Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Pengaruh Perubahan Bit Rate Optical Concentrator Photodetector Pada Visible Light Communication (vlc) Dhamara Kuncara Ningrum; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Tugas Akhir ini melakukan studi atas teknologi masa depan yang dapat memberikan solusi terhadap keresahan pengguna jaringan. Sistem komunikasi optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi hal yang saat ini sedang di riset untuk menjadi teknologi dimasa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC). Kontribusi dari Tugas Akhir ini dapat mengetahui pengaruh perubahan bit rate dengan membandingkan pemambahan optical concentrator dan tanpa penambahan optical concentrator terhadap cakupan komunikasi, cakupan komunikasi yang terbesar di dapat cakupan luas sebesar 𝟐𝟓 𝒎𝟐 dan tersempit yaitu sebesar 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC, LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator Abstract The Final Project studies of future technologies that can provide solutions to the concerns of network users. Optical communication system is a communication system that is currently developing quite rapidly and is becoming the thing that is currently being researched to become a technology in the future, one that is develo ping rapidly is called Visible Light Communication technology. The contribution of this Final Project can determine the effect of changes in bit rate by comparing the addition of optical concentrators and without the addition of optical concentrators to the communication coverage, the largest communication coverage can be with a broad coverage of 𝟐𝟓 𝒎𝟐 and narrowest that is equal to 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC,LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator
Analisis Performansi Ber Pada Jaringan Optik Dense Wavelength Division Multiplexing Menggunakan Penguat Hybrid Raman Edfa Taufik Akbar; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penguat hybrid merupakan sebuah teknologi yang menjanjikan dan memberikan performansi yang lebih baik karena dapat menangani jaringan dengan beban yang besar. Penguat hybrid Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) dan Fiber Raman Amplifier (FRA) digunakan untuk mengoptimalkan peningkatan gain bandwidth dari sistem berbasis Wavelength Dense Multiplexing (WDM). Meningkatkan Gain-Bandwidth penguat optik adalah cara yang paling efektif untuk pemanfaatan optimal bandwidth serat secara efisien dalam peningkatan jumlah saluran berbasis WDM. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan sistem Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada jarak maksimum 250 km tanpa penguat, menggunakan penguat FRA, penguat EDFA, dan menggunakan penguat Hybrid Optical Amplifier (HOA) yaitu penggabungan FRA dan EDFA. Kemudian melakukan perbandingan pada jarak berapa maksimal penguatan masih bisa dilakukan, simulasi sistem dilakukan menggunakan perangkat lunak Optisystem 7.0 dan membandingkan nilai Bit Error Rate (BER) yang paling baik yaitu BER < 10 9 . Hasil yang diperoleh dari serangkaian simulasi sistem dengan konfigurasi paling optimal yaitu konfigurasi HOA FRA-EDFA secara parallel in line pada jarak 210 km dengan nilai Q factor terendah 6.10417 dan nilai BER sebesar 5.08 sehingga masih layak digunakan pada jarak tersebut. Kata Kunci: EDFA, FRA, HOA,DWDM, Optical amplifier. 1.1 Abstract It is a promising technology and provides better performance as it can handle a large load of network, which is very good. The Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA) and Fiber Raman Amplifier (FRA) amplifier are used to optimize the increase in gain bandwidth from the Wavelength Dense Multipexing (WDM)-based system. Improving gain-bandwidth optical amplifier is the most effective way to efficiently utilization the optimal bandwidth fibers in an increase in the number of WDM-based channels. In this research conducted a comparison of Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) system at a maximum distance of 250 km without amplifier, using FRA amplifier, EDFA amplifier, and use of Hybrid Optical Amplifier (HOA) amplifier of the FRA and EDFA merger. Then do a comparison of how much maximum gain can still be done, system simulation is done using the software Optisystem 7.0 and comparing the best value Bit Error Rate (BER) < 109 . Result obtained from a series of simulation system with the most optimal configuration of HOA FRA EDFA in parallel in line at a distance 210 km with the lowest Q factor value of 6.10417 and the BER value 5.0810 so that is still worth to use at this distances. Keyword : EDFA, FRA, HOA, U-DWDM, Optical amplifier.
