate qualifications for medical missionary workers, including a deep understanding of the culture and social context in which they serve.