Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Tindak Tutur Direktif Tokoh Khodijah dalam Film Merindu Cahaya De Amstel Rahmah, Nabilatur; Prasetyoningsih, Luluk Sri Agus
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 8, No 2 (2023): VOLUME 8 NUMBER 2 SEPTEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v8i2.5002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam sebuah film, tindak tutur ini merupakan bagian dari kajian pragmatik. Film merupakan salah satu karya sastra yang dipertontonkan dengan tujuan mengantarkan pesan tersirat kepada penonton. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif peneliti mendeskripsikan secara utuh dan mendalam data-data yang diperoleh dari serangkaian proses penelitian. Teknik pengumpulan data dengan teknik simak dan catat, untuk menyimpulkan dengan teknik tersebut peneliti perlu melalui beberapa hal, seperti menyimak video, mencatat data-data penting yang dibutuhkan, mengidentifikasi data, menyajikan data lalu menarik kesimpulan akhirnya. Untuk Sumber datanya didapatkan dari film berjudul Merindu Cahaya De Amstel . Teknik analisis data melalui 5 tahapan mulai dari menyimak vidio hingga memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya jenis tindak tutur direktif meliputi: tindak tutur permintaan (23%), pertanyaan (46%), perintah (18%), dan menasehati (13%).
PENGUASAAN KALIMAT PADA ANAK HAMBATAN NEUROLOGIS DI SLB NEGERI BRANJANGAN JEMBER Kamiliyah, Zakiyah; Prasetyoningsih, Luluk Sri Agus; Arief, Nur Fajar
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.9409

Abstract

ABSTRAK: Seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar terhadap lingkungan sekitarnya apabila bisa menggunakan kalimat yang utuh dan mempunyai makna. Oleh karena itu, persyaratan yang harus dipenuhi dalam berkomunikasi yang baik adalah menguasai kalimat sehingga dapat diaplikasikan dalam berkomunikasi. Penguasaan kalimat merupakan penguasaan yang penting untuk dimiliki. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan penguasaan kalimat pada siswa tunagrahita dan siswa down syndrome. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Anak hambatan neurologis khususnya siswa tunagrahita dan siswa down syndrome di SLB Branjangan Jember merupakan sumber data penelitian ini, sedangkan datanya diambil dari kalimat-kalimat yang dihasilkan oleh anak hambatan neurologis dalam bentuk lisan dan tulis. Adapun hasil penelitian ini ditemukan penguasaan kalimat pada siswa tunagrahita dalam bentuk lisan adalah kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat berita, dan kalimat perintah. Sedangkan dalam bentuk tulis adalah kalimat tunggal, kalimat majemuk, dan kalimat berita. Adapun penguasaan kalimat pada siswa down syndrome dalam bentuk lisan adalah kalimat tunggal dan kalimat berita. Sedangkan dalam bentuk tulis adalah kalimat tunggal dan kalimat berita.KATA KUNCI: Down syndrome; penguasaan kalimat; tunagrahitaSENTENCE MASTERY IN CHILDREN WITH NEUROLOGICAL BARRIERS AT BRANJANGAN STATE SLB JEMBER ABSTRACT: person can communicate well and correctly with the surrounding environment if they can use sentences that are complete and have meaning. Therefore, the requirement that must be met in good communication is to master sentences so that they can be applied in communication. Sentence mastery is an important mastery to have. Therefore, this research aims to describe and explain sentence mastery in mentally retarded students and Down syndrome students. This research is a qualitative descriptive study. Children with neurological disabilities, especially mentally retarded students and Down syndrome students at SLB Branjangan Jember, are the data sources for this research, while the data is taken from sentences produced by children with neurological disabilities in oral and written form. The results of this research found that mentally retarded students' mastery of sentences in spoken form were single sentences, compound sentences, news sentences, and command sentences. Meanwhile, in written form there are single sentences, compound sentences and news sentences. The sentence mastery of Down syndrome students in oral form is single sentences and news sentences. Meanwhile, in written form, it is a single sentence and a news sentence.KEYWORD: Down syndrome; sentence mastery; mentally disabled
MAKNA, FUNGSI MANTRA DAN TATA CARA TINGKEPAN DI DESA JENGGOLO KECAMATAN KEPANJEN Ifa Novita, Ifa Novita; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih
(JIBS) JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol. 10 No. 2 (2023): JIBS : JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jibs.v10i2.8148

