Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DAMPAK PERMAINAN GAME ONLINE TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DI KALANGAN REMAJA Utami, Nunik Esti; Nurhakim, Ihsan; Agustian, Teguh
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v10i2.6536

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, Jenis Game online yang dimainkan pada kalangan anak remaja, Dampak positif dari permainan Game online, Dampak negatif dari permainan Game online. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil temuan penelitian yang dilakukan terhadap remaja di warung kopi di desa Arang Limbung menunjukkan bahwa orang yang bermain game online akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait teknologi, khususnya internet. Pengetahuan dan keterampilan ini akan memungkinkan orang untuk bermain game dengan cara yang kreatif dan inovatif serta untuk lebih memahami diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan adalah dapat menimbulkan kecanduan sehingga dapat mengganggu kehilangan kendali, mengabaikan perintah orangtua konsentrasi belajar dan melalaikan tugas dan tanggung jawab sebagai remaja
Pengembangan Subject Specific Pedagogy Cerita Rakyat Dayak Simpakng pada Kelas Sangsangan Sakolah Adat Arus Kualan Purmintasari, Yulita Dewi; Nurhakim, Ihsan
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1742

Abstract

Pengembangan SSP cerita rakyat Dayak Simpakng pada kelas sangsangan di sakolah adat arus kualan bertujuan untuk mengembangkan SSP berupa bahan ajar dan worksheet cerita rakyat Dayak Simpakng dan untuk mengetahui kelayakan produk hasil pengembangan. Proses penelitian menerapkan metode penelitian pengembangan ADDIE. Hasil validasi bahan ajar cerita rakyat Dayak simpakng layak digunakan dengan skor rata-rata 4,27 kategori “sangat baik”. Hasil validasi worksheet layak digunakan dengan skor rata-rata 4,57 kategori “sangat baik”. Hasil evaluasi one to one terhadap bahan ajar “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,5, dan respon siswa terhadap worksheet “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,47. Hasil evaluasi small group terhadap bahan ajar “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,29, dan respon siswa terhadap worksheet “sangat baik” dengan skor rata-rata 4,3
Pengembangan Modul Literasi Lingkungan melalui Program Sekolah di Sekolah Dasar Mawardi, Pitalis; Nurhakim, Ihsan; Veriansyah, Ivan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5351

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat di berbagai bidang memunculkan dampak pada lingkungan, baik yang secara positif maupun negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakteristik, efektivitas, dan efisiensi program dalam hal peningkatan pemahaman siswa terhadap literasi lingkungan yang diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah. Metodologi model penelitian dan pengembangan (R&D) 4-D yang digunakan adalah salah satu yang dikembangkan Thiagarajan. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 39 Sungai Raya, serta instrumen pengumpulan data berupa observasi dan angket yang divalidasi oleh staf akademik, desain, bahasa, dan dokumentasi. Hasil analisis ahli materi menunjukkan bahwa lingkungan literasi yang dikembangkan telah berhasil menghilangkan kriteria tertentu dalam bidang substansi, pendidikan, bahasa, dan desain. Efisiensi modul diukur menggunakan uji-t dan N-Gain (selisih skor sebelum dan sesudah tes). Hasil percobaan menunjukkan hasil belajar meningkat sebesar 0,512% selama percobaan, dan hasil uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Penguatan Kesadaran Spasial dan Literasi Pesisir: Siswa SMAN 1 Siantan Belajar Dinamika Abrasi dan Akresi Pantai Mempawah Novita Sariani; Mustofa; Wiwik Cahyaningrum; Suherdiyanto; Norsidi; Ivan Veriansyah; Agus Suwarno; Ihsan Nurhakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.882

Abstract

Coastal areas are dynamic environments that are highly susceptible to changes caused by geomorphological processes, particularly coastal abrasion and accretion. Limited coastal literacy and students' spatial awareness of coastal dynamics often constrain understanding of shoreline changes and the importance of sustainable coastal environmental management. This condition served as the basis for implementing a Community Service Program (PKM) aimed at strengthening coastal literacy and enhancing students' spatial awareness through field-based geography learning on the dynamics of coastal abrasion and accretion at Mempawah Beach. The learning activities employed interactive lectures, group discussions, field observations, identification of abrasion and accretion landforms, shoreline change observations, and the completion of student worksheets (LKPD). The program was evaluated descriptively through field observations, group discussions, and an analysis of students' worksheet responses without employing pre-test or post-test assessments. The results indicate that the participants were able to recognize the characteristics of coastal abrasion and accretion based on geomorphological features observed in the field, identify factors influencing shoreline changes, and explain the relationship between natural processes and human activities in shaping coastal dynamics. Furthermore, the field-based learning activities provided meaningful contextual learning experiences that promoted the development of coastal literacy, spatial thinking skills, and environmental awareness regarding coastal conservation and mitigation efforts. Therefore, field-based geography learning can be considered an effective approach to strengthening students' coastal literacy and spatial awareness through direct interaction with real-world coastal environments, thereby fostering long-term environmental stewardship and sustainable coastal conservation attitudes.
IMPROVING STUDENTS LEARNING OUTCOMES USING GROUP INVESTIGATION METHOD Ivan Veriansyah; Ihsan Nurhakim; Pitalis Mawardi
GeoEco Vol 11, No 1 (2025): GeoEco January 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v11i1.95520

