Yuli Christiyono
Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jalan Prof.Soedarto, tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGONTROLAN LAMPU MELALUI INTERNET MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO BERBASIS ANDROID Satya, Ellian Adhi; Christiyono, Yuli; Somantri, Maman
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.281 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.358-367

Abstract

Smartphone merupakan telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi dan menyediakan fitur yang menyerupai komputer. Android merupakan salah satu sistem operasi yang mudah dioperasikan dan fleksibel untuk membangun atau mengembangkan aplikasi sendiri secara tidak terbatas. Pengendali lampu menggunakan internet merupakan salah satu pemanfaatan salah satu sistem operasi android. Pada kontrol lampu ini digunakan rancangan kendali dengan menggunakan mikrokontroler arduino yang mengirim logika data 1(ON) atau 0(OFF) ke relay melalui pin output pada arduino dan ke web server melalui ESP8266. Aplikasi android dengan bahasa pemrograman java dibangun untuk mengendalikan relay melalui web server melalui jaringan internet yang dimiliki smartphone android. Dengan adanya sistem pengontrolan lampu melalui internet ini dapat memudahkan pengguna untuk menyalakan dan memadamkan lampu walau pengguna berada di tempat yang jauh dari lampu sekalipun dengan delay dari setelah perintah dijalankan melalui aplikasi android yaitu dibawah 10 sekon.
PERANCANGAN DAN ANALISIS ANTENA DELTA LOOP DOUBLE BAND SEBAGAI PENERIMA SIARAN TELEVISI VHF (VERY HIGH FREQUENCY) DAN UHF (ULTRA HIGH FRQUENCY) Pratama, Aditya; Christiyono, Yuli; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.904 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.501-507

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat, terutama dalam pembuatan antena sebagai penerima siaran televisi, baik siaran televisi analog maupun siaran televisi digital. Antena memiliki banyak sekali jenis dan bentuk guna dapat menerima siaran televsi dengan baik. Dengan semakin berkembangya bentuk antena, maka dibutuhkan kreativitas yang lebih untuk membuat sebuah antena yang dapat menerima siaran televisi analog maupun digital. Pada penelitian ini akan disimulasikan dan diimplementasikan antena loop double band yang nantinya dapat diaplikasikan sebagai penerima siaran terestrial TV analog pada rentang frekuensi VHF dan siaran terrestrial TV digital pada rentang frekuensi UHF. Antena tersebut dirancang pada frekuensi 175,4MHz untuk VHF dan 580,1 MHz untuk UHF. Bahan yang digunakan adalah kawat seng dengan ketebalan kawat sebesar 3mm, lalu dibentuk segitiga dengan panjang ketiga sisinya sebesar 56cm. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil untuk antena delta loop-A bekerja pada pita frekuensi VHF =  200 MHz, VSWR = 1,03 dan pada frekuensi UHF = 540 MHz, VSWR = 1,06. Antena delta loop-B bekerja pada pita frekuensi VHF = 200 MHz, VSWR = 1,05 dan pada frekuensi UHF = 540, VSWR = 1,07. Pola radiasi dari kedua antena menunjukkan bahwa antena memiliki pola radiasi berbentuk directional. Kata kunci: VHF-UHF, antena, delta loop double band,  frekuensi, VSWR, pola radiasi  Abstract The development of technology is now growing rapidly, especially in the manufacture of television broadcast antenna as a receiver, either analog television or digital television broadcasts. Antenna has many types and forms in order to be able to receive broadcasts televsi well. With the development of antenna’s shape, it takes more creativity to make an antenna that can receive both analog and digital television broadcasts.. In this research will be simulated and implemented double band loop antenna which can later be applied as a broadcast receiver analog TV for VHF frequencies and digital TV for UHF frequencies. The antenna is designed at a frequency of 175,4 MHz for VHF and 580,1 MHz for UHF. The materials used are zinc wire with 3mm thickness, and then make the wire become triangle (delta) with the length of it`s sides  is 56 cm. Based on test results, obtained results for delta loop antenna-A works on 200 MHz VHF frequency band with VSWR = 1.03 and at 540 MHz UHF frequency band with VSWR = 1.06. B delta-loop antenna works on 200 MHz VHF frequency band with VSWR = 1.05 and at 540 MHz UHF frequency band with VSWR = 1.07. Keywords; VHF - UHF, antennas, delta loop double band, VSWR, radiation pattern
OPTIMIZED HORN DESIGN FOR RADIOMETER APPLICATION Wihatmawati, Tryse; Christiyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.23 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.45-54

Abstract

Abstract A rectangular horn antenna is designed by March Microwave System B.V. and analyzed for its radiation pattern. The antenna is part of a radiometer which is used to measure the temperature inside baked food samples when they leave the oven. The horn antenna frequency was selected at 3.2 GHz, as a compromise between the shortest wavelength possible for optimal distance resolution and on the other hand the need for a long wave to achieve the desired depth of measurement. Calculations by CST Microwave Studio are done to simulate performance and to complete the analysis these are validated against the experimental results. The rectangular horn antenna is measured inside an anechoic chamber. Key: horn, radiometer, CST, anechoic chamber. Abstrak Antena Horn Persegi Panjang dirancang oleh March Microwave System B.V. dan dianalisa untuk pola radiasi. Antena merupakan bagian dari radiometer yang digunakan untuk mengukur suhu di dalam sampel makanan panggang ketika mereka melewati oven. Frekuensi antenna horn yang digunakan 3,2 GHz sebagai kompromi antara panjang gelombang sesingkat mungkin untuk resolusi jarak optimal dan disisi lain panjang gelombang dibutuhkan untuk mencapai kedalaman yang diinginkan dalam pengukuran. Perhitungan diselesaikan  oleh CST Microwave Studio untuk mensimulasi kinerja dan untuk melengkapi analisis tersebut divalidasi terhadap hasil percobaan. Antena Horn Persegi Panjang diukur dalam ruang anechoic.   Kunci : horn, radiometer, CST, anechoic chamber.
KENDALI LAMPU LALU LINTAS MENGGUNAKAN PRIORITAS BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535 Purnomo, Bayu Novaldano; Sudjadi, Sudjadi; Christiyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.535 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.152-159

