Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Correlation of P Concentration in Water and Sediment at Crown Golf, Pantai Indah Kapuk, North Jakarta: Hubungan Kandungan P di Air dan Sedimen pada Perairan Danau Crown Golf, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara Dwi Yuni Wulandari; Niken Tunjung Murti Pratiwi; Rica Sumaryani; Rahmat Kurnia
Habitus Aquatica Vol 2 No 1 (2021): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.2.1.12

Abstract

Crown Golf merupakan danau hias dangkal yang berlokasi di Perumahan Cluster Crown Golf, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Telah terjadinya eutrofukasi pada perairan tersebut menyebabkan berkurangnya fungsi danau hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kandungan P yang terdapat di air dan sedimen di Danau Crown Golf. Analisis contoh air dan sedimen dilakukan di Laboratorium Produktivitas dan Lingkungan Perairan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK IPB University. Aplikasi STELLA 9.0.2 digunakan untuk simulasi pengelolaan pada Danau Hias Crown Golf. Berdasarkan hasil, terdapat 5 dari 13 parameter kualitas air yang tidak sesuai dengan baku mutu kelas II pada PP No. 82 Tahun 2001. Kandungan P di air selama pengamatan cenderung naik, sedangkan pada sedimen hasilnya cenderung turun. Berdasarkan hasil simulasi, jika dilakukan skenario pengelolaan dengan penggunaan empat buah kincir air selama enam jam pengoperasian menyebabkan kondisi P di air danau cenderung stabil. Keberadaan P di air tidak berkaitan erat dengan keberadaan P di sedimen, keberadaan P di sedimen dipengaruhi oleh DO dan suhu kolom air bawah.
Water Quality and Nitrogen Load in Jatigede Reservoir: Kualitas Air dan Beban Nitrogen di Waduk Jatigede Asri Melani; Aliati Iswantari; Dwi Yuni Wulandari; Niken Tunjung Murti Pratiwi
Habitus Aquatica Vol 3 No 1 (2022): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.3.1.21

Abstract

Waduk Jatigede yang berdekatan dengan daerah pemukiman dan kegiatan pertanian berpotensi menerima buangan limbah, yang diduga juga mengandung bahan pencemar nitrogen. Peningkatan kandungan nitrogen secara kontinyu dapat memberikan dampak buruk, seperti penurunan kualitas air dan terjadinya eutrofikasi. Analisis daya tampung beban nitrogen di Waduk Jatigede, Jawa Barat ini dilakukan berdasarkan data primer yang dikumpulkan. Pengambilan contoh air dan pengumpulan data perairan Waduk Jatigede dilakukan terhadap enam stasiun pengamatan dan dua sungai utama inlet Waduk Jatigede. Selanjutnya dilakukan penentuan beban nitrogen dari sungai (inlet) dan dalam waduk, sedimentasi nitrogen, serta daya tampung beban nitrogen. Beban nitrogen di Waduk Jatigede sebesar 24.374 ton telah melebihi batas maksimum menurut baku mutu perairan, sebesar 1.739 ton. Sementara, daya tampung beban nitrogen maksimal sesuai dengan baku mutu perairan di Waduk Jatigede adalah sebesar 595 ton. tahun-1. Dapat disimpulkan bahwa Waduk Jatigede sudah tidak mampu lagi menampung beban nitrogen yang masuk.
Growth of Chlorella sp. and Dunaliella sp. at Different Light Intensities: Pertumbuhan Chlorella sp. dan Dunaliella sp. pada Intensitas Cahaya yang Berbeda Ega Hana Masitoh Masitoh; Bambang Widigdo; Niken Tunjung Murti Pratiwi
Habitus Aquatica Vol 3 No 1 (2022): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.3.1.35

