Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN DAN KENDALA PENGEMBANGAN USAHATANI JAHE PUTIH KECIL DI KABUPATEN SUMEDANG (Studi Kasus Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang) Ermiati Ermiati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n1.2010.%p

Abstract

Jahe merupakan tanaman obat po-tensial dengan klaim khasiat paling banyak dan dibutuhkan dalam jumlah besar. Namun, prospek yang baik terhadap per-mintaan jahe belum diikuti oleh peningkat- an produktivitas dan pendapatan petani. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan, tingkat kelayakan, dan kendala pengembangan usahatani jahe putih kecil (JPK). Penelitian dilakukan dengan cara survei di Desa Nyalindung, Kec. Cimalaka, Kab. Sumedang pada bulan November 2007. Sebanyak 20 petani responden dari 25 KK, yang tergabung dalam kelompok tani, ditentukan secara acak sederhana. Besarnya pendapatan usahatani JPK dihitung dengan analisis pendapatan, sedangkan kelayakan usaha-taninya dianalisis melalui pendekatan analisis Benefit Cost (B/C) ratio, Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR). Pada saat penelitian, harga jual JPK di tingkat petani adalah Rp 1.000/ kg rimpang basah dan produksi sebanyak 1.570 kg/1.000 m²/panen (1 tahun). Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa total biaya sebesar Rp 929.981,- membe-rikan pendapatan kepada petani sebesar Rp 640.019,-/panen. Berdasarkan hasil analisis kelayakan dengan tingkat bunga 1%/bulan atau 12%/th, nilai B/C Ratio sebesar 1,70 (> 1), NPV Rp 497.769,- (>0),  dan IRR 6%/bulan atau 72%/th (>IRR estimate 12%/th). Hal ini menun-jukkan bahwa usahatani JPK di lokasi penelitian layak dilakukan secara teknis dan menguntungkan secara ekonomis. Hasil analisis sensitifitas harga (jika pro-duktivitas tetap 1.570 kg/1.000 m²) menunjukkan bahwa kondisi break event point akan terjadi pada harga Rp 643,-/kg (turun 35,7%). Hasil analisis sensitifitas produksi, (jika harga rimpang tetap       Rp 1.000,-/kg), maka kondisi break event point usahatani JPK akan terjadi jika produktivitas turun sebanyak 35,7% atau menjadi 1.010 kg/1.000 m². Sedangkan kendala pengembangan utama yang dite-mukan, diantaranya adalah : teknik budi-daya yang diterapkan belum sesuai dengan teknologi yang dianjurkan, belum mengunakan varietas unggul yang dile-pas, harga benih varietas unggul yang mahal, keterbatasan modal, fluktuasi harga, dan tingkat pendidikan. 
BUDIDAYA, PENGOLAHAN HASIL DAN KELAYAKAN USAHATANI GAMBIR (Uncaria gambir, Roxb.) DI KABUPATEN 50 KOTA Ermiati Ermiati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v15n1.2004.%p

