Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Performansi Video Kompresi H.265 (hevc) Dan Vp9 Pada Layanan Video Streaming Internet Protocol Television (iptv) Dari Segi Quality Of Service (qos) M Hafidh Idris; Ahmad Tri hanHanuranto; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan Internet Protocol Television (IPTV) terus berkembang karena permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap kualitas layanan televisi semakin tinggi. Pengguna menginginkan streaming video dengan kualitas yang bagus, hal tersebut berpengaruh pada pengalokasian bandwidth yang dibutuhkan, sehingga teknologi kompresi video menjadi cara agar kualitas video terjaga namun dapat meminimalisir konsumsi bandwidth yang dibutuhkan. Sebelum proses streaming, video diolah terlebih dahulu, maka dibutuhkan codec (untuk mengompresi dan mendekompresi video). H.265 High Efficiency Video Coding (HEVC) dan VP9. VP9 menghasilkan kualitas gambar yang hampir sama dengan H.265 namun menggunakan bandwidth yang lebih kecil. Pengujian dilakukan terhadap metode kompresi H.265 (HEVC) dan VP9 pada layanan IPTV berbasis video streaming dengan membandingkan resolusi video dari SDTV (480) dan HDTV (720 dan 1.080). Parameter Quality of Service menjadi tolak ukur data yang akan dianalisis. Pengujian dilakukan untuk mengetahui efek dari penggunaan video kompresi (codec) H.265 (HEVC) dan VP9 menurut perubahan bitrate, framerate dan bandwidth yang digunakan. Dari hasil pengujian akan diketahui video kompresi (codec) mana yang lebih baik performa nya. Video kompresi (codec) yang memiliki nilai durasi streaming lebih rendah, delay yang lebih kecil, nilai jitter yang lebih kecil, nilai packet loss yang lebih kecil dan throughput yang lebih tinggi adalah codec dengan performa lebih baik. Kata Kunci : Streaming live, codec, H.265(HEVC), VP9, Quality of Service, performansi. Abstract The Internet Protocol Television (IPTV) service continues to grow because the demand and needs of better quality television services are increasingly high. Users want streaming video with good quality, it affects the allocation of the required bandwidth, efficient video technology becomes the appropriate ways of video quality but still can minimize the bandwidth consumption. Before the streaming process, the video is processed first, then a codec is needed (for compressing and decompressing videos). H.265 High Efficiency Video Encoding (HEVC) and VP9. VP9 produces image quality that is almost the same as H.265 but uses less bandwidth. Tests were carried out on the H.265 (HEVC) and VP9 compression methods on video streaming-based IPTV services by comparing video resolutions from SDTV (480) and HDTV (720 and 1,080). The Quality of Service parameter becomes a benchmark for the data to be analyzed. Tests were carried out to determine the effect of using H.265 (HEVC) and VP9 video compression (codec) with the original bitrate, framerate and bandwidth. From the test results, you will find a video compression (codec) which is better for its performance. Video compression (codec) which has lower streaming duration value, smaller delay, smaller jitter value, smaller packet loss value and higher throughput is better codec. Keywords: Streaming live, codec, H.265(HEVC), VP9, Quality of Service, performance
Analisis Perbandingan Qos Antara Rtp Dan Srtp Pada Call Center Berbasis Server Elastix Listya Wulandari Mardiah; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Call center merupakan suatu infrastruktur perusahaan yang terpusat untuk menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Call center didalam sebuah bisnis biasanya digunakan untuk berinteraksi dengan para pelanggan. Voice over Internet Protocol (VoIP) merupakan teknologi informasi yang dapat berkomunikasi melalui jaringan Internet Protocol (IP).Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan perbandingan QoS pada protokol RTP dan SRTP berbasis call center. Call center yang dibangun menggunakan VoIP server Elastix. Dalam pengujian Tugas Akhir ini akan membandingkan tiap parameter hasil Quality of Service (QoS) pada protokol RTP dan protokol SRTP.Parameter pengujian QoS pada protokol RTP dan SRTP berupa packet loss, jitter, delay, dan throughput. Diharapkan hasil pengujian perbandingan pada protokol RTP dan SRTP yang aman, jelas, dan akurat pada call center. Dengan menggunakan SRTP keamanan akan terjamin, tetapi kualitas performa akan mengalami penurunan karena paket yang dikirimkan lebih besar daripada RTP. Hal ini terjadi karena pada SRTP memiliki bagian tambahan untuk enkripsi, dan mengalami proses enkripsi dan dekripsi.Hasil dari pengujian dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan yang diharapkan yaitu pengujian call center dengan melihat perbandingan protokol RTP dan SRTP. Di mana packet loss yang diperoleh sesuai dengan standar ITU-T G.1010 di bawah 3%, delay sesuai dengan standar ITU-T G.114 kurang dari 150 ms, dan jitter sesuai standar ITU-T G.114 adalah kurang dari 50 ms. Kata kunci : Call center, Elastix, VoIP, SRTP, RTP. QoS Abstract A call center is a centralized corporate infrastructure for receiving and sending a large number of requests by telephone. Call centers in a business are usually used to interact with customers. Voice over Internet Protocol (VoIP) is an information technology that can communicate through an Internet Protocol (IP) network.In this Final Project, QoS will be compared on RTP and SRTP protocol based on call center. Call center that was built using the Elastix VoIP server. In this Final Project test will compare each parameter of the Quality of Service (QoS) results on the RTP protocol and SRTP protocol.QoS testing parameters in the RTP and SRTP protocols are packet loss, jitter, delay, and throughput. It is expected that the results of comparative testing on RTP and SRTP protocols are safe, clear, and accurate at the call center.By using SRTP security is guaranteed, but the quality of performance will decrease because the packets sent are greater than RTP. This happens because the SRTP has an additional section for encryption, and undergoes an encryption and decryption process.The results of the test can function well as expected, namely call center testing by looking at the comparison of RTP and SRTP protocols. Where the packet loss obtained in accordance with the ITU-T G.1010 standard is below 3%, the delay according to the ITU-T G.114 standard is less than 150 ms, and the jitter according to the ITU-T G.114 standard is less than 50 ms. Keywords: Call center, Elastix, VoIP, SRTP, RTP, QoS
Desain Dan Implementasi Smart Home Pada Indekos Aditya Erawan; Nyoman Bogi Aditya Karna; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini teknologi telah berkembang dengan sangat cepat. Salah satu teknologi yang saat ini sedang berkembang adalah sistem smart home. Pada tugas akhir ini akan membahas mengenai pengaplikasian sistem smart home pada sebuah kamar indekos. Perancangan yang dilakukan adalah pembuatan prototype sistem smart home pada kamar indekos yang berfungsi untuk dapat mengontrol perangkat listrik seperti menyalakan dan mematikan lampu, serta menghidupkan dan mematikan perangkat listrik pada saklar melalui aplikasi di smartphone. Sistem yang dilakukan menggunakan mikrokoprosesor NodeMCU, relay yang berfungsi sebagai akuator, dan sensor PZEM 004t yang berfungsi untuk membaca penggunaan listrik pada kamar. Data yang dibaca oleh sensor dihubungkan ke firebase yang berfungsi sebagai server yang dapat menghubungkan mikroprosesor dan smartphone. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, kualitas jaringan pada perangkat yang digunakan dalam kondisi LOS yaitu delay sebesar 1,955 detik dan throughput sebesar 6640.35054 bit/s. Sedangkan hasil dari pengujian kualitas jaringan dalam kondisi non-LOS yaitu memiliki rata – rata delay sebesar 3,577 detik, dan rata – rata throughput sebesar 4105.12318 bit/s. Kata kunci: smart home, NodeMCU, relay,sensor PZEM 004, firebase Abstract Today technology has developed very rapidly. One of the technologies that are currently developing is a smart home system. In this final project, we will discuss the system of applying smart homes to a boarding room. The design carried out was to make a prototype of the smart home system in the boarding room which functions to control electrical devices such as replacing and turning off lights, and turning on and off the electrical device when switching through the application on the smartphone. The system is carried out using a NodeMCU microprocessor, a relay that works as an actuator, and a PZEM 004t sensor that works to read electricity usage in the room. The data read by the sensor is transferred to the firebase that runs a server that can connect microprocessors and smartphones. Based on the results that have been done, the network quality of the devices used in the LOS condition is a delay of 1.955 seconds and the throughput is 6640.35054 bit/s. While the results of network quality testing in non-LOS conditions are having an average delay of 3.577 seconds, and an average throughput of 4105,12318 bit/s. Keywords: smart home, NodeMCU, relay,sensor PZEM 004, firebase
