Edi Ardian
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Universitas Islam Indragiri, Indragiri Hilir, Riau, Indonesia

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Edukasi

PENGARUH MEDIA TELEVISI TERHADAP PRILAKU REMAJA DI DESA GEDONGAN KOTA GEDE YOGYAKARTA Edi Ardian
Jurnal Edukasi Vol 7 No 2 (2019): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v7i2.828

Abstract

Nowadays, Television is one of media in modern era in the world, the positive effect of television to increase of knowledge and discourses, as the entertainment medium to show of the messages and information to increase of self-quality and it bring social impact in society also. Whereas, the negative impact of television from the sadism, pornography and sinetron that presents about hedonism to encourage adolescent become consumptive. The parents and teachers’ role are significant to decrease the negative effect of Television and religion role also can be able to suppress of negative effect of Television. Keyword: impact, hedonism, glamor.Media televisi merupakan salah satu media modern yang ada di dunia saat ini, media tersebut sangat berdamfak positif untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan, sebagai sarana hiburan dan penyampai pesan dan informasi serta peningkatan kualitas diri. Masuknya media televisi membawa dampak sosial dalam kehidupan bermasyarakat . Sedang dampak negatif adalah dampak dari tayangan-tayangan yang berbau sadisme , pornograpi, dan tayangan seperti sinetron yang menampilkan kegelamoran yang tidak sesuai dengan budaya kita yang memotivasi para remaja untuk bersifat konsumerisme. Dalam hal ini peranan orang tua dan guru serta kerja sama yang baik antara keduanya maka akan bisa menekan dampak negatif yang ditimbulkan oleh tayangan televisi dengan komunikasi yang efektif kepada mereka. Peranan agama juga memberikan pengaruh yang signifikan untuk memfilter dampak dari hal negatif dari media televisi.
KLASTER KATA ZEST, ZEAL, ARDOUR, SPIRIT DAN ANTUSIAME DALAM KONTEK ILMU SEMANTIK. Edi Ardian
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1164

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, semua kegiatan kita selalu melibatkan bahasa, bahkan dalam beberapa hal bahasa sering merupakan solusi langsung atau jelas dalam menyelesaikan permasalahan yang medianya menggunakan bahasa. Bahasa itu sifatnya universal dan unik. Universal berarti bahasa memiliki karakter khusus, yang dapat ditemukan dalam bahasa di dunia ini. Unik berarti mempunyai ciri khas masing-masing pada daerah tertentu di setiap negara. Salah satu bahasa yang universal adalah Bahasa Inggris, yang telah menjadi bahasa international. Di Indonesia orang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing mereka. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba mencari secara semantic, klaster kata-kata tersebut adalah: zest, zeal, ardor, spirit, and enthusiasm. Yang arti keseluruhannya adalah: semangat. Penelitian ini akan menjelaskan cluster kata zest, zeal, ardor, spirit, and enthusiasm dalam kontektual bahasa. Bagaimana perbedaan konteksnya dalam penggunaan kata tersebut. Salah satu contoh kata Zest artinya: energi, semangat lawan katanya adalah: apatis, ketidak pedulian, kemalasan, kelesuan. Kata benda zest memiliki dua arti artinya pertama: Kenikmatan yang kuat dan antusias. Arti yang kedua: kepedasan asam, sinonimnya: kesedapan jadi kata "zest" dalam kata benda memiliki dua arti, dan kata "zest" dalam kata kerja memiliki satu arti Kata "Zeal" memiliki dua arti yang artinya sama dengan antusiasme. Kata ini yang selalu berhubungan dengan tujuan, kesepakatan, dan ketekunan yang tidak ada habisnya dalam kemajuannya. Kata ardour memiliki tiga arti, kata spirit memiliki delapan arti dan memiliki satu kata kerja dan kata anthusiasme memiliki tiga arti yang keseluruhannya menyesuaikan dengan kontek pragmatic dalam bahasa.
IDENTITAS PEREMPUAN INDONESIA YANG TERGAMBAR DALAM NOVEL PADA SEBUAH KAPAL Edi Ardian
Jurnal Edukasi Vol 9 No 1 (2021): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v9i1.1542

Abstract

Latar belakang budaya jawa yang mempengaruhi dalam perkembangan karya sastra yang mempunyai tema tentang perjuangan wanita untuk mencapai sebuah kebahagiaan sejati.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi wanita indonesia untuk mencapai kebahagiaan yang tergambar dala novel Pada Sebuah Kapal. Analisis tematik dan deskriptif dalam kerangka studi yang digunakan untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut: 1) Bagaimana cara yang dilakukan seorang Perempuan Jawa untuk mencapai kebahagiaannya?. 2. Hambatan apa saja yang terjadi untuk mencapai sebuah kebahagiaan yang tergambar dalam novel tersebut? Pada novel Pada Sebuah Kapal, tokoh wanita ini menghadapi konflik bathin, berusaha mencapai kebahagiaan dengan melakukan hubungan di luar nikah tetapi gagal mendefinisikan kembali jati dirinya dan kembali kepada suaminya dan penikahannya tidak bahagia. Norma tradisional budaya Jawa yang dipegangnya dengan teguh tidak membenarkannya mencapai kebahagiaan dengan cara yang ’tidak benar’ dapat disimpulkan bahwa peranan superego lebih besar daripada ego.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Fpb dan Kpk Dengan Metode Simulasi di Kelas VI SD 006 Muhammadiyah Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Siti Nurbaya; Edi Ardian
Jurnal Edukasi Vol 10 No 2 (2022): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v10i2.2379

Abstract

The problem in this study is the role of the head of the madrasah in school-based management (MBS) in MI Al Islamiyah Island Kijang Reteh Riteh Indragiri Hilir district, whatever obstacles and supportive factors are faced, and what efforts are made by the head of the madrasah in school-based management (MBS) at MI Al Islamiyah Island Kijang Reteh Indragiri Hilir district. The purpose of this research is to know how the roles of the leader of the madrasaah in school-based management (MBs) in MI Al Islamiah Island Kiyang Retteh Indragi Hilir District Based on the analysis of the data, the conclusion is: first, to know what obstacle factors and supporting factors are faced, and second, to find out what efforts have been made by the head of a madrasaha in the management of schools (MBAs) at MII Islamiyah island, Kijanga Rateh Madrasai district, Indrahi Hilir. Second, the inhibitory and supportive factors faced by the head of the madrasah are funds or limited data sources relying only on the funds of the boss, and the staff of experts related to management are all focused on the head. Supportive factors are seeking funds from the government and the public, and there are some teachers continuing their studies in major education management so that it will make it easier to run the matrasah with little value or rely entirely on the head of the school. Thirdly, the efforts made by the head of the madrasah are to socialize the concept of school-based management (MBS) to all the citizens of the madrasah, to analyze the situation of the matrasah and outside the school, to formulate a goal, to choose the measures to solve the problem, and to realize the plans that have been made by making the programs to realize the short-term plan of management-based school (MBS).