Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

DEVELOPING FINANCIAL LITERACY AMONG STUDENTS OF SMK TELKOM JAKARTA Rahmadi, Rahmadi; Natali, Yus; Cahyadi, Nanang; Hafiza, Lia; Sularso, Alva Nurvina
Multifinance Vol. 2 No. 1 (2024): Multifinance
Publisher : PT. Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/mfc.v2i1.185

Abstract

This community service aims to provide an understanding of effective financial management for students of SMK Telkom Jakarta. Students who are now included in the so-called Generation Z face considerable challenges. Starting from labor market competition to financial problems. So students must be equipped with additional skills for their financial management from an early age. In this activity, we apply the Workshop and Practical Training method. Workshop by providing basic knowledge about financial management. And practical training with the Kakeibo method (traditional Japanese method for managing finances). The results of this activity have an impact on students to care more about their finances, namely increasing financial awareness, and adopting good habits such as recording personal income and expenses.
Analisis Perbandingan Jaringan Ftth Dengan Teknologi Gpon Dan Xgpon Al Fathi, Hasan; Setiawan, Dhoni Putra; Hafiza, Lia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang beredar di masyarakat, informasi dan hiburan yang dapat diterima dan memiliki performasi yang tinggi sudah pasti sangat dibutuhkan. Untuk memenuhi hal tersebut maka diperlukan jaringan yang mendukung performansi tersebut. Untuk sekarang jaringan yang mampu memberikan performasi terbaik adalah fiber optic. Perkembangan teknologi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan komunikasi serat optik, mulai dari perkembangan teknologi GPON hingga XGPON. Teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network) yang menyediakan bandwidth transmisi hingga 2.5 Gbps yang berkembang menjadi XGPON (10 Gigabite Passive Optical Network) dengan penambahan kapasitas bandwidth yang besar mencapai 10 Gbps. Pada Tugas Akhir ini dilakukan hasil perbandingan menggunakan teknologi GPON dan XGPON. Parameter parameter tersebut adalah Power Link Budget, Rise Time Budget untuk kelayakan sistem dan Q Factor, Bit Error Rate (BER) untuk performasi sistem dengan menggunakan Software OptiSystem dan perhitungan secara sistematis. Dari hasil yang telah di analisis dengan OptiSystem dan hitungan secara matematis yaitu terbukti bahwa jaringan XGPON layak diimplementasikan untuk kedepannya di perumahan Kavling Agraria, karena telah memenuhi standar jaringan yang ditetapkan oleh PT.Telkom dengan nilai BER 7.40885 × 10-194 , Power Link Budget bernilai -12.503 dBm, Rise Time Budget bernilai 0.320078 ns, SNR bernilai 35.46923 dan Q factor bernilai 29.6778, sedangkan GPON memiliki nilai BER sebesar 1.2159× 10-235, Power Link Budget sebesar 15.653, Rise Time Budget sebesar 0.79789 ns dan Q factor sebesar 32.756. 3rd Lia Hafiza Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung, Indonesia liahfza@telkomuniversity.ac.id Kata Kunci : FTTH, GPON, XGPON, Power Link Budget, Rise Time Budget, BER, Optisystem
Analisis Perancangan Simulasi dan Integrasi Jaringan pada Gedung A, B, dan C Universitas Telkom Kampus Jakarta dengan Metode Tunneling Ethernet over IP (EoIP) Prasta, Tigar Isya; Yovita, Leanna Vidya; Hafiza, Lia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Universitas Telkom Kampus Jakarta memiliki lima program studi dengan student body kurang lebih 1400 Mahasiswa. Universitas Telkom Kampus Jakarta berencana untuk menambah satu unit gedung yang akan dimanfaatkan oleh prodi S1 SI. Dengan adanya gedung baru (Gedung C), maka perlu adanya fasilitas infrastruktur IT yang handal dan saling terintegrasi sehingga memudahkan pengelolaan dan perawatannya. Metode tunneling EoIP menjadi salah satu teknologi yang cocok untuk mengintegrasikan masing-masing gedung. Untuk itu penelitian ini membahas mengenai perancangan simulasi dan integrasi jaringan dengan tunneling EoIP menggunakan PnetLab. Selain menggunakan tunneling EoIP, rancangan juga dikombinasi dengan peer to peer antar gedung sesuai kondisi eksisting. Dilakukan konfigurasi utama berupa routing, penambahan ip address untuk interface, pembuatan vlan, hingga penggunaan rules pada firewall NAT. Hal itu bertujuan untuk membuat setiap gedung dapat terhubung dan terkoneksi satu sama lain. Setelah seluruh rangkaian konfigurasi telah selesai maka dilakukan pengujian menggunakan parameter sebagai ukuran keberhasilan rancangan. Adapun parameter tersebut adalah ping, traceroute, QoS berupa packet loss, jitter, dan throughput. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa rancangan telah berhasil dijalankan dan mendapatkan hasil pengujian pada parameter QoS (packet loss, jitter, dan throughput) dengan kategori "Baik" dengan indeks sebesar 3,3, didapatkan hasil bahwa setiap perangkat dan interface dapat melakukan ping dan traceroute ke tujuan yang telah ditetapkan.
