Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

Analisis Kebutuhan Lapangan Penumpukan (Container Yard) Pada Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Yogi Fetriansyah; Haryo Koco Buwono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua per tiga wilayahnya adalah perairan dan terletak pada lokasi yang strategis karena berada di persilangan rute perdagangan dunia, sehingga peran pelabuhan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi maupun mobilitas sosial dan perdagangan di wilayah ini sangat besar.Container yardadalah area yang di pakai untuk menyerahkan dan menerima petikemas (receiving / delivery), untuk menumpuk petikemas ekspor/impor, serta petikemas kosong dan juga untuk menampung alat – alat bongkar muat petikemas yang standby. Menganalisis kinerja lapangan penumpukan petikemas.Merencanakan proyeksi pertumbuhan petikemas jangka pendek (hingga tahun 2016) di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.Menghitung kebutuhan lapangan terhadap pertumbuhan petikemas untuk mengetahui menghadapi pertumbuhan arus petikemas (hingga tahun 2016) dipelabuhan Pulau Baai Bengkulu.Berdasarkan klasifikasi YOR standar UNCTAD, angka YOR sebesar 78.11% menunjukkan rasio penggunaan lapangan penumpukan di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu sudah termasuk tinggi dan apabila tidak di antisipasi maka akan menyebabkan kongesti di pelabuhan.Dari hasil proyeksi pertumbuhan arus petikemas hingga tahun 2016, diperlukan perluasan lapangan penumpukan untuk menurunkan nilai YOR hingga 30,16% pada tahun 2016 dan mengindikasikan dengan adanya perluasan dan penataan lapangan penumpukan petikemas dapat menampung pertumbuhan petikemas hingga tahun 2016.
Simulasi Stabilitas Tanah Berkohesi Rendah Akibat Penggunaan Soldier Pile Dengan Pemodelan Plaxis Dan GeoStudio Haryo Koco Buwono; Basit Al Hanif
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soldierpile sebenarnya adalah konstruksi yang bersifat sementara untuk proses galian tanah, namun untuk studi ini ditinjau untuk kebutuhan Dinding penahan tanah. Tinjauan penelitian sebelumnya menggunakan perhitungan manual, sedangkan saat ini dibutuhkan informasi cepat dan akurat, maka beberapa software aplikasi telah menawarkan untuk analisis dinding penahan tanah ini. Penelitian ini mengadakan studi komparasi hasil dengan aplikasi Plaxis dan GeoStudio.Pada penelitian sebelumnya, berlokasi diarea gedung Apartemen di daerah Jakarta Selatan. Perhitungan sebelumnya menggunakan cara manual didapatkan hasil sebagai berikut: dinding basement dinyatakan aman dan dapat digunakan sebagai dinding penahan tanah karena memiliki nilai kestabilan lokal yang disyaratkan Coulomb yaitu : a. Faktor keamanan terhadap Base sliding pada dinding basement sebesar 2,136 berdasarkan faktor keamanan Coulomb yaitu lebih dari 1,5; b. Faktor keamanan terhadap Overturning pada dinding basement sebesar 1,87 berdasarkan faktor keamanan Coulomb yaitu lebih dari 1,5; c. Faktor keamanan terhadap Bearing capacity failure pada dinding basement sebesar 4,187 berdasarkan faktor keamanan Coulomb yaitu lebih dari 3,0. Sedangkan jika ditinjau pada penggunaan metode Stabilitas global dinding, dinding basement dinyatakan aman dan dapat digunakan sebagai dinding penahan tanah karena memiliki nilai kestabilan global yang disyaratkan Fellenius. Tersebut: a. Panjang radius (R) titik gelincir sebesar 10,612 meter; b. Sehingga didapat nilai stabilitas global yang terjadi pada dinding basement sebesar 3,5 berdasarkan faktor keamanan Fellenius yaitu lebih dari 1,0. Analisis perhitungan defleksi dengan menggunakan manual mendapatkan hasil lebih tinggi 30% terhadap perhitungan menggunakan software Plaxis. Analisis perhitungan Factor of Safety dengan menggunakan manual mendapatkan hasil lebih tinggi 46% terhadap perhitungan menggunakan software Geoslope-Geostudio 2012.
