Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Satya Widya

MENUMBUHKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN DAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN WISATA DUSUN CETO Emy Wuryani; Wahyu Purwiyastuti
Satya Widya Vol 28 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.501 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i2.p147-154

Abstract

Hasil kebudayaan dan benda cagar budaya sebagai atraksi wisata telah banyak menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat itu. Benda Cagar Budaya yang banyak dikunjungi wisatawan antara lain berupa candi dan situs sejarah. Di kawasan wisata dusun Ceto, candi dan situs sejarah menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung ke Dusun Ceto. Namun ada kekhawatiran, dari beberapa warga apabila kawasan ini nanti “dijajah” dan tergerus arus modernisasi yang dibawa wisatawan sehingga masyarakat tidak lagi melestarikan peninggalan sejarah dan budaya yang menjadi warisan leluhurnya. Untuk itu perlu ada peranserta dari warga masyarakat dalam melaksanakan program konservasi di kawasan wisata Dusun Ceto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk peran serta masyarakat di kawasan wisata Dusun Ceto dalam upaya melestarikan kebudayaan dan BCB di dusun Ceto. Adapun manfaat dari penelitian ini berfungsi sebagai pemberdayaan masyarakat yang memiliki kepedulian atas peninggalan sejarah dan warisan budaya yang harus dilestarikan. Metode penelitian dengan menggunakan teknik wawancara, observasi – partisipasi, survei untuk wisatawan, studi banding ke desa wisata, dan pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranserta masyarakat di kawasan wisata Dusun Ceto memiliki kepedulian yang tinggi dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah dan budayanya. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan kerja bakti setiap hari Minggu di situs sejarah, pertemuan rutin, menghidupkan kesenian karawitan, dan mengadakan pasraman.
POTENSI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DUSUN CETHO SEBAGAI EMBRIO EKOWISATA RAKYAT DI KABUPATEN KARANGANYAR Emy Wuryani; Wahyu Purwiyastuti
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.257 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p13-24

Abstract

Ecotourism is not the matter of ecology and economics, but also the evaluation and opinions from society. That means it suppose to be managed by them which is starting from the planning, implementation, and benefit of it. The popularity of Cetho village society who live around the Cetho Temple seem are unprofitable by the exotic of that temple. The exotic of the temple indeed hasbeen a big attraction for the domestic and foreign tourists. As a matter of fact that is interesting to be observed. Therefore, the problem is to be observed in this research is what are the potential resources of socio-culture in Cetho village, and how the Government and Tourism Organization Motivator have made the potential resources from this society. The result of this research that 1)Beganjuran Art (the Balinese instrument in procession the Balinese dance in the Hinduism ritual)in Cetho Temple, the story and legend of Cetho Hinduism was the ancestor of Balinese Hinduism People. 2) The ritual of voluntary collective work or mutual aid every Sunday morning is a solidarity among them. 3) Cetho people say, the contribution for them which is done by the Goverment not yet maximal. According to the Tourism Service of Karanganyar Regency, the contribution has been given only for facility and in helping to propagate the potency of society. If the tourism activity will be used of course that very depends to the budget plan from central government, such as through the tourism PNPM programme.
MODEL KEPEMIMPINAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA 1956-1993 Emy Wuryani; Sri Muryani
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.572 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p69-82

Abstract

 Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitis tentang gaya atau pola- pola kepemimpinan UKSW Salatiga tahun 1956-1993 berdasarkan sumber-sumber lisan yang dalam ilmu sejarah disebut sejarah lisan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan secara analitis tentang gaya atau pola kepemimpinan UKSW. Penelitian ini menghasilkan dokumen sejarah lisan tentang pola-pola kepemimpinan UKSW. Melalui sumber-su mber lisan dapat menyingkap hal-hal  lain di luar peris tiwa yang terdokumentasikan sebagai sumber sejarah. Proses penelitian menggunakan metode sejarah lisan dengan empat tahapan kerja. Pertama heuristik yakni mencari dan mengumpulkan sumber dari para aktor atau tokoh yang mengalami dan menyaksikan peristiwa. Kedua, verifikasi sumber (kritik sumber, keabsahan sumber, menyingkirkan bahan-bahan yang tidak relevan). Ketiga, interpretasi yakni penyusunan kesaksian yang dapat dipercaya untuk menjadi sebuah kisah atau penyajian yang bermakna. Keempat, historiografi yakni penulisan sejarah sebagai kisah. Penelitian ini menggunakan pendekatan elitis dan periodisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 1956-1993 terdapat berbagai model kepemimpinan yang mewarnai kepemimpinan di UKSW. Model kepemimpinan tersebut adalah kepemimpinan Democratic Leaders (Pemimpin demokratis), Authoritative Leaders (Pemimpin otoritative), sebagian besar ciri Affiliative Leaders (Pemimpin afiliatif), sebagian ciri gaya Coaching Leaders (pemimpin bergaya pelatih), dan Counselling Style Leaders (pemimpin bergaya penasehat). Sementara itu Gaya kepemimpinan Coercive (Pemimpin pemaksa), dan gaya Pacesetting Leaders (pemimpin penentu ketepatan/tim).
PEMAHAMAN SYAIR TEMBANG LIR-ILIR KARYA SUNAN KALIJAGA DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VII B SMP KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA Daniel Zafnat Paaneah; Sunardi Sunardi; Emy Wuryani
Satya Widya Vol 35 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.01 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2019.v35.i2.p140-147

Abstract

Song Lir-ilir is one of the legacies in the form of music art in the time of Islam by Sunan Kalijaga, which at that time was used as a media to spread Islam. In social studies learning, on 7th grade junior high school has material about the period of Islam in Indonesia which is the material also discusses the relics of the Islamic period in Indonesia. But students do not yet know that Lir-ilir song is one of them and play an important role in the process of Islamization in Indonesia and meaning that are able to educate students's character. The purpose of this study is to explain students's understanding, character arising and the effect of Lir-ilir songs on students. This research was carried out on students 7th grade Class B of SMP Kristen Satya Wacana Salatiga 2nd semester year of 2018/2019, totaling 22 students. In the pre-test of this study students got an average of 7.9 which can be concluded that students do not understand or recognize Lir-ilir songs. In learning students are taught about the meaning and understanding of the song that teaches the value of tolerance and mutual respect, for fellow examples in the scope of the school; bullying, etc. Students also learned to sing Lir-ilir song in front of the class in groups. On the post-test average value of students's understanding increases to 90 so it can be concluded that students become undestand of the song Lir-ilir.