Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Daya Saing dan Trend Ekspor Kakao Indonesia ke Lima Negara Tujuan Tahun 2010-2019 Nabilla Pratya Augustin; Edy Prasetyo; Siswanto Santoso
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.02.10

Abstract

Daya saing dan trend diperlukan untuk melihat kemampuan kakao Indonesia bersaing di pasar internasional dan berkembang dalam jangka panjang. Kakao adalah salah satu komoditas ekspor komoditas unggulan nasional yang pada 2017 memberikan sumbangan devisa negara sebesar US$ 1,2 miliar. Tahun 2017, Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir kakao terbesar ketiga dunia setelah Ghana dan Pantai Gading. Tahun 2015 Indonesia mengekspor biji kakao sebesar 355.321 ton atau senilai US$ 1.307.771.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor kakao Indonesia ke lima negara tujuan yaitu China, Jerman, Malaysia, Singapura dan USA serta menganalisis trend ekspor kakao Indonesia untuk peramalan 5 tahun kedepan. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis data sekunder. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa nilai dan volume ekspor dari tahun 2010-2019 yang bersumber dari uncomtrade. Metode analisis data yang digunakan yaitu RCA, EPD dan analisis trend linier.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis komparatif metode RCA komoditas cocoa beans, cocoa butter, cocoa pasta dan cocoa powder Indonesia tahun 2010-2019 memiliki nilai RCA > 1 yang berarti mampu berdaya saing dan memiliki keunggulan komparatif di negara tujuan yaitu Malaysia, Singapura, China, Jerman dan USA. Berdasarkan analisis kompetitif dengan metode EPD, komoditas cocoa beans, cocoa butter, cocoa pasta dan cocoa powder Indonesia pada tahun 2010-2019 memiliki nilai EPD retreat dan falling star. Berdasarkan analisis trend linier, nilai ekspor cocoa beans Indonesia tahun 2020-2024 diprediksi akan terus menurun, nilai ekspor cocoa butter dan cocoa powder Indonesia tahun 2020-2024 diprediksi akan terus meningkat, dan nilai ekspor cocoa pasta Indonesia tahun 2020-2024 diprediksi akan meningkat kemudian mengalami penurunan.
THE COMPARISON OF INCOME AND THE RISK FARMING OF CRYSTAL GUAVA FARMING OF PARTNERED AND NON-PARTNER FARMER WITH THE GOVERNMENT IN SEMARANG Hasri Nurain; Wiludjeng Roessali; Edy Prasetyo
AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.717 KB)

Abstract

This study analyzed the income and factors that affect the crystal guava farming income at partnered and non-partnered farmers with the Agricultural Department of Semarang City Government The survey was done with the respondents that were chosen by purposively. A total of each 30 respondents were interviewed on partnered and non-partnered farmers. The data collected were analyzed by multiple linear regression test and coefficient variants. The result showed that there was a different revenue between partnered and non-partner farmers with the government. The income of partnered farmers was IDR 14,835,818.60/year, while the income of non-partnered farmers was IDR 75,717,383.27/year. The variables of the number of trees, the amount of production, cost farming, and the statues of farmers significantly affected the income of crystal guava farming. Meanwhile, the amount of NPK fertilizer and age were not significantly affected the income of crystal guava farming. The risk of farming of partnered farmers was higher than non-partner farmers.
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHATANI SALAK PONDOH PADA LAHAN MILIK PETANI DENGAN LAHAN MILIK PERHUTANI DI DESA KAJEKSAN KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN WONOSOBO Rahazu Puji Astuti; Bambang Mulyatno Setiawan; Edy Prasetyo
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.485 KB)

Abstract

The purposes of this research was to compare income and value of R/C Ratio of salak Pondoh farming systems belong to people plantation and Perhutani; and to analyze the feasibility of salak Pondoh farmings on both systems in Kajeksan Village. The research was conducted in January - February 2019 in Kajeksan village Sukoharjo subdistrict Wonosobo regency. The research locations were purposively determined. Sixty respondent samples were selected using a quota sampling consisted of 30 farmer respondents and 30 respondents from Perhutani. Data was analyzed using quantitative analysis such as calculation of farming costs, revenue, income, and R/C ratio.  The difference in income was determined using the independent sample t-test while the feasibility of the salak  pondoh farming system used one sample t-test. The income generated from the people plantation (IDR 45,391,584) was significantly greater than that from Perhutani (IDR 21,011,333). The average R/C Ratio value of the people plantation (3.9) was also larger than that of  Perhutani  (2.7). However, both farming systems are feasible because both have the average R/C Ratio >1. Keywords: Comparison, Feasibility, Income, R/C Ratio, and Salak Pondoh.
Analisis Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Andhika Ayu Anggrainingrum; Edy Prasetyo; Wiludjeng Roessali
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.38

