Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISA DAMPAK PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA BAHARI PULAU ABANG TERHADAP MASYARAKAT Syaiful, Hendra; Amalia, Eva; Budiartha, I Nyoman
JURNAL MATA PARIWISATA Vol. 2 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/terapan_pariwisata_3

Abstract

Pulau Abang  which is located on Batam Island, Riau Archipelago Province, is now popular as a marine-based tourist destination. The development of tourism which is very rapid and concentrated  will possibly having  various impacts  namely . economic, socio-cultural and environmental impacts This study aims to elaborate and analyze the positive and negative impacts of these aspects. . Impact analysis will provide an overview of how a destination affects towards the society. This research uses a qualitative descriptive method which will become an identification step for further collaborative development strategies that can optimize the improvement of people's welfare and impacted to the tourism sector.  
KESIAPAN BUDAYA MELAYU MASYARAKAT PULAU PENAWAR RINDU BELAKANG PADANG KOTA BATAM DALAM MENYAMBUT PERKEMBANGAN PARIWISATA Dailami; Sukmamedian, Haufi; Abnur, Asman; Hardini, Widi; Budiartha, I Nyoman; Simatupang, Violetta Cherryline
JURNAL MATA PARIWISATA Vol. 3 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmp.v3i2.218

Abstract

This study aims to analyze the readiness of the Malay culture in the community of Pulau Penawar Rindu in Belakang Padang, Batam City, in facing tourism development. As one of the potential tourist destinations in the Riau Archipelago, Pulau Penawar Rindu boasts a strong Malay cultural heritage, which serves as the primary attraction for visitors. However, tourism development often brings challenges to the preservation of local culture. This research employs a qualitative approach using in-depth interviews and participatory observation to explore the community’s perceptions regarding their readiness to preserve Malay cultural values amidst the social changes caused by tourism. The results indicate that the local community is highly aware of the importance of cultural preservation, but stronger support from the government and tourism stakeholders is needed to manage sustainable tourism development. This study offers recommendations on local cultural preservation strategies that can be implemented to advance tourism without compromising the Malay cultural identity.
ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DI BEVERLY HOTEL BATAM Kurnia, Okki; Tcan, Erwina; Nasution, Nadia widari; Cherryline Simatupang, Violetta; Budiartha, I Nyoman
JURNAL MEKAR Vol. 3 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmr.v3i1.286

Abstract

The purpose of marketing communications is to inform, persuade and remind. However, some of the communications delivered were not in accordance with the intended purpose, causing problems. The purpose of this study was to find out how the marketing communication carried out by Beverly Hotel Batam. This research is based on Hermawan's theory of marketing communication with 5 indicators (promotion, advertising, personal selling, public relations, direct marketing). This research was conducted using qualitative research methods. Data collection techniques were carried out through observation, literature study, and interviews with hotel general managers, senior sales and marketing, and front office manager. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the analysis show that the application of marketing communications at Beverly Hotel Batam is quite good in terms of indicators (promotion, advertising, personal selling, public relations, direct marketing). Based on the results of the analysis, it is expected that Beverly Hotel Batam can improve its human resources and consider conducting training for the front office and sales and marketing departments.
PELATIHAN GERAKAN SADAR WISATA DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DESTINASI WISATA DESA SEBONG LAGOI Amalia, Eva; Saputra, Eryd; Hardini , Widi; Budiartha, I Nyoman
Jurnal Tiyasadarma Vol. 1 No. 2 (2024): Januari 2024 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi khususnya dalam bidang kepariwisataan merupakan salah satu isu nasional bahkan global untuk menunjang pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisata. Maksud dan tujuan pelatihan ini diharapkan dapat mengasah kemampuan diri untuk menjadi SDM pariwisata yang sadar wisata dan sapta pesona sehingga mampu mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan kepariwisataan. Sadar Wisata telah menjadi bagian program Kementrian Pawisata Republik Indonesia, pada Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia nomor 14 tahun 2016, pada Bab II Kriteria Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Program Pengabdian Masyarakat melalui kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas SDM dalam rangka meningkatkan sadar wisata. Dari hasil pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata pada destinasi wisata masing-masing. Hal penting lainnya adalah pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pendampingan gerakan Sadar Wisata secara berkesinambungan yang diperuntukkan bagi kelompok-kelompok sadar wisata yang berada di Kabupaten Bintan khususnya Kecamatan Teluk Sebong. Kelompok sasaran adalah POKDARWIS ( Kelompok Sadar Wisata) Desa Sebong Lagoi dan Pengurus serta anggota YETHAS ( Yayasan Tunas Harapan Sebong Lagoi ) sebuah yayasan yang dibentuk oleh dan dari masyarakat desa Sebong Lagoi untuk mengelola wisata mangrove di desa Sebong, Lagoi. Jumlah peserta 20(duapuluh) orang dengan metode yang digunakan yakni teknik ceramah , role play dan pendekatan partisipatif. Peserta terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Dari hasil pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata pada destinasi wisata masing-masing. Hal penting lainnya adalah pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pendampingan gerakan Sadar Wisata secara berkesinambungan yang diperuntukkan bagi kelompok-kelompok sadar wisata yang berada di Kabupaten Bintan. Pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat memegang peranan penting dalam pembangunan kelompok-kelompok masyarakat yang dapat menjadi motivator, penggerak, dan komunikator. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata. Dengan menjadi tuan rumah yang baik, masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung perkembangan kepariwisataan. Kesadaran terhadap peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata menjadi kunci utama dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat. Dengan demikian, pembangunan ini diharapkan tidak hanya mendorong perkembangan pariwisata, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.