Sherly de Yong
Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Dan Desain, Universitas Kristen Petra

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KAJIAN PANOPTISISME DAN ARSITEKTUR KONTROL DALAM PERATURAN PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK Sherly de Yong
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 2 (2016): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.173 KB) | DOI: 10.21460/atrium.v2i2.60

Abstract

Title: Exploration of Panopticism and Architecture of Control in Building Guidance for Catholic Church Michel Foucault introduces a mechanism to increase surveillance powers through architectural arrangement, referred to as panopticism. The connection between control of architecture and panopticismin the Catholic church is the main problem of this research. The purpose of this study is to determine the panopticism in architectural field, examine the relationship between principles of panopticism with architectural theory, especially the theory of the architecture of control, to produce a benchmark that can be used to analize the regulation in Catholic church. Through descriptive analysis and critique interpretive method, the results obtained are that panopticon and panopticism are also part of the architecture of control. From the theory of panopticon, there are six elements of panopticism can be derived (segmenting, grouping, control activities, orientation, hierarchy and control system); the most influential element in the architecture is the element of Control System. To analyze the church, we are using normative and interpretive criticism methods. The results is that the Catholic church has a system of controlling and regulating the discipline panopticism (especially panopticism supervision from the supervised vision) using the general guidance of Roman Missale as the catholic standard rules.
Penerapan Healing Environment Pada Interior Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina Surabaya Millenia, Maura; de Yong, Sherly; Frans, Stephanie Melinda
Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/lintas.v10i2.7198

Abstract

Angka pertumbuhan penduduk akan terus bertambah setiap tahunnya, salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu karena adanya angka kelahiran yang cukup tinggi. Hal ini tentunya berpengaruh pada peningkatan jumlah ibu hamil. Tingkah laku seorang ibu yang hamil tetntunya akan berbeda dengan ibu yang sedang tidak hamil, sehingga diperlukan fasilitas yang layak dalam melakukan proses persalinan. Pendekatan healing environment merupakan salah satu bentuk desain yang memperhatikan lingkungan dan memadukan unsur alam, indra, dan psikologis sebagai faktor yang dapat mempengaruhi proses pemulihan pasiennya. Permasalahan yang diambil yaitu bagaimana prinsip-prinsip healing environment diterapkan pada interior bangunan RSIA Ferina dan apakah RSIA Ferina dapat di klaim sebagai desain bangunan yang mengaplikasikan pendekatan healing environment. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif, yaitu dengan tahapan melakukan studi literatur, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa RSIA Ferina telah menerapkan beberapa aspek healing environment pada elemen interior nya, namun juga masih terdapat beberapa elemen yang belum memenuhi. Penelitian ini juga menghasilkan rekomendasi penerapan aspek healing environment pada elemen interior yang kurang diterapkan untuk pengembangan RSIA Ferina ke depannya.
Perancangan Interior Restoran Dan Presidential Suite Pada X Hotel Yogyakarta: Design For Serving Concept Tiffany Nathania; Sherly de Yong; S. P. Honggowidjaja; Inge Natalie Haoe
Rachana Interior Vol. 2 No. 02 (2025): October
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i02.48

Abstract

Bisnis pelayanan hotel bintang lima harus mempertimbangkan kualitas pelayanan dalam semua aspeknya, terutama desain interior. Perancangan ulang interior restoran dan presidential suite X Hotel Yogyakarta berfokus pada permasalahan optimalisasi fungsi dan kapasitas ruang, serta penerapan konsep Design for Serving untuk menyelaraskan desain dengan standar pelayanan hotel bintang lima. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Thinking dengan enam tahapan, yaitu understand, observe, point of view, ideate, prototype, dan test. Objek perancangan mencakup restoran dan presidential suite sebagai ruang representatif pelayanan utama. Konsep Design for Serving digunakan sebagai landasan utama perancangan dengan fokus tata letak ruang yang mendukung alur pelayanan, penerapan prinsip ergonomis, peningkatan kapasitas ruang, serta pemilihan perabot fungsional dan efisien. Hasil perancangan menunjukkan peningkatan kapasitas restoran 19,8% (dari 182 kursi menjadi 218 kursi) melalui penataan layout yang efektif dan efisien, serta peningkatan kualitas fasilitas kamar dengan penambahan ruang private gym. Penggunaan material berkualitas seperti marmer dan wood veneer memperkuat karakter mewah hotel bintang lima sekaligus meningkatkan pengalaman visual dan kenyamanan ruang. Keberhasilan perancangan diukur melalui analisis kualitatif terhadap peningkatan efisiensi alur pelayanan, kapasitas ruang, serta kesesuaian terhadap konsep Design for Serving. Keterbatasan penelitian ini terletak pada belum dilakukannya evaluasi pasca-huni untuk mengukur dampak desain secara langsung terhadap pengalaman pengguna.