Implementasi Fortigate Sd-Wan Menggunakan Link Astinet dan VPN IPsec pada Perusahaan FIF Putra, Agam Vino Syah; Yovita, Leanna Vidya; Hafiza, Lia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui tingkat keamanan jaringan (2) untuk mengetahui seberapa lama koneksi yang teputus saat lalu lintas data (3) untuk mengetahui penggunaan lalu lintas pada link Astinet dan VPN IPsec berdasarkan aplikasi ini untuk layanan kinerja tersebut. Sehingga peneliti memiih untuk menggunakan dua metodelogi: metodelogi active/passive dan metodlogi firewall filtering yang bertujuan untuk menguji perangkat fortigate dengan konfigurasi auto link failover menggunakan jaringan Astinet dan VPN IPsec. Kemudian, Metodelogi firewall filtering digunakan untuk melindungi keamanan jaringan data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Auto Link Failover memiliki persentase paket loss VPN IPsec 11% dan astinet 6%. Kemudian perbandingan hasil kecepatan transfer data setiap 4 pengguna akses link Astinet dan VPN IPsec dalam kondisi terhubung dengan satu link saja, adalah 36,41, 24,79, 7,95, dan 5,35 bps pada link Astinet, sedangkan link VPN IPsec adalah 1860, 9,28, 31,63, dan 2,63 bps. Bandwidth yang digunakan pada traffic streering rata-rata yang digunakan adalah 1980 bps VPN IPsec 1980 bps sedangkan Astinet 3180 bps sedikit lebih besar dan tetap dapat load balancing. Selanjutnya Fitur web filtering yang pada fortigate dapat membatasi akses ke situs web/URL dan memblokir file download yang terproteksi sebagai data yang teridentifikasi tidak diizinkan pada perangkat fortigate SD-WAN. Kata Kunci: Fortigate, Link astinet, SD-WAN, QoS, VPN IPsec.
Perbandingan MTTR dan Availability Fiber Optik di Sulawesi dengan Menggunakan Fiber Dokter Rizasyah, Radian Malik; Hafiza, Lia; Yovita, Leanna Vidya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan jaringan komunikasi di Sulawesi, dengan fokus pada ketersediaan (availability) dan Mean Time to Repair (MTTR). Alat monitoring Fiber Dokter digunakan untuk memantau jaringan secara real-time. Hasilnya dibandingkan dengan metode monitoring konvensional yang telah digunakan sebelumnya. Data dikumpulkan dari berbagai titik di Sulawesi untuk mengukur jumlah gangguan, durasi, dan waktu perbaikan. Penggunaan Fiber Dokter menunjukkan peningkatan availability sebesar 0,1%. Selain itu, waktu perbaikan atau MTTR berhasil dikurangi hingga 20%. Kesimpulannya, Fiber Dokter mampu meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan secara signifikan. Implementasi teknologi ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan teknologi di Sulawesi. Kata kunci— Availability, Fiber optic, Kabel udara, MTTR, Sulawesi.
RAGAM HIAS HEWAN DILINDUNGI SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS TEKNIK LINOCUT PADA MEDIA T-SHIRT Hafiza, Lia; Natadiningrat , Raden Burhan Surya
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ragam hias hewan dilindungi dalam karya seni grafis teknik linocut ini bertujuan untuk memberikan informasi melalui karya seni tentang keunikan bentuk tubuh, aktivitas dan keberadaan habitat hewan-hewan liar yang saat ini masih terus mengalami penurunan populasi. Penciptaan karya seni grafis ini juga dilakukan untuk mengetahui proses-proses pembuatan karya seni dari awal hingga terwujud menjadi bentuk karya seni yang komunikatif. Karya ini dibuat dengan teknik cetak tinggi (linocut) pada media linoleum yang diaplikasikan pada T-Shirt (kaos) dengan proses cetak manual. Objek hewan dilindungi yang digunakan pada penciptaan karya ini yaitu gajah Sumatera, harimau Sumatera dan orang utan Sumatera yang dipadukan dengan objek alam seperti bunga, daun, sulur, ranting, pohon dan lainnya yang distilasi menjadi motif ragam hias untuk merepresentasikan bahwa alam adalah habitatnya. Penciptaan karya ini dilakukan melalui beberapa tahap berdasarkan metode penciptaan karya S.P Gustami yaitu mulai dari tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil karya ini dianggap otentik dan orisinil karena goresan hasil cukilan memiliki nilai khas yang susah untuk ditiru. Karya ini juga dapat dijadikan sebagai produk souvenir yang komunikatif dari pulau Sumatera. Penciptaan karya ini menghasilkan 12 karya seni grafis teknik linocut yang diaplikasikan pada T-Shirt (kaos).
Analisa Performansi Jaringan Mpls Over Ospf Dan Is-Is Terhadap Gangguan Link Failure Hanifan, Ilham Surya; Yovita, Leanna Vidya; Hafiza, Lia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sejarah teknologi komunikasi, banyak inovasi telah ditemukan, termasuk perangkat lunak seperti IP dan protokol routing, serta perangkat keras seperti switch dan router. Perkembangan ini telah meningkatkan komunikasi dari area lokal menjadi skala benua. Namun, gangguan pada jaringan, baik dari bencana alam atau manusia, serta pemadaman listrik, tetap menjadi ancaman serius. Untuk mengatasi tantangan ini, teknologi seperti MPLS (Multi Protocol Label Service) telah muncul untuk meningkatkan pengiriman data dan manajemen trafik dengan protokol routing canggih seperti OSPF dan IS-IS. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 10 skenario dengan 15 kali repetisi dalam jaringan MPLS yang disimulasikan di EVE-NG untuk mengevaluasi kualitas layanan antara protokol IS-IS dan OSPF saat terjadi gangguan. Dari pengamatan menunjukkan nilai performansi IS-IS yaitu 1,0 ms untuk rata-rata delay, 1,5 ms untuk rata-rata jitter, 0,8% untuk rata-rata packet loss dan 6242 kbps untuk rata-rata throughput. Untuk hasil performasi OSPF menujukkan nilai 2,0 ms untuk rata-rata delay, 2,8 ms untuk rata-rata jitter, 0,9% untuk rata-rata packet loss dan 4085 kbps untuk rata-rata throughput. Dengan demikian, nilai IS-IS lebih unggul 79,20% pada delay, 77,78% pada jitter, 7,57% pada packet loss, dan 35,37% pada throughput dibandingkan OSPF. Kata kunci— MPLS, Link Failure, OSPF, IS-IS, QoS
Pelatihan Social Commerce dan Digital Marketing untuk Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Desa Galuga Rahma, Dea Wemona; Rahmawati, Putri; Muftikhali, Qilbaaini Effendi; Melati, Seshariana Rahma; Hafiza, Lia; Sanjaya, Veronica Benita; Tanjung, Muhamad Affan Febryan; Joneth, Kayween; Lombu, Pontianus Pianus
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/x0s3kt10

