Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Preparation Of Simple Financial Statements For MSME Using Microsoft Excel Accounting Application: A Case Study On The Mawar Ikat Weaving Group In Tawiri Negeri Hasmawati Hasmawati; Chrestiana Aponno; Septina Louisa Siahaya; Rendy Usmany
Brilliant International Journal Of Management And Tourism Vol. 3 No. 3 (2023): Brilliant International Journal Of Management And Tourism
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/bijmt.v3i3.2214

Abstract

The Mawar Ikat Weaving Group in Tawiri village or negeri has not been able to record accounting or prepare financial reports in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (FAS MSMEs). This business has not implemented an automated accounting recording system yet and only uses paper. Besides, there is no human resources who understand accounting. Therefore, there is no financial reports according to FAS MSMEs. Financial reports are also recommended to be presented computerised, for example by using Microsoft Excel. Financial reports from Excel were chosen because they are neat, easy to read and understand, automatically calculated accurately, practical when there are changes, and cost-effective.The application of this standard is expected to help and facilitate the Mawar Ikat weaving business in preparing financial reports.This research is a type of action research aiming to improve the quality of a situation or problem by carrying out actions or interventions systematically planned and tested. Recording company transactions into journals and preparing financial reports involve several stages of the accounting process, namely Designing the List of Accounts, Recording Transactions in the Journal Posting to the Ledger, Preparation of the Balance Sheet, and Preparation of Financial Statements. The preparation of simple financial statements using the excel accounting application is a positive step for MSME players. Despite limited resources, a basic understanding of accounting and the ability to prepare financial statements will help MSMEs maintain the sustainability of their business and fulfil internal and external financial information needs.
Analisa Biaya Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Khusus (Studi Kasus Pada UMKM Alvine Di Kota Ambon) Siahaya, Septina Louisa; Hasmawati, Hasmawati
Eqien - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 02 (2024): Eqien Journal Of Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam DR KH EZ Mutaqien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34308/eqien.v13i02.1759

Abstract

Local Small and Medium Enterprise (UMKM) must always determine a superior strategy in marketing their products or services.This was also carried out by UMKM Alvine, one of the small businesses engaged in the bread business in Ambon City. The strategy undertaken is to provide special order facilities for customers. With a special order, UMKM Alvine need to apply the use of relevant cost to decide between accepting or rejecting the special order. In making decisions, differential cost analysis is used, which a different costs in a different situation or condition which will be compared with other conditions. The aim of this study was to determine the differential cost calculation applied to UMKM Alvine , as well as analyzing differential costs in relation to decision making in accepting or rejecting special orders from consumers , this is also become a consideration for UMKM Alvine in planning their future profits. The results of the study show that the Alvine UMKM decision to accept special orders from customers for chocolate bread products is justifiable. Because there is an additional income of Rp. 500.000 which is greater than the additional cost of Rp. 219.000. In addition, for contribution margin Rp. 13,211,000 which is higher than if the special order was rejected.
HUBUNGAN RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS Syah, Nurul Hasanah; Iswanto, Heru; Rachmat Fauzan, Tribowo; Louisa Siahaya, Septina
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 1 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i1.10204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan pengaruh hubungan antara relationship marketing dengan kepuasan nasabah, dan loyalitas nasabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner yang diperoleh sebanyak 265 responden dan tehnik analisis menggunakan Smart PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa H1 relationship marketing berpengaruh terhadap loyalitas. H2 relationship marketing berpengaruh terhadap Kepuasan. Dan H3 kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas. Loyalitas nasabah bank dapat diukur dari berapa lama mereka menjadi nasabah bank tersebut, nasabah bank dapat diukur dari kesediaan nasabah untuk merekomendasikan bank tersebut kepada orang lain. Peningkatan loyalitas nasabah bank menjadi semakin nyata ketika bank menjadi pilihan utama layanan perbankan. Kata Kunci: Relationship Marketing, Kepuasan, Loyalitas
Kelayakan Usaha dan Investasi Usaha Pengolahan Gula Merah Saparua di Kabupaten Maluku Tengah Septina Louisa Siahaya; Hasmawati; Chrestiana Aponno
Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-Petani pengrajin gula merah Saparua memiliki pengalaman yang tidak sedikit dalam pengolahan gula merah Saparua. Namun karena proses produksinya masih sederhana menggunakan alat produksi manual menjadikan waktu pengolahan juga lebih panjang. Sehingga perantara yang membeli gula merah Saparua dari petani pengrajin dengan harga yang lebih rendah menjadikan pendapatan yang diterima petani pengrajin lebih sedikit jika dibandingkan dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, kelompok petani pengrajin gula merah Saparua memerlukan bantuan modal dari pihak penyedia modal yang tepat. Modal yang dibutuhkan lebih banyak difokuskan pada peralatan produksi yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi gula merah Saparua . Penilaian kelayakan usaha menggunakan metode Break Even Point (BEP) yang menghasilkan nilai BEP dalam unit dan penjualan gula merah Saparua yang lebih kecil dari penjualan yang dianggarkan selama tahun 2024 -2029 .Sedangkan dengan metode Benefit Cost Ratio dihasilkan B/C Ratio dibawah 1 untuk tahun 2024 – 2026 namun untuk B/C ratio tahun 2027-2029 yang menunjukan peningkatan nilai B/C ratio di atas 1 yang menunjukan usaha ini berpotensi untuk menghasilkan laba yang lebih besar di masa yang akan datang. Sedangkan dari penilaian kelayakan investasi , pengolahan gula merah Saparua menghasilkan nilai Payback period sebesar 3 tahun 3 bulan yang lebih kecil dari periode investasi, nilai Net Present Value (NPV) yang positif atau lebih besar dar 1, nilai IRR sebesar 10,31 % yang lebih besar dari biaya modal. serta nilai Profitability Index yang sebesar 1,9 yang lebih besar dari 1. Hasil tersebut menunjukan bahwa usaha pengolahan gula merah Saparua layak dijalankan oleh kelompok petani pengrajin gula merah Saparua.
DETERMINAN PERTUMBUHAN EKONOMI HIJAU PADA SEKTOR UMKM INDONESIA TAHUN 2020-2025 Aponno, Chrestiana; Siahaya, Septina Louisa
Jurnal Administrasi Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jat.v5i1.3773