Pengaruh Modulasi Ook Dan Qam Pada Komunikasi Cahaya Tampak Dengan Penambahan Reflektor Alfin Satya Maulana; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas Akhir ini melakukan studi mengenai Visible Light Communication (VLC) menggunakan komunikasi cahaya tampak dan udara sebagai media rambatnya. VLC menawarkan berbagai macam kelebihan, salah satunya dari kecepatan transfer data, dan keamanan yang sangat baik karena menggunakan cahaya sebagai media rambatnya. VLC juga tidak menimbulkan radiasi yang mengganggu kesehatan manusia. Tugas Akhir ini melakukan analisis VLC untuk mencari cakupan jarak komunikasi cahaya tampak. Teknik modulasi yang digunakan On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), On-Off Keying Return to Zero (OOK-RZ) dan Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), dengan penambahan reflektor berupa cermin pada ruangan tertutup berukuran 5 m x 5 m x 4 m. Pada sistem VLC berpengaruh pada skema modulasi untuk menentukan cakupan komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan daya LED sebesar 2 Watt dengan ketinggian 4 meter tepat di tengah ruangan. Modulasi OOK-NRZ mendapatkan jarak antara reflektor dengan receiver sejauh 4.77424 meter, OOK-RZ sejauh 3.81927 meter dan 4-QAM sejauh 5.00069 meter dengan batas Bit Error Rate (BER) sebesar 10-3 . Luas daerah cakupan yang dihasilkan dari komunikasi cahaya tampak dengan menggunakan modulasi OOK-NRZ sebesar 18.84 m2 , OOK-RZ mendapatkan luas daerah cakupan sebesar 16 m2 dan 4-QAM mendapatkan sebesar 23 m2 . Kata kunci : Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM,BER Abstract This final task conducts a study of visible Light Communication (VLC) using the communication of visible and aerial light as the media of the vine. VLC offers a wide range of advantages, one of them from data transfer speeds, and excellent security because it uses light as its media of interest. VLC also does not cause radiation that interferes with human health. This final task performs the VLC analysis to look for the distance coverage of visible light communication. The modulation techniques used are On-Off Keying Null Return to Zero (OOK-NRZ), OnOff Keying Return to Zero (OOK-RZ) and Quardature Aplitude Modulation (4-QAM), with the addition of a mirror in a closed room measuring 5 m x 5 m x 4 m. In the VLC system it is influential in the modulation scheme to determine the communication coverage of visible light by using the LED power of 2 watts with a height of 4 meters right in the middle of the room. Modulation OOK-NRZ gets the distance between the reflector with the receiver as far as 4.77424 meters, OOK-RZ as far as 3.81927 meters and 4-QAM as far as 5.00069 meters with a limit of Error Rate (BER) of 10-3 . The area of coverage resulting from light communication was seen by using OOK-NRZ modulation of 18.84 m2 , OOK-RZ getting the area coverage of 16 m2 and 4-QAM getting at 23 m2 . Keywords: Visible Ligth Communication, OOK-NRZ, OOK-RZ, 4-QAM, BER
Pengaruh Random Orientation Terhadap Pulse Posisition Modulation (PPM) Pada Peforma Sistem Visible Light Communication (VLC) Muh Farhan Pratama R; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visible Light Communication (VLC) merupakan teknologi yang sedang berkembang di era yang sedang maju saat ini. Perkembangan VLC tidak lepas dari pengaruh sistem komunikasi optik, yang dimana sebagai penggagas teknologi menggunakan cahaya dalam pengiriman informasi serta kecepatan mengirim informasi pada jaringan nirkabel yang lebih cepat. Penelitian ini telah melakukan analisis pada sistem VLC terhadap Random Orientation ke sudut penerima atau sisi receiver sebesar 0°, 25° dan 45° pada ruangan tertutup. Modulasi yang digunakan yaitu Pulse Posisition Modulation (PPM) sebagai pembawa data informasi dan frekuensi pada bit yang menjadi inputan pada arus masuk sebelum ditransimisikan. Informasi yang telah di proses dikumpul melalui Light Emitting Diode (LED) dan diteruskan ke User Equipment (UE). Hasil dari penelitian Tugas Akhir ini, nilai daya terima pada sudut orientasi 0° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 1,081×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,109×10ˉ3 Watt. Sudut orientasi 25° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 9,928×10ˉ2 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 2,039×10ˉ3 Watt.Sudut orientasi 45° terbesar pada jarak 2,15 m dengan daya terima 6,261×10ˉ1 Watt dan pada terkecil pada jarak 5 m dengan daya terima 1,285×10ˉ3 Watt.Kata Kunci : VLC, PPM, UE, LED, BER, Random Orientation.
