Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS VISUAL DAN VERBAL PADA UNGGAHAN INSTAGRAM WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) Dhea Febrian Batolu; Muhammad Rayhan Bustam
MAHADAYA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 2 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.77 KB) | DOI: 10.34010/mhd.v2i1.5444

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu sarana dalam menyampaikan informasi. di era modern ini, komunikasi dapat dilakukan menggunakan media sosial. Salah satu media sosial yang memiliki banyak pengguna yaitu Instagram. Instagram memberikan layanan untuk saling berbagi foto dan video. Dengan menggunakan pendekatan multimodalitas, penelitian ini akan menganalisis visual dan verbal menggunakan metafungsi ideational dan interpersonal pada unggahan di akun Instagram resmi WHO (World Health Organization). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini ialah adanya perbedaan proses yang terjadi pada klausa di kedua data. dan adanya kesamaan pada analisis visualnya. Meskipun kedua klausa memiliki perbedaan tetapi dapat memberikan informasi yang saling berkaitan. Sehingga hasil dari analisi kedua data tersebut yaitu informasi dapat tersampaikan dengan menggunakan dua mode, visual dan verbal. Kata kunci: Instagram, Multimodalitas, Sosial media
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA SAMPUL BUKU FIVE LITTLE PIGS KARYA AGATHA CHRISTIE Vina Siti Sri Nofia; Muhammad Rayhan Bustam
MAHADAYA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v2i2.7795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna denotatif dan konotatif dari tanda-tanda yang terdapat pada sampul buku Five Little Pigs karya Agatha Christie. Untuk itu, pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari interpretasi teks dan gambar pada sampul buku, didukung oleh jurnal untuk dianalisis. Selanjutnya, teori Barthes tentang hubungan antara penanda dan petanda yang disebut “staggered systems” diterapkan dalam kasus ini. Menurut Barthes, dua tingkatan itu adalah denotasi dan konotasi. Konotasi didefinisikan sebagai makna yang dikaitkan dengan gambar di luar tingkat denotasi yang jelas, sedangkan denotasi didefinisikan sebagai tingkat makna pertama dan paling sederhana dari sebuah gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan makna konotatif tanda melalui teks dan gambar yang terdapat pada sampul buku Five Little Pigs karya Agatha Christie versi penerbit William Morrow Paperbacks tahun 2011. Penelitian ini menemukan bahwa (1) Beberapa teks dan gambar sebagai tanda mengandung makna konotatif dan denotatif dalam merujuk pada objek tertentu, (2) makna konotatif dari tanda yang dimetaforakan melalui makna denotatif, dan (3) tanda visual lebih banyak atau dominan dibandingkan tanda verbal. Kata kunci: Sampul Buku, Denotasi, Konotasi
DENOTATIVE AND CONNOTATIVE MEANING IN THE SENTENCE OF “YOU GOT ME FEELING LIKE A PSYCHO” AS THE LINE OF RED VELVET SONG LYRIC Kharisma Dinata Jakautama; Muhammad Rayhan Bustam
MAHADAYA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v2i2.7803

Abstract

The research with the title as ‘Dennotative and Connotative Meaning in the Sentence of “You got me feeling like a psycho” as The Line of Red Velvet Song Lyric’ uses data taken from a song "Psycho" which was popularized by Red Velvet by using one of the linguistic studies, especially in the scope of semantics analyzed by the author. This case is interesting to study, especially on the meaning of the sentence "You got me feeling like a psycho". An interesting semantic study to analyze includes several understandings. Understanding the meaning which includes how the context of the sentence is then understanding the connotative and denotative meanings contained in it. Keyword: Semantics, Lyric, Linguistics, Psycho
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA POLA KOMUNIKASI DOSEN UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA (UNIKOM) DI APLIKASI KULIAH ONLINE UNIKOM: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Muhammad Rayhan Bustam; Asih Prihandini; Nungki Heriyati
Humano: Jurnal Penelitian Vol 9, No 2 (2018): Periode November
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.224 KB) | DOI: 10.33387/hjp.v9i2.926

