Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Profil Kadar HbA1c dan Karakteristik Klinis Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Penyakit dalam RSUD Cut Meutia Aceh Utara Khairun Nisa; Zubir Zubir; Rizka Sofia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i1.4544

Abstract

Chronic disease caused by increased blood sugar levels and potentially causing many complications especially when uncontrolled conditions are known as diabetes mellitus. Glycosylated hemoglobin examination is a reliable method in evaluating long-term glycemic control because it is not affected by daily fluctuations and reflects glucose levels for 120 days. The province with the 10th highest number of diabetes mellitus cases in 2018 was Aceh. One of the districts in Aceh, namely North Aceh, is the area with the highest incidence of cases. This study aims to describe HbA1c levels and characteristics of type 2 diabetes mellitus patients at Cut Meutia Regional Hospital, North Aceh in 2023. Using a descriptive cross-sectional design, 77 patients were selected through purposive sampling. Data were collected from laboratory results and MMAS-8 and MIAS-8 questionnaires. The results showed that most patients had uncontrolled HbA1c levels (90.9%), uncontrolled HbA1c men (91.7%), 56–65 years old (40.3%), had pre-hypertension blood pressure (83.1%), and medication compliance in the moderate category (54.5%). This can be concluded that cases of diabetes with uncontrolled glycosylated hemoglobin levels are men.
Hubungan Kadar Eosinofil dengan Derajat Hipertrofi Konka melalui Pemeriksaan Darah pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Inna Dwi Raisa; Zubir Zubir; Baluqia Iskandar Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i2.8857

Abstract

Turbinate hypertrophy is a condition characterized by abnormal enlargement of the nasal turbinate mucosa, which can lead to chronic nasal obstruction and decreased quality of life. This condition is associated with inflammatory processes in which eosinophils play a role as part of the immune response. This study aimed to determine the relationship between eosinophil levels and the degree of turbinate hypertrophy based on blood examination in hospitalized patients. This research used an observational analytic design with a cross-sectional approach involving 40 patients diagnosed with turbinate hypertrophy at Cut Meutia General Hospital, North Aceh. Data were obtained from medical records, including patient characteristics, eosinophil levels, and the degree of turbinate hypertrophy. The results showed that most patients were aged 17–25 years, predominantly female, and commonly had non-allergic underlying conditions. The majority of patients had normal eosinophil levels (80%), while most cases were classified as grade III turbinate hypertrophy (65%). Statistical analysis using Fisher’s Exact Test demonstrated no significant relationship between eosinophil levels and the degree of turbinate hypertrophy (p>0.05). These findings suggest that eosinophil levels may not be a reliable indicator in assessing the severity of turbinate hypertrophy, particularly in patients with non-allergic conditions. This study highlights the need to consider other contributing factors in the evaluation and management of turbinate hypertrophy to improve diagnostic accuracy and treatment outcomes.
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN RESIKO STUNTING PADA ANAK BATITA DI WILAYAH PESISIR KEC. SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH 2024 Junaidi Junaidi; Zubir Zubir; Zulkifli Zulkifli; Nanda Fitriana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4768

Abstract

Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis atau masalah gizi masa lalu yang diukur berdasarkan tinggi badan menurut umur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor resiko terjadinya stunting pada balita bawah tiga tahun di wilayah Pesisir dalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Tahun 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Crosseksional Study. Pengumpulan data menggunakan data primer dan kuesioner. Populasi yang digunakan sebanyak 650 orang dengan sampel 162 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara penyakit infeksi, asupan protein, pengetahuan ibu, serta perilaku hidup sehat (p value = 0.466). Sedangkan perilaku pencegahan stunting (p value = 0.000) dan pola asuh stunting berpengaruh signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu faktor-faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah pesisir adalah sikap ibu dan pola asuh.
Perhitungan Aset Tetap dan Penyusutannya pada Usaha Coffee Shop di Pekanbaru Candra Irawan; Zubir Zubir; Randika Saputra; Lala Monica; Widya Rahmawati
Social Science Academic Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v1i2.3447

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Leton Coffe, sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bidang minuman berbahan dasar kopi, mengenai Perhitungan Aset Tetap dan Penyusutannya. Tim PKM melakukan pendekatan melalui diskusi dengan pihak pengelola Leton Coffe dan studi kepustakaan untuk memperoleh data dan informasi yang relevan. Hasil awal menunjukkan bahwa sistem perhitungan aset tetap dan penyusutannya belum mencerminkan kondisi yang sebenarnya, dikarenakan kurangnya pengetahuan pihak pengelola terkait laporan keuangan terutama dalam hal aset tetap. Dalam pelaksanaan PKM, tim memberikan materi dan pelatihan mengenai cara melakukan perhitungan aset tetap dan penyusutannya. Hal ini diimplementasikan dengan melakukan perhitungan ulang terhadap daftar aset tetap yang ada, memisahkan aset tetap dengan aset lain, dan mengestimasikan penyusutan berdasarkan masa manfaatnya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai total aset tetap Leton Coffe adalah Rp 261.522.400 dengan rata-rata penyusutan tahunan sebesar 25%. Penyusutan untuk tahun 2022 diperkirakan sebesar Rp 65.380.000. PKM ini memberikan manfaat yang signifikan bagi Leton Coffe karena memberikan pemahaman baru mengenai perhitungan aset tetap dan penyusutannya. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan Leton Coffe dapat memperbaiki sistem perhitungan dan laporan keuangannya agar lebih akurat dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Saran dari PKM ini adalah pentingnya Leton Coffe untuk terus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait laporan keuangan, terutama dalam hal perhitungan aset tetap dan penyusutannya. Dengan pemahaman yang baik, Leton Coffe dapat mengelola aset tetap dengan lebih efisien dan akurat, sehingga berdampak positif pada kinerja keuangan dan pengelolaan usahanya secara keseluruhan.
ANALISIS FAKTOR KEJADIAN RESIKO STUNTING PADA ANAK BATITA DI WILAYAH PESISIR KEC. SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH 2024 Junaidi Junaidi; Zubir Zubir; Zulkifli Zulkifli; Nanda Fitriana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4768

Abstract

Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis atau masalah gizi masa lalu yang diukur berdasarkan tinggi badan menurut umur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor resiko terjadinya stunting pada balita bawah tiga tahun di wilayah Pesisir dalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Tahun 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Crosseksional Study. Pengumpulan data menggunakan data primer dan kuesioner. Populasi yang digunakan sebanyak 650 orang dengan sampel 162 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara penyakit infeksi, asupan protein, pengetahuan ibu, serta perilaku hidup sehat (p value = 0.466). Sedangkan perilaku pencegahan stunting (p value = 0.000) dan pola asuh stunting berpengaruh signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu faktor-faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah pesisir adalah sikap ibu dan pola asuh.