Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Meaning of Discretion Over Government Legal Actions in Public Policy Ujang Charda
Journal of Law Science Vol. 6 No. 1 (2024): January : Law Science
Publisher : Institute Of computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jls.v6i1.4789

Abstract

The state has a goal of realizing prosperity for its people (welfare state), so the state needs to implement public policies in the context of the quality of public services which are influenced by internal factors, namely discretionary authority. The research method used is analytical descriptive with a normative juridical approach through library and field research stages with data collection techniques through library studies Based on the research results, show that discretion can be used by government officials to penetrate the legality of legal products which sometimes encounter deadlock, as long as it is in the interests of the people at large, so there is no reason for government officials to refuse to adopt a policy. If the law or other legal products do not regulate it formally, it does not mean that the situation will close the space to provide happiness for the people, the freedom to act is in the hands of government officials
STATE RESPONSIBILITY IN LEGAL PROTECTION OF LABOR THROUGH CORPORATE APPROACH Charda, Ujang
Jurnal Independent Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Independent
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ji.v11i1.192

Abstract

The purpose of this research is to find out the basic concept of labor protection in theIndonesian legal state and to analyze the application of the legal protection model forworkers through a corporatist approach. The research method used is analyticaldescriptive with a normative juridical approach through the library and field researchstages with data collection techniques through literature study. Then the data wereanalyzed through qualitative normative methods without using numbers andmathematical formulas. Based on the results of the study, it is shown that the type ofIndonesian labor law in legal protection of workers is a corporate model of labor lawthrough legislation in the form of legislation as an instrument of government policy.
Increase Competitiveness and Selling Value of Comring Through Assistance in Packaging Development and Renewal of Production Equipment : Meningkatkan Daya Saing dan Nilai Jual Comring Melalui Pendampingan Pengembangan Kemasan dan Pembaharuan Alat Produksi Charda, Ujang; Purnama, Doddy Wahyudi; Awaludin, Ingfrid Amanda; Dwiyadi , R Silvia Putri; Sulistia , Gema Rahimah; Nuraedi , Syifa Nuraedi; Firmansyah , Firmansyah
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 4 No. 2 (2024): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v4i2.1503

Abstract

Comring memiliki potensi besar untuk berkembang, namun terkendala dalam hal daya saing dan nilai jual. Hal ini disebabkan oleh kemasan yang kurang menarik dan alat produksi yang masih menggunakan secara manual. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengembangan kemasan dan pembaharuan alat produksi ini untuk meningkatkan daya saing Comring. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendampingan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan pengembangan kemasan dan pembaharuan alat produksi telah meningkatkan daya saing dan nilai jual comring. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah penjualan, peningkatan pangsa pasar, dan peningkatan kepuasan konsumen. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan pengembangan kemasan dan pembaharuan alat produksi merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual comring.
PENGATURAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA(K3) DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 87 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 Siti Nurroihatul Janah; Ujang Charda S; Sri Nurcahyani
YUSTISI Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v11i2.16655

Abstract

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 87 Nomor 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan dan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Pengaturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. Kwanglim YH Indah telah diubah menjadi Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. Kwanglim YH Indah Kabupaten Subang juga menerapkan Pengaturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk mencegah kerugian. Metode penelitian yang bersifat Deskritif analisis dengan pendekatan Yuridis normatif, yaitu menelusuri, mengkaji, dan meneliti data skunder berupa hukum positif yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Disamping itu penulis juga menggunaka data skunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan (Library research) dan Wawancara terkait dengan objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Kesehatan dan Keselamtan Kerja berada diantara komponen kebijakan perusahaan yang paling penting. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Ketenagakerjaan, Pengaturan
Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Migran Indonesia Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2021: Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 338/Pid.Sus/2021/PN.IDM Mey Mawar Mona Rosanti; Ujang Charda; Sri Nurcahyani; Moh. Asep Suharna
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i2.2896

Abstract

The government has mandated that every worker has equal employment rights and opportunities to choose, obtain, or change jobs and earn a decent income domestically or abroad. Despite the opportunities offered, working abroad also has its risks and challenges for migrant workers, such as exploitation, discrimination, unsafe working conditions, and legal and immigration issues. The aim to be achieved in this research is to find out how legal protection is for Indonesian Migrant Workers based on Government Regulation Number 59 of 2021 concerning the Implementation of Protection for Indonesian Migrant Workers. The research method used is descriptive-analytical with a normative juridical approach through the library research stage with data collection techniques through secondary data. The lack of activity by the central and regional governments in formulating policies regarding the eradication of illegal Indonesian Migrant Worker Placement Companies is one of the causes of the problem in legal protection for Indonesian Migrant Workers.
PENGATURAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA(K3) DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 87 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 Siti Nurroihatul Janah; Ujang Charda S; Sri Nurcahyani
YUSTISI Vol 11 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v11i2.16655