ANALISIS PRINSIP ENERGI PADA METODE ELEMEN HINGGA TINJAUAN PEMODELAN ELEMEN UNIAKSIAL KUADRATIK TERHADAP ELEMEN UNIAKSIAL KUBIK Haryo Koco Buwono; Silva Octaviani Saputra
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

kekakuan elemen adalah dengan menggunakan prinsip energi potensial minimum (the principle ofminimum potential energy). Cara ini sangat tepat digunakan untuk memperoleh persamaankeseimbangan sebuah elemen yang kompleks yang memiliki derajat kebebasan yang tinggi. Prinsipenergi potensial minimum hanya berlaku untuk bahan yang bersifat elastis maupun plastis. Namundemikian kedua prinsip tersebut akan memberikan persamaan keseimbangan elemen yang sama untukkondisi material yang bersifat elastis. Energi potensial total benda elastik terdiri dari energi reganganyang timbul pada saat terjadinya distorsi dan energi potensial beban yang bekerja di dalam ataudipermukaan benda elastik tersebut. Rumusan dari energi potensial sebuah benda elastik dapatdigunakan untuk memformulasi matriks kekakuan elemen dan vektor beban. Jika sebuah batanguniaksial yang dibebani beban aksial merata dan beban terpusat yang berada ditengah bentangan,dengan menggunakan prinsip energi potensial stasioner, maka dapat ditentukan gaya yang timbul danbesarnya arah perpindahan yang terjadi. Hasil analisis yang diperoleh menggunakan metode elemenhingga menyatakan bahwa dengan menggunakan Elemen Kubik lebih baik dalam mendiskripsikanarah perpindahan yang terjadi dibandingkan Elemen Kuadratik. Berbeda dengan hasil gaya yangterjadi, dimana hasil yang diperoleh elemen kuadratik lebih besar dibandingkan Elemen Kubik.Kata kunci: uniaksial, energi, potensial, kuadratik, kubik
STUDI NUMERIK PELAT PERKERASAN ISOTROPIK JALAN RAYA DIATAS PONDASI ELASTIK WINKLER AKIBAT KECEPATAN BEBAN BERJALAN Rizki Nur Zuraida; Haryo Koco Buwono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelat adalah struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material monolit yang tingginya kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainnya. Dalam dunia teknik sipil ada 2 jenis pelat yaitu pelat orthotropik dan pelat isotropik. Penelitian yang akan dilakukan adalah menghitung secara numerik pelat isotropik bertumpu pada pondasi elastis winkler yang diakibatkan oleh kecepatan beban berjalan yang berpengaruh terhadap ketebalan pelat dan defleksi serta time history. Parameter pelat dengan ketebalan bervariasi, dimensi pelat ukuran 5 x 5 m, modulus kekakuan pondasi winkler 1.662 x 108 N/m, beban truk 25 ton, kecepatan kendaraan sebesar 60 km/jam, 70 km/jam , 80 km/jam serta dengan frekuensi sudut, rasio redaman dan parameter lain yang sudah ditentukan. Perhitungan numerik ini menggunakan program Mathematica Wolfram versi Student 11.0. Perhitungan dilakukan menggunakan solusi persamaan homogen dan partikuler. Respon yang terjadi pada pelat isotropik yang bertumpu pada pondasi elastis yaitu respon dinamis yang diakibatkan oleh beban kendaraan truk yang bergerak menimbulkan frekuensi alami pelat isotropik bertambah besar dengan harga mode m dan n yang bertambah besar. Pelat isotropik dengan ketebalan bervariasi menghasilkan defleksi yang kecil dengan ketebalan semakin besar sedangkan defleksi besar apabila ketebalan semakin kecil. Pengaruh pelat isotropik kecepatan  60 km/jam, 70 km/jam, 80 km/jam menunjukkan hasil grafik yang tidak linier untuk defleksi sedangkan untuk kecepatan yang semakin besar dapat memperkecil time history.
PENGARUH WATERPROOFING INTEGRAL CRYSTALLINE (PENETRON ADMIX) TERHADAP KUAT TEKAN BETON Khamal Firmansyah Agustiana; Haryo Koco Buwono; Tanjung Rahayu Raswitaningrum
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan yang sangat penting dan paling umum digunakan pada struktur bangunan. Beton kedap air (waterproof) semakin sering digunakan di dunia konstruksi khususnya di area ruang bawah tanah (basement) dan area-area penampungan air. Beton yang dicampur admixture waterproofing perlu dilakukan uji permeabilitas. Namun sangat jarang beton yang sudah tercampur admixture waterproofing dilakukan pengujian kuat tekan. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan penelitian eksperimen di laboratorium, yaitu mencari nilai kuat tekan dari masing-masing sampel beton dan kuat tekan beton tertinggi dengan menggunakan campuran Penetron Admix dengan persentase dari berat semen setiap variasi. Persentase campuran beton yang digunakan adalah beton normal dan campuran Penetron Admix 0,8 %, 0,9 % dan 1 % pada masing-masing variasi. Nilai kuat tekan beton normal yaitu 16,14 Mpa. Penambahan Penetron Admix 0,8 % menghasilkan kuat tekan beton sebesar 13,59 Mpa. Penambahan Penetron Admix 0,9 % menghasilkan kuat tekan beton sebesar 15,76 Mpa. Penambahan Penetron Admix 1 % menghasilkan kuat tekan beton sebesar 16,61 Mpa. Kuat tekan beton dengan campuran Penetron Admix 0,8 % dan 0,9 % mengalami penurunan, namun penambahan Penetron  Admix sebesar 1 % meningkatkan kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase Penetron Admix akan meningkatkan kuat tekan beton. Nilai kuat tekan tertinggi didapat pada penambahan Penetron Admix sebesar 1 %.