Abstract

ABSTRACT This research is entitled Meaning, Mantra Function and Procedure of Tingkepan. The research aims to find out the meaning, function of the mantra and the procedures or rules used in the tingkepan/seven monthly event for pregnant women. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques and in-depth interview research instruments. The research data is in the form of procedures/requirements and the order in which the tingkepan event is carried out, and there are two mantras obtained from the results of interviews with single informants. The spells that have been obtained are then analyzed qualitatively, the results of the study show that the procedures or rules that exist in this tingkepan event have a noble social function as actors, beliefs, and attitudes/customs of the community in the tingkeban tradition in Jenggolo Village, Kepanjen District. There is also a mystique that exists in mantras, but there is a religious side to it. Mysticism is a form of religion based on belief in one God. The functions contained in the mantra include parental love for children, sharing between human beings, kinship, life safety and gratitude to God the creator. The procedure or sequence of implementation also shows politeness, as well as the practice of kebatinan (Kejawen). Kejawen teachings are usually not fixated on strict rules but emphasize the concept of balance in social life. There are also certain symbols used for the use of flowers/offerings. In reciting mantras there are many things that must be considered, namely personal hygiene, self-purity, environmental cleanliness. Spell casters must also perform fasting and melekan rituals, so that the spell recited can benefit the recipient. ABSTRAK Penelitian ini berjudul Makna, Fungsi Mantra dan Tata Cara Tingkepan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui makna, fungsi mantra dan tata cara atau aturan yang digunakan pada acara tingkepan/ tujuh bulanan pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dan instrument penelitian wawancara mendalam. Data penelitian berupa tata cara /syarat dan urutan pelaksanaan acara tingkepan, serta terdapat dua mantra yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap informan tunggal. Mantra-mantra yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa tata cara atau aturan yang ada dalam acara tingkepan ini memiliki fungsi sosial yang adiluhung sebagai pelaku, keyakinan dan sikap/kebiasaan masyarakat dalam tradisi tingkeban di Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen. Terdapat pula kemistikan yang ada pada mantra, namun ada sisi religiusnya. Mistik merupakan bentuk religi yang berdasarkan kepercayaan terhadap satu Tuhan. Fungsi yang terkandung di dalam mantra, terdapat kasih sayang orang tua kepada anak, berbagi antar sesama manusia, kekeluargaan, keselamatan hidup dan rasa syukur kepada Tuhan sang pencipta. Tata cara atau urutan pelaksanaan juga menunjukkan sikap sopan santun, juga sebagai praktik kebatinan (Kejawen). Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan ketat, namun menekan pada konsep keseimbangan dalam kehidupan hubungan sosial. Terdapat pula symbol- symbol tertentu yang di gunakan pada penggunaan bunga- bungaan/ sesaji. Dalam pembacaan mantra banyak hal yang harus diperhatikan, yaitu kebersihan diri, kesucian diri, kebersihan lingkungan. Pembaca mantra juga harus melakukan ritual puasa dan melekan, agar mantra yang dibacakan dapat memberikan manfaat bagi penerima.
Intervensi Kemampuan Berbicara Anak Berkebutuhan Khusus dalam Pembelajaran Anak Usia Dini di PAUD Mukhtar Syafaat Banyuwangi Zaidatul Istiqomah, Fina; Muhammad Fauzi Al Hamidi; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12708

Abstract

Speaking skills are closely related to child development. Especially for children with special needs who have delays in their development. One of them is delayed speaking in early childhood. With these problems, intervention is needed to support the development of speaking from an early age. This research concept uses a social model of intervention through an environmental approach. This research aims to 1) How is the speaking ability of ABK in learning. Early childhood in preschool Mukhtar Syafaat, 2) What are the forms of intervention for Children with Special Needs (ABK) through learning approaches for early childhood Mukhtar Syafaat. The research method in this research uses case studies. In this research, researchers used observation, interview and documentation data collection techniques. Data analysis. used is Spradley data analysis including domain analysis, taxonomic analysis, and componential analysis. The results of the research show that the speaking ability of children with special needs in PAUD Mukhtar Syafaat. The speaking ability of children with children with special needs in PAUD Mukhtar Syafaat in the Speech Delay type of children with special needs in communicating with their friends is also still halting. Meanwhile, children who have learning difficulties cannot make complete articulations or the words they say are not clear. The next thing is that autistic children don't want to talk during learning activities because they are still confused when communicating. The forms of intervention include the UDL, Mentessori, TEACCH, ABA, and Son-rice methods. Methods. The intervention used makes children with special needs able to interact like other children.
Independent Curriculum Learning Plan of Reading and Writing in Inclusive Schools Liyya Mutimmatud Daroini; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4 No 3 (2022): Child Education Journal: Desember
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v4i3.3556

Abstract

This study aims to explore the planning of ATP and teaching modules for grade 1 literacy learning with independent learning curriculum at the inclusive school of SDN Sumbersari 2 Malang. This study uses a qualitative approach. Sources of data used by researchers in the form of ATP documentation and Indonesian Language Teaching Module in class I SDN Sumbersari 2 Malang. Data collection is done by means of documentation and interview techniques. The results showed that there was no difference in planning for literacy learning in the form of ATP (Learning Objectives Flow) and Teaching Modules designed by teachers for regular students, hyperactivity/ADHD and mild hearing loss. Teachers use ATP (Learning Objectives Flow) from the Ministry of Education and Culture, teachers do not modify ATP (Learning Objectives Flow) for hyperactive students and mild hearing loss. Teachers design Teaching Modules that are in accordance with teacher handbooks published by the Ministry of Education and Culture. Teachers also do not design/modify special teaching modules for hyperactive/ADHD and mild hearing-impaired students.