Abstract

This research is Classroom Action Research which aims to improve student learning outcomes using the Group Investigation method. This research was carried out in 1 cycle consisting of four stages, namely planning, implementing actions, observing and reflecting. Because the expected results have been achieved, only 1 cycle is carried out without a second cycle. The results of the research show a significant increase in student learning outcomes in oceanography courses for semester 2 students in Geography study program at PGRI University of Pontianak. In pre-action it was found that there were still 89% of students who could not achieve the minimum score with an average score 44.2. After implementing the group investigation method in the class, it was found that  the student's score increased to 77 with the student completion rate reaching 82%. This shows that the group investigation method is very effective in improving student learning outcomes because this model guide students to get involve in internalizing and reshaping information actively. Beside that, students build understanding from within, not from external sources which encourages a better understanding of the topics.
GIS SPATIAL MODEL FOR NATURAL RESOURCE MANAGEMENT (NRM) FOR INDIGENOUS COMMUNITIES IN INDONESIA AND MALAYSIA Pitalis Mawardi Baging; Ihsan Nurhakim
GeoEco Vol 12, No 2 (2026): GeoEco July 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v12i2.102393

Abstract

Natural resource management (NRM) in indigenous communities plays a crucial role in sustaining environmental resources and improving rural livelihoods. However, indigenous knowledge related to NRM is often poorly documented and rarely integrated into systematic environmental management planning, creating gaps in sustainable resource governance. This study aims to analyse and model the implementation planning of natural resource management based on indigenous knowledge levels and natural resource deterioration factors in selected indigenous villages in Indonesia and Malaysia. Data were collected from 200 respondents across four indigenous villages: Saham, Pahuman (Sengah Temila), and Mandor in Landak Regency, West Kalimantan (Indonesia), and Serendah in Hulu Selangor (Malaysia). Hierarchical Agglomerative Cluster Analysis (HACA) was used to classify nine questionnaire variables (SC1–SC9) related to knowledge and environmental deterioration factors. The clustering results were further integrated with Geographic Information System (GIS) spatial modelling using the Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation method to analyse spatial distribution patterns of the identified models. The analysis produced five natural resource management implementation models: Model A (innovation of existing management systems), Model B (development of management systems), Model C (application of new technologies such as GIS), Model D (guidance from responsible environmental authorities), and Model E (government commitment). Spatial analysis revealed strong community support for these models, with agreement levels reaching approximately 95% in Serendah Village and generally positive responses across villages in Landak Regency. These findings highlight the importance of integrating indigenous knowledge, technological approaches, and institutional support to strengthen sustainable natural resource management in indigenous communities.
IMPLEMENTASI LITERASI LINGKUNGAN SISWA MELALUI PROGRAM SEKOLAH 39 SD NEGERI SUNGAI RAYA ihsan nurhakim; Anita Anita
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 JANUARI 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i1.4829

Abstract

Penelitian ini dialakukan karena teridentifikasinya beberapa permasalahan lingkungan di Sekolah Dasar Negeri 39 Sungai Raya, yaitu permasalahan siswa-peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji seberapa baik kurikulum sekolah tersebut dalam membantu siswa SD Negeri 39 Sungai Raya dalam melek huruf terhadap lingkungan sekitar. Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel di SD Negeri 39 Sungai Raya berjumlah 12 guru dan 120 peserta didik dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini hanyalah deskriptif kuantitatif. Lembar tes, angket, dan dokumentasi digunakan dalam teknik dan instrumen pengumpulan data. Menggunakan statistik deskriptif, metodologi analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat melek huruf penduduk desa di SD Negeri 39 Sungai Raya 76% lebih tinggi dari rata-rata nasional, sedangkan skor sikap 78% lebih tinggi dan skor perilaku 77% lebih tinggi.
Pemetaan Partisipatif Wilayah Administrasi Rw Di Kelurahan Kota Baru, Kota Pontianak Mustofa; Suherdiyanto; Wiwik Cahyaningrum; Ivan Veriansyah; Ihsan Nurhakim
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Beru'-Beru': Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v5i1.6974

Abstract

Ketidaktersediaan peta wilayah administrasi Rukun Warga (RW) yang presisi dan terkalibrasi dengan citra satelit sering kali memicu tumpang tindih (overlapping) batas serta menghambat efektivitas pelayanan publik dan pemutakhiran profil wilayah. Program PKM ini bertujuan untuk membantu pengurus RW di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, memetakan batas wilayah secara partisipatif, mengidentifikasi serta menyelesaikan potensi tumpang tindih batas in-situ, dan menyusun peta administrasi RW. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 20 Mei hingga 10 Juli 2026 dengan menggunakan pendekatan pemetaan partisipatif kolaboratif (Participatory Mapping) yang melibatkan tim dosen, mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan 16 ketua RW. Tahapan kegiatan meliputi perizinan dan penyamaan persepsi, penelusuran lapangan (ground check) menggunakan aplikasi GPS Essentials, Avenza Maps dan Google Maps untuk akuisisi titik koordinat simpul batas, serta forum evaluasi kroscek silang data dan layouting peta. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan mitra mencapai 100% dan berhasil menyelesaikan seluruh area tumpang tindih batas. Produk akhir yang dihasilkan berupa 16 peta administrasi RW yang telah divalidasi oleh seluruh Ketua RW dan diserahkan kepada pihak kelurahan sebagai basis data spasial kewilayahan. Program ini meningkatkan literasi spasial dan keterampilan digital pengurus RW serta kompetensi praktis mahasiswa, sekaligus menjadi raw model pemetaan berbasis kolaborasi yang dapat diintegrasikan dalam Sistem Informasi Kelurahan.