Abstract

Kabupaten Pati merupakan salah satu sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi tebu dan menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif dan efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi.Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan petani tebu dibakukan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan. Responden penelitian ini diambil melalui sensus dengan jumlah responden sebanyak 53 petani. Pengaruh faktor produksi terhadap produksi tebu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas. Efisiensi teknis menggunakan pendugaan Maximum Likelihood. Efisiensi alokatif melalui perbandingan nilai produk marginal dengan harga input. Efisiensi ekonomi hasil perkalian efisiensi teknis dengan efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi teknis tercapai pada faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk ZA dan pestisida amegrass menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Faktor produksi yang belum mencapai efisiensi secara alokatif yaitu luas lahan, bibit, pupuk ZA, dan pestisida amegrass, sedangkan faktor produksi yang tidak efisiensi secara alokatif yaitu pupuk organik. Hasil perkalian nilai efisiensi teknis dengan efisiensi harga menunjukkan bahwa faktor produksi usahatani tebu di Kecamatan Kayen belum efisien secara ekonomi.Kata kunci: faktor-faktor produksi, efisiensi, usahatani tebu.
ANALISIS PERBANDINGAN PASIR LAUT DAN PASIR SUNGAI SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (AC - BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Edy Prasetyo; Septyanto Kurniawan; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.472 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3706

Abstract

Campuran AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) dengan menggunakan agregat halus dari pasir laut memenuhi persyaratan karakteristik Marshall berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga, (2010). Tujuan dari penelitian menganalisis pengaruh pemanfaatan pasir laut sebagai pengganti agregat halus terhadap nilai uji Marshall campuran AC–BC (Asphalt Concrete–Binder Course). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode desain empiris secara eksperimen yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk mendapatkan data. Pada penelitian yang telah dilakukan di laboratorium untuk dapat mengetahui hasil dari analisis perbandingan pasir laut dan pasir sungai sebagai agregat halus pada campuran aspal panas (AC-BC) dengan pengujian marshall, serta menggunakan kadar aspal yang berbeda, yaitu : 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Hasil dari keseluruhan perhitungan bahwa penggantian pasir laut sebagai agregat halus pada kadar aspal optimum 4,80 % dan pasir laut 32 % adalah komposisi yang paing efisien dengan nilai stability 1.023,994 Kg, VMA 14,929 %,VIM 3,056 %, VFB 79,741 %, Flow 2,859 mm, VIM refusal 3,847 %, Marshall 365,918 Kg/mm. Hasil dari karakteristik marshall pada kondisi KAO, kadar pasir laut 32 % dengan kadar aspal optimum 4,80 % pada campuran AC-BC memenuhi spesifikasi umum bina marga (2010).
INVESTIGASI PERUBAHAN KAPASITAS MESIN DAN SISTEM BAHAN BAKAR TERHADAP PERFORMA KENDARAAN HONDA CS 1 2008 Edy Prasetyo; Irawan, Yosua Heru; Eka Yawara; Aris Warsita
Retii 2025: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-20 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan kapasitas mesin dan sistem bahan bakar terhadap performa kendaraan Honda CS1 tahun 2008. Modifikasi dilakukan dengan memperbesar kapasitas mesin dari 125cc menjadi 150cc serta mengganti sistem bahan bakar dari karburator ke sistem injeksi (Fuel Injection). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pengujian daya dan torsi menggunakan dynotest, uji emisi gas buang, serta konsumsi bahan bakar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modifikasi meningkatkan performa mesin secara signifikan. Daya maksimum meningkat sebesar 29,365% (dari 12,6 HP menjadi 16,3 HP) dan torsi naik 30,33% (dari 10,65 Nm menjadi 14,20 Nm). Emisi gas buang yang dihasilkan mesin injeksi lebih ramah lingkungan dibandingkan karburator, dengan penurunan kadar HC dan CO yang signifikan. Konsumsi bahan bakar juga lebih efisien pada mesin injeksi dengan hasil 41,7 km/l dibandingkan 39,9 km/l pada mesin karburator. Penelitian ini membuktikan bahwa perubahan kapasitas mesin dan sistem bahan bakar berpengaruh positif terhadap performa, efisiensi, dan emisi kendaraan.