High Availability Performance on OpenDayLight SDN Controller Platform (OSCP) Clustering and OpenDayLight with Heartbeat-Distributed Replicated Block Device (DRBD) Andre Rizki Dewo Nugraha; Ridha Muldina Negara; Danu Dwi Sanjoyo
JURNAL INFOTEL Vol 10 No 3 (2018): August 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v10i3.389

Abstract

Nowadays people are asking for a reliable network when technology at its limit. Software-Defined Network (SDN) is an answer to that problem of network development where all the control over the network becomes centralized. However, all services controlled by a centralized controller have a big disadvantage if the controller down. The High Availability (HA) is the solution. HA controller is divided into master and slave, when the master controller is down then the slave controller will respond to replace the function of the master controller. In this research, the system will be made by using two methods namely OpenDayLight SDN Controller Platform (OSCP) clustering and Heartbeat-DRBD (Distributed Replicated Block Device). OSCP clustering is a feature on the OpenDayLight controller that is ready to be used and only need to be configured, with OSCP the main and backup controller clustering will be on the connected cluster. Heartbeat-DRBD is an application commonly used to create High Availability systems on a server, but in this study will be used for the controller, Heartbeat will monitoring the main controller and if indicated to be down will move the resources to the backup controller with the DRBD application. From the simulation result shows that OSCP Clustering Failover and Failback average Time is 17 seconds while Heartbeat-DRBD is 23-45 seconds depends on how many switch and host are. While QoS parameters on both methods have similar value. It can be concluded that the High Availability system with OSCP Clustering method is more stable and good rather than Heartbeat-DRBD method to apply in a network.
Implementasi Mikroservis Untuk Monitoring Kualitas Air Kolam Budidaya Ikan Berbasis IoT Cahyo, Nathanael Dwi; Hertiana, Sofia Naning; Sanjoyo, Danu Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi sistem monitoring kualitas airberbasis IoT menjadi penting untuk mendukung ekosistem danproduktivitas ikan. Metode manual sering tidak efisien,sementara sistem IoT yang ada kurang fleksibel dan skalabel.Penelitian ini mengusulkan arsitektur mikroservis berbasis IoTyang mengintegrasikan sensor pH, suhu, dan kekeruhan denganCloud Firestore untuk penyimpanan data. Mikroservismembagi tugas ke dalam beberapa container, memungkinkanpengolahan data yang fleksibel dan terdistribusi. Hasilpengujian menunjukkan akurasi tinggi (pH 92,47%, suhu98,27%, kekeruhan 97,46%), penggunaan data rendah (5,8MB/hari), dan latensi rata-rata 499 ms. Sistem ini efektif danberpotensi diterapkan dalam budidaya ikan. Kata kunci— Budidaya ikan, Internet of Things, Kualitas air,Mikroservis, Sistem monitoring
Implementasi Sistem Peringatan Kecepatan dan Notifikasi Kecelakaan Otomatis pada Sepeda Motor Rakan Aji Pratama; Jamil, Althaf Nizarudin; Achmad, Raffi; Rahadian, Iqbal Adzani; Sanjoyo, Danu Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka fatalitas kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di Indonesia menjadi masalah krusial yang salah satunya disebabkan oleh lambatnya penanganan medis. Keterlambatan informasi mengenai terjadinya dan lokasi kecelakaan secara akurat menjadi penghambat utama dalam memberikan pertolongan pertama pada periode kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem notifikasi kecelakaan otomatis. Solusi yang diimplementasikan berupa sistem terintegrasi yang terdiri dari perangkat IoT pada sepeda motor, server backend, dan aplikasi seluler. Perangkat IoT menggunakan sensor IMU MPU6050 dan GPS untuk mendeteksi anomali pergerakan dan kemiringan yang mengindikasikan kecelakaan. Saat terdeteksi, data lokasi dan waktu kejadian dikirimkan secara otomatis melalui jaringan GPRS ke server Django, yang kemudian meneruskan informasi tersebut sebagai notifikasi push real-time ke aplikasi seluler kontak darurat. Berdasarkan pengujian, sistem ini berhasil berfungsi sesuai rancangan. Pengujian sensor menunjukkan akurasi penentuan lokasi GPS dengan selisih rata-rata 6.92 meter. Waktu transmisi notifikasi dari deteksi kecelakaan oleh perangkat IoT hingga diterima oleh aplikasi seluler kontak darurat berhasil dicapai dengan rata-rata 2.016 detik. Hasil ini membuktikan bahwa sistem yang dibangun mampu menyediakan solusi notifikasi darurat yang cepat dan akurat, sehingga berpotensi mempercepat waktu respons dan meningkatkan peluang keselamatan korban.Kata kunci— deteksi kecelakaan, internet of things, notifikasi otomatis, sepeda motor, sistem peringatan
Implementasi Sistem Peringatan Kecepatan dan Notifikasi Kecelakaan Otomatis pada Sepeda Motor Pratama, Rakan Aji; Jamil, Althaf Nizarudin; Achmad, Raffi; Hambali, Akhmad; Rahadian, Iqbal Adzani; Sanjoyo, Danu Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka fatalitas kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di Indonesia menjadi masalah krusial yang salah satunya disebabkan oleh lambatnya penanganan medis. Keterlambatan informasi mengenai terjadinya dan lokasi kecelakaan secara akurat menjadi penghambat utama dalam memberikan pertolongan pertama pada periode kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem notifikasi kecelakaan otomatis. Solusi yang diimplementasikan berupa sistem terintegrasi yang terdiri dari perangkat IoT pada sepeda motor, server backend, dan aplikasi seluler. Perangkat IoT menggunakan sensor IMU MPU6050 dan GPS untuk mendeteksi anomali pergerakan dan kemiringan yang mengindikasikan kecelakaan. Saat terdeteksi, data lokasi dan waktu kejadian dikirimkan secara otomatis melalui jaringan GPRS ke server Django, yang kemudian meneruskan informasi tersebut sebagai notifikasi push real-time ke aplikasi seluler kontak darurat. Berdasarkan pengujian, sistem ini berhasil berfungsi sesuai rancangan. Pengujian sensor menunjukkan akurasi penentuan lokasi GPS dengan selisih rata-rata 6.92 meter. Waktu transmisi notifikasi dari deteksi kecelakaan oleh perangkat IoT hingga diterima oleh aplikasi seluler kontak darurat berhasil dicapai dengan rata-rata 2.016 detik. Hasil ini membuktikan bahwa sistem yang dibangun mampu menyediakan solusi notifikasi darurat yang cepat dan akurat, sehingga berpotensi mempercepat waktu respons dan meningkatkan peluang keselamatan korban.Kata kunci— deteksi kecelakaan, internet of things, notifikasi otomatis, sepeda motor, sistem peringatan
Perawatan Multifaktor Berbasis Internet Of Things Untuk Pertumbuhan Bunga Mawar Aldo Algafaru; Munadi, Rendy; Danu Dwi Sanjoyo
Jurnal Nasional SAINS dan TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jnst.v3i2.9505

Abstract

Mawar tanaman yang sering dijumpai di indonesia,beberapa faktor pertumbuhan dari tanaman bunga mawar seperti air, tanah, cahaya serta suhu dan kelembaban. Masalah pertumbuhan bunga mawar kurangnya kadar air dan cahaya yang masuk ke dalam tumbuhan mawar sehingga banyak mawar tidak terawat. Smartgarden ini untuk membantu perawatan multifaktor pada tanaman mawar. Perancangan meliputi aspek hardware dan berbasis Internet Of Things dengan aplikasi yang dirancang secara sederhana. Hardware yang dirancangkan menggunakan microcontroller NodeMCU dengan berbagai sensor yang digunakan, yaitu soil moisture sensor, LDR(Light Dependent Resistor), DHT11. Data yang diperoleh sensor disimpan di database antares serta untuk menampilkan data tersebut menggunakan aplikasi android. Hasil keakuratan soilmoisture mendapatkan nilai simpangan rata rata 2.5 yang bisa kita simpulkan bahwa error yang terjadi cukup minim. Hasil sensor LDR pada waktu terbit antara jam 05.00-06.00 terjadi perubahan status pada LED OFF dan waktu terbenam antara 17.00-18.15 terjadi perubahan status LED ON dapat disimpulkan kerja antara sensor dan lED berkerja dengan baik sehingga minim error. Hasil dari perawatan multifaktor mawar dengan 3 metode perawatan yang berbeda sehingga mendapatkan hasil jika salah satu faktor ada yang dihilangkan maka mawar tidak akan tumbuh dengan baik.