Abstract

Penelitian yang berjudul “Alih Kode dan Campur Kode pada Pola Komunikasi Dosen UNIKOM di Aplikasi Kuliah Online Unikom: Kajian Sosiolinguistik” ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, bentuk, serta tujuan digunakannya alih kode dan campur kode pada ujaran yang dikemukakan oleh dosen-dosen UNIKOM di aplikasi Kuliah Online. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan oleh dosen-dosen UNIKOM di aplikasi Kuliah Online tersebut, sedangkan objeknya adalah alih kode dan campur kode pada ujaran yang diungkapkan dosen-dosen tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling; yakni mengumpulkan sampel data yang berisikan kasus-kasus alih kode dan campur kode dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik jenis, bentuk, dan tujuan pemakaian alih kode dan campur kode, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif sesuai dengan konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan 44 kasus terjadinya alih kode dan campur kode atau persentase penggunaan jenis ini mencapai 86,3% atau setara dengan 38 kasus. Sebaliknya, jenis alih kode yang paling sedikit terjadi adalah alih kode tag; persentase penggunaannya hanya 2,3% atau setara dengan 1 kasus. Sedangkan, jenis alih kode antarkalimat atau klausa mencapai persentase 11,4% atau setara dengan 5 kasus. Di sisi lain penggunaan bentuk alih dan campur kode yang ditemukan adalah 11,4% penggunaan bentuk alih dan campur kode intern atau setara dengan 5 kasus. Sedangkan, bentuk ekstern mencapai 88,6% atau setara dengan 39 kasus. Dari aspek tujuan penggunaan alih dan campur kode, dari total 26 data terjadinya alih dan campur kode, hanya empat tujuan alih dan campur kode yang ditemukan, yakni memperhalus permintaan sebanyak 3 kasus atau setara 11,6%, memberikan penekanan dari ungkapan sebanyak 1 kasus atau setara 3,8%, menunjukkan hubungan yang informal atau kedekatan sebanyak 4 kasus atau setara 15,4%, dan kebutuhan leksikal sebanyak 18 kasus atau setara 69,2%.
Ambiguitas Struktural Pada Heading Portal Berita The Jakarta Post Dalam Pemberitaan Pemilihan Gubernur Jawa Barat Muhammad Rayhan Bustam
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 2 (2020): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i2.1865

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis ambiguitas struktural dalam judul berita tentang pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 dari portal berita The Jakarta Post. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan kasus-kasus ambiguitas struktural dalam judul berita tersebut, dan untuk menganalisis penyebab pemicu kasus tersebut, serta untuk menggambarkan interpretasi makna dari objek kasus tersebut. Data dikumpulkan dalam rentang waktu November 2017 hingga Juni 2018, dan ditemukan 19 judul berita tentang pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 di portal berita tersebut. Dari total judul berita yang ditemukan, enam di antaranya terdiri dari kasus ambiguitas struktural. Dari kasus tersebut, sebagai penyebabnya, ada lima kasus ungkapan samar dan hanya satu kasus elemen tata bahasa yang hilang. Akhirnya, secara umum, media telah berusaha melakukan proses pengemasan berita dan tajuk dengan baik, tetapi masih perlu perbaikan strategi pengemasan berita untuk mendapatkan hasil yang sempurna di masa depan. Tetapi jika dibandingkan dengan perkembangan media di masa lalu, media saat ini telah jauh lebih maju dan berkembang terutama untuk teknik pengemasan berita yang akan dikeluarkan.
Analysis of Language Politeness in Students and Lecturer Interactions on WhatsApp group: a Pragmatic approach Bustam, Muhammad Rayhan; Syihabuddin, Syihabuddin; Saifullah, Aceng Ruhendi
Apollo Project: Jurnal Ilmiah Program Studi Sastra Inggris Vol. 13 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/apollo.v13i1.12399

