Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Durasi dan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Sosial Anak Pra Sekolah Usia 4-6 Tahun Almadila Tasya; Alini Alini; Erlinawati Erlinawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.69-78

Abstract

Perkembangan sosial anak pra sekolah merupakan perkembangan tingkah laku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku didalam masyarakat tempat tinggal anak. Perkembangan sosial yang terganggu akan menjadikan anak sulit menyesuaikan diri terutama dengan tuntutan kelompok, kemandirian berpikir, perilaku anak, dan terutama pembentukan konsep diri anak akan terganggu. Salah satu penyebab terganggunya perkembangan sosial anak pra sekolah adalah kebiasaan anak dalam bermain gadget. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi dan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah orang tua dari anak pra sekolah yang menggunakan gadget yang berjumlah 45 orang. Penelitian ini dilakukan di PAUD Terpadu Mutiara Bunda Bangkinang Kota pada tanggal 10-15 Juni 2022. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pada analisis univariat didapatkan bahwa dari 45 responden, didapatkan penggunaan gadget dengan durasi tinggi (71,1%), penggunaan gadget dengan intensitas rendah (53,3%) dan perkembangan sosial terganggu (62,2%). Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square, untuk hubungan durasi dengan perkembangan sosial, didapatkan p value = 0,000 dan untuk hubungan intensitas dengan perkembangan sosial, didapatkan p value = 0,001 yang artinya p value < 0,05 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi dan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun di PAUD Terpadu Mutiara Bunda Bangkinang Kota. Diharapkan orang tua anak pra sekolah dapat mengawasi serta memberikan batasan durasi dan intensitas penggunaan gadget agar perkembangan sosial anak tidak terganggu.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SMAN 5 PEKANBARU Mala Sisliana; Alini Alini; Erlinawati Erlinawati; Bri Novrika
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13796

Abstract

Remaja yang terganggu fisiknya dapat dimungkinkan terganggu psikis dan mentalnya, dibuktikan dengan remaja tersebut merasakan kecemasan, kebingungan, kegelisahan serta kekhawatiran. Masalah kesehatan mental yang terjadi pada remaja tersebut berhubungan dengan self efficacy atau yang disebut dengan kepercayaan diri remaja pada potensi diri yang dimilikinya dalam pencapaian sesuatu dan dalam menghadapi tekanan disituasi tertentu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji continuity correction. Hasil analisa univariat diperoleh 142 siswa (81.6%) dengan self efficay rendah dan sebanyak 141 siswa (81,0%) mengalami kesehatan mental rendah, ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kesehatan mental remaja di SMAN 5 Pekanbaru tahun 2022 dengan p-value = 0,000 (?). Diharapkan siswa mampu meningkatkan self efficacy dalam menilai kemampuan terhadap potensi diri sendiri supaya memperoleh kesejahteraan diri dengan kesehatan mental yang baik.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Rumbio Kampar Erlinawati Erlinawati; Milda Hastuty
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.39052

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2014, sebanyak 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi dan perdarahan akut, dan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Prevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 50,9% pada ibu hamil, hasil Riset Kesehatan Dasar (2015) di provinsi Riau angka kejadian anemia pada ibu hamil, masih tergolong tinggi yaitu 37,1%. Di Kabupaten Kampar angka anemia pada ibu hamil pada tahun 2016 sebesar 16,03%, sedangkan pada tahun 2017 sebesar 32,59%. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2023 di wilayah kerja Puskesmas Rumbio Kabupaten Kampar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berjumlah 385 orang dengan jumlah sampel 78 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji statistik chi square dan analisis multivariat regresi logistik. Hasil penelitian analisis bivariat diperoleh hasil terdapat hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe berhubungan secara signifikan dengan anemia (p value < ? 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil. Diharapkan kepada ibu hamil untuk patuh dan tepat waktu dalam mengkonsumsi tablet Fe agar terhindar dari kejadian anemia pada kehamilan.
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Kognitif Pada Anak di UPT SDN 006 Langgini Nadhirah Arfah; Yenny Safitri; Erlinawati Erlinawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42721

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2024, sekitar 24% anak sekolah dasar di Provinsi Riau mengalami gangguan dalam perkembangan kognitif mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan kognitif pada anak sekolah dasar di UPT SDN 006 Langgini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 129 siswa kelas IV, V, dan VI di UPT SDN 006 Langgini, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling dan simple random sampling. Alat ukur yang di gunakan adalah kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil univariat didapatkan sebanyak 71 siswa (55,0%) buruk menggunakan gadget, sebanyak 73 siswa (56,6%) mengalami perkembangan kognitif kurang baik. Hasil bivariat didapatkan ada hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan perkembangan kognitif pada anak di UPT SDN 006 Langgini dengan p- value 0,000. Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak sekolah dan bisa menambah pemahaman dan pengetahuan siswa tentang penggunaan gadget dan perkembangan kognitif pada anak sekolah dasar.Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Penggunaan Gadget
Determinan Kejadian Hipertensi Gestasional Pada Ibu Hamil di Rsia Husada Bunda Kabupaten Kampar Erlinawati Erlinawati; Elvira Harmia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54110

Abstract

Gangguan hipertensi merupakan masalah utama pada kehamilan dan penyebab penting morbiditas serta mortalitas ibu dan janin. WHO melaporkan bahwa gangguan hipertensi dalam kehamilan berkontribusi besar terhadap kematian ibu secara global. Hipertensi gestasional ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Tujuan peneltian untuk mendeskripsikan determinan kejadian hipertensi gestasional pada ibu hamil. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan variabel determinan kejadian hipertensi gestasional pada ibu hamil. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan September-Oktober 2024 di RSIA Husada Bunda Salo tahun 2024. Populasi dan sampel penelitian yaitu ibu hamil dengan usia kehamilan > 20 minggu dengan jumlah 89 orang. Hasil penelitian dari 89 responden di RSIA Husada Bunda Salo, sebagian besar responden berumur <20->35 tahun sebanyak 73 (82,0%) responden, sebagian besar responden berada pada usia kehamilan 28-37 minggu sebanyak 57 (64,0%), sebagian besar responden memilki paritas 1 dan > 3 sebanyak 64 (71,9%), sebagian besar responden tidak memiliki riwayat hipertensi keturunan sebanyak 55 (61,8%), dan sebagian besar responden sebagai IRT sebanyak 52 (58,4%). Kesimpulannya adalah bahwa determinan kejadian hipertensi gestasional pada ibu hamil di RSIA Husada Bunda Salo adalah usia berisiko (<20 dan >35 tahun), usia kehamilan trimester III, paritas berisiko (1 dan >3), tidak memiliki riwayat hipertensi keturunan, dan berstatus sebagai ibu rumah tangga.