Abstract

Cultivation, processing and farming system feasibility of gambier in 50 Kota district, West SumateraGambier (Uncaria gambir Roxb) is one of specific export commodities from west Sumatera. However, this propective cash crop has not followed by the increase of its productivity, quality and farmer income. This conditions, may due to the lack of farmers, know ledge in processing and limited capital for developing gambier farming system. The objective of this research was to evaluate the cultivation and processing techniques, feasibility of farming system, income of gambier farmers and the constrains for developing gambier farming system in this region. The research was conducted in Solok Bio-bio village, Harau sub district, district of 50 Kota, West Sumatera on Januari 2000. The rapid rural iralic (RRI) and survey methodes, by directly dialoque and filling of quistioner were used. Thity respondens were determined by simple random. Farmer income was analyzed 50 by analysis of income, while feasibility of farming system was evaluated by benefit cost ratio (B/C Ratio), net present value (NPV) and internal rate of return (IRR). The results indicated that the cultivation and processing of gambier in this region were still coducted by traditional methods, using simple equipments. The feasibility of farming system showed that at level interest of 15%, the B/C Ratio = 1,61, VPV = Rp. 9.763.532,- and IRR = 57%. Farmer income was Rp. 20.186.250,- or average Rp. 1.682.180,-/year. Based on this results is can be concluded that gambier farming system in Solok Bio-bio was feasible to develop. The main constraints for developing gambier were less of human resources, such as low education, high cost of post harvest, and limited of capital. In order to eleminate these problems emprowering of gambier farmers and its organization, and increasing farmers skill are very urgent. 
ANALISA KELAYAKAN, KENDALA PENGEMBANGAN USAHATANI DAN SOLUSI DIVERSIFIKASI PRODUK AKHIR TEMULAWAK DI KABUPATEN BOGOR (STUDI KASUS KECAMATAN CILEUNGSI) Ermiati Ermiati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Prospek yang baik terhadap permintaan temulawak dalam dan di luar negeri belum diikuti peningkatan produktivitas dan pen-dapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani, tingkat kelayakkan serta kendala pengem-bangan usahatani dan solusi diversifikasi produk akhir temulawak di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor. Pe-nelitian dilaksanakan sejak November 2008 dengan metode survei. Petani responden ditentukan secara acak sederhana seba-nyak 20 kepala keluarga (KK) dari 28 KK. Pendapatan petani dari usahatani temu-lawak dianalisis dengan analisis pendapat-an, sedangkan kelayakannya melalui pen-dekatan analisis B/C, NPV dan IRR. Pola usahatani temulawak di lokasi penelitian bukan tanaman budidaya skala besar, pro-duksi diperoleh dari budidaya yang dilaku-kan pada skala kecil dan sederhana. Harga rimpang basah temulawak yang berlaku pada petani selama ini berkisar antara Rp1.000-Rp2.000/kg. Hasil analisis penda-patan dengan menggunakan harga rata-rata dari harga jual petani Rp1.500/kg, menunjukkan bahwa pendapatan petani dari usahatani temulawak sebesar Rp 876.380/1.000 m²/panen (10 bulan) atau rata-rata Rp87.638/bln. Hasil analisis kela-yakan usahatani dengan discount factor 1,5%/bln atau 18%/th, diketahui nilai  NetB/C Ratio >1 (1,5%), NPV positif (Rp 598.368) dan IRR aktual (4%/ bln) > dari IRR estimate (1,5%/bln). Hal ini menun-jukkan, bahwa usahatani temulawak di Desa Cipenjo Kecamatan Cileungsi Kabu-paten Bogor layak secara finansial. Hasil analisis sensitifitas harga, jika produksi tetap (1.750 kg/1.000 m²), kondisi Break Event Point usahatani temulawak terjadi jika harga rimpang basah temulawak se-besar Rp1.100/kg atau turun sampai 27% masih menguntungkan. Hasil analisis sen-sitifitas produksi, jika harga rimpang ba-sah tetap Rp1.500/kg, kondisi break event point usahatani temulawak terjadi jika produktivitas mencapai 1.290 kg/ 1.000 m² atau turun sampai 26% masih menguntungkan. Akan tetapi jika harga rimpang basah turun menjadi harga te-rendah Rp1.000/kg, kondisi break event point usahatani temulawak terjadi jika produktivitas mencapai 1.925 kg/1.000 m² (naik 9%). Hal ini berarti jika harga rimpang basah mencapai harga terendah (Rp1.000/kg) dan produktivitas usahatani dibawah 1.925 kg/ha, maka usahatani temulawak akan mengalami kerugian. Di temukan kendala utama dalam pengem-bangan temulawak di lokasi penelitian yaitu belum adanya pasar untuk komoditi temulawak di daerah tersebut. Kendala secara umum, yaitu disamping tingkat pendidikan, keterbatasan modal dan luas kepemilikan  lahan,  belum menggunakanvarietas unggul, teknik budidaya yang di-terapkan belum sesuai dengan teknologi yang dianjurkan, bahkan pada umumnya produksi dilakukan secara pengumpulan. Untuk menciptakan permintaan/pasar, di-versifikasi produk temulawak seperti mem-buat simplisia, ekstrak, produk instan, si-rup temulawak, minuman segar dan lain-lain merupakan salah satu solusinya.  
FACTORS OF STUNTING IN TODDLERS: A LITERATURE REVIEW Filiyanti Halim; Ermiati Ermiati; Eka Afrima Sari
Journal of Nursing Care Vol 4, No 1 (2021): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v4i1.27498

