Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STUDI ANALISIS KEGAGALAN KOMUNIKASI POINT TO POINT PADA PERANGKAT TRANSMISI NEC PASOLINK V4 Said Attamimi; Okkie Adhie Darmawan
Jurnal Teknologi Elektro Vol 5, No 3 (2014)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.786 KB) | DOI: 10.22441/jte.v5i3.767

Abstract

Pada penelitian ini terdapat dua studi kasus yang akan dibahas yaitu kegagalan komunikasi point to point link JKT_06A330 ITC BSD facing JKT_06B1052 IBS BSD Junction dan kegagalan omunikasi point to point link JKT_06N412 Klebet kemiri facing JKT_06N411 Kampung kelapa. Peneliti menganalisis penyebab kegagalan tersebut dengan melakukan perbandingan nilai receive level (RSL) yang dapat dimonitoring lewat PNMT ketika terjadi gangguan dan setelah dilakukan perbaikan, dengan menggunakan metode perhitungan secara empiris ( rumus) dan dengan menggunakan software ( menggunakan Pathloss). Kesimpulan yang peneliti tarik dari analisis ini permasalahan terletak pada sisi instalasi dan kondisi cuaca . Pemasangan sistem grounding pada ODU dan kekencangan instalasi menjadi fokus utama yang harus diperhatikan. Faktor lain diluar sisi teknis, keadaan cuaca yang buruk seperti hujan,angin dan petir dapat menyebabkan terjadinya kegagalan sistem komunikasi point to point tersebut .Untuk meminimalisasi gangguan tersebut sebaiknya dalam jangka waktu satu sampai tiga bulan sekali dilakukan pengecekan instalasi yang meliputi pengecekan sistem grounding perangkat transmisi, sistem instalasi fixedstruth untuk antenna dengan diameter 1.2 m atau lebih, sistem instalasi kabel IF dan pengecekan lainnya yang ditemukan di lapangan . Kata kunci : Komunikasi point to point , Receive level (RSL), Instalasi
Sistem Kontrol Lampu Lalu Lintas Untuk Layanan Darurat Berbasis Internet Of Things (IoT) Andi Machdani; Said Attamimi; Budiyanto Husodo
Jurnal Teknologi Elektro Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.468 KB) | DOI: 10.22441/jte.v10i3.007

Abstract

Mobil ambulan merupakan salah satu kendaraan darurat yang harus diutamakan perjalanannya, namun faktanya pada saat ambulan melintas mendapatkan beberapa masalah saat melaju dijalan raya. Seperti halnya saat berada dipersimpangan. Ketika lampu lalu lintas sedang merah dan terjadi antrian kendaraan yang panjang maka ambulan sulit untuk melaju, hal seperti ini yang menggangu tugas dari ambulan tersebut. Oleh karena itu perlu dibuat alat berupa sistem kontrol lampu lalu lintas untuk meminimalisir terjadinya antrian pada mobil ambulan. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sebuah inovasi untuk mengatur lampu lalu lintas supaya jika ada ambulan yang melintas dan terjadi antrian maka lampu lalu lintas tersebut dapat dikontrol oleh pengemudi ambulan. Dalam pembuatan sistem kontrol lampu lalu lintas ini menggunakan web server sebagai inputan yang digunakan untuk mengontrol lampu lalu lintas, 4 buah lampu lalu lintas yang dipasang di persimpangan, dan 1 buah LCD sebagai pemberi informasi status lampu lalu lintas. Semua rangkaian dikendalkan menggunakan mikrokontroler Arduino Mega 2560. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa web server mampu mengontrol lampu lalu lintas dengan tingkat keberhasilan 90,6%, LCD dapat menampilkan informasi mengenai keadaan lampu lalu lintas dengan menjelaskan lampu lalu lintas dalam keadaan prioritas.Kata Kunci — Arduino, IoT, LCD, Traffic Light, Web
Analisa Karakteristik Kanal HF Lintasan Jamak Rizki Nugraha Hidayat; Umaisaroh Umaisaroh; Said Attamimi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 11, No 3 (2020)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2020.v11i3.002