Perancangan Jaringan Backhaul 4G LTE Menggunakan serat optic di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan Ignatio Chriesma Diba Sanggiantara; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Proyek pembangunan jaringan serat optik yaitu palapa ring telah selesai. Namun jaringan internet masih belum bisa diakses sercara maksimal di daerah pelosok sehingga dibutuhkan jaringan backhaul sebagai media penghubung antara eNodeB dengan base station controller nya melalui media transmisi yang mendukung performa teknologi LTE menggunakan serat optik. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dengan penentuan wilayah untuk perancangan backhaul eNodeB pada jaringan LTE berdasarkan letak geografis untuk memperhitungkan trafik user yang diperlukan dan untuk menentukan perancangan link backhaul fiber optik maupun topologi atau konfigurasi sistem jaringan eNodeB yang dirancang di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Perancangan backhaul ini menggunakan teknologi SDH dengan level STM-4 dan untuk aksesnya menggunakan GPON 2,5 Ghz. Hasil perhitungan perancangan yang telah dilakukan mendukung layanan komunikasi di Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, Kalimantan Selatan. Rancangan ini terpenuhi dengan parameter terendah BER pada sisi downstream bernilai 5,722 x 10-9 . Sedangkan untuk nilai parameter BER terendah pada link akses Upstream bernilai 7,675 x 10-10 dan pada sisi backhaul dengan BER bernilai 2,641 x 10-12 . Kata kunci—backhaul, LTE, GPON,sistem komunikasi optik
Kapasitas Sistem Noma-vlc Dengan Perubahan Metode Alokasi Daya Pada Kanal Propagasi NLOS Rana Ayunda Salsabila; Brian Pamukti; Nachwan Mufti Adriansyah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kekurangan dalam sistem visible light communication (VLC) yaitu sempitnya bandwidth modulasi yang dapat mengurangi kapasitas yang dicapai sistem. Pada penelitian ini, diimplementasikan nonorthogonal multiple access (NOMA) untuk meningkatkan kapasitas sistem. NOMA merupakan suatu teknik penggabungan beberapa sinyal yang dilakukan berdasarkan daya tiap user. Dalam sistem NOMA, terdapat superposition coding pada sisi pengirim dan successive interference cancellation (SIC) di sisi penerima. Tugas Akhir ini membandingan dua metode alokasi daya, gain ratio power allocation (GRPA) yang mempertimbangkan perbedaan kondisi kanal setiap user dengan metode alokasi daya static power allocation (SPA). Selain itu, dilakukan juga penelitian tentang pengaruh jumlah residu yang terjadi pada proses SIC dan pertambahan jumlah user terhadap performansi sistem dengan kondisi kanal NLOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan alokasi daya GRPA lebih efektif digunakan dalam sistem NOMA-VLC dibandingkan dengan SPA. Dalam simulasi diperoleh bahwa penggunaan GRPA dapat meningkatkan kapasitas hingga 4.323% dari penerapan alokasi daya SPA. Selain itu, bertambahnya jumlah residu yang terjadi dalam proses SIC dan semakin banyak jumlah user dalam sistem NOMA-VLC berdampak pada penurunan performansi sistem.Kata Kunci: VLC, NOMA, NLOS, Alokasi Daya, SIC