Abstract

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 87 Nomor 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan dan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Pengaturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. Kwanglim YH Indah telah diubah menjadi Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. Kwanglim YH Indah Kabupaten Subang juga menerapkan Pengaturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk mencegah kerugian. Metode penelitian yang bersifat Deskritif analisis dengan pendekatan Yuridis normatif, yaitu menelusuri, mengkaji, dan meneliti data skunder berupa hukum positif yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Disamping itu penulis juga menggunaka data skunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan (Library research) dan Wawancara terkait dengan objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Kesehatan dan Keselamtan Kerja berada diantara komponen kebijakan perusahaan yang paling penting. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Ketenagakerjaan, Pengaturan
Tinjauan Yuridis Tentang Penyelesaian Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja Charda, Ujang
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 3 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i3.328

Abstract

AbstractArticle 158 of Law No. 13 of 2003 concerning Manpower states that Employers can terminate employment relations with workers/ laborers on the grounds that they have committed serious mistakes such as theft, fraud, embezzlement, and immoral acts in the work environment. However, the provisions of this article are considered unconstitutional and violate the pressumption of innocence because there is no due process of law before the termination of employment. Therefore, the Constitutional Court issued a decision No.012/PUU-I/2003 which stated that the entrepreneur/employer and/or industrial relations dispute settlement institution could not use the provisions of the article to terminate the employment relationship due to a serious mistake before a criminal decision was made. which declares the worker/labourer guilty. This study aims to determine the extent to which the decision of the Constitutional Court is applied by both employers/employers and related industrial relations dispute settlement institutions in the settlement of termination of employment due to serious errors. The research method used is normative juridical by examining library materials or secondary data used to examine law as a positive norm in discussing doctrines or principles in positive law as outlined in the Manpower Act. The Ministry of Manpower and Transmigration issues a circular which states that employers/employers can terminate employment due to urgent reasons which in fact are the same as the provisions of Article 158. . Therefore, after the decision of the Constitutional Court, it was still found that the termination of employment was due to a serious error. The decision of the Constitutional Court is final and binding, therefore it must be immediately stated and/or strengthened by the revision of Law No. 13 of 2003 concerning Manpower, especially in terms of responding to termination of employment due to serious errors.Keywords: Layoffs, Serious Errors, Unconstitutional, The Constitutional Court's Decision, Disharmony AbstrakPasal 158 Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap para pekerja/buruh dengan alasan telah melakukan kesalahan berat sepertihalnya pencurian, penipuan, penggelapan, dan tindakan asusila di lingkungan kerja. Namun ketentuan pasal tersebut dianggap inkonstitusional dan melanggar asas praduga tak bersalah (pressumption of innocence) karena tidak adanya due process of law sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan. Oleh karena itu Mahkamah Konstitusi menerbitkan putusan No.012/PUU-I/2003 yang isinya menyatakan bahwa pengusaha/pemberi kerja dan/atau lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial tidak dapat menggunakan ketentuan pasal tersebut untuk melakukan pemutusan hubungan kerja karena kesalahan berat sebelum ada putusan pidana yang menyatakan pekerja/buruh tersebut bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana putusan Mahkamah Konstitusi tersebut diterapkan baik itu oleh pengusaha/pemberi kerja maupun lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial terkait dalam penyelesaian pemutusan hubungan kerja karena kesalahan berat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang digunakan untuk meneliti hukum sebagai norma positif dalam membahas doktrin-doktrin atau asas-asas dalam ilmu hukum positif yang dituangkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kemenakertrans menerbitkan surat edaran yang isinya menyatakan bahwa pengusaha/pemberi kerja dapat memutuskan hubungan kerja karena alasan mendesak yang notabene isinya sama dengan ketentuan Pasal 158, Mahkamah Agung menerbitkan surat edaran yang isinya menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan tanpa harus menunggu putusan pidana berkekuatan hukum tetap. Oleh karena itu pasca putusan Mahkamah Konstitusi tersebut masih ditemukan pemutusan hubungan kerja karena kesalahan berat. Putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final and binding oleh karena itu harus segera dituangkan dan/atau diperkuat dengan adanya revisi Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan khususnya dalam hal menyikapi pemutusan hubungan kerja karena kesalahan berat.Kata Kunci: PHK, Kesalahan Berat, Inskontitusional, Putusan MK, Disharmoni