Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi pengembangan wisata budaya lokal berkelanjutan di Desa Sendang Duwur Vidia Ali Syaharani; Arief Sudrajat
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 3 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i3.74153

Abstract

Village tourism can offer a unique experience while maintaining local culture and environmental aspects. East Java has the potential for village tourism, and Sendang Duwur Tourism Village is one example of sustainable implementation. The village offers cultural traditions, rituals, religious tourism, and creative economic activities. The focus of this research is on the dynamics of local culture and tourism development in Sendang Duwur Tourism Village. Modernization theory was used to analyze how tourism can bring changes to the values, traditions, behaviors, and lifestyles of the people in Sendang Duwur Village. Qualitative descriptive methodology was used, involving 5 resource persons and in-depth interview techniques, observation, and documentation. As a result, the development strategies include improving infrastructure, human resources, and promotion. The government also has a role in supporting the development of tourist villages, in addition to strategies that can be applied in the theory of sustainable modernization is that it must focus on the conservation of local culture, diversification of tourism products, and the use of technology.
Relasi Kuasa Atas Perempuan dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Chintya Anggie Permatasari; Ahmad Ridwan; Arief Sudrajat
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v6i2.43252

Abstract

Representasi penindasan gender dalam film kontemporer sering kali masih dipengaruhi oleh bias patriarki dan dominasi moralitas keagamaan yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana relasi kuasa atas perempuan ini bekerja dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Michel Foucault untuk menganalisis berbagai adegan, dialog, serta interaksi visual yang terdapat dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penindasan gender berlangsung secara sistematis melalui tiga mekanisme utama, yaitu penggunaan wacana keagamaan sebagai instrumen power/knowledge yang mengendalikan kesadaran, praktik eksklusi dan pembungkaman terhadap korban melalui media sosial yang berfungsi sebagai pengawas digital massal (panopticon), serta pengendalian fisik dan emosional melalui biopower. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekuasaan patriarki telah menyebar secara luas dan bekerja secara fleksibel di media sosial. Namun, kekuasaan tersebut tidak bersifat tetap karena dapat memunculkan perlawanan dari karakter perempuan untuk merebut kembali otonomi atas dirinya. Temuan ini memberikan kontribusi bagi kajian gender dan media dengan menunjukkan bahwa perempuan merupakan individu yang aktif dan mempunyai peran strategis, bukan hanya sebagai pihak yang lemah dan berada dalam posisi subordinat.
Konstruksi Masyarakat Desa Pajeng Menyesuaikan Tradisi Takziah di Masa Pandemi Covid-19 Febri Wulan Ardita; Arief Sudrajat
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 3 No. 1 (2023): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v3i1.1347

Abstract

merupakan suatu kewajiban bagi seseorang yang beragama muslim terhadap orang yang meninggal. Ketika ada orang yang meninggal dunia, jenazah prang tersebut masih memiliki hak untuk mendapatkan hormat dari orang lain yang masih hidup. Metode penelitian yang dilakukan ini, menggunakan metode penelitian kuantitatif yang berlandaskan pada bukti yang positif untuk menunjang penelitian. pada desa pajeng bojonegoro, apabila ada orang meninggal kegiatan takziah tetap dilakukan. Tetapi hal tersebut masih menunggu dari pihak medis dan keluarga. Apakah orang yang meninggal terjangkit virus corona atau tidak. Dan apabila tidak terjangkit takziah tetap dilaksanakan. Dengan mematuhi rangkaian protocol kesehaan yang telah diberikan oleh pemerintah, dna telah disediakan oleh keluarga yang meninggal.
INTERAKSI SOSIAL DAN MAKNA SIMBOLIS TRADISI MANTEN TEBU DI PABRIK GULA GEMPOLKEREP DALAM MEMBENTUK SINERGI SOSIAL Adinda Dhea Rahmatia; Arief Sudrajat; Rizky Trisna Putri
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v4i3.5457

Abstract

This study examines the Manten Tebu tradition at Gempolkerep Sugar Factory, Mojokerto, as a cultural expression and a medium for fostering social synergy that plays a vital role in sustaining sugar production and achieving national self-sufficiency. The research aims to understand the symbolic meanings of the ritual procession and analyze its role in strengthening the relationship between sugarcane farmers and the sugar factory. Employing a qualitative approach with a case study design, data were obtained through in-depth interviews, documentation, and participant observation, then analyzed using thematic analysis. Symbolic interactionism theory was applied to interpret how cultural meanings are constructed through social interaction. The findings reveal that elements such as the “bride and groom” sugarcane, ritual offerings, and the ceremonial parade carry collective symbols reflecting hopes for harmonious cooperation, shared prosperity, and abundant harvests. Collective participation, including communal meals without hierarchical divisions, reinforces social solidarity and emotional bonds. In conclusion, Manten Tebu is a living cultural asset that not only preserves local wisdom but also strengthens social networks, enhances work ethics, and promotes productivity in the sugar sector amid modernization challenges.
Peran Pariwisata dalam Pelestarian Budaya Lokal Wisata Jopuro Banyuwangi Adelia Anggraeni; Febriandita Tedjomurti; Arief Sudrajat
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): Ranataya: Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ranataya.v1i2.7859

Abstract

Pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada peran wisata Jopuro di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dalam pelestarian tradisi dan seni masyarakat setempat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan kehadiran wisata Jopuro mendorong Masyarakat untuk lebih aktif menampilkan budaya lokal, seperti musik Gedogan, sebagai bagian dari atraksi wisata. Tradisi yang semula hanya dipentaskan pada acara tertentu kini mendapat ruang baru untuk diperkenalkan kepada wisatawan. Selain itu, partisipasi warga dalam kegiatan gotong royong dan penyediaan atraksi budaya memperkuat identitas komunitas serta meningkatkan kebanggaan terhadap warisan budaya. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait risiko komersialisasi budaya dan keterbatasan dukungan fasilitas. Oleh karena itu, pengembangan wisata Jopuro perlu diarahkan pada strategi yang tidak hanya mengutamakan aspek ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan pelestarian budaya lokal
Sound Horeg sebagai Representasi Identitas Sosial: Studi Fenomenologis Remaja di Kabupaten Lumajang Risma Auliana; Arief Sudrajat; Nuraini Inayah
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i1.85958

Abstract

Fenomena sound horeg yang merupakan modifikasi sistem audio kendaraan yang dapat menghasilkan suara yang keras ini telah menjadi bagian dari budaya popular remaja yang terdapat di Kabupaten Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami terkait dengan bagaimana sound horeg direpresentasikan sebagai suatu ekspresi identitas sosial remaja melalui pendekatan fenomenologis. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap remaja sebagai pelaku sound horeg dan observasi partisipatif terhadap kegiatan komunitas setempat. Teori yang digunakan yaitu teori interaksionisme simbolik yang membahas mengenai symbol yang digunakan dalam interaksi sehingga dapat membentuk realitas sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Sound horeg ini bukan sekedar bentuk modifikasi kendaraan saja, melainkan sebagai sarana secara simbolik untuk dapat mengekspresikan diri 2) Komunitas sound horeg memainkan peran yang penting dalam membentuk identitas kolektif remaja melalui nilai solidaritas, symbol budaya, dan batas sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa sound horeg merupakan manifestasi dari dinamika sosial dan kultural yang tidak hanya dipahami saja sebagai gangguan, melainkan sebagai praktik budaya. Kata Kunci : Identitas Sosial, Budaya Populer, Sound Horeg