Alokasi Sumber Daya Dengan Orientasi Acak Menggunakan Metode Algoritma Greedy Pada Visible Light Communication Raga Filydevilia Putra; Nachwan Mufti Adriansyah; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi komunikasi yang memiliki kapasitas besar. Dalam pengimpelemantasiannya diperlukan proses pengalokasian untuk meningkatkan kualitas sistem. Pengujian akan berfokus pada proses pengalokasian time slots ke User Equipment (UE) menggunakan penjadwalan algoritma Greedy. Penyebaran UE disebar secara acak di dalam ruangan ukuran 5x5x4 meter dengan jumlah dari 6 hingga 24 UE dan setiap orientasi UE diubah sudutnya secara bertahap antara 0â—¦, 15â—¦, dan 30â—¦. Pada hasil pengujian, nilai rata - rata kenaikan total throughput sistem terhadap variasi jumlah UE meningkat sebesar 0.034% jika sistem menggunakan penjadwalan algoritma Greedy dan power consumption yang dibutuhkan 2.19 kali lebih hemat dibandingkan tanpa penjadwalan algoritma Greedy. Perubahan orientasi sudut penerima ke 30â—¦ menghasilkan nilai rata rata total throughput terkecil yaitu sebesar 1444.096 Mbps dan terbesar pada sudut 0â—¦ dengan 1503.478 Mbps dalam variasi jumlah UE. Kemudian nilai fairness sistem dipengaruhi oleh jumlah UE yang tersedia dengan nilai fairness tertinggi sebesar 0.833 ketika jumlah terdapat 6 UE dan nilai fairness terkecil sebesar 0.208 ketika terdapat 24 UE dalam sistem. Hal tersebut membuktikan bahwa dengan penambahan jumlah UE dapat menaikkan total throughput dan menurunkan nilai fairness sistem. Kata kunci: Visible Light Communication, Resource Allocation, Channel State Information, Fairness
Analisis Performansi Kapasitas Sistem UVLC Berbasis NOMA dengan Perubahan Metode Alokasi Daya pada Kanal Propagasi NLoS Fadilah, Budi Ikhwan; Mufti A, Nachwan; Pamukti, Brian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Underwater Visible Light Communication (UVLC) merupakan salah satu penerapan teknologi VLC yang menggunakan pancaran Light Emitting Diode (LED) pada medium air. UVLC menjadi alternatif yang tepat untuk komunikasi bawah air selain penggunaan gelombang akustik dan radio. Efektivitas biaya dan konsumsi energi yang rendah menjadi keunggulan lainnya. Salah satu kekurangan yang dimiliki UVLC adalah sempitnya bandwidth modulasi sehingga mengakibatkan pengurangan kapasitas yang dicapai sistem. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diimplementasikan Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA). NOMA adalah suatu teknik penggabungan beberapa sinyal yang dibedakan berdasarkan daya tiap user. Dalam sistem NOMA, terdapat superposition coding di sisi pengirim dan successive interference cancellation (SIC) di sisi penerima. Pada Tugas Akhir ini, membandingkan dua metode alokasi daya yaitu Gain Ratio Power Allocation (GRPA) dan Static Power Allocation (SPA). Selain itu, dilakukan juga penelitian pada kanal dengan kondisi terdapat turbulensi dan tanpa adanya turbulensi. Adapun Parameter yang diujikan adalah Signal to Interference Plus Noise Ratio (SINR) serta kapasitas. Hasil simulasi dan analisis didapatkan sistem NOMA-UVLC dengan alokasi daya GRPA lebih stabil dibandingkan dengan alokasi daya SPA dengan rata-rata kenaikan kapasitas 52%. Kapasitas sistem mengalami penurunan pada kondisi turbulensi serta dipengaruhi oleh diterapkannya residu pada proses Successive Interference Cancellation (SIC) dibandingkan tidak mengalami residu pada proses SIC.Kata kunci— UVLC, NOMA, NLoS, power allocationn, sic
