Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluating the Effectiveness of the GenBI Work Program in Developing Leadership Skills in Young Leaders Noor Diana Anindya A.R; Sutrisno Sutrisno; Sunarto Sunarto
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.5866

Abstract

Despite active participation in organizations, many young individuals lack strong leadership and collaborative skills. The GenBI Community (Generasi Baru Indonesia) serves as a platform to cultivate leadership qualities through structured work programs. This study evaluates the effectiveness of GenBI’s work programs in shaping leadership attributes among the younger generation. A quantitative approach was employed with data collected from 100 respondents across three case study locations: Muhammadiyah Ponorogo University Commissariat, IAIN Ponorogo, and UNIDA Gontor. A structured questionnaire was used to assess leadership indicators, including fairness, instructional ability, discipline, and responsibility. Data analysis was conducted using Welch’s ANOVA to determine the significance of the program's impact. The findings indicate that GenBI’s work programs effectively foster leadership qualities among participants. Key indicators such as fairness, the ability to give instructions, discipline, and responsibility were prominently developed. Welch’s ANOVA results (significance = 0.107) support the conclusion that leadership skills are positively influenced by participation in these programs. The study highlights the impact of GenBI’s main work programs, particularly GEBETAN (GenBI Independent Food Commodity) and Dedication to the Country, in strengthening leadership capabilities. The program employs innovative strategies that inspire and empower youth to assume leadership roles. GenBI's structured programs play a significant role in shaping leadership among young individuals. The effective strategies developed can be adapted to other organizations and communities, fostering broader leadership development across diverse environments.
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI UNTUK MAHASISWA Sulton Sulton; Sunarto Sunarto; Ardhana Januar Mahardhani
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i2.1002

Abstract

Pendidikan anti korupsi perlu ditanamkan kepada mahasiswa sebagai bentuk penguatan terhadap jatidiri dan komitmen positif sebagai warganegara yang baik. Perlu adanya pembiasaan dan penguatan melalui kegiatan di luar kelas sehingga pengalaman mahasiswa semakin banyak dan mampu untuk menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka memberikan gambaran yang nyata terhadap implementasi anti korupsi di dalam pelaksanaan pemerintahan. Mahasiswa dalam kegiatan ini melaksanakan dua kegiatan yaitu melaksanakan audiensi dengan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dan audiensi langsung dengan masyarakat. Hasil yang didapatkan bahwa pendidikan anti korupsi perlu ditanamkan kepada mahasiswa secara berkelanjutan, baik melalui mata kuliah ataupun insersi dalam mata kuliah yang ada, selanjutnya mahasiswa juga perlu untuk melaksanakan pembelajaran langsung ke lapangan sehingga mereka memahami apa yang sedang ada di masyarakat dan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi.
Pengembangan Bahan Ajar Materi Pendidikan Politik Bagi Guru PPKn MTs di Kabupaten Ponorogo Sunarto Sunarto; Sulton Sulton; Ardhana Januar Mahardhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 1, No 1 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.997 KB) | DOI: 10.35308/baktiku.v1i1.1427

Abstract

Kurangnya ketrampilan guru dalam memperkuat materi pembelajaran lewat pengembangan bahan ajar terutama dalam materi pendidikan politik, menjadikan banyak siswa yang seakan apatis dengan kondisi politik disekitarnya, selain itu terlalu monotonnya pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru menjadikan siswa gampang merasa bosan dan tidak mempunyai semangat dalam mengikuti pembelajaran terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan pada masalah itu Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Ponorogo akan mengadakan kegiatan pendampingan lewat program pengabdian pada masyarakat yang bertujuan untuk menambah ilmu, refreshing materi, dan mengasah kreatifitas dalam hal pembuatan bahan ajar materi pendidikan politik dalam bentuk brosur, kegiatan ini terfokus pada guru PPKn pada tingkat MTs di Kabupaten Ponorogo
PENGARUH PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP PARTISIPASI SOSIAL SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Diana Puspitaningrum; Sutrisno Sutrisno; Sunarto Sunarto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.89218

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana pembelajaran kewarganegaraan dapat mempengaruhi tingkat partisipasi sosial siswa dengan kebutuhan khusus di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konten terhadap kajian-kajian yang relevan dengan tema kewarganegaraan, pendidikan inklusif, dan partisipasi sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kewarganegaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus berpotensi signifikan dalam meningkatkan partisipasi sosial mereka. Faktor-faktor seperti desain kurikulum yang inklusif, strategi pengajaran yang disesuaikan, serta dukungan yang diberikan oleh guru dan lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memfasilitasi pengalaman pembelajaran yang efektif bagi siswa ini. Penekanan pada pengembangan keterampilan sosial, pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pengalaman praktik langsung dalam konteks sosial turut berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi sosial siswa berkebutuhan khusus.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan kewarganegaraan yang mempertimbangkan kebutuhan khusus siswa dapat membentuk landasan yang kuat untuk meningkatkan partisipasi sosial mereka. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya pengembangan strategi pembelajaran yang inklusif dan mendukung bagi siswa berkebutuhan khusus, serta perluasan pemahaman terhadap bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi alat untuk mempromosikan integrasi sosial yang lebih baik di masyarakat.Penelitian ini memberikan kontribusi untuk peningkatan praktik pendidikan inklusif dan pengembangan kurikulum yang sensitif terhadap kebutuhan khusus siswa. Dengan demikian, pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh pembelajaran kewarganegaraan terhadap partisipasi sosial siswa berkebutuhan khusus dapat membuka jalan bagi perbaikan pendidikan yang lebih inklusif dan berkesinambungan di masa depan.