Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PESHUM

Peran UMKM dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional Arifa, Isna; Ahmad Choiri; Wahyu Wibowo; Aminuddin, Aminuddin; Nur Azizah Panggabean
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9530

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UMKM dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis isi artikel jurnal nasional dan internasional, laporan pemerintah, dan literatur akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, penanggulangan kemiskinan, dan pembangunan ekonomi yang inklusif. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk akses pembiayaan yang terbatas, literasi digital yang lemah, persaingan global, dan regulasi yang kompleks. Penelitian ini mengidentifikasi empat faktor kunci keberhasilan UMKM: akses permodalan, infrastruktur, inovasi dan teknologi, serta dukungan kebijakan pemerintah. Penguatan aspek-aspek tersebut melalui kebijakan yang holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan peran UMKM sebagai pilar perekonomian nasional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang posisi strategis UMKM dan menawarkan rekomendasi praktis bagi para pemangku kepentingan.   Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UMKM dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis isi artikel jurnal nasional dan internasional, laporan pemerintah, dan literatur akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi signifikan terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, penanggulangan kemiskinan, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, beberapa tantangan masih ada, termasuk akses terbatas terhadap pembiayaan, literasi digital yang lemah, persaingan global, dan regulasi yang kompleks. Penelitian ini mengidentifikasi empat faktor kunci keberhasilan UMKM: akses terhadap modal, infrastruktur, inovasi dan teknologi, dan dukungan kebijakan pemerintah. Penguatan aspek-aspek tersebut melalui kebijakan holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang posisi strategis UMKM dan menawarkan rekomendasi praktis bagi para pemangku kepentingan.
Kebijakan Sertifikasi Wakaf di Indonesia dalam Pembangunan Berkelanjutan: Peluang dan Tantangan Aminuddin; wibowo, Wahyu; Choiri, Ahmad; Ariga, Adi; Satibi, Ibi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7914

Abstract

Abstract: Waqf is a unique Islamic economic instrument that functions to distribute social benefits sustainably. However, the management of waqf in Indonesia faces challenges, particularly related to certification that provides legal certainty over waqf assets. This certification is crucial for optimizing the utilization of assets and enhancing transparency and accountability in their management. Without certification, waqf assets are vulnerable to ownership disputes and ineffective management. The waqf certification policy in Indonesia has evolved since the issuance of Government Regulation No. 28 of 1977, with various regulations released by the government to expedite the registration and certification process of waqf land. This study aims to identify the challenges and opportunities within the waqf certification policy and provide recommendations for more efficient policy development towards sustainable development. The findings indicate that despite existing barriers in the certification process, there are also opportunities to improve waqf management through collaboration among institutions and increased public awareness regarding the importance of certification