Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : KHIDMAT SOSIAL

RESILIENSI ATLET BERPRESTASI YANG MENGALAMI CEDERA BERAT (STUDI ATLET TAPAK SUCI CABANG 14 JAKARTA SELATAN) Ahrul Azumar; Sokhivah Sokhivah; Ati Kusmawati
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera berat merupakan suatu permasalahan yang sering dialami oleh para atlet dalam meraih sebuah prestasi, sehingga munculnya cedera berat pada atlet dapat menyebabkan kondisi psikologis atlet merasa cemas, marah, depresi, dan kurang percaya diri. Sehingga perlunya resiliensi pada atlet guna untuk merubah respon atau penilaian psikologis dari atlet terhadap kondisi yang dialami dan mewujudkan kualitas individu atlet yang dapat berkembang dalam menghadapi penderitaan dan dapat kembali tetap berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pada atlet berprestasi yang mengalami cidera berat. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data dengan menggunakan wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik Purposive Sampling yaitu atlet berprestasi yang mengalami cidera berat. Hasil penelitian menjelaskan bahwa resiliensi atlet yang mengalami cedera berat memiliki proses resiliensi yang terdiri dari regulasi emosi, implus control, optimisme, efikasi diri dan reaching out. Sehingga informan atlet tidak menetapkan batas kaku terhadap kemampuan-kemampuan yang dimiliki. Artinya informan atlet tidak menghindari sebuah kegagalan, melainkan berani menghadapinya untuk mencapai sebuah tujuan. Selain itu ditemukan juga bahwa proses resiliensi atlet bresprestasi yang mengalami cedera berat dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga, teman dan pelatih. Tetapi didapatkan faktor dukungan paling dominan mempengaruhi resiliensi atlet berprestasi yaitu dari faktor keluarga yang bersumber dari orang tua. Faktor tersebut yang akhirnya membuat atlet membentuk karakteristik resiliensi untuk tetap kembali berprestasi. seperti kopetensi sosial, keterampilan pemecahan masalah, otonomi, dan kesadaran akan tujuan masa depan.Kata Kunci: Resiliensi; Cedera Berat; Atlet; Pencak silat
DINAMIKA SPIRITUAL WELL-BEING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PADA CAREGIVER SKIZOFRENIA Nadiyya Octaviani Rahman; Ati Kusmawati; Mohammad Amin Tohari
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji bagaimana proses dinamika kehidupan kualitas hidup caregiver skizofrenia untuk meningkatkan spiritual well-being. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian literatur atau kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup dan spiritual well-being pada caregiver skizofrenia memiliki keterkaitan yang signifikan, karena menjadi seorang caregiver mengalami proses dinamika kehidupan mampu memenuhi kebutuhan kualitas hidup sehingga menjadi bermakna serta mampu memenuhi kebutuhan dalam aspek spiritual agar kualitas hidup spiritual caregiver menjadi sejahtera, kualitas hidup spiritual well-being merupakan aspek penting bagi seorang caregiver skizofrenia.
PENCEGAHAN KASUS CYBERBULLYING BAGI REMAJA PENGGUNA SOSIAL MEDIA Fitria Aulia Imani; Ati Kusmawati; Mohammad Amin Tohari
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cyberbullying yang mencakup definisi, aspek, faktor, karakteristik, dampak dan pencegahannya. Cyberbullying merupakan perlakuan bullying yang dilakukan secara berulang dengan sengaja seperti mengolok-olok, atau kegiatan yang mengintervensi dan juga merendahkan sasaran yang di-bully di sosial media contohnya Instagram. Perbuatan cyberbullying ini memberikan dampak negatif pada korban bully khususnya para remaja yang merupakan dominasi penggunaan sosial media. Menurut survey pada tahun 2018 di Indonesia, terdapat 49% pengguna internet yang mengalami cyberbullying dan hanya terdapat 3.6% yang melaporkan kejadian cyberbullying. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi pustaka dengan mengkomparasikan teori dan penelitian terdahulu kemudian dilihat persamaan dan perbedaan nya, dimana dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori-teori yang relevan kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini berupa jurnal, artikel, maupun buku. Hasil penelitian yang sudah dilakukan memberikan sebuah informasi terhadap dampak yang dialami korban cyberbullying seperti depresi, kegelisahan, serta menarik diri dari kehidupan sosial. Sebuah pengendalian diri dan cara mencegah perilaku cyberbullying yaitu : memiliki etika ketika menggunakan sosial media, tidak asal bicara dan dapat mengambil keputusan yang tepat, dan dapat memilih lingkungan yang baik agar kita tidak terhindari dari tindakan perilaku cyberbullying.
