Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Suar Betang

REINTERPRETASI DAN REKONSTRUKSI DONGENG JAKA TARUB DALAM DRAMA KARYA AKHUDIAT: SEBUAH PEMBACAAN NEW HISTORICISM Rahayu, Lina Meilinawati; Priyatna, Aquarini; Budhyono, Rasus
SUAR BETANG Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v14i1.108

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk mengkaji transformasi  dongeng Jaka Tarub menjadi drama Jaka Tarub karya Akhudiat.  Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui perubahan interpretasi dan rekonstruksi ke dalam sastra Indonesia kontemporer. Dongeng Jaka Tarub yang ada dalam Babad Tanah Jawi bertransformasi ke dalam bentuk drama. Jaka Tarub  karya Akhudiat merupakan drama parodi yang terdiri atas dua babak. Drama ini memenangkan lomba naskah drama versi Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1974. Hasil transformasi akan  dianalisis menggunakan pendekatan new historicism. Hasil kajian ingin membuktikan bahwa sejarah sebuah bangsa dapat dibaca melalui karya sastra. New Historicism  berkeyakinan bahwa selalu ada kaitan antara teks dan sejarah. Pemikiran ini memberi persfektif bahwa “kenyataan sejarah” tidak lagi tunggal dan absolut, tetapi bisa bermacam-macam versi dan sudut pandang. Hasil reinterpretasi dan rekonstruksi dongeng Jaka Tarub merepresentasikan Indonesia tahun 70-an.  Dalam konteks demikian teks sastra Indonesia yang merefleksikan sejarah dapat diposisikan sebagai pembacaan sejarah dari versi yang lain. Oleh karena itu, perspektif new historicism menjadi tepat digunakan untuk mendedah fenomena teks sastra yang demikian: yakni, dengan cara menyuguhkan kenyataan-kenyataan di luar teks sejarah yang mainstream.   
Reinterpretasi dan Rekonstruksi Dongeng Jaka Tarub dalam Drama Karya Akhudiat: Sebuah Pembacaan New Historicism Lina Meilinawati Rahayu; Aquarini Priyatna; Rasus Budhyono
SUAR BETANG Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v14i1.108

Abstract

The paper examines the transformation of “Jaka Tarub”, a folktale contained in Babad Tanah Jawi, into the play Jaka Tarub by Akhudiat. Jaka Tarub by Akhudiat is a two-act play that is parodic in style. The play won the 1974 Jakarta Arts Council Playwriting Competition. The aim of the paper is to study how the tale is interpreted and reconstructed into Indonesian contemporary literature. The transformation of the tale is analyzed from a new historicist perspective. The analysis suggests that the history of a nation can be read through its literature since New Historicism sees that texts and history are always, inevitably, interrelated. Based on such a perspective, there is no longer such a thing as a single absolute “historical reality”. Instead, there are always different versions and perspectives to history. Akhudiat’s reinterpretation and reconstruction of the folktale represents Indonesia in the 1970s. Seen in this light, an Indonesian literary text that reflects history can be regarded as another version of history. Thus, New Historicism offers an appropriate approach to study such a literary text because it is through a New Historicist approach to reading that realities unwritten in mainstream texts of history become accessible to the reader or audience.