Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

How Do the Indonesian Pre-service Teachers Perceive CEFR? Cakrawati, Titis Dewi; Agung, Antonius Setyawan Sugeng Nur; Nugroho, Arif; Ramadhan, Rizki
IJET (Indonesian Journal of English Teaching) Vol. 13 No. 1 (2024): July
Publisher : Department of English Language Education, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/ijet2.2024.13.1.14-28

Abstract

The Common European Framework of Reference (CEFR) provides a basis for developing language education curriculum, conducting language learning and teaching, and administering language assessment. In the Indonesian context, the recently launched Kurikulum Merdeka refers to the CEFR in targeting the English Proficiency levels that should be achieved in English Subject across different schooling levels. Hence, teachers’ understanding and perceptions of the framework become important. This study aimed to examine the pre-service EFL teachers’ perception of the CEFR. A survey using a 5-point Likert Scale questionnaire and semi structured interviews were conducted to collect both quantitative and qualitative data from 49 pre-service EFL teachers who were selected through a random sampling technique. The results showed that the participants had positive perceptions of the CEFR but they had limited to a moderate understanding level of the CEFR. They only received limited CEFR exposure from a course in their teacher training program. They also mostly associated the CEFR with standardized testing and language certification without understanding the underlying principles of the framework. More comprehensive CEFR training for teacher candidates should be considered before Kurikulum Merdeka is compulsorily implemented. Also, the research can play a crucial role in shaping language education by influencing curriculum development, teacher training, policy decisions, quality assurance measures, student outcomes, and ongoing professional development within the field.
Pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik dan Pendampingan Pendaftaran P-IRT untuk UMKM Kluster Olahan Makanan Nabati di Kota Bandung Cakrawati, Dewi; Nurcahyani, Puji Rahmawati; Rahayu, Dwi Lestari; Suryadi, Gilang Garnadi; Faridah, Chintya Nur
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21753

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian, namun masih menghadapi tantangan terkait standar keamanan pangan dan legalitas produk. Salah satu upaya peningkatan daya saing adalah melalui penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta pendaftaran izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan UMKM kluster olahan makanan nabati di Kota Bandung melalui pelatihan CPPOB dan pendampingan pendaftaran P-IRT. Metode pelaksanaan meliputi seleksi peserta, pelatihan tatap muka, pendampingan penyusunan manual mutu CPPOB, serta kegiatan gap analysis melalui kunjungan langsung ke tempat produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 35 UMKM pendaftar, 5 UMKM lolos seleksi akhir dan mengikuti pelatihan. Peningkatan pengetahuan peserta tercermin dari kenaikan nilai rata-rata post-test (92,8) dibandingkan pre-test (88,75). Evaluasi kuesioner juga menunjukkan tingkat kepuasan tinggi (rata-rata skor 4,7/5) terhadap kualitas materi, metode penyampaian, dan interaktivitas pelatihan. Selain itu, seluruh UMKM peserta berhasil menyusun dokumen manual mutu CPPOB sebagai prasyarat pengajuan izin edar, serta memperoleh catatan perbaikan melalui gap analysis untuk meningkatkan standar keamanan pangan. Pelatihan CPPOB dan pendampingan P-IRT mampu meningkatkan kapasitas UMKM dalam penerapan keamanan pangan dan memperkuat daya saing produk. Disarankan agar program serupa diperluas dengan cakupan peserta lebih banyak serta dilakukan pendampingan lanjutan hingga tahap implementasi penuh CPPOB dan sertifikasi izin edar.