Claim Missing Document
Check
Articles

Found 80 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisa Pengaruh Sloshing Pada Ruang Muat Kapal Tanker Pertamina 17500 LTDW Dengan Metode CFD (Computational Fluid Dynamic) Ananda Ragil Prakarsa; Deddy Chrismianto; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.551 KB)

Abstract

Sebagian besar eksplorasi minyak dan gas bumi berada di lautan, dimana kapal adalah alat transportasi penting untuk mendistribusikan hasil eksplorasi tersebut. Kapal-kapal pengangkut minyak dan gas cair memiliki resiko kecelakaan yang tinggi, selain dari muatan yang berbahaya karena mudah terbakar, kapal pengangkut cairan juga harus memperoleh gaya sloshing dari muatan akibat dari pergerakan fluida dinamis. Sloshing adalah gerakan fluida resonansi dalam tangki yg bergerak. Ketika cairan bergerak dan berinteraksi dengan wadahnya, tekanan dinamis seperti interaksi dapat menyebabkan deformasi besar di dinding kontainer serta struktur pendukung. Gerak cairan muncul karena gerakan dinamis wadah yang dapat terjadi dalam berbagai keadaan. Ada dua masalah utama yang timbul dalam pendekatan komputasi untuk sloshing. Ini adalah kondisi batas bergerak pada antarmuka tangki cairan, dan gerak nonlinier permukaan bebas. Pemodelan tangki muatan dilakukan pada kapal Tanker Pertamina dengan tangki berbentuk persegi panjang dalam 3D. Tangki tersebut memiliki ukuran panjang 20,20 m, tinggi sisi 10,00 m dan lebar moulded 11,85 m. Analisa dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Simulasi dilakukan dalam 4 variasi pengisian tangki yakni, 30%, 50%, 70% dan 90% menggunakan software simulasi fluida. Simulasi sloshing dilakukan pada model tangki tipe tetrahedrons meshing dengan jumlah nodes 76259 dan elements 247571. Pada penelitian ini dapat diketahui gaya dinding tangki pada pengisian 30% sebesar 572,13 N. Pada pengisian 50% sebesar 847,50 N Pada pengisian 70% sebesar 1032,35 N. Pada Pengisian 90% sebesar 1253,86 N. Kemudian dilakukan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction dan stabilitas menggunakan Maxsurf Stability. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai RMS of Roll With Sloshing pada pengisian 30% sebesar 6,57 deg, pada pengisian 50% sebesar 9,52 deg, pada pengisian 70% sebesar 9,39 deg, pada pengisian 90% sebesar 9,35 deg. Nilai GZ pengisian 30% sepanjang 1,00 m, nilai GZ pengisian 50% sepanjang 1,54 m, nilai GZ pengisian 70% sepanjang 1,67 m, dan nilai GZ pengisian 90% sepanjang 1,81 m.
STUDI PERANCANGAN KAPAL RUMAH SAKIT TIPE KATAMARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN WILAYAH PESISIR DI PROVINSI PAPUA BARAT DAN PAPUA Chairul Rizaldy; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.551 KB)

Abstract

Provinsi Papua Barat dan Papua memiliki banyak wilayah pesisir yang belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Untuk melayani masyarakat yang berada didaerah pesisir, salah satunya dapat dicapai lewat laut. Kapal rumah sakit sebagai kapal yang memiliki fasilitas kesehatan layaknya pada rumah sakit pada umumnya. Memiliki fasilitas rumah sakit kelas C dengan lambung tipe katamaran..  Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kapal rumah sakit yang dapat menjangkau wilayah pesisir dan yang sesuai dengan karakteristik perairan wilayah pesisir di Provinsi Papua Barat dan Papua. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lwl = 56,32 m, B = 18,0 m, H = 6,4 m, T = 2,4 m, Vs = 15 knot, dengan displacement 845,4 ton dan Cb = 0,512. Nilai GZ tertinggi 21,8 m pada kondisi I. Nilai GZ terkecil yaitu 14,5 m pada kondisi VIII pada criteria Angle max GZ Multihull. Perancangan kapal rumah sakit dilengkapi ruang kamar inap, ruang bedah, ruang UGD, dan memiliki pelayanan kedokteran spesialis, yaitu pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kebidanan dan kandungan.
STUDI PERANCANGAN SEMI-SUBMERSIBLE CATAMARAN SEBAGAI KAPAL PARIWISATA DI KABUPATEN RAJA AMPAT Dwi Satria Fajar; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.715 KB)