DINAMIKA NILAI-NILAI SPIRITUAL WELL BEING PADA WANITA TUNA SUSILA DI PANTI Narmiyati Narmiyati; Ati Kusmawati; Moh Amin Tohari
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menggambarkan secara empiris secara rinci meliputi : 1) Pengertian WTS, 2) Faktor yang mempengaruhi menjadi WTS 3) Pembinaan selama di lembaga/ panti 4) Spiritual Well Being WTS 5)  Proses Dinamika nilai-nilai spiritual well being WTS di panti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif kepustakaan yang deskriptif dengan filsafat postpositivisme  atau meneliti pada kondisi objek alamiah spiritual well being pada WTS di panti. Peneliti merasa tertarik dengan masalah tersebut secara alamiah dengan sumber data penelitian ini adalah bibliografis berupa  buku teks, jurnal penelitian,e-jurnal, Peraturan Menteri Sosial atau Peraturan Pemerintah. Analisa data kualitatif berupa reduksi, data display, dan verifikasi.. Adapun analisa selanjutnya dengan teks dan wacana.Secara umum dinamika nilai-nilai spiritual well being pada WTS dipengaruhi dari personal dan lingkungan. Hasil analisa yang dilakukan terdapat empat komponen utama yang mengidentifikasikan kesejahteraan spiritual  yaitu domain personal, domain communal, domain environmental, dan domain transcedental. Spiritual Well-Being model Fisher (2010). Pada dasarnya penelitian  ini menyimpulkan bahwa dengan metode dan pendekatan pembinaan yang tepat, dapat meningkatkan dinamika nilai-nilai spiritual well being pada WTS.Kata Kunci : Dinamika, Kesejahteraan, Nilai, Spiritual, Wanita Tuna Susila
INTERVENSI SOSIAL MELALUI TERAPI PSIKORELIGIUS PADA REMAJA PENYALAHGUNAAN NARKOBA Muhammad Rivaldi; Ati Kusmawati; Moh Amin Tohari
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada proses intervensi sosial melalui terapi psikoreligius pada penanggulangan remaja penylahgunaan narkoba. Latar belakang dari permasalahan ini adalah masih banyaknya remaja yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba sehingga menimbulkan dampak dari penyalahgunaan tersebut seperti gangguan fisik, mental dan perilaku. Dampak dari penylahgunaan tersebut membuat remaja menjadi terhambat dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja nya. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori yang relevan, yaitu teori intervensi sosial, remaja, narkoba dan terapi psikoreligius. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Studi Pustaka (Library Research). Hasil penelitian menjelaskan bahwa intervensi sosial melalui terapi psikoreligius islam pada penanggulangan remaja penyalahgunaan narkoba dengan cara mendekatkan diri dengan tuhan, melakukan aktivitas keagamaan seperti beribadah, berdoa, sholat, dzikir, puasa Dll. Serangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat rasa percaya diri, harapan dan keimanan yang dapat mendukung proses pemulihan kondisi menjadi lebih baik lagi sehingga dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan pada masa remaja dan memenuhi kebutuhan dasar nya. Kata kunci: intervensi sosial, Terapi Psikoreligius, Remaja, Penyalahgunaan Narkoba
RESILIENSI DIRI PADA ANAK PASCA KEHILANGAN SEORANG AYAH AKIBAT COVID-19 (STUDI KASUS DI KELURAHAN CEMPAKA PUTIH KECAMATAN CIPUTAT TIMUR KOTA TANGERANG SELATAN) Faradibba Maiwa Radika Nur Ramadhan; Moh. Amin Tohari; Ati Kusmawati
KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : KHIDMAT SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan bencana non alam yang berdampak pada kematian orang-orang yang dicintai, termasuk orang tua. Kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam kehidupan untuk selama-lamanya berdampak besar terhadap kelangsungan hidup orang yang ditinggalkan. Terlebih pada seorang anak yang harus kehilangan sosok ayah dalam kehidupannya akibat Covid-19. Kondisi ini akan menyebabkan anak menjadi stres, sedih, berduka, terkejut hingga emosional yang tidak terkendali. Hal ini mengharuskan anak untuk dapat bangkit yang disebut sebagai resiliensi. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui resiliensi diri pada anak pasca kehilangan seorang ayah akibat Covid-19. Grand Theory yang digunakan yaitu Teori Resiliensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Infroman penelitian ini terdiri dari 8 orang yang terbagi menjadi informan kunci (4 orang) dan informan pendukung (4 orang), dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan analisis data menggunakan triangulasi sumber. Didapatkan hasil penelitian bahwa kondisi anak pasca kehilangan seorang ayah akibat Covid-19 mengalami sedih, berduka, terkejut, bingung, mudah marah, emosional tidak terkontrol dan mengalami penurunan prestasi di sekolah. Dengan terjadinya hal ini, resiliensi yang terbangun pada anak melalui tujuh komponen resiliensi, yaitu Regulasi Emosi (mampu untuk bersikap tenang dan fokus pada pemecahan masalah), Pengendalian Impuls (mampu mengendalikan sikap emosional dengan berbagai cara), Optimisme (memiliki keyakinan untuk dapat bangkit), Empati (mendapatkan berbagai dukungan yang didapatkan dari orang lain), Analisis Kausal (mampu memahami penyebab masalah terjadi), Efikasi Diri (memiliki komitmen bangkit dari masalah melalui berbagai cara yang diyakininya), dan Reaching Out (mampu mengambil sisi positif dari masalah yang terjadi). Dari ketujuh komponen tersebut tergambar bahwa komponen yang memiliki keterikatan yang besar terhadap proses resiliensi anak, yaitu pada komponen regulasi emosi, analisis kausal, efikasi diri dan reaching out.   Kata kunci: Resiliensi Diri, Anak, Covid-19