Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : AGREGAT

PEMODELAN POLINOMIAL KECEPATAN KENDARAAN RINGAN PADA BUNDARAN Haryo Koco Buwono; Andika Setiawan; Octavia Damarwulan
AGREGAT Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v7i1.13297

Abstract

Pada geometrik jalan khususnya di bundaran belum adanya standar kecepatan kendaraan. Pada tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kecepatan kendaraan dengan kondisi sebelum masuk ke bundaran. Kecepatan kendaraan di jalur bundaran dan kecepatan kendaraan setelah keluar bundaran juga menjadi tinjauan dari penelitian. Dengan data tersebut akan dibuat pemodelan polinomial untuk mengetahui rumus dan untuk digunakan pada bundaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan dengan 3 titik survei yaitu pada lurus sebelum bundaran, di jalur bundaran dan lurus setelah bundaran. Data yang dikumpulkan pada setiap titik survei tersebut sebanyak 100 kendaraan. Untuk keseluruhan data tersebut dilakukan pengujian dengan standar deviasi dan kurva normal. Data yang telah dilakukan dengan kedua pengujian tersebut setelahnya dilakukan pemodelan dengan polinomial. Hasil dari pengujian polinomial pada kecepatan rata-rata kendaraan lurus sebelum bundaran didapat 11,62 km/jam dengan pemodelan matematika y = 0,0697x2 - 0,4063x + 12,761. Sedangkan untuk kecepatan rata-rata kendaraan di jalur bundaran didapat 12,04 km/jam dengan pemodelan matematika y = 3,0065x2 – 11,507x + 21,027. Untuk kecepatan rata-rata kendaraan lurus setelah bundaran didapat 22,56 km/jam dengan pemodelan matematika y = 0,2318x2 – 0,4571x + 22,391.
Perilaku Kolom Precast Dan Kolom Cast Insitu Akibat Respons Statis Pada Jembatan Beton Prategang Haryo Koco Buwono
AGREGAT Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i1.16433

Abstract

Meningkatnya angka perkembangan area permukiman warga dan minimnya lahan kosong menjadi faktor permasalahan utama dalam proses pembangunan infrastruktur di wilayah Jakarta. Oleh karena itu di terapkan pelaksanaan beton precast pada struktur beton yang tidak memerlukannya area pengecoran segmen di lokasi pelaksanaan dan tidak perlu menggunakan bekisting yang menggunakan support yang besar namun tetap menjaga kekuatan struktur itu sendiri. Dengan menganalisis perbandingan respon statis akibat seluruh kombinasi pembebanan yang terjadi terhadap kolom cast insitu dan precast berdasarkan (SNI 1725:2016, 2016) untuk menghitung dimensi penampang kolom. Sehingga didapat dimensi kolom sebesar 2.7 m x 3.3 m. Untuk kolom precast dengan metode beton prategang menggunakan 2 buah tendon pada setiap sisi (0.5 m terhadap titik berat sumbu-x, dan 0.6 m terhadap titik berat sumbu-y) dengan gaya prategang yang diberikan sebesar 8072.4 KN. Sehingga didapatkan respon statis pada terbesar pada kombinasi pembebanan ekstrem I (max) dimana kolom cast insitu mengalami respons statis shear = 1378.22 KN, moment = 13493.24 KN.m, tekukan = 3.492 mm. sedangkan pada kolom precast mengalami kenaikan respon statis yaitu shear = 4242.80 KN, moment = 40302.17 KN.m, tekukan = 10.280 mm.
Perilaku Oprit Jembatan Akibat Beban Kendaraan Terhadap Stabilitas Abutment Menggunakan Midas Soilworks Buwono, Haryo Koco; Khoeri, Heri; Badaruddin; Sofiana, Dini; Setiawan, Andika
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24234

Abstract

Konstruksi suatu struktur sering kali dilakukan pada kondisi tanah yang bercirikan tanah dengan kekerasan rendah atau tanah berpori. Struktur yang dibangun di atas tanah ini menunjukkan ketidakstabilan karena kekuatannya yang tidak memadai. Berdasarkan konsep tersebut, dilakukan penelitian untuk mengetahui kestabilan lereng tanggul dengan memasukkan tambahan sabut kelapa. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Midas Soil Works, yaitu perangkat lunak geoteknik yang menggunakan analisis rekayasa elemen hingga. Studi ini mengilustrasikan stabilitas lereng dengan menggunakan metrik keamanan lereng yang diperoleh dari analisis perangkat lunak yang dilakukan oleh Midas Soil Works Software. Analisis beban kendaraan dan beban lajur pada saat pemuatan. Oleh karena itu, metode yang dipilih, Bishop, dan Morgenstern-Price, dapat digunakan untuk melakukan analisis stabilitas menggunakan Midas Soilworks. Variasi parameter tanah, termasuk kohesi, sudut gesekan internal, berat jenis, kondisi air tanah, dan geometri lereng, digunakan untuk analisis sensitivitas. Sesuai dengan SNI 8460:2017, menyatakan faktor keamanan lereng yang diperlukan untuk analisis stabilitas lereng tanah. Faktor-faktor ini ditentukan dengan menimbang biaya dan dampak kegagalan lereng terhadap tingkat ketidakpastian kondisi analisis. Nilai faktor keamanan lereng minimum yang masih memenuhi persyaratan ditetapkan sebesar 1,25 berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng yang dilakukan pada timbunan oprite.
Kelayakan Struktur Bangunan Akibat Perubahan Beban Dengan Metode Linear Moving Load Heri Khoeri; Haryo Koco Buwono; Dwi Yulina Abdi Jayanti; Setiawan, Andika
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): .
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24699