Abstract

Kabupaten Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar khususnya potensi pariwisata bawah laut. Oleh karena itu, transportasi kapal yang dimanfaatkan sebagai alat transportasi utamanya. Masih sedikit kapal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat yang dapat digunakan untuk menikmati keindahan bawah laut untuk para wisatawan yang tidak memiliki izin untuk menyelam. Maka sebuah kapal Semi-Submersible mungkin dapat membantu para wisatawan untuk dapat menikmati keindahan bawah laut tanpa harus memiliki izin menyelam.Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Catamaran (Twin Hull). Sistem pelayaran kapal memiliki 2 (dua) mode pelayaran yaitu, Catamaran Mode dan Submerge Mode. Semi-Submersible Catamaran merupakan perpaduan antara sub marine, yacht, dan home a float. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Loa= 27,60 m, Lwl = 24,40 B = 9,80 m, H = 3,55 m, T = 1,50 m, Displacement = 79,00 ton LWT = 51,50 ton, DWT = 27,50 ton, Vdinas = 30 knot, Vmax = 35 knot, Vsub = 10 knot. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) = 0,526 coeffisien midship (Cm) = 0,625 coeffisien water plan (Cwl) = 0,912 coeffisien prismatic (Cp) = 0,842 dan letak LCB = 10,73 m atau -3,07 m (dari midship). Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 86,99 kN dan power sebesar 1648,71 kW. Nilai GZ terbesar pada Catamaran mode terjadi pada kondisi 6 sebesar 2,48 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 5 sebesar 12,51 m, sedangkan pada saat Submerge mode terjadi pada kondisi 4 sebesar 2,58 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 4 sebesar 7,27 m. 
Studi Perancangan Kapal Penyedot Lumpur Sebagai Upaya Mengatasi Pendangkalan Sungai Barito di Kalimantan Selatan nur khakiki; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai barito adalah salah satu sungai terpanjang dan terbesar yang ada di dikalimantan. Aliran sungai barito membentang dari provinsi Kalimantan tengah hingga Kalimantan selatan.Sungai ini dimanfaatka untuk banyak keperluan seperti transportasi air, perdagangan, pariwisata, serta jalur pengangkutan hasil tambang. Sejalan dengan pemanfaatan sungai barito,perlu diperhatikan juga masalah–masalah yang sekiranya timbul berkaitan dengan sedimentasi atau pendangkalan sungai yang dapat menganggu aktivitas sungai barito. Tujuan dari penelitian ini ialah merancang kapal suction dredger sebagai upaya mengatasi masalah yang ada di sungai barito. Kapal keruk ini sangat cocok digunakan untuk pemeliharaan alur pelayaran, serta dapat digunakan di tempat-tempat sempit dan sulit seperti rawa-rawa, sungai dll. Metode yang digunakan dalam perancangan kapal suction dredger ini menggunakan metode parent design approach yang disesuaikan dengan karakteristik sungai barito. Dari perhitungan yang telah dilakukan di dapatkan dimensi kapal yaitu panjang LPP 19,5, lebar 5,66 m, sarat 0,9 m dan cb 0,8.  Sedangkan untuk pembuatan 3D modeling kapal ini dibantu menggunakan software, hasil  analisa stabilitas kapal suction dredger ini berdasarkan kreteria IMO dan telah memenuhi kreteria tersebut.
Perancangan Kapal Selam Tipe Tumblehome Hull Dan Karakteristik Meri Nugraha; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.193 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Pulau natuna adalah salah satu kepulauan yang memiliki sumber daya alam gas bumi. Namun natuna akhir-akhir ini sedang ada permasalahan konflik dengan negara cina tentang perebutan sengketa hak milik pulau natuna  yang sebabkan oleh sumber kekayaan yang banyak di pulau natuna. Dengan ini dari sektor kebutuhan suatu Negara untuk mempertahankan negaranya berupaya mengembangkan teknologi terbaru khususnya di bidang maritime untuk kapal selam tersendiri banyak bervariasi dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih. Terlebih kompleksitas kapal selam modern tipe tumblehome hull. perancangan dengan metode trend curve approach dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. perhitungan hambatan dengan menggunakan software TYDN CFD, perhitungan stabilitas dihitung pada sudut 0 -900 dengan kriteria IMO, hidrostatik dan equilibirum dibantu dengan perangkat lunak untuk perhitungan. Ukuran utama yang didapat adalah LOA = 79,5 m,  H=9,72 m, T=7,92 m, B=9,6 m CB = 0,543. Nilai hambatan kapal selam yang didapat dengan perhitungan manual dan di validasikan dengan software maxsuft dan TYDN CFD untuk kapal menyelam 348,099 KN untuk kecepatan 20 knot. Volume Normal Surface Condition (NSC) adalah 3212 m3 dan volume submerged 5491,481 m3 dan seimbang dengan perhitungan berat. Skenario ballast kapal daat mengantisipasi skenario pemuatan ekstrim kapal yang ditunjukan oleh polygon equilibirum. Nilai stabilitas pada kondisi NSC memiliki nilai GZ maksimum sebesar 3,565 m pada 900 dan memenuhi kriteria IMO untuk max GZ dan initial GMt.
ANALISA HAMBATAN AKIBAT PENAMBAHAN STERN FLAP PADA KAPAL KRI TODAK MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Jefri Harumbinang; Deddy Chrismianto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.398 KB)

