Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran Di Lahan Sempit Kepada Anggota Poktan Kelurahan Bampu Apus Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Reni Nurjasmi; Siti M. Sholihah; Suryani Suryani; Luluk Syahr Banu; Maria Aditia Wahyuningrum
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.03 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i2.523

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran serta memotivasi masyarakat khususnya kelompok ibu-ibu rumah tangga untuk menerapkan teknologi pertanian perkotaan sederhana di lahan sempit. Optimalisasi pemanfaatan lahan sempit dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga.Kegiatan pengabdian ini dilakukan di RPTRA Bambu Petung Kelurahan Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur. Sasaran kegiatan adalah 20 orang anggota Poktan Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur. Kegiatan diawali dengan pre-tes dan diakhiri dengan pos-tes. Metode kegiatan yaitu metode ceramah, diskusi dan demonstrasi praktik langsung budidaya tanaman. Metode ceramah berupa presentasi  materi oleh narasumber yang meliputi budidaya tanaman hidroponik dalam baskom, budidaya tanaman bawang dalam polibag dan polikultur tanaman sayuran dalam polibag.  Metode demonstrasi bertujuan memudahkan peserta untuk mengikuti informasi yang disampaikan penyaji.Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa secara umum sebelum kegiatan dilaksanakan peserta telah mengetahui pertanian perkotaan bahkan beberapa peserta telah menerapkan teknologi budidaya tanaman dalam polibag di rumah mereka namun aktivitas tersebut hanya dilakukan di waktu luang.  Jenis tanaman yang dibudidayakan adalah tanaman hias, sayuran dan tanaman obat keluarga. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, peserta merasa sangat terbantu karena menambah pengetahuan mereka tentang macam-macam teknologi pertanian perkotaan yang dapat diterapkan termasuk teknologi sederhana. Peserta juga antusias untuk menerapkan teknologi tersebut di rumah masing-masing serta bersedia untuk mensosialisasikan hasil kegiatan kepada masyarakat kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal. Kata kunci: Urban Farming, Lahan Sempit, Budidaya Sayuran, Pengabdian Masyarakat
Pengaruh Jenis Pakan Yang Berbeda Terhadap Asupan Pakan dan Produktivitas Jangkrik (Grillus Mitratus) Marhaendrik Marhaendrik; Maria Aditia Wahyuningrum; Bachtar Bakrie
JURNAL PERTANIAN Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v13i1.2283

Abstract

Salah satu faktor esensial dalam budidaya jangkrik adalah produksi telur yang dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, serta jenis pakan. Kualitas pakan yang baik dapat meningkatkan produktivitas jangkrik. Kendati demikian, faktor ekonomi juga berperan penting dalam keberlanjutan budidaya jangkrik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tiga jenis pakan terhadap asupan pakan dan produktivitas jangkrik menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima ulangan (30 jangkrik per unit sampel), meliputi : Sawi hijau + Konsentrat + Dedak padi (P0 ), Sawi hijau + Konsentrat (P1), dan Batang singkong muda + Konsentrat (P2). Parameter yang diamati adalah tingkat konsumsi pakan, bobot produksi telur jangkrik, prosentase mortalitas jangkrik. Data dihitung menggunakan analisis varians menggunakan program komputer SPSS versi 21.0. Temuan menunjukkan bahwa tingkat asupan pakan lebih tinggi (P <0,05) pada P2 (2,74 g) daripada P1 (1,90 g) atau P0 (1,71 g). Produksi telur lebih tinggi (P <0,01) pada P2 (1,68 g) daripada P1 (1,30 g) atau P0 (1,17 g). Hasil rataan mortalitas jangkrik cliringan tertinggi pada P0 (30,7%) diikuti P2 (29,3 %), dan paling rendah P1 (26,7%). Kesimpulannya, pakan batang singkong muda + konsentrat (P2) berpengaruh paling baik terhadap asupan pakan dan produksi telur jangkrik.  Kata Kunci : Jangkrik, konsumsi pakan, berat telur jangkrik 
Pengaruh Media Tanam Organik terhadap Kandungan Klorofil dan Karoten Microgreens Brokoli (Brassica Oleracea L.) Reni Nurjasmi; Maria Aditia Wahyuningrum
JURNAL PERTANIAN Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v13i1.2282