Abstract

Terkait dengan adanya rencana penempatan tambahan alat sebesar 1.2 ton yang dapat dipindah-pindahkan di dalam ruang Operasi Rumah Sakit, maka perlu dilakukan pengecekan kekuatan struktur eksisting yang akan dikenai beban tambahan tersebut, untuk memastikan keamanan bangunan dan keselamatan dan kenyamanan penggunanya. Dari hasil pengamatan visual, struktur beton berulang terlihat baik, begitupula dari interpretasi hasil pengujian UPV, mutu beton elemen struktur yang diuji dapat dinyatakan dalam katagori baik dan sangat baik, dengan range average cepat rambat gelombang ultrasonic elemen antara 3596 sampai dengan 4567 m/detik. Dari hasil scan dengan georadar teridentifikasi tebal beton pelat lantai + 20 cm dengan tulangan dua arah dua lapis D10-150 ditambah tulangan atas M6. Sementara tulangan utama balok menggunakan D22 dan Sengkang f12 dan D13, dengan jumlah dan jarak memenuhi persyaratan minimal pemasangan tulangan. Dengan menggunakan input data hasil observasi, pengujian dan pemindaian beton lapangan selanjutnya dilakukan pemodelan dan analisis struktur menggunakan software SAP2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur masih memenuhi persyaratan kekuatan dan persyaratan lendutan sesuai dengan SNI SNI 2847-2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan Gedung dan SNI 1727-2020 Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain
Perilaku Oprit Jembatan Akibat Beban Kendaraan Terhadap Stabilitas Abutment Menggunakan Midas Soilworks Buwono, Haryo Koco; Khoeri, Heri; Badaruddin; Sofiana, Dini; Setiawan, Andika
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24234

Abstract

Konstruksi suatu struktur sering kali dilakukan pada kondisi tanah yang bercirikan tanah dengan kekerasan rendah atau tanah berpori. Struktur yang dibangun di atas tanah ini menunjukkan ketidakstabilan karena kekuatannya yang tidak memadai. Berdasarkan konsep tersebut, dilakukan penelitian untuk mengetahui kestabilan lereng tanggul dengan memasukkan tambahan sabut kelapa. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Midas Soil Works, yaitu perangkat lunak geoteknik yang menggunakan analisis rekayasa elemen hingga. Studi ini mengilustrasikan stabilitas lereng dengan menggunakan metrik keamanan lereng yang diperoleh dari analisis perangkat lunak yang dilakukan oleh Midas Soil Works Software. Analisis beban kendaraan dan beban lajur pada saat pemuatan. Oleh karena itu, metode yang dipilih, Bishop, dan Morgenstern-Price, dapat digunakan untuk melakukan analisis stabilitas menggunakan Midas Soilworks. Variasi parameter tanah, termasuk kohesi, sudut gesekan internal, berat jenis, kondisi air tanah, dan geometri lereng, digunakan untuk analisis sensitivitas. Sesuai dengan SNI 8460:2017, menyatakan faktor keamanan lereng yang diperlukan untuk analisis stabilitas lereng tanah. Faktor-faktor ini ditentukan dengan menimbang biaya dan dampak kegagalan lereng terhadap tingkat ketidakpastian kondisi analisis. Nilai faktor keamanan lereng minimum yang masih memenuhi persyaratan ditetapkan sebesar 1,25 berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng yang dilakukan pada timbunan oprite.
Kelayakan Struktur Bangunan Akibat Perubahan Beban Dengan Metode Linear Moving Load Heri Khoeri; Haryo Koco Buwono; Dwi Yulina Abdi Jayanti; Setiawan, Andika
AGREGAT Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i2.24699

Abstract

Terkait dengan adanya rencana penempatan tambahan alat sebesar 1.2 ton yang dapat dipindah-pindahkan di dalam ruang Operasi Rumah Sakit, maka perlu dilakukan pengecekan kekuatan struktur eksisting yang akan dikenai beban tambahan tersebut, untuk memastikan keamanan bangunan dan keselamatan dan kenyamanan penggunanya. Dari hasil pengamatan visual, struktur beton berulang terlihat baik, begitupula dari interpretasi hasil pengujian UPV, mutu beton elemen struktur yang diuji dapat dinyatakan dalam katagori baik dan sangat baik, dengan range average cepat rambat gelombang ultrasonic elemen antara 3596 sampai dengan 4567 m/detik. Dari hasil scan dengan georadar teridentifikasi tebal beton pelat lantai + 20 cm dengan tulangan dua arah dua lapis D10-150 ditambah tulangan atas M6. Sementara tulangan utama balok menggunakan D22 dan Sengkang f12 dan D13, dengan jumlah dan jarak memenuhi persyaratan minimal pemasangan tulangan. Dengan menggunakan input data hasil observasi, pengujian dan pemindaian beton lapangan selanjutnya dilakukan pemodelan dan analisis struktur menggunakan software SAP2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur masih memenuhi persyaratan kekuatan dan persyaratan lendutan sesuai dengan SNI SNI 2847-2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan Gedung dan SNI 1727-2020 Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain