Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Effect of Natural Fiber Composite of Acasia Bark and Oil Palm Empty Fruits Using Epoxy Resin Adhesive on Mechanical Properties: Pengaruh Campuran Serat Alam Komposit Kulit Kayu Akasia dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Perekat Resin Epoxy Terhadap Sifat Mekanis Dody Yulianto; Muhammad Rintami; Irwan Anwar; Kurnia Hastuti
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 5 No. 02 (2022): REM VOL 5 NO 02 2022
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.966 KB) | DOI: 10.25299/rem.2022.vol5.no02.9709

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi komposit tidak hanya pada komposit sintetis, akan tetapi juga mengarah pada komposit alam (Natural Composite) dikarenakan keistimewaan sifatnya yang dapat di daur ulang atau istilah lain terbarukan. Penelitian ini bertujuan membuat bahan komposit serat alam dan resin epoxy terhadap sifat mekanis. Pada penelitian ini, komposisi tandan kosong kelapa sawit dan serat kulit akasia dengan nilai 15%+5%, 10%+10% dan 5%+15% dengan bahan perekat resin epoxy 80%. Hasil uji bending menunjukkan bahwa campuran komposit 80% resin epoxy, 15 % serat tandan kosong kelapa sawit dan 5 % serbuk kayu akasia mempunyai nilai kekuatan bending yang terendah yaitu 9,95N/mm2, sedangkan campuran komposit 80% resin epoxy, 5% serat tandan kosong kelapa sawit dan 15 % serbuk kayu akasia mempunyai nilai kekuatan bending tertinggi yaitu 20,84 N/mm2. Hal ini disebabkan karena campuran serbuk kayu akasia memiliki struktur dari serat akasa lebih kasar, kuat, padat dan lebih berat dari pada tandan kosong kelapa sawit yang memiliki stuktur serat yang lebih ringan, rapuh dan berongga (tidak padat). Hasil kekuatan impact yang paling tinggi dari campuran serat alam 80% resin epoxy, 15% serbuk kayu akasia dan 5% TKKS dengan nilai 134 J/mm2. Hal ini disebabkan dari jumlah campuran dari akasia lebih besar maka kekuatan spesimen lebih tinggi kekuatannya karena semakin banyak serat akasia maka semakin terus meningkat kekuatan spesimen tersebut. Kata kunci : Serat Alam, Kulit Kayu Akasia, Resin Epoxy, Tandan Kosong Kelapa Sawit, Sifat Mekanik
The Effect of Silica Sand Size on Mechanical Properties, Permeability and Proppant Microstructure Nover Martaheru; Dedikarni; Rieza Zulrian Aldio; Dody Yulianto; Kurnia Hastuti
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 6 No. 01 (2023): REM VOL 6 NO 01 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2023.vol6.no01.11274

Abstract

Pellet silika merupakan produk teknologi keramik komposit berbahan penguat pasir silika yang diaplikasikan dalam industri minyak dan gas sebagai proppant (pasir frank) maupun sebagai filter air dan industri perminyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh ukuran pasir silika terhadap kekuatan tekan, permeabilitas dan mikrostruktur. Pada penelitian ini, ukuran pasir silika yang dipilih ukuran pasir silika halus yaitu (200 mesh) dan pasir silika kasar yaitu (20 mesh) dan diikat oleh polyethylene glycol (PEG) 400. Hasil uji kekuatan tekan terendah didapat pada sampel I yaitu 33,24 MPa sedangkan kekuatan tekan tertinggi pada sampel III yaitu sebesar 34,05 MPa. Karena semakin banyaknya ukuran butir pellet silika halus mampu memberikan ikatan interfacial pada polyethylene glycol (PEG) 400, dengan ukuran diameter lebih kecil akan memudahkan terjadi ikatan pada matriks sehingga meningkatkan nilai kekuatan tekan. Namun, uji permeabilitas berbanding terbalik pada kekuatan tekan dimana nilai permeabilitas tertinggi didapat pada sampel I yaitu 29,93 mD, sedangkan nilai permeabilitas terendah pada sampel III yaitu sebesar 23,35 mD. Hal ini karena adanya hubungan ukuran pasir silika halus yang berlawanan arah dengan ukuran pasir silika kasar. Artinya, apabila ukuran butir pasir silika halus naik dan ukuran butir silika kasar turun maka nilai permeabilitas turun. Hasil pengamatan mikrostruktur pada sampel I terlihat lebih sedikit rongga atau porosity dan membuat suatu ikatan interfacial yang lebih kuat. Karena adanya ukuran butir pasir silika halus lebih dominan banyak dari pada ukuran butir pasir silika kasar serta dibantu oleh pengikat berupa polyethylene glycol (PEG) 400.
Perbandingan Efisiensi Inhibitor Organik dan Anorganik pada Penurunan Laju Korosi Material Radiator Kurnia Hastuti; Argak Dwi Wandana; Dody Yulianto; Dedikarni; Jhonni Rahman; Irwan Anwar
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 6 No. 02 (2023): REM VOL 6 NO 02 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2023.vol6.no02.12338

Abstract

Radiator adalah suatu sistem atau komponen yang berfungsi utuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi ideal. Inhibitor anorganik telah terbukti dapat menurunkan laju korosi namun memiliki efek negatif karena materialnya yang tidak ramah lingkungan dan bersifat racun. Berdasarkan hal tersebut maka penggunaan inhibitor anorganik perlu dibatasi. Pada penelitian ini akan dibandingkan efisiensi inhibitor organik dan anorganik dalam menurunkan laju korosi. Inhibitor anorganik yang digunakan adalah Natrium Kromat (Na2CrO4) dengan konsentrasi 0,5%, 0,7%, dan 0,9%. Sedangkan inhibitor organik adalah Minyak Biji Kapas dengan variasi konsentrasi yaitu 25%, 30% dan 35% dalam waktu perendaman 21 hari dalam setiap inhibitor. Selanjutnya akan diuji ketahanan korosinya dengan media air biasa. Hasil pengujian laju korosi natrium kromat terendah pada konsentrasi 0,9% dengan nilai 0,0815 mm/y (0,628%) dengan waktu 21 hari. Laju korosi terendah pada konsentrasi 25% dengan nilai 0,1614 mm/y (0,273%). Penelitian ini menunjukan efisiensi perbandingan terbaik masih di lihat pada inhibitor anorganik natrium kromat, setaiap konsentrasi laju korosi semakin rendah.