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Oleh karena itu, diperlukan konsep dan perencanaan sistem komunikasi jarak jauh yang murah dan handal agar bisa terhubungnya komunikasi di wilayah kepulauan yang relatif sulit dijangkau oleh sistem kabel yang sudah terhubung saat ini. Sistem komunikasi high frequency (HF) yang beroperasi pada frekuensi 3-30 MHz. Sistem ini memanfaatkan lapisan ionosfer sebagai media transmisi gelombang radionya. Lapisan ionosfer sangat dipengaruhi oleh aktivitas matahari dan perubahan waktu sepanjang hari. Hal ini berakibat timbulnya gangguan-gangguan ionosfer yang menyebabkan kinerja sistem komunikasi HF terganggu juga kondisi dimana terdapat interferensi ketika sinyal lebih dari satu jalur pada saat ditransmisikan hal ini dinamakan multipath atau lintasan jamak. Karakteristik kanal HF menjadi hal yang sangat penting. Dengan mengetahui karakteristik kanal HF yang tepat kita dapat mencapai kinerja sistem komunikasi yang lebih baik. Perubahan kondisi lapisan ionosfer berpotensi mempengaruhi kinerja sistem komunikasi HF yang disebabkan oleh nilai delay spread. Pada penelitian ini dilakukan analisa parameter karakteristik kanal HF mengenai power delay profile dan delay spread yang dilakukan dengan uji simulasi. Berdasarkan hasil percobaan dalam kurun waktu 2 bulan. Dilakukan sebanyak 8 kali percobaan dalam 4 waktu yang berbeda. Menghasilkan nilai delay spread maksimal terjadi pada pagi hari yaitu bernilai 124,1 ms berbeda dengan sore hari yang memiliki nilai 41 ms.
Design of Chebychev’s Low Pass Filters Using Nonuniform Transmission Lines Said Attamimi; Mudrik Alaydrus
Journal of ICT Research and Applications Vol. 9 No. 3 (2015)
Publisher : LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.ict.res.appl.2015.9.3.1

Abstract

Transmission lines are utilized in many applications to convey energy as well as information. Nonuniform transmission lines (NTLs) are obtained through variation of the characteristic quantities along the axial direction. Such NTLs can be used to design network elements, like matching circuits, delay equalizers, filters, VLSI interconnections, etc. In this work, NTLs were analyzed with a numerical method based on the implementation of method of moment. In order to approximate the voltage and current distribution along the transmission line, a sum of basis functions with unknown amplitudes was introduced. As basis function, a constant function was used. In this work, we observed several cases such as lossless and lossy uniform transmission lines with matching and arbitrary load. These cases verified the algorithm developed in this work. The second example consists of nonuniform transmission lines in the form of abruptly changing transmission lines. This structure was used to design a Chebychev’s low pass filter. The calculated reflection and transmission factors of the filters showed some coincidences with the measurements.
Bandpass filter based on complementary split ring resonators at X-band Furqan Furqan; Said Attamimi; Andi Adriansyah; Mudrik Alaydrus
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 13, No 1: January 2019
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v13.i1.pp243-248

Abstract

Complementary Split Ring Resonators were used integrated in a substrate integrated waveguide to generate passband charateristics in X-Band. Based on a parameter study with an electromagnetic commercial software, the characteristics of double and quadruple CSRRs according the reflection and transmission factor were observed. The computer simulation showed, the bandpass filter worked in the frequency range 8.12-8.63 GHz and 8.11-8.63 GHz for double and quadruple CSRR, respectively. The insertion loss was 0.12 dB and 0.015 dB. The measurement mit a vector network analyzer verified the simulation results. The frequeny range measured was 8.12-8.67 GHz and 8.12-8.61 GHz for double and quadruple CSRRs, respectively. The measured insertion loss was 0.25 dB and 0.2 dB.
Antena Mikrostrip dengan Dua Buah U-Slot untuk Aplikasi Wi-Fi dan 5G Dian Widi Astuti; Alya Patrakomala; Muslim Muslim; Said Attamimi; Dwi Astuti Cahyasiwi
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 11 No 4: November 2022
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v11i4.4101