Abstract

Abstrak   Lampu lalu lintas yang berfungsi untuk mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang dipersimpangan jalan merupakan salah satu alat agar kemacetan dapat dihindari. Tetapi  hal ini tentu tidak berlaku untuk kendaraan-kendaraan darurat yang harus menerobos lampu lalu lintas untuk mempersingkat waktu. Pada penelitian ini bertujuan untuk memaksimalkan peran lampu lalu lintas yang berfungsi untuk dapat dikendalikan oleh kendaraan darurat untuk mendapatkan prioritas. Perangkat keras dibangun dengan TWS 434 dan RWS 434 yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh. Enkoder HT12E dan HT12D digunakan untuk membantu kinerja dari modul pemancar dan penerima agar informasi yang dikirimkan dapat diterima dengan baik. Enkoder SN74LS148 digunakan untuk membuat kode prioritas. ATmega 8535 digunakan sebagai pemroses utama. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah model kendali lampu lalu lintas dengan prioritas untuk kendaraan darurat. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, dapat diketahui sistem dapat bekerja dalam jangkauan tertentu. Pada kondisi normal, lampu lalu lintas dapat berjalan dengan baik. Saat kondisi dalam pengaruh remote, lampu lalu lintas juga bekerja mengikuti perintah. Remote yang dibuat dengan prioritas tinggi akan dapat dan tetap bekerja walaupun remote dengan prioritas rendah memberikan perintah, dan juga remote dengan prioritas rendah akan di interupsi perintahnya jika remote prioritas tinggi bekerja. Untuk membuat informasi dari dikirim pemancar dapat diterima oleh penerima, bit alamat dari enkoder HT12E dan dekoder HT12D harus sama, hal ini juga berfungsi agar penerima pada lampu lalu lintas tidak dapat digunakan oleh semua orang.   Kata kunci: lampu lalu lintas, remote, prioritas, komunikasi nirkabel     Abstract   The function of traffic lights to control traffic flow attached road intersection is one of the tools so that congestion can be avoided. But this is certainly not true for emergency vehicles to break through the traffic light to shorten the time. In this final aim to maximize the role of traffic lights can controlled by emergency vehicles to get priority. The hardware built with TWS 434 and RWS 434 are used for long distance communication. HT12E and HT12D encoder is used to help the performance of the transmitter and receiver module that transmitted information can be received well. SN74LS148 encoder is used to make the code a priority. ATmega 8535 used as the main processor. The results in this thesis is a model of a traffic light control with priority for emergency vehicles. Based on the tests performed, it can be seen the system to work within a certain range. In normal conditions, traffic lights can work well. When conditions in the remote influence, traffic lights also work to follow orders. Remote is made with a high priority and will be able to keep working even lower priority remote giving orders, as well as remote with a low priority interrupt will be in command if the remote high priority work. To make the information of the transmitted transmitter can be received well by the recipient, the address bits of the encoder HT12E and decoder HT12D must be the same, it also serves to receivers on the traffic lights can not be used by everyone.   Keywords : traffic light, remote, priority, wireless communication
PERANCANGAN APLIKASI BERNAMA MY LANDMARK BERBASIS SIG UNTUK INFORMASI PENJUALAN TANAH PADA PERANGKAT BERGERAK ANDROID Syarif, Muhammad; Somantri, Maman; Christiyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.787 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.117-124

Abstract

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada perangkat bergerak smartphone telah menjadi hal yang umum digunakan di masyarakat. Sistem Informasi Geografis membantu pengguna untuk mendapatkan dan mengolah suatu informasi secara geografis dengan berbagai fitur pemetaan yang ada di dalamnya. Di lingkungan masyarakat, jual-beli tanah merupakan hal yang umum terjadi di masyarakat. Tanah merupakan investasi jangka panjang yang cukup baik seiring dengan perkembangan pembangunan wilayah. Namun pemanfaatan SIG pada perangkat bergerak di masyarakat untuk keperluan promosi tanah belum memadai. Pemanfaatan SIG untuk keperluan penjualan tanah menjadi hal yang penting, karena untuk investasi jangka panjang, pembeli tanah membutuhkan tanah dengan posisi strategis untuk investasinya. Penjual juga membutuhkan promosi secara masif untuk penjualan tanahnya. Dengan kebutuhan itu, dirancang sebuah aplikasi My Landmark, sebuah aplikasi berbasis android yang memanfaatkan  fitur SIG dengan menggunakan dukungan Google Maps API untuk melayani informasi penjualan tanah untuk membantu masyarakat. Pada penelitian ini, penulis merancang aplikasi untuk pengguna baik penjual dan pembeli tanah, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Penjual dapat menggunakan aplikasi untuk mempromosikan tanahnya, serta pembeli dapat juga mencari tanah strategis dengan informasi geografis yang tersedia. Penelitian ini akan membahas bagaimana klien yang menggunakan aplikasi android terhubung dengan web server.