Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Pemanfaatan Media Sosial Dalam Meningkatkan Kesetiaan Pelanggan Restoran Jeremy Cristyano Santoso; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 08 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i08.1577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana media sosial mempengaruhi hubungan antara nilai persepsian, kepuasan pelanggan, dan kesetiaan pelanggan. Data dikumpulkan melalui kuisioner secara daring yang disebar melalui beberapa platform seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Telegram, dengan sampel sebanyak 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis regresi logistik digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat hipotesis yang diuji, tiga hipotesis terbukti signifikan, sedangkan satu hipotesis tidak mendapatkan dukungan. Spesifiknya, kepuasan pelanggan secara positif mempengaruhi kesetiaan pelanggan, nilai persepsi memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, dan media sosial memoderasi hubungan antara kepuasan pelanggan dan kesetiaan pelanggan. Namun, tidak ada bukti bahwa media sosial memoderasi hubungan antara nilai persepsian dan kepuasan pelanggan.
Anteseden Niat Ko-kreasi dengan Mediasi Kualitas Hubungan Ahmad Nasirrudin Nur Aziz; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 11 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i11.1692

Abstract

Aktivitas di mana pelanggan tidak lagi menjadi tujuan penjualan, tetapi melibatkan pelanggan dalam menciptakan nilai bersama atau kokreasi antara perusahaan dan pelanggan merupakan pemahaman dalam menciptakan nilai merek. Ekuitas merek dapat berbentuk konsensus, desain ulang dan pengembangan produk baru. Proses kokreasi dapat menciptakan nilai di mana pelanggan menjadi rekan pencipta nilai yang baik. Hal tersebut menyiratkan bahwa nilai merek dapat diciptakan bersama oleh interaksi antara pelanggan dan pelanggan. Niat kokreasi ini dapat dibentuk oleh tiga faktor, yaitu: (1) kualitas hubungan (2) dukungan sosial (3) dan interaksi pelanggan. Penelitian dilakukan dengan desain survey dan teknik penyampelan purposive. Sampel berukuran 208 responden dianalisis menggunakan model persamaan struktural (SEM). Penguraian seluruh proses pendalaman berhasil mengonfirmasi bahwa kualitas hubungan berpengaruh signifikan terhadap niat kokreasi brand value, dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap niat kokreasi niat kokreasi brand value, dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kualitas hubungan, interaksi pelanggan berpengaruh signifikan terhadap dukungan sosial. Model niat kokreasi ini diharapkan menjadi masukan strategik bagi inovasi produk dan keberlanjutan merek di masa datang. Kata Kunci: Niat kokreasi brand value, Kualitas hubungan, Dukungan social, Interaksi pelanggan.
STRATEGI MENANGKAP PELUANG USAHA PADA PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA GAGAKSIPAT KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI Sugiarti Sugiarti; Ariefah Yulandari; Sugiyarmasto Sugiyarmasto; Syahwa Luna Happy Nandita; Erni Febriyanti
JUPADAI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Akutansi Indonesia, KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64795/jupadai.v4i2.189

Abstract

Abstract Current community service activities aim to provide additional insight based on business assistance regarding strategies for obtaining opportunities in the business sector, which include: challenges and opportunities for entrepreneurship, assessing opportunities, opening a business and competitive advantages for entrepreneurs, as well as strategies for capturing business opportunities, the main causes and several shortcomings of business failure. The participant in this service activity was Mrs. PKK Gagaksipat Village, Ngemplak Boyolali. The evaluation results show that the activities‹ carried out by the Abdimas Team of lecturers and students were successful, because the participants who attended were very enthusiastic about participating in each material presentation session. By taking part in this training, mothers can not only fulfill their household needs independently with environmentally friendly dishwashing soap, but also have the potential to develop a small business from this product. It is hoped that this activity can improve skills, empower housewives, and open up additional sources of income thereby strengthening the economy of families and communities in the village.
Determinan Perilaku Beli Hijau pada Generasi Z Dimoderasi Pengetahuan Lingkungan Wahyu Dian Mawarni; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1549