Abstract

The development of telecommunications on wireless networks is advancing very rapidly. This rapid development is caused by the need for rapid information accessible from anywhere. One of the devices on the wireless network telecommunications system is an antenna. Antennas that can work on multiple wireless network frequencies on telecommunications system devices are indispensable. Therefore, this study proposes the design of a microstrip antenna capable of simultaneously working on two wireless network frequencies, namely Wi-Fi and fifth-generation cellular telecommunications (5G). The microstrip antenna was designed using two slots, i.e., the disconnected rectangular ring and inverted U-shaped slots. The Wi-Fi and 5G frequencies working on this antenna were 2.45 GHz and 3.3 GHz. The resonant frequency on the antenna of this microstrip was affected by the slot length. The antenna was designed and fabricated using a Rogers 5880 substrate with a material’s relative permeability (er) of 2.2, a tangent loss (d) of 0.0009, and a thickness of 1.575 mm. Before being fabricated, the antenna design was simulated using the Ansys HFSS simulator, which is a simulator for designing components using electromagnetic waves including antennas. Compared to the simulation results, the results of reflection coefficient measurement in this antenna design showed excellent results for both frequencies. In the simulation results, the reflection coefficient provided a bandwidth of 123 MHz in the 2,412-2,535 MHz frequency range, while the measurement results provided a bandwidth value of 153 MHz in the 2,402-2,555 MHz frequency range for the Wi-Fi frequency application. At the 5G frequency, a measuring bandwidth of 87 MHz was obtained in the range of 3,260-3,347 MHz. The measurement results were commensurate with the simulation results, which obtained a bandwidth of 88 MHz in the range of 3,248-3,336 MHz. Therefore, the fabrication of this antenna design can be used for both applications.
Optimized multibeam synthesis of time-modulated microstrip arrays Mudrik Alaydrus; Said Attamimi; Umaisaroh Umaisaroh
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 28, No 3: December 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v28.i3.pp1563-1572

Abstract

The capability to form the main beam of antennas improves the energy efficiency of wireless systems and enhances radar systems' effectiveness in detecting and tracking objects. The time-modulated array can generate multibeam with arbitrary directions in different spectral parts. This work synthesizes several linear arrays to achieve particular main beams and additional restrictions. We modify the pulse durations and the switch-on instants of the switches in each antenna element in an optimization procedure. The parameters are varied through the simulated annealing by minimizing certain cost functions. We designed three linear arrays: model 1 consists of six elements and has two beams. Model 2 is the improved version of model 1 by rejecting the sidelobes of other spectral contributions at the main beam under consideration. Model 3 consists of sixteen elements and has three different beams. The analytical results were verified by modeling the arrays in the form of microstrip arrays in a numerical simulation with HFSS. We obtained very accurate verification. Distinctive devitations at the region ϑ<-60o and ϑ>60o originate from the radiation characteristics of microstrip antennas, which focus the energy upwards to the region around ϑ=0o.
Prototype Pretreatment Proses Pengecatan Part Motor Menggunakan Metode Logika Fuzzy Berbasis Internet Of Thing (IoT) Akhmad Wahyu Dani; Fina Supegina; Fadli Sirait; Yuliza Yuliza; Abim Ridha Gautama; Said Attamimi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2023.v14i1.006

Abstract

Abstrak— Proses pengecatan part motor memiliki beberapa tahapan. Salah satu proses dalam pengecatan adalah pretreatment. Proses ini adalah proses pembersihan part motor menggunakan air yang di campur dengan bahan kimia, berfungsi untuk membersihkan part yang akan dicat dari kotoran yang menempel pada part Pada saat penyemprotan part proses penyemprotannya dilakukan terus menerus tanpa adanya penghematan penggunaan air dan tidak ada indikator level air. Sehingga dapat menggangu proses didalam pretreatment pembilasan part. Permasalahannya adalah pengecekan level air, suhu dan penyemprotan air ke part tidak terkontrol. Dan juga akan berdampak pada proses kualitas dalam produksi. Dalam hal ini system pengontrolan sangat diperlukan guna mengontrol seluruh parameter yang ada pada pretreatment sehingga dapat memaksimalkan proses produksi. Sehingga penelitian membahas implementasi logika fuzzy pada pengontrol motor pompa, temperatur dan ketinggian air. untuk proses penyemprotan bagian di area preatreatment, guna membantu proses pengontrolan kecepatan pompa air dan pengontrolan kecepatan pompa air. suhu dan ketinggian air pada proses pretreatment pembilasan bagian. Konsep IoT diterapkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisa dan pengujian yang dilakukan pada penelitian ini, pada pengukuran suhu sensor DS18b20 mempunyai error sebesar 0.73%, pengukuran level menggunakan sensor ultrasonic mempunyai error sebesar 2.07%. Pada pengukuran kecepatan motor mempunyai error sebesar 1.6 %. Kecepatan transfer data IoT sebesar 14 second menggunakan ThinkSpeak. Dan untuk pengukuran nilai keluaran fuzzy logic mempunyai nilai yang hampir sama dengan peracangan menggunakan matlab. Dengan sample pengujian menggunakan suhu 44 C dan level 10 cm menghasilkan nilai pwm 127
Rancang Bangun Otomatisasi Hidroponik Deep Flow Technique Menggunakan Logika Fuzzy Sugeno Berbasis Internet Of Things Akhmad Wahyu Dani; Farrah Aisyah Putri; Fadli Sirait; Said Attamimi
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jitkom.v7i2.002

