Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Produk Dan Program Diskon & Cashback Terhadap Kepuasan Pelanggan Shopee (Provinsi Jawa Timur) Vinka Anggraeni Sofina; Masruchin Masruchin
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v5i2.7085

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk serta program diskon dan cashback terhadap kepuasan pelanggan Shopee di Provinsi Jawa Timur. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Data dikumpulkan melalui survei dengan kuesioner sebagai instrumen utama. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas produk dan program diskon & cashback, sementara kepuasan pelanggan menjadi variabel dependen. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, di mana pelanggan lebih puas ketika produk yang diterima sesuai dengan ekspektasi mereka. Program diskon dan cashback juga memberikan pengaruh signifikan, dengan pelanggan merasa lebih puas saat mendapatkan penawaran menarik yang meningkatkan nilai ekonomis pembelian. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini memberikan beberapa saran. Shopee disarankan untuk meningkatkan pengawasan kualitas produk dan memperluas variasi program diskon & cashback untuk menarik lebih banyak pelanggan. Penjual di Shopee juga dianjurkan untuk menjaga kualitas produk dan memanfaatkan program promosi yang disediakan platform. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat melibatkan sampel yang lebih besar dan menggunakan variabel tambahan, seperti kepercayaan dan keamanan, untuk menggali faktor lain yang memengaruhi kepuasan pelanggan.
Pengaruh Religiositas dan Literasi Terhadap Kepatuhan Masyarakat Muhammadiyah dalam Membayar Zakat pada LAZISMU Sidoarjo. Mohammad Baihaqi; Masruchin
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 9 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i9.9174

Abstract

Zakat is one of the pillars of Islam and is obligatory for all able-bodied Muslims. The level of compliance among Muslims in paying zakat remains a challenge, especially within the Muhammadiyah community itself. This study aims to determine whether religiosity and literacy influence the compliance of the Muhammadiyah community in paying zakat to the Muhammadiyah Zakat, Infaq, and Shodaqoh Institution (Lazismu) in Sidoarjo. The quantitative research method was used in this study, using the Muhammadiyah community in the Sidoarjo region as the research population. The sample was selected based on the criteria of respondents already employed. The research instrument was a questionnaire to measure the influence of religiosity and literacy on zakat compliance. Data processing used multiple linear regression analysis with the help of SPSS software. This study found that religiosity and literacy have a positive and significant influence on the compliance of the Muhammadiyah community in paying zakat at Lazismu Sidoarjo. The higher a person's religiosity, the higher their compliance in paying zakat. Similarly, with literacy, individuals with a good understanding of the concepts, laws, and procedures for paying zakat (especially in this digital age) tend to be more compliant in paying zakat, as it can be done anywhere and anytime through various platforms provided by zakat institutions. In this study, religiosity and literacy also had a simultaneous influence, contributing significantly to zakat compliance, with a coefficient of determination (R2) of 57.3%.