Abstract

Kecepatan erat hubungannya dengan hambatan kapal. Dengan mengurangi nilai hambatan, kecepatan maksimal dari kapal dapat lebih ditingkatkan lagi. Nilai hambatan dari kapal dapat dikurangi dengan melakukan perubahan hullform terutama pada bagian haluan, penambahan bullbos bow, atau bisa juga dengan penambahan appendage pada buritan kapal. Salah satu penambahan appendage buritan adalah Stern Flap. Pada penelitian sebelumnya stern flap mampu mengurangi nilai hambatan kapal. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD, dengan penambahan stern flap mampu mengurangi hambatan total kapal, dari 9 model variasi stern flap, didapatkan model dengan hambatan total paling kecil pada variasi kecepatan 10 knot, 20 knot dan 30 knot yaitu terdapat pada model VI dengan panjang stern flap 13% BT atau 0,863 m, lebar stern flap 6,498 m dan sudut stern flap 6o. Kesimpulannya, dari 9 model tersebut didapatkan bentuk stern flap terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model VI.
Analisa Perbandingan Engine Propeller Matching Antara Single Screw Propeller Dan Twin Screw Propeller Pada Kapal Tanker 6500 DWT Niko Bayu Prasetyo; Untung Budiarto; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal harus memiliki sistem penggerak yang sesuai dengan bentuk lambung kapal, sehingga kinerja sistem propulsi menjadi optimal, modifikasi pada sistem propulsi banyak dilakukan demi memenuhi performa kapal. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi sistem propulsi dengan penambahan propeller baru, yang awalnya baling-baling tunggal mejadi baling-baling ganda.. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan interaksi yang optimal antara sistem penggerak dengan bentuk lambung kapal atau yang biasa disebut dengan Engine Propeller Matching. Penelitian dilakukan dengan mengitung hambatan kapal menggunakan metode holtrop, validasi hambatan dilakukan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Dilakukan 3 variasi jarak antara center line kapal dengan poros propeller(b)  yang  dicari hambatannya yaitu, 0.2B, 0.175B, dan 0.15B. Setelah didapatkan hambatan kapal dilakukan perhitunagn daya main engine yang akan digunakan, dihasilkan main engine dengan daya 2x1100 HP. Kemudian menghitung thrust dan torque untuk mendapatkan karakteristik tiap propeller, dilakukan validasi thrust dan torque menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD).  Penelitian ini terdapat 3 jenis propeller yang dicari karakteristiknya yaitu, propeller B-series, Kaplan, dan AU. Dari hasil perhitungan dilakukan matching engine propeller dimana didapatkan titik matching terbaik pada propeller jenis AU dengan presentase 90% rated power dan 90% rated speed. Sehingga dipilih propeller jenis AU sebagai propeller baru untuk kapal tanker dengan balling-baling ganda.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Flare Bow Dengan Stem Terhadap Nilai Hambatan dan Slamming Pada Model Haluan Ulstein X-Bow Maria Fatima; Deddy Chrismianto; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.489 KB)