Abstract

Penuruan kualitas lingkungan hidup merupakan sebuah permasalahan yang sedang di hadapi oleh masyarakat. Pembangunan kawasan perumahan yang tidak memperhatikan Ruang Terbuka Hijau memberi dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup. Untuk itu, pekarangan rumah dimanfaat guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat. Namun dengan lokasi rumah yang berada di perkotaan belum tentu menyediakan pekarangan yang luas untuk bercocok tanam. Untuk itu diperlukan metode penanaman yang lebih berkelanjutan yang dikenal dengan hidroponik. Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman dengan menggunakan sejumlah air yang kaya akan nutrisi sebagai media tanamnya. Hidroponik termasuk smart gardening dimana dapat diintegrasikan pada IoT, sehingga penelitian ini berfokus pada pembuatan otomatisasi hidroponik menggunakan metode logika fuzzy berbasis IoT. Prototipe ini berfungsi untuk dan mengatur jumlah air, nutrisi dan pH pada tangki nutrisi berdasarkan hasil pembacaan sensor. Untuk menghasilkan keluaran yang terkuantisasi, metode Logika Fuzzy Sugeno digunakan pada sistem ini. Berdasarkan hasil dari fuzzifikasi dan inferensi pada metode tersebut, menghasilkan nilai keluaran pada motor pompa air, motor pompa nutrisi, motor pompa pH Up dan motor pompa pH Down berupa waktu dengan satuan detik. Dengan menerapkan logika fuzzy pada pengendalian nutrisi pada tanaman hidroponik, pertumbuhan tanaman menggunakan kendali logika fuzzy lebih optimal dibandingkan tanpa kendali logika fuzzy. Kemudian respon waktu pada pengendalian tinggi air mencapai kestabilan yaitu 41 detik. Respon waktu pada pengendalian TDS mencapai kestabilan yaitu 51,96 detik. Respon waktu pada pengendalian pH mencapai kestabilan yaitu 5,48 detik. Nilai output pada Arduino memiliki keakuratan sebesar 99,77% terhadap nilai output yang disimulasikan menggunakan Matlab. Prototipe ini dapat dipantau secara jarak jauh dengan menggunakan platform ThingSpeak dimana dalam pengiriman data dari Arduino ke ThingSpeak membutuhkan waktu 11,2 detik.
Implementasi Logika Fuzzy Terhadap Kontrol dan Monitoring Pada Konsumsi Energi Listrik Rumah Tangga Rofiq, Muhammad Ainur; Sirait, Fadli; Sebayang, Ika Sari Damayanthi; Pangaribowo, Triyanto; Supegina, Fina; Attamimi, Said; Husodo, Budi Yanto; Pradana, Hapril Arief
Jurnal Teknologi Elektro Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jte.2024.v15i1.008

Abstract

Energi listrik memiliki peran vital pada seluruh sektor kehidupan. Sektor rumah tangga mengkonsumsi energi listrik paling besar berdasarkan data tahunan PLN 2021. Meningkatnya populasi manusia ditambah penggunaan energi listrik yang tidak tepat memperbesar nilai konsumsi rumah tangga. Standby power adalah salah satu efek yang ditimbulkannya. Standby power dapat dihindari dengan memutus beban listrik dari sumber listrik jika tidak digunakan. Penelitian ini merancang alat bantu untuk efisiensi konsumsi listrik pada beban listrik rumah tangga dengan cara meminimalisir konsumsi listrik akibat standby power dengan menerapkan sistem fuzzy logic mamdani. Sensor PZEM-004T berfungsi mengukur besaran listrik, nodeMCU ESP8266 sebagai pengolah data dan Blynk Iot sebagai interface monitoring dan kontrol. Arus dan daya listrik digunakan sebagai variable input fuzzy logic. Rules fuzzy dirancang untuk mendeteksi kondisi beban , jika beban dalam mode aktif output fuzzy berupa kondisi relay close, jika beban dalam kondisi standby output fuzzy berupa kondisi relay open. Beban listrik yng digunakan untuk uji coba meliputi TV 32”, AC, komputer, kipas angin dan laptop . Perkiraan nilai efisiensi yang dihasilkan dalam rentang waktu 1 tahun pada beban TV 7,26% ,komputer 2,12%, AC 0,26%  dan  kipas angin  0% dikarenakan kipas angin tidak memiliki mode standby. Nilai efisiensi pada beban laptop adalah perbandingan pola penggunaan harian yang diakumulasikan selama 1 tahun dengan pola penggunaan A akan menghasilkan efisiensi konsumsi energi listrik sebesar 37,9% dibandingkan pola penggunaan B