Abstract

This research presents an analysis of language politeness in interactions between students and lecturers on WhatsApp group. With the increasing integration of digital platforms in educational settings, understanding the dynamics of language use and politeness in these contexts becomes crucial. The study aims to investigate the strategies employed by students and lecturers to convey politeness and maintain positive interactions within a virtual learning environment. The research adopts a qualitative approach, utilizing discourse analysis to examine messages exchanged on WhatsApp group among students and lecturers. The data collection involved capturing and archiving conversations from WhatsApp group in English Syntax course in 2021/2022 academic year of English Department in Universitas Komputer Indonesia (Unikom). The data are analyzed using Leech’s politeness theory. According to Leech the politeness principles are divided into six, namely the tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. The results show that the percentage of conformity regarding compliance and violation of maxims with the result being 100% conform, so that politeness in language interactions between students and lecturers in WhatsApp media in the course was stated to be very polite. The findings indicate that both students and lecturers employ various politeness strategies to foster positive communication. These strategies include the use of indirect speech acts, mitigating language, politeness markers, and positive politeness strategies such as expressing gratitude and offering support. Furthermore, the analysis reveals the influence of power dynamics on language politeness. Lecturers were found to engage in a more authoritative discourse, while students often adopted deferential and respectful language. However, instances of assertiveness from students were also observed, challenging traditional power differentials and promoting a more egalitarian communication style. The implications of this research shed light on the importance of fostering respectful and polite communication within virtual learning environments. The findings can inform educators and students on effective language use to maintain positive interactions and create inclusive educational spaces. Furthermore, the study contributes to the existing literature on digital communication and politeness strategies, adding valuable insights into the specific context of WhatsApp group interactions in educational settings. Keywords: Language politeness, Virtual Learning Environment, WhatsApp Group, Maxims
Dampak Implementasi Program Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Komputer Indonesia Sari, Retno Purwani; Tawami, Tatan; Bustam, Muhammad Rayhan; Juanda, Juanda; Heriyati, Nungki; Prihandini, Asih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2617

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelisik sikap mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Komputer Indonesia terhadap Program Pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Fokus penelitian diberikan pada kompetensi spesifik dari dampak implementasi Program Pembelajaran MBKM. Membongkar isu terkait dampak program ini, penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, survei, dan wawancara mendalam diterapkan pada tahap pengumpulan data, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa meningkat secara bertahap setelah mengikuti program ini. Keterampilan dan kecakapan hidup dasar seperti sikap adaptif, kematangan emosional, dan keterampilan berkomunikasi merupakan keterampilan soft skills yang dikembangkan. Sementara itu, keterampilan hard skills ditandai peningkatan keterampilan performa berbahasa, keterampilan digital, dan kemampuan rekayasa digital. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan institusi pendidikan, yakni sebagai bahan pertimbangan untuk membuat dan menentukan strategi pengembangan dan peningkatan kompetensi sehingga mampu menghasilkan lulusan kompetitif.
ANALYSIS OF DENOTATION AND CONNOTATION MEANINGS IN THE SONG LYRIC “LA LA LOST YOU” BY NICOLE ZEFANYA (NIKI) Hidayah, Annisa Ghaisani Dzatil; Bustam, Muhammad Rayhan
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v3i1.9655

Abstract

The purpose of this study is to examine the meaning of denotation and connotations in the lyrics of the song La La Lost You by NIKI solo singer from Indonesia who Go International. The formulation of the problem in this study is first. How is the denotation meaning of the lyrics of the song La La Lost You by NIKI? second What is the connotation of the lyrics of the song La La Lost You by NIKI? third What is the short meaning of the lyrics of the song La La Lost You by NIKI? and the method used in this research is to use a qualitative descriptive approach to reveal the meaning of denotation and connotation. The technique of data collection was done by using sentence expression analysis. While the data analysis technique is Roland Barthes Semiotics analysis. This study concludes that first, the connotative meaning contained in the lyrics of the song La La Lost You by NIKI is to tell about the bitter taste of being in a relationship with a lover who eventually has to break up, but he is often curious about how his ex is doing. Second, the denotative meaning contained in the song is telling about enjoying the beautiful sunset and thinking if he is on the subway and if I am driving will he take the L-train. Keywords: Connotation, Denotation, La La Lost You lyric, Meaning, Roland Barthes
Semiotic Analysis of Humanity Contained in Batman v Superman: Dawn of Justice Bahar, Muhammad Adrian; Bustam, Muhammad Rayhan
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v3i2.10493