Abstract

This study examines the effects of social influence, environmental concern, subjective norm, and perceived green behavioral control on green purchase intention, the effect of green purchase intention on green purchase behavior, and the moderating role of environmental knowledge in the intention-behavior relationship. A quantitative approach with a two-wave longitudinal survey was employed. The sample comprised 102 Generation Z respondents in Indonesia selected through purposive sampling. The first wave measured the determinants of green purchase intention and environmental knowledge. One week later, the same respondents were contacted to record the actual purchase of a stainless-steel tumbler. Data were analyzed using multiple linear regression, binary logistic regression, and moderation analysis with 1,000 bootstrap replications. Social influence, environmental concern, and subjective norm did not significantly affect green purchase intention, whereas perceived green behavioral control had a positive and significant effect. Green purchase intention positively and significantly affected green purchase behavior. Environmental knowledge strengthened the relationship between intention and behavior, as indicated by an interaction significance of p = 0.047 and an increase in Nagelkerke R-squared to 0.196. The findings indicate that perceived ability, purchasing convenience, and environmental knowledge are more decisive in realizing green purchases among Generation Z than general social pressure and environmental concern.
Pelatihan Membuat Stik Lele dan Pentol Lele sebagai Inovasi Produk Jajanan Rakyat Ariefah Yulandari; Nang Among Budiadi; Sugiyarmasto Sugiyarmasto; Sugiarti Sugiarti; Widi Hariyanti
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i3.997

Abstract

The Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Kismoyoso Village, Boyolali, widely known for their traditional herbal medicine, aimed to diversify their product offerings to foster long-term development. This initiative focuses on creating sustainable product concepts designed to establish a robust local supply chain and build partnerships among residents, thereby increasing community consumption expenditure and stimulating the village's internal economic turnover. Catfish was selected as the core ingredient due to its high nutritional value and versatility in various food products and snacks. Consequently, the MSME members—primarily local women—embraced the idea of developing catfish sticks and catfish meatballs as their new flagship products. To facilitate this, a community service team from the Faculty of Business, Setia Budi University, conducted a comprehensive training program. The training utilized five distinct methods: direct explanation, demonstration, hands-on practice, discussion/Q&A sessions, and product evaluation. Through active participation in each stage, the trainees successfully produced catfish sticks and meatballs, establishing them as viable processed snack products ready to drive the future growth of MSMEs in Kismoyoso Village, Boyolali.
PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MELIHAT PELUANG BISNIS KAIN PERCA Ariefah Yulandari; Titiek Puji Astuti; Widi Hariyanti; Sugiarti; Dewi Astuti Herawati; Dionysius Andang Arif Wibawa
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v2i2.1026

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada ibu rumah tangga yang bekerjasama dengan orang – orang berprofesi penjahit dan kain perca sebagai permasalahan utama sebagai limbah yang dapat dimanfaatkan. Pelatihan yang bekerjasama dengan orang – orang yang berprofesi menjahit bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tentang limbah kain perca dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat di Banaran, Grogol, Sukoharjo. Kain perca sebagai limbah awal mulanya, dapat diubah menjadi dua produk yang dinilai memiliki nilai jual. Produk tersebut yaitu totte bag dan clutch. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini memakai cara memberikan pelatihan dengan tujuan memberikan bekal ilmu dan praktek terhadap ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan ekonomi keluarga melalui wirausaha. Pelatihan terdiri dari tahap pemilihan kain perca, penyusunan kain perca, cara membuat pola, cara menjahit dan cara mempercantik produk. Hasil pelatihan menghasilkan totte bag dan clutch bertujuan untuk dijadikan dasar awal para ibu rumah tangga untuk mengembangkan diri dalam mempergunakan kain perca sebagai peluang bisnis.