Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Cakrawala Linguista

Simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Eko Eko; Fitri Fitri; Zulfahita ZUlfahita
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Submasalah dalam [enelitian ini meliputi, pendeskripsian Simbol mantra, pendeskripsian makna dalam mantra, pendeskripsian, dan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  pendekatan semiotik. Sumber data dalam penelitian ini adalah 2 informan Dusun Raharja Desa Mayak Kecamatan seluas Kabupaten Bengkayang. Data dalam penelitian ini adalah rekaman mantra Balenggang. Alat pegumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi langsung, teknik wawancara, dan teknik documenter. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini yaitu pendeskripsian, pengklasifikasian data, penganalisian, penyimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini adalah triangulasi atau pengecekan ulang, kecukupan referensi, dan diskusi teman sejawat. Berdasarkan analisis data dan pembehasan dapat disimpulkan bahwa simbol mantra dalam upacara Balenggang masyarakat Dayak Bakati Rara di Desa Mayak Kecamatan Seluas kabupaten Bengkayang  .terdapat: 3 simbol mantra yaitu, 1) simbol tanda verbal, 2) simbol tanda non verbal, 3) simbol interpretasi ritual. Terdapat 4 aspek makna yaitu, 1) pengertian, 2) perasaan, 3) nada, 4) tujuan. Selanjutnya, penelitian ini biasa implementasikan pada kelas VII semester genap, dengan kompetensi dasar 3.10 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI SAJAK NOL KARYA GUNTA WIRAWAN (KAJIAN STILISTIKA) Iis Mutiara Sandi; Fitri Fitri; Zulfahita Zulfahita
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Number 1 July 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i1.1929

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya gaya bahasa yang terdapat dalam sebuah karya sastra yaitu puisi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui Gaya Bahasa dalam Kumpulan Puisi Sajak Nol Karya Gunta Wirawan (Kajian Stilistika). 2) untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan puisi Sajak Nol karya Gunta Wirawan. Gaya bahasa yang digunakan dalam tulisan ini ialah berdasarkan teori Tarigan, yaitu gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan dan perulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Sajak Nol karya Gunta Wirawan. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa atau kalimat yang mengandung gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen kunci. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter. Teknik pengecekan data ialah triangulasi, ketekunan pembaca, dan kecukupan referensi. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang ditemukan 27 gaya bahasa yang digunakan. Yaitu 28 perumpamaan, 30 metafora, 42 personifikasi, 9 alegori, 2 antitesis, 5 pleonasme, 16 hiperbola, 4 litotes, 2 ironi, 2 inversi, 2 sinisme, 1 sarkasme, 11 metonimia, 7 sinekdoke, 1 eufemisme, 1 antonomasia, 12 erotesis, 3 elipsis, 1 asindeton, 9 polisindeton, 11 aliterasi, 6 asonansi, 4 anafora, 1 epizeukis, 5 mesodiplosis, 3 epanalepsis, dan 1 anadiplosis.
Model Pembelajaran Kooperatif Pair Checks terhadap Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP dalam Menyimpulkan Isi Berita Zulfahita Zulfahita; Eti Sunarsih; Ira Satira
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i1.1296

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menulis siswa masih rendah itu dikarenakan beberapa hal. Pertama, dalam mengikuti proses pembelajaran siswa kurang serius. Kedua, kemampuan siswa dalam menulis kurang dikarenakan siswa sulit mengembangkan ide pikiran mereka, sehingga hasil belajar yang siswa peroleh tidak mencapai ketuntasan yang diharapkan yaitu 70. Ketiga, penggunaan media atau model pembelajaran masih belum maksimal dan kurang bervariasi sehingga siswa kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ketuntasan hasil belajar siswa mencapai KKM  (70) baik secara individual maupun klasikal terhadap kemampuan menyimpulkan isi berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Singkawang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar siswa mencapai KKM  (70) baik secara individual maupun klasikal terhadap kemampuan menyimpulkan isi berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen karena data yang diperoleh berhubungan dengan angka-angka yang dapat dihitung secara sistematis dan bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pre-experimental design (nondesigns) dikatakan Pre-experimental Design, karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh. Dari hasil analisis data dapat diperoleh nilai ketuntasan hasil belajar siswa secara individual maupun klasikal post-test  mencapai KKM 70 setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model kooperatif pair checks terhadap kemampuan menyimpulkan isi berita pada siswa kelas VIII  SMP Negeri 10 Singkawang. Dibuktikan dengan hasil perhitungan ketuntasan individu Karena thitung  > ttabel  atau 6,24 > 1,70  dan hasil perhitungan ketuntasan klasikal Karena Zhitung ≥ Ztabel  atau 2,25 ≥ 1,64.
Struktur, Fungsi dan Makna Mantra Antar Ajong Di Desa Medang Kabupaten Sambas Kartini Kartini; Susan Neni Triani; Zulfahita Zulfahita
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Number 1 July 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i1.1947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur, Fungsi dan Makna Mantra Antar Ajong di Desa Arung Medang Kabupaten Sambas. Submasalah dalam penelitian ini meliputi, pendeskripsian struktur pembangun mantra, pendeskripsian fungsi mantra, pendeskripsian makna mantra, pendeskripsian hasil penelitian dalam rencana pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah struktur, fungsi da makna mantra antar ajong di desa arung medang kabupaten sambas yang dituturkan oleh masyarakat yang diketahui hal-hal yang berkaitan dengan mantra antar ajong. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penelitian sebagai instrument kunci. Penelitian dibantu oleh buku catatan dan kamera.Teknik yang digunkan dalam menganalisis data yakni transkripsi, penerjemahan data, identifikasi, klasifikasi, analisis, menyimpulan.Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan meliputi triangulasi, ketekunan/keajegan pengamatan, pemeriksaan teman sejawat. Berdasarkan analisis data dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa mantra AntarAjong terdapat : unsur pembangun struktur mantra,dan memiliki makna keseluruhan dalam sebuah mantra antar ajong . Selanjutnya, penelitian ini dapat diimplementasikan pada kelas VII semester genap, dengan standar kompetensi (SK) 4.10 Mengungkapkan gagasan, perasaan, pesan dalam bentuk puisi rakyat secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur, rima dan penggunaan bahasa, pada kompetensi dasar (KD) 3.14 Menelaah struktur dan kebahasaan puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat setempat) yang dibaca dan didengar.