Abstract

Stunting in toddlers is one of the health problems that has not been resolved globally, also in Indonesia. Stunting can be prevented by early detection based on the risk factors for the disease. The literature review aims to examine those articles and find out every risk factor for stunting in toddlers. This literature study used a scoping review method by searching through several search engines such as Google Scholar, ProQuest, PubMed, and EBSCO. After sorting the articles, there are 21 articles used in this literature study. The results of this literature study showed twenty-one risk factors for stunting in toddlers, such as exclusive breastfeeding and the initiation of early breastfeeding.  A history of low birth weight, immunization, the number of family members, insufficient nutritional needs (energy, iron, protein, calcium, and zinc), colostrum, breastfeeds (age of administration, type, and frequency). The practice of washing hands, mothers' occupation, mothers knowledge, low family income, history of infectious disease, sanitation and cleanliness of the environment, parents' height, especially mothers, lack vitamin C and vitamin D also as risk factors for stunting.  To conclude, stunting in toddlers was influenced by various factors which are child factors, parents, socio-economic, and environmental factors.  Therefore, it is essential to consider all the factors to develop stunting early detection tools for toddlers ang health education materials.
Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat dan Musik Klasik Terhadap Tekanan Darah Ibu Hamil dengan Hipertensi Elisabeth Meyta Ambarsari; Ermiati Ermiati; Nur Oktavia Hidayati
Journal of Nursing Care Vol 3, No 3 (2020): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v3i3.27284

Abstract

Angka kematian ibu akibat Hipertensi dalam Kehamilan (HDK) masih tinggi. Hal ini dikarenakan keterlambatan mencari pertolongan setelah gejala klinis berkembang menjadi preeklamsi dan eklamsi, yang merupakan komplikasi pengelolaan HDK yang kurang tepat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh rendam kaki pada air hangat dan pemutaran musik klasik pada ibu hamil dengan hipertensi terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian Quasi Experimental One Group Pre-test Post-test design ini melibatkan 30 ibu hamil dengan hipertensi dengan teknik sampling Purposive Sampling. Berdasarkan analisis data didapatkan menggunakan paired T-test, setelah diberikan kedua terapi, terdapat penurunan tekanan darah sistolik dengan rata-rata 14,43 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik sebesar 10,83 mmHg dengan nilai p value 0,000 < 0,05, yang berarti ada pengaruh terapi kombinasi terhadap penurunan tekanan darah ibu hamil dengan hipertensi. Terapi ini dapat menjadi alternative dan dapat diaplikasikan pada ibu hamil dengan hipertensi dengan mudah dalam menurunkan tekanan darah.
THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING VIDEO AND LEAFLET ON THE PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE ABOUT PREECLAMPSIA Ermiati Ermiati; Arien Dwi Puteri; Mira Trisyani Koeryaman
Journal of Nursing Care Vol 4, No 1 (2021): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v4i1.19206

Abstract

There are many causes of maternal mortality, and one of them is preeclampsia, especially in Indonesia. Pregnant women could prevent maternal mortality caused by preeclampsia with understanding the signs and the dangers of preeclampsia. This research aimed to assess the effect health education using video and leaflets on pregnant women's knowledge about preeclampsia. This study was a quasi-experimental study with pretest and posttest without a control group. The respondent did a pretest about preeclampsia and given an intervention and the posttest. The sampling method was quota sampling with 74 respondents. This research provided collected data through questionnaires of knowledge about preeclampsia and education through video or leaflets. The result of the normality test showed normal distribution. Knowledge value of preeclampsia presented in mean and SD (Standard Deviation). The paired average comparison test used a paired sample t-test; meanwhile, the comparison test average unpaired used Independent Sample t-test. The results showed that video and leaflet affected improving pregnant mothers' knowledge about preeclampsia with a p-value of 0.000 <0.05. The work can be seen from the mean before and after being given video education. It has increased from 67,784 to 86,703 and leaflet education, which also increased from 71,135 to 89,514. Videos and leaflets also have the same level of effectiveness in improving maternal knowledge about preeclampsia, with a p-value of 0.854> 0.05. There was an increased level of expertise after the education by video and leaflet on pregnant women about preeclampsia. Besides, the two media also have the same level of effectiveness in improving maternal knowledge about preeclampsia. A suggestion for further research is to use another learning media such as pamphlet, poster, PowerPoint, or flip chart.
Pengolahan Buah Naga menjadi Produk Pangan pada Kelompok Tani Nagari Simpang Sugiran, Kabupaten Lima Puluh Kota Mimi Harni; Fidela Violalita; Ermiati Ermiati; Irwan Roza; Yenni Muchrida; Tety Desrita Handayani; Henny Fitri Yanti; Agustina Agustina
Warta Pengabdian Andalas Vol 28 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.28.1.36-43.2021

Abstract

Red dragon fruit is one of the agricultural commodities in Simpang Sugiran Village. Dragon fruit has many functions and properties for health. Based on monitoring in the field, farmers do not have the knowledge and skills in processing dragon fruit into various processed dragon fruit products to increase their selling value. In addition, the price of dragon fruit and farmer acceptance continues to decline while the number of farmers cultivating is increasing. The purpose of this activity was to increase community knowledge and skills in processing dragon fruit, and business management to increase the added value of dragon fruit cultivation. The results of community service activities indicated that the diversification of dragon fruit processing is one of the most effective ways to increase community income in the Simpang Sugiran village. Dragon fruit can be processed into various processed products using simple technology and can be done as a home industry. This community service activity can motivate and encourage the entrepreneurial spirit of the Farmer Group of Simpang Sugiran, Guguak Sub District, Lima Puluh Kota, West Sumatra.
LITERATURE REVIEW: INTERVENSI EMESIS PADA IBU HAMIL Gina Rahmalia Fadila Zein; Adibha Adiba Amani; Dede Abdul Rohimin; Fadhilla Hanida Fikry; Hesti Afriani; Mita Permatasari; Zulfa Faridah; Ermiati Ermiati
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 5, No 2 (2022): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v5i2.251

Abstract

Emesis gravidarum atau dikenal dengan morning sickness merupakan kondisi ketika wanita hamil mengalami mual dan muntah yang terjadi karena adanya perubahan fisiologis. Emesis gravidarum dapat menyebabkan ibu hamil mengalami penurunan nafsu makan, jika berlebihan dapat berbahaya bagi ibu dan janin karena berisiko terjadi kekurangan gizi, terganggunya aktivitas sehari-hari, bahkan terganggunya emosi dan psikologis wanita hamil. Pada umumnya, wanita hamil yang mengalami emesis gravidarum belum mengetahui tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Pencarian artikel dilakukan melalui database elektronik yaitu PubMed dan Google Scholar dengan melakukan filter berdasarkan keyword, full text, abstrak, dan judul. Total 7 artikel yang didapatkan. Pembahas, didapatkan intervensi mengenai intervensi terapi pemberian jahe, lemon, akupresur, pemberian vitamin B6, konseling dan psikoterapi. Intervensi pemberian jahe, inhalasi lemon, vitamin B6, akupresur, konseling, dan psikoterapi efektif untuk menanggulangi gejala mual dan muntah pada ibu hamil. Kata kunci : acupressure, counselling, ginger, mindfullness, nausea, pregnancy,  treatment, vomiting.