Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sampah Plastik Sebagai Potensi dalam Pembuatan Bahan Bakar Minyak Rudy Yoga Lesmana; Nani Apriyani
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 4 No 2 (2019): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.268 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v4i2.1065

Abstract

Kuantitas limbah plastik saat ini memang sangat sulit untuk dikelola. Salah satu solusi untuk mengurangi pertumbuhan sampah plastik yaitu dengan membuatnya menjadi bahan bakar alternatif, yaitu minyak mentah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menciptakan minyak mentah sebagai energi alternatif dari sampah plastik dan untuk membandingkan kuantitas minyak hasil olahan sampah plastik berjenis PE dan PET dengan bahan bakar konvensional. Metodologi peneilitian antara lain mengumpulan sampel berupa sampah plastik yang berbahan baku PP, PE dan PET melakukan pembuatan reaktor dan mengolah sampel menjadi minyak mentah, melihat kuantitas minyak mentah hasil olahan, melakukan pengujian nilai kalor minyak mentah hasil olahan berdasarkan bahan baku plastik, dan melakukan perbandingan nilai kalor minyak mentah hasil olahan dengan bahan bakar konvensional. Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak dari plastic kuantitas minyak hasil olahan dari PE dan PET yaitu sebanyak 425 ml dan PET tidak menghasilkan minyak, dan hanya menghasilkan serbuk berwarna putih.
Rencana Kebutuhan Luas Lahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Tipe Sanitary Landfill untuk Sampah dari Kecamatan Pahandut Rudy Yoga Lesmana; Gusti Iqbal Tawaqal
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 6 No 1 (2021): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v6i1.1957

Abstract

Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga saat ini di Indonesia pada umumnya sudah menerapkan sistem Sanitary landfill untuk penanganan sampah di tingkat akhir. Metode Sanitary Landfill merupakan metode terbaik dibandingkan dengan metode landfill lainnya, terlebih lagi jika dibandingkan dengan Open Dumping dalam hal penanggulangan dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Berdasarkan hal penelitin ini bertujuan untuk melakukan perencanaan untuk kebutuhan lahan dengan konsep sanitary landfill di Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2020 dan menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan data primer dengan mengukur langsung volume timbulan sampah dan sekunder yaitu studi literature dan perhitungan matematik. Jumlah sampah yang dihasilkan Per Tahun di Kecamatan Pahandut yaitu 96.130,05 m3. Volume sampah di TPA/hari yaitu sebesar 0,078 m3/hari. Area yg dibutuhkan/tahun untuk timbulan sampah di TPA sebesar 113,88 m2 jumlah sel yang diperlukan untuk penimbunan adalah sebanyak 1.379 sel. Maka luas area penimbunan sampah yang dibutuhkan di TPA Kec. Pahandut yaitu 2,79 ha/5 tahun.
Evaluasi Pengelolaan Sampah Dan Estimasi Umur Pakai Lahan Di TPA Km.13 Kota Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Rahmi Ainun Nadiah; Sari Marlina; Rudy Yoga Lesmana
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 6 No 2 (2021): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v6i2.2371

Abstract

Kota Muara Teweh merupakan Ibu Kota dari Kabupaten Barito Utara yang meliputi 4 (empat) Kelurahan, yaitu Kelurahan Melayu, Kelurahan Lanjas, Kelurahan Jambu dan Kelurahan Jingah, dengan luas wilayah keseluruhan 4487,6 Ha atau 5,4% dari luas wilayah Kabupaten Barito Utara dan penduduk yang terlayani hanya 85% dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Barito Utara maka dari itu diperlukan untuk Evaluasi Pengelolaan Sampah dan juga Pertambahan penduduk yang disertai pembangunan yang berkelanjutan akan menyebabkan semakin tingginya volume timbunan sampah yang harus dikelola setiap harinya. Berdasarkan hasil Evaluasi Pengelolaan Persampahan di TPA Km.13 Kota Muara Teweh ialah terdiri dari bangunan pos jaga/kantor,parkiran kendaraan, jalan masuk TPA, garasi alat berat, tempat cuci kendaraan, jalan operasional, saluran drainase, pengolahan air lindi. Hal tersebut akan bertambah sulit karena keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Dengan perkembangan yang cukup pesat, mulai dari infrastruktur sampai pertambahan jumlah penduduk. Perkembangan tersebut akan menyebabkan bertambahnya volume sampah yang harus diangkut oleh truk pengangkut sampah ke TPA KM 13.
Sabun Cuci Tangan Cair dari Limbah Daun Galam (Melaleuca Cajuputi) Muh Azhari; Rudy Yoga Lesmana
Cenderabakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Periode April
Publisher : Jurusan Manajemen dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.906 KB) | DOI: 10.55264/cdb.v1i1.9

