Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Pembelajaran Dunia Peternakan Kepada Siswa SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar Bagus Andika Fitroh
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v6i1.651

Abstract

Pemberian edukasi dunia peternakan kepada siswa SMK merupakan wadah motivasi untuk mengajak siswa dalam mengembangkan dan mengenalkan apa yang ada didalam bidang peternakan, jika diambil data di lapangan dunia peternakan masih kurang diminati oleh generasi muda kususnya anak-anak SMK. Ilmu peternakan sangat penting dipelajari, karena peternakan merupakan kegiatan yang berperan penting dalam mengembangkan dan membudidayakan hewan ternak yang dapat dimanfaatkan hasil dari kegiatan budidaya. Pengabdian kepada masayarakat dilakukan dengan pemberian materi dan praktik secara langsung oleh siswa. Materi yang diberikan yaitu tentang dunia peternakan dan wirausaha yang sangat luas didalam bidang peternakan, kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan mesin tetas sederhana dengan peralatnya. Tujuan pengenalan bidang peternakan adalah untuk menumbuhkan keinginan dalam pembudidayaan hewan ternak yang dapat dimanfaatkan hasilnya sehingga banyak siswa yang akan termotivasi untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi dalam bidang peternakan.
Pengaruh Penambahan Tepung Maggot Bsf (Black Soldier Fly) dalam Pakan Terhadap Performans Burung Puyuh Jantan Imron Abdullah; Lusia Risyani; Bagus Andika Fitroh
Bulletin of Applied Animal Research Vol 6 No 1 (2024): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v6i1.1449

Abstract

Subsektor peternakan merupakan sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian khususnya dalam mencapai ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Peternakan burung puyuh mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Maggot BSF banyak digunakan oleh peternak sebagai bahan pakan pengganti tepung ikan atau alternatif pakan tambahan pada ternak. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2023 sampai dengan tanggal 5 Juli 2023, bertempat di Gebyok Rt02 Rw05 Ngemplak, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Burung puyuh yang digunakan berjenis kelamin jantan umur sehari sebanyak 240 ekor puyuh dibagi menjadi 4 perlakuan dan 6 ulangan dimana setiap ulangan berisi 10 ekor. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali dalam sehari, pakan dan air minum diberikan secara ad libitum selama 6 minggu (42 hari) perlakuan yang diterapkan adalah P0: Pakan basal tanpa penambahan tepung magot BSF;P1: Pakan basal + tepung maggot BSF 5%; P2: Pakan basal+tepung maggot BSF 10%;P3: Pakan basal+tepung maggot BSF 15% Kandang yang digunakan adalah kandang bateray (bertingkat), berukuran 70cm x 120cm x 60cm sebanyak 24 petak. Pakan basal yang digunakan dalam penelitian adalah BR-1 produksi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Hasil penelitian adalah perlakuan berbeda nyata terhadap konsumsi pakan dengan nilai tertinggi 12,518 pada kelompok pemberian 10%. Pemberian Maggot BSF tidak memberikan pengaruh terhadap pertambahan bobot badan. Perlakuan tidak berpengaruh terhadap konversi pakan burung puyuh jantan. Kata Kunci: Burung puyuh jantan; BSF, Performans.
DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK: STRATEGI KEMASAN DAN PEMASARAN HANDICRAFT DI SMK BATIK 1 SURAKARTA Sitti Mukarromah; Ibnu Suryo; Bagus Andika Fitroh; Avril Nia Tri Andhini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i4.3260

Abstract

Meningkatnya permasalahan sampah plastik membutuhkan solusi yang kreatif dan berkelanjutan. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk melatih siswa dalam pengema-san dan pemasaran produk handicraft atau kerajinan tangan berbahan limbah plastik, sehingga menghasilkan peluang usaha kreatif sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola limbah. Metode yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, diskusi ke-lompok, dan penggunaan sampel produk sebagai media pembelajaran. Hasil kegiatan menun-jukkan bahwa siswa memahami konsep pengemasan produk dengan tampilan menarik dan strategi pemasaran sederhana seperti harga, promosi, dan distribusi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dan memberikan wawasan tentang peluang usaha kecil dan menengah berbasis pengolahan limbah plastik. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal menciptakan generasi muda yang kreatif, peduli lingkungan, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Keberlanjutan program serupa diharapkan memberikan dampak positif yang lebih luas selain bagi siswa, namun juga bagi masyarakat sekitar.
DISEMINASI TANAMAN SHORGUM PADA PENGUNJUNG SOLO ANGGREK FESTIVAL Pramono Hadi; Libria Widiastuti; Irma Wardani; Agung Mugi Prabowo; Adi Prasetyo; Vidi Mercyana; Abdul Hakim; Bagus Andika Fitroh; Asiah Jamil; Suwardi; Putri Awaliya Dughita; Muhammad Risky Suwardi; Eko Susilo; Muhammad Munib Khusni Malik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.5889

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk diseminasi tanaman shorgum di acara solo anggrek festival yang diselenggarakan pada bulan Juli tahun 2025. Bertempat di gedung graha wisata niaga, Surakarta, sejak 19 hingga 27 Juli 2025, Metode pengabdian masyarakat dilakukan secara sosialisasi, edukasi, pameran produk dan pelatihan pada masyarakat pengunjung solo anggrek ferstival. Hasil pengabdian kepada masyarakat sangat positif, peserta aktif dan antusias. Ditandai dengan banyaknya pertanyaan, diskusi dua arah dan tertarik untuk membeli dan mau menanam tanaman shorgun yang kami berikan secara gratis kepada samua pengunjung.