Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analysis of the Impact of Value Added in the Manufacturing Industry on Economic Growth in Indonesia Safar Nasir, Muhammad; Suripto
BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Vol 22 No 1 (2025): Januari
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/blc.v22i1.24179

Abstract

This study investigates the impact of specific factors on Indonesia's economic growth across different time frames using the ARDL analysis model in Eviews 10 software. The research reveals that in the long term, increases in value added from the manufacturing sector and foreign direct investment are associated with positive and notable effects on economic growth. In the short term, enhancements in manufacturing value-added, government expenditure, population growth, and foreign direct investment contribute positively and significantly to economic growth. Conversely, inflation negatively influences economic growth in the short term. These findings are instrumental in comprehending Indonesia's economic growth drivers and provide valuable insights for policymakers and stakeholders aiming to devise effective strategies to foster economic development
Development of The Economic Sector Through Zakat Funds by LAZISMU: AHP Approach Budi Jaya Putra; Muhammad Safar Nasir; Yova Tri Lestari; Lisa Damayanti
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v13i1.6878

Abstract

The human development index (HDI) in 2019 showed that Indonesia is ranked 111 out of 189 countries. The slowdown in Indonesia's HDI rate is because the poverty rate in Indonesia is still relatively high. Resolutions are needed to change the character of a consumptive society into a productive society through zakat funds that can be utilized for productive efforts in capital, facilities, and infrastructure procurement. This study aims to identify the management and role of zakat funds in economic development. This current study is qualitative in the form of field research. The primary data from the first source and recipients of zakat funds were obtained through direct and in-depth interviews and supporting data from institutions. This study employs Analytical Hierarchy Process (AHP) as a method. The results revealed three priorities for using zakat funds used by beneficiaries from LAZISMU DIY: 1) opening business fields, 2) increasing access to education services, and 3) increasing access to health services.
Pemberdayaan Kelompok Ternak dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Suripto Suripto; Rifki Khoirudin; Mahrus Lutfi Adi Kurniawan; Muhammad Safar Nasir; Uswatun Khasanah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.92

Abstract

Kelompok ternak memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Menurut FAO, kelompok ternak menyediakan sumber pangan berupa daging, susu, telur, dan produk olahan lainnya, yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi dan protein dalam masyarakat. Selain itu, kelompok ternak juga berkontribusi dalam sektor ekonomi masyarakat. Untuk itu kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan mitra kelompok ternak yang berlokasi di Nangsri Lor, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. Kegiatan ini dilakukan dengan berbagai pelatihan dan praktek terkait dengan bagaimana mengelola hewan ternak agar dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, karena kebanyakan warga memelihara ternak bukan sebagai pekerjaan sampingan, akan tetapi hanya sekedar kegemaran. Diantaranya adalah konsep pengelolaan pakan ternak yang efisien, identifikasi penyakit ternak dan pembuatan pakan ternak dengan fermentasi. Dalam kegiatan ini warga merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Apalagi selama ini mereka hanya mengandalkan penghasilan dari Bertani, dan di musim kemarau ini menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi pakan ternak mereka. Kedepannya diharapkan warga menjadi lebih professional dalam memelihara ternak sehingga dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.
Peningkatan Daya Saing UKM Bakpia Eny 523 Yogyakarta Melalui Pengembangan Strategi Pemasaran dan Branding UMKM Suripto Suripto; Agus Salim; Mahrus Lutfi Adi Kurniawan; Muhammad Safar Nasir
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v3.266

Abstract

UKM Bakpia Eny 523 di Yogyakarta menghadapi kendala dalam memperluas pasar karena keterbatasan strategi pemasaran, lemahnya branding, dan belum adanya rencana bisnis yang sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pegawai UKM melalui pendekatan partisipatif yang menekankan pelatihan praktis dan penyusunan business plan sederhana sebagai fondasi daya saing usaha. Program dilaksanakan dalam empat sesi workshop meliputi konsep pemasaran dan penguatan merek, praktik pemasaran digital menggunakan Instagram, WhatsApp Business, dan marketplace, peningkatan pelayanan konsumen, serta strategi promosi dan penetapan harga. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner skala Likert lima poin untuk mengukur lima dimensi utama: pemahaman pemasaran, kemampuan digital marketing, pelayanan konsumen, strategi harga, dan dampak pelatihan secara keseluruhan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman pemasaran, penguatan branding, dan kualitas pelayanan, sementara penerapan digital marketing dan strategi harga masih memerlukan pendampingan lanjutan agar lebih optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan keterampilan praktis berbasis digital dan penyusunan rencana bisnis sederhana menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha UMKM kuliner khas daerah di tengah perubahan pola konsumsi dan dinamika pasar yang semakin digital dan juga perlu dilakukan monitoring minimal selama enam bulan, mencakup evaluasi omzet, konsistensi penerapan branding, serta pelayanan konsumen.
Penguatan UMKM kuliner: pendekatan finansial, branding product, dan CSR Gea Dwi Asmara; Rahmat Saleh; Muhammad Safar Nasir; Rinda Kumala Wati; Agus Salim; Indanazulfa Qurrota A'yun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31462

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner memegang peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan usahanya, termasuk akses permodalan, keterbatasan pemasaran digital, serta rendahnya kesadaran akan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Warung Sate Kambing Pakdhe, yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu UMKM yang mengalami ketiga permasalahan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui tiga pendekatan utama, yaitu: sosialisasi akses permodalan usaha bagi UMKM, pendampingan digital marketing dengan fokus pada pengelolaan media sosial Instagram, serta pelatihan dan praktik langsung pengelolaan sampah organik melalui metode biopori. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan terstruktur melalui beberapa tahapan: survey awal untuk mengidentifikasi masalah, serta pendampingan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam ketiga aspek tersebut. Pendekatan terintegratif ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha mitra serta mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Kata kunci: akses modal usaha; digital marketing; pengelolaan limbah; UMKM kuliner. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector play an important role in supporting the national economy. However, many MSME players still face various challenges in developing their businesses, including limited access to capital, inadequate digital marketing, and low awareness of sustainable waste management. Warung Sate Kambing Pakdhe, located in Bantul, Yogyakarta, is one of the MSMEs experiencing these three problems. This Community Service activity aims to provide solutions through three main approaches: socialization of access to business capital for MSMEs, digital marketing assistance with a focus on Instagram social media management, and training and hands-on practice of organic waste management through the biopore method. This community service programme employs a structured approach through several stages: an initial survey to identify problems, as well as assistance with pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in all three aspects. This integrated approach is expected to enhance the business capacity of partners and foster more sustainable, socially responsible, and environmentally responsible business growth. Keywords: access to business capital; digital marketing; waste management; culinary MSMEs.