Abstract

This activity aims to reduce the biomass of Galam leaf waste and provide opportunities to process waste leaves into a business for the people of Palangkaraya City. The method used is the demonstration method of making the product. Liquid hand washing soap from Galam Leaf Waste can be a solution to overcome environmental problems and open up opportunities to process waste leaves into a business.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI MTs HIDAYATUL MUHAJIRIN KOTA PALANGKA RAYA Gusti Iqbal T; Rudy Yoga Lesmana; Ari Widya Permana
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i2.1646

Abstract

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang paling mendasar di masyarakat. Penanganan yang tidak maksimal akan berakibat pada timbulnya permasalahan tersumbatnya saluran air hingga banjir. Adanya genangan air mengindikasikan bahwa air permukaan tidak dapat diserap oleh tanah. Kegiatan ini dilaksanakan di MTs Hidayatul Muhajirin, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, yang sering terendam banjir saat terjadi hujan dengan durasi lebih dari 8 jam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah upaya peningkatan pemahaman kepada peserta didik tentang kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dan peka terhadap permasalahan banjir yang sering terjadi di lingkungan tempat tinggal peserta didik. Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi kepada peserta didik kemudian pelatihan pembuatan lubang resapan biopori di halaman sekolah. Adanya praktik pembuatan lubang resapan biopori ini peserta didik diharapkan bisa menerapkannya di rumah masing-masing dengan peralatan yang sederhana dan memanfaatkan sampah organik maupun anorganik.
Lubang Resapan Biopori Sebagai Upaya Pencegahan Bencana Banjir di Kota Palangka Raya Gusti Iqbal Tawaqal; Rudy Yoga Lesmana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i1.790

Abstract

Air hujan sebelum mencapai permukaan tanah, tertahan oleh vegetasi maupun sampah yang menumpuk di tanah. Air hujan yang dapat mencapai permukaan tanah jika permukaannya tidak kedap air, dapat bergerak masuk ke dalam tanah dengan gaya gravitasi dan gaya kapiler dalam suatu aliran disebut infiltrasi (Seyhan, 1990). Dengan infiltrasi, limpasan permukaan akan terkendali. Lubang resapan biopori (LRB) berperan sebagai pintu masuk bagi air hujan untuk dapat masuk ke dalam tanah. LRB yang diisi sampah organik akan memancing berbagai organisme melakukan pergerakan yang akan memperbesar poti yang ada di dalam tanah untuk mempercepat proses penyerapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas infiltrasi air hujan di permukaan dan untuk mengetahui jenis sampah yang dapat mempengaruhi laju infiltrasi. Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan bantuan alat biopori. Secara keseluruhan laju infitrasi maksimum terjadi pada minggu ke 2 sampai minggu ke 5. Pembusukan terjadi tergantung dari komposisi jenis sampah. Pada komposisi daun kering 100% (LRB B) dan sampah dapur 100% (LRB D) peningkatan maksimum terjadi dalam 2 minggu sebanyak 20,97% dan 19,26%. Pada komposisi campuran, pembusukan paling cepat dan paling berpengaruh terjadi pada LRB E3. Keadaan lingkungan seperti cuaca, jenis tanah, curah hujan, luas wilayah, dan tofografi serta faktor lainnya juga dapat berpengaruh terhadap hasil pengujian.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Di Desa Upun Batu, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas Ahmad Ilham Sutrisman; Sari Marlina; Rudy Yoga Lesmana
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 8 No. 1 (2023): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v8i1.4700

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang ketersediaannya sangatlah penting dalam menunjang kehidupan manusia. Meningkatnya pertumbuhan penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan air bersih untuk dikonsumsi. Permasalahan distribusi air bersih menjadi salah satu hal yang harus dilakukan dalam penyediaan dan pemenuhan air bersih seperti di Desa Upun Batu, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi eksisting masyarakat Desa Upun Batu belum ada jaringan perpipaan ke rumah-rumah masyarakat, sehingga masyarakat sekitar masih menggunakan sistem konvensional (ambil angkut) dengan jarak sumber air dari Desa tersebut sejauh ±500 meter dari rumah warga. Dengan demikian, perlu adanya Perencanaan sistem penyediaan air minum (SPAM) Desa Upun Batu. Hasil yang diperoleh dituangkan dalam desain perencanaan sistem penyediaan air minum (SPAM) dengan menggunakan program Epanet 2.2.
Hand Soap Bar Limbah Daun Galam (Melaleuca Cajuputi) Sebagai Produk Hand Wash di Kota Palangka Raya Muh. Azhari; Rudy Yoga Lesmana; Siti Juhairiah
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v4i2.360

