Aria Wahyuni
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Diabetic Self-Management Education – Effect on Self-Management Care of Type-2 Diabetic Patients Imelda Rahmayunia Kartika; Aria Wahyuni; Nur Fitra Dewi
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i2.30239

Abstract

A common problem of a person with diabetes mellitus was the lack of discipline in implementation of their daily self-care management. Diabetes Self-Management Education (DSME) was a system to help diabetes patients manage their activities to improve their health. DSME is the process which can improve the knowledge, skill, and ability of diabetes self-care. This study aimed to determine the effect of using diabetes self-management education (DSME) intervention and how it affected patients’ self-care management. This research was quasi experiment with one group pretest-posttest among patients with type-2 diabetes. There were 30 participants assigned by using purposive sampling into DSME intervention. Four sessions of DSME were conducted to the participants using illustrative media/fliers. The data were collected by   questionnaires of Diabetes Self-Care Management. Then, it was analyzed by using paired t-test. The results showed that self-care management of the respondents before the intervention was 28.8 and it increased to 35.3 after the intervention (mean different=6.5). There were differences in the self-care score before and after the intervention (p=0.001). This study has limited time to do DSME. But, in four sessions, we have tried to explain more about diabetes interactively. Then, better to assess the type-2 diabetes patients with qualitative method or mixed with more participants included for the future researchers. This research was adopting a DSME to found significant improvements in the self-care management in type-2 diabetes mellitus patient. This demonstrates that DSME intervention can be such clinical importance in care of type-2 diabetes mellitus patient.Keywords: Diabetes self-management education, self-care management, type-2 diabetes patients.
Concept Analysis of Self Efficacy Among Coronary Heart Disease Patients Undergoing Percutaneous Coronary Intervention Aria Wahyuni; Setyowati Setyowati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 4: December 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.713 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i4.1275

Abstract

Mortality and morbidity due to coronary heart disease (CHD) are increasing. Patients with coronary heart disease are undergone Percutaneous Coronary Intervention (PCI) have different perceptions regarding these actions so the belief of inability to care for self is different for everyone, therefore, it is important to build the capability of patients which is called self-efficacy. The purpose of this article is to explain the definition of the concept of self-efficacy in CHD patients undergoing PCI. The method used in this concept analysis is using Walker and Avant’s concept approach. The three definitions of self-efficacy attributes are strong self-confidence in self-care, perceived ability to engage in self-care activities, and effort and ability to control risk factors. The antecedents of the self-efficacy concept of CHD patients undergoing treatment consist of age, socioeconomic, the number of coronary blockages, duration since the first PCI, health education, self-awareness, social support, depression, adherence, and physical activity. The consequence of self-efficacy increases in health status, behavior toward health, and quality of life. The conclusion of this analysis concept increases nurse knowledge about the self-efficacy of patients with CHD that undergo PCI so that it is expected can develop evidence-based nursing through nursing intervention in improving self-efficacy and also conduct further research to dig more into self-efficacy. Abstrak: Kematian dan kesakitan akibat penyakit jantung koroner (PJK) semakin meningkat. Pasien penyakit jantung koroner yang menjalani Percutaneous Coronary Intervention (PCI) memiliki persepsi yang berbeda mengenai tindakan tersebut sehingga keyakinan ketidakmampuan untuk merawat diri berbeda untuk setiap orang, oleh karena itu penting untuk membangun kemampuan pasien yang disebut efikasi diri. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan definisi konsep self-efficacy pada pasien PJK yang menjalani PCI. Metode yang digunakan dalam analisis konsep ini menggunakan pendekatan konsep Walker dan Avant. Tiga definisi atribut efikasi diri adalah keyakinan diri yang kuat dalam merawat diri, kemampuan diri yang dirasakan untuk terlibat dalam kegiatan perawatan diri, dan upaya dan kemampuan melakukan pengendalian terhadap faktor risiko. Anteseden konsep efikasi diri pasien PJK yang menjalani terdiri dari usia, sosial ekonomi, jumlah penyumbatan koroner, durasi sejak PCI pertama, pendidikan kesehatan yang diterima, kesadaran diri, dukungan sosial, depresi, kepatuhan, dan aktivitas fisik. Konsekuensi dari efikasi diri meningkat pada status kesehatan, perilaku terhadap kesehatan, dan kualitas hidup. Kesimpulan dari konsep analisis ini meningkatkan pengetahuan perawat tentang efikasi diri pasien PJK yang menjalani PCI sehingga diharapkan dapat mengembangkan keperawatan berbasis bukti melalui intervensi keperawatan dalam meningkatkan efikasi diri dan juga melakukan penelitian selanjutnya lebih banyak menggali efikasi diri.
Efektivitas Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Panti Sosial Karawang Beatrix Elizabeth; Aprilina Sartika; Previarsi Rahayu; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52654

Abstract

Peningkatan usia menyebabkan penurunan fungsi organ, termasuk sistem kardiovaskular, sehingga lansia lebih rentan mengalami hipertensi. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat diterapkan adalah senam jantung sehat, yang diketahui mampu meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, serta mencegah penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga elastisitas pembuluh darah tetap terjaga terutama pada usia lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan Two Group Pre-Post, melibatkan 40 lansia hipertensi yang dipilih melalui random sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok intervensi, dengan tekanan darah sistolik turun dari 165,20 mmHg menjadi 153,65 mmHg dan diastolik dari 100,85 mmHg menjadi 92,95 mmHg (p < 0,001). Sementara itu, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa senam jantung sehat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan hipertensi pada lansia.
Efektivitas Senam Kaki dan Akupresur Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: Studi Quasi-Eksperimen di PRSLU Karawang Aprilina Sartika; Yulidian Nurpratiwi; Lily Herlina; Nurhayati Nurhayati; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52655

Abstract

Lansia dengan Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 memiliki risiko tinggi mengalami ketidakstabilan kadar gula darah akibat penurunan fungsi fisiologis dan keterbatasan aktivitas fisik. Intervensi nonfarmakologis seperti senam kaki dan akupresur banyak digunakan, namun bukti komparatif mengenai efektivitas keduanya pada lansia institusional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas senam kaki dan akupresur terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pre–post test dilakukan di PRSLU Karawang pada Mei–Juli 2025 dengan sampel 32 lansia DM tipe 2 yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif menurunkan kadar gula darah, namun penurunan pada kelompok senam kaki lebih besar dibandingkan kelompok akupresur. Senam kaki menurunkan kadar gula darah rata-rata sebesar 42,31 mg/dL, sedangkan akupresur sebesar 3,87 mg/dL. Disimpulkan bahwa senam kaki dan akupresur efektif menurunkan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2, namun senam kaki memiliki efektivitas yang lebih besar dan lebih bermakna secara klinis. Senam kaki direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis utama dalam pengendalian glikemik pada lansia, khususnya di lingkungan institusional, sementara akupresur dapat digunakan sebagai terapi komplementer pendukung.