Abstract

This study focuses on how to open the allegory about the values of Humanism contained in the film Batman v Superman: Dawn of Justice. According to Saul Mcleod, the value of Humanism used in this research is Humanism with its Hierarchy of Needs. This research is interesting because Humanism is an ideology about how to be a human being who has human nature. The things reviewed are always about the shift in the meaning of Humanism from time to time. The shift in Humanism is interpreted by the presence of signs or symbols that appear in the film Batman v Superman: Dawn of Justice. This study aims to determine the meaning of the myth of humanism values implied in the film Batman v Superman: Dawn of Justice. This study also uses the Semiotic Analysis research method from Roland Barthes as a research method for reading films. The researcher intends to reveal the meaning behind the signs in the research object. The object used in this study is the film Batman v Superman: Dawn of Justice. The paradigm used in this research is the constructivism paradigm. The results of this study found three conditions which are the value of Humanism, the attitude of needing parental guidance as a manifestation of the myth of parental love throughout time, this myth is a manifestation of the need for recognition and affection of Maslow's hierarchy and the last is self-sacrifice as an allegory of heroism and attitude. Patriotism is a manifestation of the need for self-actualization in Maslow's hierarchy. Keywords: Semiotic, Humanity, Film, Superman, Hierarchy
Analisis Penggambaran Kematian di dalam Cover Album Avenged Sevenfold: Kajian Semiotika Roland Barthes Fadliansyah, Muhammad Rifan; Bustam, Muhammad Rayhan
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v3i2.11275

Abstract

Semiotika, sebagai kajian tentang tanda-tanda dan bagaimana mereka menyampaikan pesan, memainkan peran penting dalam memahami komunikasi manusia. Avenged Sevenfold, sebuah band Heavy Metal dan metalcore Amerika, telah menciptakan bentuk seni unik dalam bentuk album dan sampul album. Identitas band ini erat terkait dengan tema kematian, yang tercermin tidak hanya dalam nama band mereka tetapi juga dalam berbagai aspek karya mereka. Namun, penelitian yang memeriksa secara khusus tanda-tanda visual dalam sampul album mereka dengan pendekatan semiotika, terutama yang fokus pada makna denotatif, konotatif, dan mitos, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut. Dengan memanfaatkan teori semiotik Roland Barthes, penelitian ini menjelajahi makna-makna tersembunyi dalam sampul album Avenged Sevenfold. Konsep mitos, seperti yang diusulkan oleh Barthes, menjadi penting karena memberikan alat untuk menjelajahi makna yang lebih dalam di balik tanda-tanda visual ini, yang mungkin tidak selalu terlihat pada pandangan pertama. Seni visual dalam berbagai bentuk seringkali menjadi medium untuk menyampaikan pesan mendalam, menciptakan makna, dan memengaruhi pemikiran dan perasaan manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, menganalisis simbolisme dan semiotika yang kaya dalam setiap sampul album. Setiap sampul album menggambarkan kematian dari perspektif yang berbeda, mencakup pemberontakan, ketidakpastian, atau renungan tentang keterbatasan manusia. Dengan menerapkan pendekatan semiotik Roland Barthes, penelitian ini mengungkap kedalaman artistik band dan eksplorasi mereka tentang bagaimana kematian dipahami dan direpresentasikan dalam budaya pop kontemporer. Sebagai kesimpulan, sampul album Avenged Sevenfold mencerminkan kekuatan semiotika dalam mengungkap makna-makna tersembunyi dan memberikan wawasan mendalam tentang pemahaman kematian dalam budaya pop kontemporer. Kata kunci: Penggambaran Kematian, Album Cover, Semiotika Roland Barthes