Ania Citraresmini
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, BATAN Jln. Raya Cinere-Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efek Iradiasi Gamma Co-60 dan Ultraviolet terhadap Karakteristik dan Kemampuan Pelarutan Fosfat dan Kalium Aspergillus costaricaensis dan Staphylococcus pasteuri Maulinda, Restiana; Anas, Iswandi; Widyastuti, Rahayu; Citraresmini, Ania
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.248

Abstract

Radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet berpotensi untuk meningkatkan kemampuan mikroba dalam melarutkan fosfat dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet terhadap karakteristik serta indeks kelarutan fosfat dan kalium Aspergillus costaricaensis dan Staphylococcus pasteuri. Tahap penelitian terdiri dari iradiasi gamma Co-60 (dosis 0; 5; dan 10 kGy) dan ultraviolet (lama penyinaran 0; 1; dan 5 jam). Hasil menunjukkan bahwa iradiasi gamma Co-60 dan ultraviolet menyebabkan perubahan karakteristik pada mutan A. costaricaensis dan mutan S. pasteuri, meliputi kecepatan pertumbuhan, jumlah koloni, ukuran, warna, dan bentuk koloni. Menariknya, perlakuan ultraviolet tidak mengakibatkan perubahan karakteristik koloni bila dibandingkan dengan induknya. Indeks pelarutan fosfat dan kalium mutan A. costaricaensis masing-masing berkisar 2,06–2,12 dan 2,15–2,23. Sementara itu, mutan S. pasteuri menunjukkan indeks pelarutan fosfat 2,22–2,50 dan kalium 2,06–2,33.
Peran Biochar-silika dan Pupuk Anorganik Tunggal dalam Meningkatkan Ketersediaan Fosfor dan Hasil Padi Sawah Muhammad, Fadlan Atalla; Rival, Rival; Citraresmini, Ania; Sofyan, Emma Trinurani; Joy, Benny
Soilrens Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v23i2.69718

Abstract

Rice productivity in Inceptisols is often constrained by high phosphate fixation and low nutrient efficiency, despite high total nutrient reserves. This study aimed to evaluate the effectiveness of silicaenriched biochar in improving soil chemical properties and maintaining rice yield under reduced N, P, K fertilization. A field experiment was arranged in a Randomized Block Design with two factors: silicaenriched biochar (0, 1.25, and 2.5 t ha-1) and N, P, K fertilizer dosages (0, 50%, and 100% of the  recommended dose). Observed parameters included Cation Exchange Capacity (CEC), available phosphorus, total soil silica, and yield components. The results showed a significant interaction between treatments on soil chemical properties, particularly CEC and pH. Application of 2.5 t ha-1 silica-enriched biochar independently increased available phosphorus by 24.3% and total soil silica by 5.9% compared to the control, likely due to phosphate desorption mechanisms. Agronomically, while N, P, K fertilizer was the dominant factor for yield, the combination of 2.5 t ha-1  silica-enriched biochar  with 50% N, P, K dosage produced Milled Dry Grain (MDG) yields that were statistically comparable to the 100% N, P, K treatment. This indicated that silica-enriched biochar can substitute up to 50% of inorganic fertilizer requirements without compromised yield
Serapan Tembaga (Cu) Dan Hasil Tanaman Tomat Sebagai Respons Terhadap Pemupukan N, P, K Dan Pupuk Majemuk Mikro Pada Inceptisols Jatinangor Sofyan, Emma Trinurani; Solihin, Eso; Citraresmini, Ania; Widiantini, Fitri; Utami, Rahma Dyah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9369

Abstract

Secara umum, Inceptisols merupakan jenis tanah dengan kondisi kesuburan yang masih terbatas terutama terkait ketersediaan unsur hara mikro, sehingga dapat membatasi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Praktik pemupukan yang hanya mengandalkan unsur hara makro sering kali belum mampu mencapai produktivitas optimal apabila tidak didukung oleh pupuk majemuk mikro, khususnya tembaga (Cu). Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi pengaruh pupuk N, P, K yang dikombinasikan dengan pupuk majemuk mikro melalui aplikasi foliar terhadap penyerapan Cu dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Inceptisols di Jatinangor, serta menentukan kombinasi pupuk yang paling efektif. Percobaan dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 di Lahan Percobaan Cileles, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu tanpa pupuk (kontrol); 1 dosis rekomendasi N, P, K; 1 N, P, K + ½ majemuk mikro; 1 N, P, K + 1 majemuk mikro; 1 N, P, K + 1½ majemuk mikro; serta ¾ N, P, K + 1 majemuk mikro. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian kombinasi pupuk N, P, K dan pupuk majemuk mikro memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan serapan Cu serta hasil tanaman tomat. Perlakuan berupa ¾ dosis N, P, K yang dikombinasikan dengan 1 dosis pupuk majemuk mikro menghasilkan penyerapan Cu tertinggi sebesar 25,71 mg tanaman⁻¹ serta komponen hasil terbaik, meliputi bobot buah per petak 10,42 g, bobot buah rata-rata 58,75 g, dan diameter buah 45,6 mm.
PENGARUH PEMBENAH TANAH DIPERKAYA ASAM AMINO TERHADAP KTK, N-TOTAL, SERAPAN-N, DAN HASIL PADI SAWAH DI INCEPTISOLS Sofyan, Emma Trinurani; Sudirja, Rija; Citraresmini, Ania; Wicaksono, Fiky Yulianto; Desev, Najma Fashally
Agrimasta Vol 3, No 2 (2026): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v3i2.70308