Abstract

Pertumbuhan fitoplankton, seperti Chlorella sp. dan Dunaliella sp. dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kepadatan Chlorella sp. dan Dunaliella sp. dengan besar intensitas cahaya yang berbeda. Kedua jenis fitoplankton tersebut ditumbuhkan pada intensitas cahaya 1000 lux, 3000 lux, dan 7000 lux. Sumber pencahayaan didapat dari lampu pendah putih (cool daylight TLD). Kepadatan diamati setiap hari selama 10 hari menggunakan haemocytometer. Analisis data dilakukan untuk menganalisis signifikansi antara pertumbuhan sel pada kondisi intensitas cahaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan Chlorella sp. dan Dunaliella sp. tertinggi didapatkan pada intensitas cahaya 1000 lux, (4,8 × 106 sel/mL dan 1,33 × 106 sel/mL) sedangkan kepadatan terendah didapatkan pada intensitas cahaya 7000 lux. Kepadatan Chlorella sp. Lebih dipengaruhi oleh ortofosfat, sedangkan Dunaliella sp. lebih dipengaruhi oleh keberadan nitrat. Secara umum tampak bahwa perbedaan intensitas cahaya berpengaruh secara signifikan terhadap kepadatan Chlorella sp. dan Dunaliella sp.
Trophic State of Situ Patengan, Bandung Regency, West Java: Status Kesuburan Perairan Situ Patengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Ari Wahyuni; Aliati Iswantari; Ario Damar; Dwi Yuni Wulandari; Majariana Krisanti; Niken Tunjung Murti Pratiwi; Inna Puspa Ayu
Habitus Aquatica Vol 6 No 1 (2025): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.6.1.27

Abstract

Situ Patengan is designated as a Natural Tourism Park, offering recreational opportunities. However, human activities in the surrounding area can introduce both organic and inorganic materials, leading to changes in the lake’s trophic conditions. The trophic state level, which indicates the presence of nutrients, is used to evaluate the potential for the utilization of water bodies. The aim of this study was to assess the trophic state of Situ Patengan in Bandung Regency, West Java. Water samples were collected from the lake at four locations over three sampling periods. The trophic index (TRIX) method was applied to evaluate the lake’s trophic state. Total phosphate concentrations ranged from 0.041–0.187 mg/L, dissolved inorganic nitrogen concentrations varied between 0.20 and 0.64 mg/L, and chlorophyll-a levels ranged from 10.08 to 33.83 μg/L. According to the TRIX classification, the trophic state of Situ Patengan is considered eutrophic, with values ranging from 4.25 and 6.54. This information is valuable for predicting potential increases in trophic levels and guiding the sustainable management of Situ Patengan ecosystem.
Characteristic and Water Quality Status in Karst Sinkhole Cileungsi, Bogor, West Java: Karakteristik dan Status Kualitas Air di Cekungan Karst Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Pedryn Dirgantara; Sigid Hariyadi; Niken Tunjung Murti Pratiwi
Habitus Aquatica Vol 3 No 2 (2022): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.3.2.109

Abstract

Kawasan karst merupakan suatu bentuk permukaan bumi dengan kondisi hidrologi yang khas akibat terdapatnya batuan yang mudah larut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik dan status kualitas air melalui pendekatan Indeks Kualitas Air (IKA-NSF) dan Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2015. Pengambilan contoh air dilakukan tiga kali pada ketiga cekungan dengan interval dua minggu. Nilai indeks kualitas air (IKA-NSF) pada cekungan Klapanunggal 1, 2 dan 3 berkisar antara 50,50-60,75. Tingkat status kualitas air pada ketiga cekungan tergolong dalam kategori sedang. Berdasarkan nilai indeks pencemaran (IP) untuk baku mutu kelas II dan III, hanya cekungan klapanunggal 2 yang memenuhi baku mutu, sedangkan cekungan Klapanunggal 1 dan 3 tergolong tercemar ringan dengan parameter fosfat total dan fecal coliform yang melampaui baku mutu.
Carrying Capacity for Sustainable Mariculture Development in The Dampier Strait Conservation Area, West Papua Province Ichsan Suryo Wibowo Wibowo; Ali Mashar Mashar; Niken Tunjung Murti Pratiwi Pratiwi; Fery Kurniawan Kurniawan; Mazlan Mazlan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.18.1.69613