Abstract

Permasalahan lingkungan akibat pemanfaatan jasa lingkungan merupakan hal yang serius, baik ampak jangka pendek dan jangka panjang. Contoh permasalahan lingkungan yang dijadikan objek kajian pengabdian yaitu limbah daun galam yang dihasilkan dari pemanfaatan bagian utama tanaman yaitu berupa papan. Daun galam yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal akan menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan. Limbah daun galam berpotensi menjadi produk yang ekonomis serta sebagai salah satu produk untuk meminimalisir aktivitas mikroorganisme karena bahan kandungan aktif di dalam limbah daun galam yaitu seperti alpha-Terpineol, alpha-Farnesena, Metileugenol dan Azulena. Kegiatan pengabdian dilakukan di Wilayah Kota Palangka Raya dan berkerjasama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palangka Raya, lalu produk olahan yang dihasilkan berupa Hand Soap Bar dibagikan ke masyarakat.
PENGARUH AIR LINDI PADA TERHADAP pH DAN ZAT ORGANIK PADA AIR TANAH DI TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA KELURAHAN PAHANDUT KOTA PALANGKARAYA (Effect of Leachate to pH and Organic Substances of Ground Water in The Waste Transfer Station in Kelurahan Pahandut Kota Palangka Raya) Nani Apriyani; Rudy Yoga Lesmana
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 25, No 2 (2018): 2
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.39489

Abstract

AbstrakTumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang menghasilkan air lindi perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui air lindi sebelum dibuang guna mencegah terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari kualitas air lindi terhadap air tanah warga di sekitar lokasi TPS di Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemeriksaan parameter air lindi, seperti Total Suspended Solid (TSS), Dissolved Oxygen (DO), kandungan minyak dan lemak. Selain itu, parameter kualitas air tanah juga diperiksa, seperti pH dan kadar zat organik pada 2 titik lokasi dengan jarak masing-masing 50 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar TSS air lindi di sekitar TPS melebihi baku mutu yaitu 130 ppm dan berpotensi sebagai penyebab tercemarnya air tanah di lokasi sekitar TPS tersebut. Kadar zat organik air tanah pada titik 1 dan 2 melebihi baku mutu yaitu sebesar 17 dan 15,1 ppm dari baku mutu yang diharapkan 10 ppm serta pH yang di bawah rentang pH yang diizinkan yaitu 6,5-9.AbstractPiles of domestic waste in Temporary waste transfer station (TPS) and Final Processing Station (TPA) that produce leachate need to be monitored to find out the leachate before disposal to prevent contamination of groundwater. This study aims to determine the effect of leachate water quality on groundwater of residents around the TPS location in Pahandut Village, Palangka Raya City. The study was conducted by examining the leachate quality parameters, such as Total Suspended Solid (TSS), Dissolved Oxygen (DO), oil and fat content, and also examining the groundwater quality parameters, such as pH and organic matter at two water samples from two locations of sampling site with a distance of 50 meters. The results showed that the TSS value of leachate was 130 ppm, which exceeded the permitted quality standard. It can lead groundwater pollution in area around the TPS. The organic substance levels of two site of groundwater exceeded the groundwater quality standards, 17 and 15.1 ppm respectively. The pH of two site of groundwater was 6.5-9, which was below the groundwater quality standards. 
Teknik Biotreatment Logam Berat Timbal (Pb) Menggunakan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Sri Muliani Agustina; Muh. Azhari; Rudy Yoga Lesmana; Dhymas Sulistyono Putro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste, if not managed properly, has the potential to reduce environmental quality. Kahayan River Watershed (DAS) it was concluded that the heavy metal content of Lead (Pb) was the highest. In Central Kalimantan, the water hyacinth plant (Eichornia crassipes) is a plant whose growth rate can threaten fish populations in rivers. The use of Water Hyacinth (Eichornia crassipes) is expected to reduce levels of the heavy metal pollutant Pb (Lead) in the water. The research method used is quantitative research. The test results showed that the Pb (Lead) concentration before treatment was significantly different from the concentration after treatment, this shows that the plants had a real effect in reducing the concentration of the heavy metal Pb in water. Based on the results of observations, it can be shown that there were morphological changes in the water hyacinth plants (Eichornia crassipes) from the beginning of the study until the 4th day. Water hyacinth (Eichonia crassipes) has been proven to reduce the heavy metal Pb (Lead) in the biotreatment of water polluted by the heavy metal Pb (Lead). Water hyacinth (Eichonia crassipes) reduces the heavy metal Pb (Lead) through the process of absorbing water by the roots, so that Pb (Lead) in the water is also absorbed. Then it is absorbed into the stem and spreads to the leaves of the Water Hyacinth plant (Eichornia crassipes).