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk perkotaan yang tidak diiringi dengan ketersediaan lahan pertanian dapat mengakibatkan krisis pangan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan teknologi pertanian perkotaan yang dapat diterapkan oleh semua kalangan masyarakat perkotaan, antara lain adalah tekbologi microgreen. Microgreen bukan hanya upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan tetapi juga memenuhi kebutuhan makanan sehat dan bernutrisi bagi masyarakat perkotaan. Salah satu manfaat microgreen adalah mengandung klorofil yang tinggi yang berguna bagi kesehatan. Tujuan penelitian mengetahui media tanam yang menghasilkan klorofil dan karoten terbaik pada microgreen brokoli. Penelitian dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia pada September 2021 hingga Februari 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri atas 4 perlakuan yaitu media tanah, kulit bawang merah, kotoran kelinci, dan burung puyuh dengan lima ulangan. Media tanam organik berpengaruh nyata terhadap persentase perkecambahan, tinggi, berat basah, dan kandungan klorofil microgreen brokoli. Limbah kotoran burung puyuh menghasilkan kandungan klorofil terbaik (1,47 mg/g) namun berbeda tidak nyata dengan kotoran kelinci (1,33 mg/g) serta berbeda nyata dengan limbah bawang merah (0,63 mg/g) dan kontrol (0,21 mg/g).[U1]  Kata Kunci:  pertanian perkotaan, microgreen, tanaman brokoli, kotoran burung puyuh, kotoran kelinci, limbah  bawang merah
Pengaruh Konsentrasi Nutrisi AB Mix dan Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok Terhadap Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Sistem Rakit Apung Dwi Nopandra Sitepu; Siti M. Sholihah; Maria Aditia Wahyuningrum
JURNAL PERTANIAN Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v13i2.2707

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) menjadi salah satu tanaman sayuran yang sangat populer di Indonesia. Selada juga merupakan komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai komersial yang baik, ditinjau dari prospek bisnisnya. Di masa mendatang, seiring dengan meningkatnya jumlah restoran, hotel, dan venue yang menawarkan masakan tradisional dan asing, permintaan selada dapatterus meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi nutrisi AB Mix dan POC kulit pisang kepok terhadap produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) sistem rakit apung dan untuk mengetahui pemberian konsentrasi terbaik nutrisi AB Mix dan POC kulit pisang kepok terhadap produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) sistem rakit apung. Penelitian ini dilakukan di green house Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia, pada bulan Februari sampai dengan bulan Juli 2022. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan menggunakan konsentrasi nutrisi AB Mix dan POC kulit pisang kepok, yang  terdiri masing-masing 4 perlakuan diulang 5 kali. Tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan bobot basah menjadi variabel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nutrisi AB Mix dan POC kulit pisang kepok berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun selada, panjang akar dan bobot basah tanaman selada. Konsentrasi nutrisi AB Mix dan POC kulit pisang kepok yang memberikan produksi terbaik adalah konsentrasi nutrisi AB Mix 20 ml dan POC kulit pisang kepok 25 ml yaitu tinggi tanaman (20,8 cm), jumlah daun (7,4 helai), panjang akar (19,4 cm) dan bobot basah (11,8 gram).Kata Kunci: Nutrisi AB Mix, Pupuk Organik Cair, Selada, Rakit Apung, Produksi
Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi Samhong (Brassica Juncea L.) Terhadap Pupuk Organik Cair Limbah Rumah Tangga Wira Bhakti Pangestu; Reni Nurjasmi; Maria Aditia Wahyuningrum
JURNAL PERTANIAN Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v14i1.3153

Abstract

 Tanaman sawi samhong memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan beragam, sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh saat dikonsumsi sebagai bahan makanan sayuran. Kandungan gizi yang terdapat dalam sawi samhong meliputi protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan POC (Pupuk Organik Cair) yang dihasilkan dari limbah rumah tangga terhadap produktivitas tanaman sawi samhong. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia pada periode Agustus 2022  hingga Februari 2023. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari lima perlakuan yaitu V0 (kontrol), V1 (10ml), V2 (20ml), V3 (30ml), dan V4 (40ml). Variabel penelitian yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, berat basah, dan panjang akar. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan excel, analisis sidik ragam (ANOVA) dengan kepercayaan 95 % dan dilanjutkan dengan menggunakan uji BNT jika terdapat perbedaan yang nyata pada perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman pada perlakuan V1 (10ml POC) dan jumlah daun pada perlakuan V4 (40ml POC). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan POC limbah rumah tangga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas sawi samhong.Kata Kunci: Limbah Rumah Tangga, POC Limbah Rumah Tangga, Sawi Samhong