Abstract

MSMEs contribute 61% to national GDP but generated 216 million tons of CO₂ in 2022, creating urgency for green economic transformation. This study aims to analyze the influence of green innovation, digitalization, and human capital on green economic growth of Indonesian MSMEs during 2020-2025. Employing a quantitative approach with survey method on 350 MSME practitioners across 15 provinces, data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results demonstrate all three variables significantly influence with 62.7% model predictive power. Digitalization emerges as the strongest predictor (path coefficient 0.389; medium-large effect size), followed by green innovation (0.342; medium effect size) and human capital (0.256; small-medium effect size). The model exhibits excellent quality with positive predictive relevance (Q²=0.453) without multicollinearity. Government should design comprehensive policies integrating fiscal incentives, digitalization subsidies, and sustainable vocational training programs. Financial institutions must expand digital-based green financing with transparent ESG monitoring. Future research needs to explore moderating variables and develop longitudinal models for comprehensive understanding of Indonesian MSMEs' green economic transformation.Keywords: Digitalization, Green Economy, Green Innovation, Human Capital, MSMEs
Pengaruh Gender dan Lama Usaha Terhadap Produktivitas Siahaya, Septina Louisa
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v7i2.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender dan lama usaha terhadap produktivitas usaha mikro gula merah Saparua untuk wilayah Desa Itawaka dan Desa Tuhaha. Penelitian ini menggunakan rumus produktivitas total untuk mengukur produktivitas, serta melihat pengaruh variabel gender (X1) dan lama usaha (X2) terhadap produktivitas (Y) menggunakan uji t dan uji F.  Hasil pengukuran produktivitas total menunjukkan tidak terdapat perbedaan nilai produktivitas ditinjau dari sisi gender dan lama usaha. Selain itu secara parsial untuk gender diperoleh nilai signifikansi 0,415 dan untuk lama usaha diperoleh nilai signifikansi 0,865. Sedangkan secara simultan diperoleh nilai signifikansi 0,680. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara gender dan lama usaha terhadap produktivitas baik secara parsial maupun simultan, dikarenakan tidak terdapat perbedaan keahlian atau keterampilan serta pengalaman antara pria dan wanita dalam mengolah gula merah Saparua. 
PENGARUH KONFLIK PERAN GANDA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA (Studi Kasus pada Kelompok Perempuan Penjual Rujak di Kabupaten Maluku Tengah) Siahaya, Septina Louisa; Aponno, Chrestiana -
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v8i1.264

Abstract

This study aims to determine the effect of multiple conflicts and work environment on the work productivity of rujak woman sellers both partially and simultaneously. The population in this study were all female rujak sellers in Natsepa beach, Sopapei beach and Liang beach. The sample selection was taken by purposive sampling and hypothesis testing was carried out using multiple regression analysis. The results of the study show that simultaneously, there is an influence between multiple role conflict and work environment on work productivity which is indicated by a significance value of 0.000. The same thing is also shown in its partial effect, with a significance value of each under 0.05
Strategi Diversifikasi Pendapatan Petani Untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Siahaya, Septina Louisa; Aponno, Chrestiana; Juneferstina, Maria; tangke, Diar Muzna; Pattimahu, Angel Merlyn; Hasmawati, Hasmawati; Kriekhoff , Shella
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.271

Abstract

Peran sektor pertanian sangat penting dalam perekonomian namun petani sebagai pelaku utama mendapatkan penghasilan atau pendapatan yang tidak menentu diakibatkan oleh fluktuasi harga pasar, perubahan cuaca, serta risiko gagal panen akibat serangan hama dan penyakit tanaman. maka diperlukan diversifikasi pendapatan sehingga sumber pendapatan petani bukan saja dari hasil pertanian yang harganya cenderung rendah. Wayari Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu lokasi pertanian dengan subsektor hortikultura berupa sayuran dengan sumber pendapatan petani hanya dari hasil pertanian saja. Kegiatan sosialisasi ini diperuntukan kepada petani dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pentingnya diversifikasi pendapatan petani sehingga diharapkan petani dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara maksimal dan menambah nilai tambah. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perwakilan petani dengan diawali dengan pemaparanmateri dan diskusi secara intensif. Diversifikasi pendapatan yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat produk turunan dari hasil panen, diversifikasi usaha non pertanian (perdagangan kecil, kerajinan tangan, ataupun bidang jasa transportasi), dan perluasan akses pasar menggunakan platform digital. Untuk melakukan diversifikasi pendapatan, petani di Wayari Desa Suli masih memiliki kendala diantaranya kurangnya permodalan, pengetahuan dan keterampilan petani masih kurang, akses pasar terbatas, risiko usaha yang lebih tinggi dan faktor sosial dan budaya petani.