Performansi Static Power Allocation Di Ruangan Indoor Pada Sistem VLC-NOMA Menggunakan Modulasi PPM Afifah, Syifa Hana; Adriansyah, Nachwan Mufti; Pamukti, Brian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring penggunaan teknologi yang semakin pesatmembuat berkembangnya inovasi dalam dunia teknologi.Visible Light Communication (VLC) adalah sistem komunikasiyang memanfaatkan cahaya tampak sebagai mediatransmisinya. VLC memiliki kekurangan pada bandwithmodulasi yang terbagi saat pengguanaan user dalam jumlahbanyak. Dalam mentransmisikan data VLC juga dapatmengalami interferensi dari suatu objek yang meghalangicahaya untuk sampai lansung ke user. Pada penelitian inimenganalisis Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA) dalammengatasi kekurangan pada VLC. Teknik alokasi daya yangdigunakan adalah Static Power Allocation (SPA) danmeggunakan Pulse Position Modulation (PPM). Penelitian inimenggunakan kanal Line of Sight (LOS) dan Non-Line of Sight(NLOS). Parameter performansi yang digunakan yaitu Signalto Interference plus Noise Ratio (SINR), kapasitas kanal, dan BitError Rate (BER). Berdasarkan penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa hasil SINR dengan kondisi kanal LOS lebihbaik dibandingkan kondisi kanal NLOS. Skenario yangmemiliki 2 user mendapatkan nilai SINR tertinggidibandingkan skenario lain nya, dengan nilai 33,450dB untukkanal LOS dan 25,491dB untuk kanal NLOS. Sedangkan untukBER dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi level padamodulasi PPM digunakan, maka hasil dari BER akan semakinbaik.Kata kunci— Visible Light Communication, Non-Orthogonal Multiple Access, Pulse Position Modulation, BitError Rate, Signal to Interference plus Noise Ratio
Analisis Performansi Teknologi Dwdm Dengan Penguat Optik Hybrid Roa-Edfa Berbasis Soliton Barawasi, Tika Nadhiah; Pamukti, Brian; Yudiansyah, Yudiansyah
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan akan transmisi data berkapasitas besar dan jarak jauh mendorong penggunaan teknologi Dense wavelength division multiplexing (DWDM) dalam sistem komunikasi optik. Namun, tantangan utama pada DWDM adalah redaman dan dispersi sinyal yang terjadi seiring bertambahnya jarak transmisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi sistem DWDM berbasis soliton dengan kombinasi penguat optik hybrid ROA-EDFA dalam dua konfigurasi: ROA sebagai booster amplifier dan sebagai inline amplifier. Selain itu, diteliti pula pengaruh penggunaan dispersion compensation fiber (DCF) dalam meningkatkan kualitas sinyal. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak OptiSystem 7.0 dengan variasi daya laser dari -8 dBm hingga 8 dBm, serta panjang serat optik 30 km, 50 km, dan 100 km. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi ROA sebagai booster amplifier memberikan performa terbaik, terutama jika dikombinasikan dengan DCF, dengan nilai bit error rate (BER) mencapai 10⁻³⁶. Sebaliknya, penggunaan ROA sebagai inline amplifier menunjukkan penurunan kualitas sinyal pada daya rendah dan jarak jauh. Kesimpulannya, konfigurasi ROA sebagai booster amplifier dengan DCF sangat direkomendasikan untuk sistem DWDM jarak jauh. Penggunaan soliton juga terbukti efektif dalam mempertahankan kestabilan sinyal dan menekan efek dispersi dalam jaringan optik. Kata kunci— sortasi pisang, computer vision, ESP8266, teachable machine, otomasi, blynk