Abstract

Tanah Inceptisol memiliki kendala kesuburan berupa rendahnya kandungan bahan organik, kapasitas tukar kation (KTK), dan nitrogen. Penelitian Ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal bahan pembenah tanah (kompos eceng gondok, biochar jerami, dan asam humat) yang diperkaya asam amino terhadap sifat kimia tanah dan hasil panen padi (Oryza sativa L.) di rumah kaca pada tanah Inceptisol Jatinangor. Metode penelitian menggunakan Rancangan Blok Acak (RBD) dengan tujuh perlakuan, mulai dari kontrol, dosis tunggal NPK, hingga kombinasi bahan pembenah tanah dengan berbagai dosis NPK (¼, ½, ¾, dan 1 dosis yang direkomendasikan). Parameter yang diukur meliputi kapasitas pertukaran kation (CEC) tanah, nitrogen total, penyerapan nitrogen, dan berat biji padi giling kering (MDGW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bahan pembenah tanah yang diperkaya asam amino secara signifikan meningkatkan komponen hasil panen. Kombinasi bahan pembenah tanah dengan ½ hingga ¾ dosis NPK yang direkomendasikan mampu menghasilkan WDM yang setara dengan dosis NPK penuh. Hal ini menunjukkan bahwa bahan pembenah tanah dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nitrogen dan memperbaiki retensi nutrisi pada tanah Inceptisol. Kesimpulannya, penggunaan bahan pembenah tanah ini secara efektif mengurangi kebutuhan pupuk anorganik sambil mempertahankan produktivitas padi.
The culture inoculation method could influence heavy metals levels in soil, plant uptake, and biomass: a meta-analysis Bachtiar, Taufiq; Nurjayati, Ratih; Citraresmini, Ania; Hidawati, Hidawati; Rachmawati, Veny; Mulyono, Asep; Noviardi, Rhazista; Naily, Wilda; Jayanti, Merri; Wahyuningsih, Siti; Marganingrum, Dyah; Djuwansyah, Muhammad Rahman; Adenan, Mohd Noor Hidayat
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 22, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v22i2.108821

Abstract

Heavy metals (HMS) contamination in soil is a major issue that significantly impacts plants and human health. Various approaches have been employed to mitigate the effects of heavy metals, including the application of microorganisms (MO). This study aims to analyze the impact of bioinoculation application on HMS content in plants and soil through a meta-analysis approach. Twenty-nine publications reviewed between 2001 and 2023 reported the effects of microorganism applications on HMS content in plants and soil. A systematic review was applied to select relevant studies, and effect sizes (ES) were calculated using Hedges’d to quantify the impact of microbial treatments on heavy metal content. The parameters observed were As, Hg, Cd, Cr, Ni, Co, Pb, Ni, Mn, Zn, and Fe in plants (shoots, roots, fruit, and total plants), soil, and plant biomass. The ES values of Hedges’ microorganisms HMS on soil, plants, and plant biomass were -3.257 (p<0.001), 1.234 (p<0.001), and 2.301 (p<0.001), respectively. The results showed that the greatest reduction in HMS content in the soil was the combined application of fungi and bacteria (ES -5.519; p<0.001), and the highest metal content absorbed by the soil and plants was Cu (ES -13.642; p<0.001) and Pb (2.645; p<0.001), respectively. This study showed that Orychophragmus violaceus had the highest metal absorption rate (ES 15.528, p<0.001) to help clean up heavy metal contamination, especially in agricultural land and industrial areas. This approach can improve soil quality, enhance plant growth, and reduce health risks, which benefits farmers, policymakers, and environmental agencies.