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce. Namun, masyarakat Desa Galuga yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih menghadapi keterbatasan literasi digital serta kurangnya akses strategi pemasaran modern. Kondisi ini membuat potensi ekonomi lokal belum optimal. Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk memberikan pelatihan social commerce dan digital marketing yang dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan partisipatif dan praktik langsung mengenai pemanfaatan media sosial serta social commerce untuk promosi dan penjualan produk. Kegiatan ini dihadiri oleh 34 orang dari warga Desa Galuga. Hasil umpan balik dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini sukses dilaksanakan. Keberhasilan ini didorong oleh kualitas materi yang mudah dipahami, kinerja pembicara yang suportif dan motivatif, serta pelayanan panitia yang baik. Hal ini membuktikan bahwa program ini mampu memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas warga Desa Galuga.
Perencanaan Jaringan LTE dan Analisis Investasi pada Kecamatan Sebatik Tengah, Kalimantan Utara Melati, Seshariana Rahma; Hafiza, Lia; Hamdala, Marcia Rizky; Novfitri, Aisyah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2202

Abstract

Pemerataan akses jaringan seluler masih menjadi tantangan di wilayah rural Indonesia, khususnya di daerah perbatasan seperti Kecamatan Sebatik Tengah, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pembangunan jaringan Long Term Evolution (LTE) serta mengevaluasi kelayakan investasinya berdasarkan analisis cakupan dan finansial. Perencanaan jaringan dilakukan menggunakan model cakupan sel hexagonal dengan asumsi jaringan 4G LTE pada frekuensi 1800 MHz. Berdasarkan luas wilayah 47,71 km² dan data demografi, dibutuhkan lima site untuk mencapai target cakupan 95%. Estimasi biaya investasi terdiri dari Capital Expenditure (CAPEX) dan Operational Expenditure (OPEX). Total CAPEX diperkirakan sebesar Rp 3.594.000.000, sedangkan OPEX tahunan mencapai Rp 1.017.000.000. Proyeksi pendapatan dihitung berdasarkan ARPU sebesar Rp 43.400 dan 2.663 pelanggan aktif, sehingga menghasilkan pendapatan tahunan sebesar Rp 1.386.994.560. Hasil evaluasi kelayakan finansial selama lima tahun menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp −2.191.429.535 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar −18,71%. Payback Period diperkirakan mencapai 9,71 tahun, sedangkan Return on Investment (ROI) selama lima tahun sebesar 10,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek belum layak secara komersial akibat rendahnya ARPU dan tingginya biaya operasional. Namun demikian, hasil penelitian ini tetap relevan sebagai dasar perencanaan jaringan di wilayah 3T dan sebagai pertimbangan kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.