Abstract

Inovasi pada transportasi laut khususnya kapal agar memiliki kinerja kapal yang lebih optimal lagi. Diperlukan  upaya mulai dari mengikuti perkembangan desain bentuk haluan.  Bentuk haluan terbarukan yaitu X –bow dapat menghadapi gelombang  yang datang kearah  kapal dengan memecahkan gelombang secara lebih halus. Berdasarkan paten desain Ulstein X-bow terdapat beberapa ketentuan seperti sudut  flare bow  dan stem angle. Penelitian ini bertujuan untuk membuat beragam  model X-bow berdasarkan perubahan kedua sudut tersebut kemudian dianalisis nilai hambatan total dan probability of slamming kapal. Pemodelan dilakukan pada software Autocad, Delftship dan Rhinoceros sedangkan untuk pengujian dilakukan pada software Autodesk CFD dan Maxsurf Motion. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut flare dan stem dapat berpengaruh terhadap nilai hambatan total dan probability of slamming kapal. Dapat disimpulkan bahwa model 1 dengan variasi sudut (stem 60; flare 100 )  menghasilkan kinerja kapal yang optimal pada kecepatan 14 knot dengan hasil nilai hambatan total sebesar 383,13 KN dibanding model original yang bernilai 385,62 KN sehingga mengalami penurunan sebesar 0,64 %. Untuk analisa probability of  slamming seluruh model memilki nilai probability of slamming bernilai dibawah 0,03 .Jika ditinjau dengan kriteria Nordforks maka setiap model tidak akan mengalami slamming. Dan nilai paling kecil ada  pada model 1 dengan variasi (stem 60; flare 100 )  di tinggi gelombang 4 meter yaitu bernilai 8,56x10-15 dan 2,99x10-14  dengan sudut heading 1350 (Bow Quatering Sea)  dan 1800 (head sea).
Studi Perancangan Kapal Ikan Katamaran Dengan Alat Tangkap Purse Seine dan Longline Pengganti Cantrang, Untuk Perairan Utara Jawa Tengah I Gede Bayu Pradnya Subagia; Deddy Chrismianto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia tentang pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang (trawl) menjadi permasalahan bagi nelayan terkhusus di wilayah utara jawa tengah, Karena dinilai penggunaan cantrang dapat merusak lingkungan ekosistem laut. Nelayan pantai utara Jawa Tengah memiliki kesamaan di tiap daerah yaitu alat tangkap yang digunakan dan bentuk lambung kapal yang akan dioperasikan, berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan pendekatan ilmu perkapalan sebagai solusi bagi para nelayan pantai utara Jawa Tengah dalam menyikapi peraturan menteri tersebut. Sebuah solusi yang paling tepat adalah melakukan perencanaan kapal ikan dengan variasi alat tangkap, tujuan lain dari dilakukan perencanaan kapal adalah untuk mendapatkan hullform kapal ikan yang efisien. model hull katamaran menjadi pilihan dalam perancangan ini, Kapal Ikan Katamaran yang dirancang dengan panjang LPP 19,13 m , LOA 19,90 m , Lebar 6,90 m , Sarat 1,32 m dan kecepatan 12 knot. Kapal ini dirancang untuk perairan laut Jawa terkhusus untuk wilayah utara Jawa Tengah. Dengan acuan nilai RMS, Pitching, Rolling pada tinggi gelombang 0,875 (slight wave), 1,875 (moderate wave), 3,25(rough wave) pada spektrum gelombang JONSWAP di sudut heading 45o, 90o,135o dan 180o. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak pada model kapal ikan katamaran yang dirancang ini telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan. 