Abstract

The Dampier Strait Marine Conservation Area has the potential to be a location for the development of seaweed and pearl oyster cultivation. Despite the potential, there is no information on the limitations of space utilization capacity in implementing mariculture activities for both commodities. Therefore, this study aims to determine the carrying capacity of mariculture activities in the Dampier Strait Conservation Area using the Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA) concept. The study procedures included ecological and production carrying capacity, which were analyzed using the physical capacity approach. The results revealed that the area with the potential to be developed for mariculture activities was 904.36 ha. In addition, the number of seaweed and pearl oyster units that could be developed was 1,282 units and 805 units, respectively, with annual production volumes of 8,076.60 tons of dry seaweed and 2,817,500 individual pearl oyster spats ready for operation. All stages of the analysis provided comprehensive results to achieve an optimal and sustainable utilization area from the development of mariculture activities. The analysis also considered the continuity between environmental potential and human demands in the use of ecosystem services in an integrated manner.
Potensi stok dan nilai ekonomi karbon ekosistem lamun di Desa Tanjung Sungkai, Kabupaten Kotabaru Aprizal Junaidi; Gatot Yulianto; Niken Tunjung Murti Pratiwi; Novi Susetyo Adi
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.10.2.123-141

Abstract

Seagrass ecosystems are blue carbon ecosystems that play a crucial role in coastal carbon storage. However, they are undergoing a global decline in terms of area and quality. The village of Tanjung Sungkai in Kotabaru Regency, South Kalimantan, has significant seagrass potential and is included in the indicative location of the KSNT Blue Carbon Reserve. However, scientific information regarding the total carbon storage and economic value of carbon in this area is limited. Therefore,this study aimed to evaluate the condition of the seagrass ecosystem based on seagrass cover percentage, estimate carbon stock potential and assess the economic value of carbon to support sustainable coastal management. The results showed that the average seagrass cover was 33.05 ± 20.36% (moderate category), with four types of seagrass identified: Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Syringodium isoetifolium and Halophila ovalis. The community structure was dominated by H. ovalis (59%), followed by S. isoetifolium (36%). The total carbon stock reached 2,951.278 tons and the economic value of seagrass carbon was estimated at IDR 17.82 billion, while ecosystem degradation per hectare had the potential to cause losses of up to IDR 660 million. The Adaptive Management approach is considered relevant to support sustainable seagrass ecosystem management.
Co-Authors . Winarlin Adham Panji Ahmad Muhtadi Ali Mashar Ali Mashar Ali Mashar Mashar Aliati Iswantari Aliati Iswantari Aliati Iswantari Ananda Diah Oktaviani Aprizal Junaidi Ari Sri Windyaswari Ari Wahyuni Ario Damar Asri Melani Ayu, Inna Puspa Bambang Widigdo Dudi Muhammad Wildan Dwi Yuni Wulandari Ega Hana Masitoh Masitoh Elfahmi Elfahmi, Elfahmi Enan Mulyana Adiwilaga Enan Mulyana Adiwilaga F Farlina Fahrauk Faramayuda Fahrauk Faramayuda, Fahrauk Febby Amanda Putri Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fery Kurniawan Kurniawan Fifi Gus Dwiyanti Gatot Yulianto Grin Tommy Panggabean Hasibuan, Febya Rizki Hefni Effendi Herman Yulianto I Gusti Bagus Wiksuana Ichsan Suryo Wibowo Iskandar Iskandar Kadarwan Soewardi Khairunisa Harizqi Nurul Husna Kusumaningtyas, Al Izzha Liani Aliwu, Putri Majariana Krisanti Majariana Krisanti Majariana Krisanti Majariana Krisanti Maria Tri Miarsih Masruhin Masruhin Maulana Rasyad, Rafi Maulid Wahid Yusuf Mazlan Mazlan Mochamad Haikal Haikal Mohammad Mukhlis Kamal Neri Kautsari Nirwana Lovandi, Mustika Novi Susetyo Adi Novita MZ Nurhasana, Antika Nursiyamah, Siti Nursiyamah, Siti Oktiyas Muzaky Luthfi Pedryn Dirgantara Pelita Octorina Qadar Hasani Qadar Hasani Qadar Hasani Rachmad Caesario Radityani, Fitri Afina Rahmat Kurnia Randi FItriadi Rica Sumaryani Ridwan Affandi Ridzka Magfirah RIFKI TAJUDIN Ronauli, Eva Cristine Sakina, Edna Salsa Rizqyana Billa Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Soraya Riyanti Sulaiman, Goran Suryanti Afifah Sulaiman, Goran Suryanti Afifah Syahnan Aly Lubis Syamsiar, Syamsiar Tri Apriadi Wibowo, Ichsan Suryo Yuki Hana Eka Frandy Yusli Wardiatno Zulfa, Istna Nabila ZULMI, REZA