Optimasi Energy Saving Device (ESD) Propeller Boss Cap Fins (PBCF) dengan Metode Response Surface Method (RSM) terhadap Propeller INSEAN E779A Daviensya Giovancha Anabel Malingkas; Andi Trimulyono; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam perencanaannya untuk mengoptimalkan pengoperasiannya. Salah satunya adalah perencanaan sistem penggerak, salah satunya adalah propeller. Salat satu upaya pengoptimalan propulsi kapal adalah dengan melakukan pemasangan Energy Saving Device (ESD) Propeller Boss Cap Fins (PBCF). Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan performa propeller INSEAN E779A dengan pemasangan ESD PBCF. Optimalisasi dilakukan dengan pendekatan statistic menggunakan metode Response Surface Methodology. Metode ini menganalisa permasalahan dimana beberapa variabel independen mempengaruhi variabel respon. Ide dasar metode ini adalah memanfaatkan desain eksperimen berbantuan statistika bertujuan untuk mencari nilai optimal dari suatu respon. Dalam penelitian ini ditentukan variabel optimasinya adalah nilai installation angle dengan nilai awal 60 derajat serta rasio r/R PBCF dengan nilai awal 0.25 dan menggunakan bantuan software Minitab. Model PBCF yang optimal didapatkan dengan memperkecil rasio r/R ke nilai 0.179289 serta nilai tengah installation angle PBCF dengan nilai 52.9298. Dari penelitian ini dapatkan performa propeller optimal dengan nilai thrust 1000.72 kN dengan peningkatan 8% dari sebelum dilakukan pemasangan PBCF
Co-Authors A.F. Zakki Abi Dimas Alfian, Abi Dimas Ahmad Fauzan Zakki Ainul Fadlilah Airlangga Herbowo Ajib Wahab Purwanto Al Muhshi, Hassan Alam Fajar Ramadhany Aldino Ihsan Alfian Tri Eka Kurniawan Alfian, Wahyu Alfonso Nababan Alvianto, Jodhy Irsyad Ananda Ragil Prakarsa Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andreas Parulian Sidabalok Andriyanto, Fajar Angelia, Christine Ari Wibawa Budi Santosa Azhabul Hayatul Fajar Bagus Prasetio Bayu Wisnu Sasongko, Bayu Wisnu Berlian Arswendo Adietya Budi Setyawan Chairul Rizaldy Citra Eka Febrian Dama Nisphal Azis Daviensya Giovancha Anabel Malingkas Dede Nugraha Sentosa HS Dewi, Intan Koamala Dian Purnama Putra Dimas Bagus Darmawan Dirga Nur Agnesa Dwi Satria Fajar Eko Sasmito Hadi Eny Fuskhah Eny Puskhah Fachrurrozi Setiawan Fahmi Fernando Yuliansyah Fajar Aldi Prasetio Fatchul Falah Azmi Febrian Wahyu Wijaya Firdhaus, Ahmad Gagah Prayogo Wibowo Gigih Niagara Gilang Bayu Pangestu Good Rindo Harno, Harno Hasan Mustofa Amirudin, Hasan Mustofa Hendra Gunawan Saputra Hendri Firman Hugo Digitec E. Sembiring I Gede Bayu Pradnya Subagia Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Ilham, Rizaldy Imam Pujo Mulyatno Indro Sumantri Insanu Abdilla Cendikia Abar Iqbal Habib Jefri Harumbinang Jokosiworo, Sarjito Kenna Sani Saefuddin Khoirul Ramadhan Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kusuma, Muhammad Rizki Darmawan Adi Lily Muzdalifah M. Nurul Hidayat Maria Fatima Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Meri Nugraha Michael Enrico Miftah, Muhammad Azizul Moh Nurdin Septiantono R Moh. Hasan Sidiq Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Mohammad Ganesha Husada Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Julnanda Serpa Muhammad Raditya Daniswara Niko Bayu Prasetyo nur khakiki Nurhali Nurhali Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Praditya Utomo Puskhah, Eny Puskhah, Eny Putra Bangkit Setya Budi, Putra Bangkit Setya Putra Bangkit Setyabudi, Putra Bangkit Putra, Rico Ade Putranda Firman Prayoga Rahmat Nurhadi Rausyan Fikri Regita Berlian Agustian Resha Buddy Prakoso Rizaldo, M. Fikry Rochman Ikhsan Pamuji Roni Prasetyo, Roni Samuel Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sheila Ayu Kirana Prabani Sukanto Jatmiko Syahab, Husein Tindaon, Aldy Sabat Tubagus Bintang Ramadhan Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahif Indramana Wahyu Adi Nugraha Wahyu Fajar Gemilang Widyadhana, Bagas Dhira Wilma Amiruddin Wulan Pinkan Yusup Sobirin Zaenal Abidin